ahmad fahmi karami

7.2K posts

ahmad fahmi karami

ahmad fahmi karami

@mikku87

Malang, Jawa Timur Katılım Haziran 2009
330 Takip Edilen249 Takipçiler
ahmad fahmi karami retweetledi
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
jadi di pantry kampus itu, saya sediakan mesin kopi rumahan. harganya murah, tapi kualitasnya oke... pas mau beli, tanya ke orang pinter kan gue... mana yang harga nya rakyat, tapi rasanya nikmat. org pinter tersebut, menyebut 2 merk. pertama... merk xioami. kedua dmerry, ini. karna rezim rektor kami saat itu, tak suka dg china.. belilah saya opsi kedua. pas udah beli, ooo rupanya paten juga ini barang. bener2 enak. espresso, bisa. long black bisa. banyak bisanya lah... kayak ular. silakan dibeli 👇 🌱D'Merry Espresso Maker COF105, 🌱 Mesin Espresso 20 Bar Low Watt - 🌱 2 In 1 Espresso With Steam Rp1.200.000. s.shopee.co.id/3B4rKRk28E
Dosen Kesayanganmu tweet media
Indonesia
19
8
93
16.4K
COLLE
COLLE@collegemfs·
[cm] Jurnalku keterima di jurnal scopus tapi aku gapunya biaya buat publikasi 😭 Kampus pun jg gak mau reimburse. Help aku harus gimanaa. Biayanya $2000 kalo dirupiahih sekitar 20jt hiks
Indonesia
588
1.9K
44.3K
2.3M
ahmad fahmi karami
ahmad fahmi karami@mikku87·
Min, kenapa cari tiket SMC - SBI tgl 21 Juli, pilihan keretanya sedikit? Sudah di switch untuk cek sold ticket juga kosong. @KAI121
ahmad fahmi karami tweet media
Indonesia
2
0
0
82
ahmad fahmi karami retweetledi
listyantidewi
listyantidewi@listyantidewi·
Keluhan seperti ini cukup banyak muncul dari orang tua dan guru. Tapi apakah hilangnya ranking dan UN benar-benar menjadi penyebab anak kehilangan motivasi belajar? Berbagai penelitian dalam bidang pendidikan justru menunjukkan fenomena yang agak kompleks. Anak biasanya termotivasi oleh tiga hal: 1. Kompetensi -> merasa dirinya makin mampu. 2. Otonomi -> merasa punya kendali atas proses belajar. 3. Keterhubungan -> merasa dihargai dan menjadi bagian dari kelompok. Ranking dan ujian nasional memang bisa menambah motivasi, tetapi melalui kompetisi eksternal. Masalahnya, efeknya tidak bisaa sama untuk semua anak. Sebagian anak jadi lebih semangat. Sebagian lagi justru merasa "saya memang bodoh" lalu menyerah. Yang berada di peringkat bawah terus-menerus sering kehilangan kepercayaan diri. Di sisi lain, menghapus ranking saja juga tidak akan otomatis membuat anak menjadi termotivasi. Karena motivasi belajar tidak bisa hidup hanya dengan slogan "belajarlah untuk masa depan", namun, anak perlu: -> target yang jelas, -> tantangan yang pas, -> umpan balik yang cepat dan mudah dimengerti serta ditindaklanjuti, -> rasa kemajuan (sense of progress) yang terlihat. Menariknya, game memang sangat jago melakukan itu semua. Di game ada level, ada progress bar, ada badge, ada leaderboard, ada misi harian, ada tantangan yang meningkat sedikit demi sedikit, dan pernak-pernik game lainnya. Sekolah sering menghapus leaderboard, tetapi lupa menggantinya dengan sistem kemajuan yang sama menariknya. Menurut saya, perkaranya bukan apakah kita perlu mengembalikan UN dan ranking, tapi > "Bagaimana membuat siswa merasakan kemajuan, tantangan, dan pencapaian setiap hari seperti saat mereka bermain game?" Anak-anak zaman sekarang bukan anti-kompetisi. Buktinya mereka rela begadang demi naik rank di mobile legend. Mungkin mereka kurang bisa melihat progress dalam belajar.
ms. wife@Mrs_Wife92

ANAK SEKOLAH sekarang belajar tanpa nyawa bgt ah!! Habis nemenin belajar, capek jiwa raga. Gak ada dorongan, gak ada jiwa kompetisinya loh. Apa gara2 sistem ranking dihapus, UN dihilangkan? Game aja ada push rank. Gmn Pak Menteri? Bikin sistem kompetisi lagi gak si? 😤😤

Indonesia
28
121
388
28.4K
Juventini Indonesia
Juventini Indonesia@JCIndonesia·
Berita sela: Pelatih Silvio Baldini yang menangani Azzurri sementara waktu mengumumkan Skuad tim nasional Italia untuk pertandingan FIFA bulan Juni melawan Luksemburg dan Yunani. Donnaruma nama paling senior yang ada di skuad. Beneran potong regenerasi pemain sepertinya. Giovanni Daffara pemain Juventus yang dipinjamkan ke Avellino turut dipanggil.
Juventini Indonesia tweet media
Indonesia
12
3
21
10.4K
ahmad fahmi karami
ahmad fahmi karami@mikku87·
@lutfithe13th Saya nyambungin ke kesejahteraan, karena post bapak awalnya concern tentang kesejahteraan. Tuntutan kompetensi tanpa memberikan kesejahteraan koq sepertinya sulit terwujud.
Indonesia
1
0
1
39
ahmad fahmi karami
ahmad fahmi karami@mikku87·
@lutfithe13th Ya Monggo diubah aturannya oleh menteri/pemerintah kalau memang yang sekarang dirasa belum kompeten. Misal harus ambil pendidikan profesi gr. Toh UKMPPD ini juga levelnya pendidikan profesi. S. ked nya sdh dpt. Karena sampai S.Ked saja sudah eligible untk kerja (bukan praktik).
Indonesia
1
0
1
188
Lutfi Nur Farid
Lutfi Nur Farid@lutfithe13th·
Techbro coba merubah pandangan organisasi guru thd kasus Nadiem Ibam ini mungkin belum sadar kalo organisasi guru itu tujuannya ya kesejahteraan guru. Kesejahteraan guru tdk selalu segaris dgn outcome/mutu pendidikan. Dan mutu pendidikan kita sdh lama sekali tertinggal.
Indonesia
9
45
169
13.4K
ahmad fahmi karami
ahmad fahmi karami@mikku87·
@lutfithe13th Sebetulnya kalau misalnya syarat guru adalah S1, ketika sudah lulus maka artinya ybs kompeten pak. Dan pengelolaannya ada di Kementerian yang sama. Tapi skema marketplace ini bagaimana menjamin kesejahteraannya? Dokter juga banyak yang belum sejahtera.
Indonesia
1
0
1
54
Lutfi Nur Farid
Lutfi Nur Farid@lutfithe13th·
@mikku87 Sebetulnya bisa meniru ketenagaan dokter dulu Dokter itu bisa masuk kerja di faskes yg kurang kapan saja diperlukan, awal atau tengah tahun, semudah plug and play Syaratnya? Ada uji kompetensi yg ketat di awal, yg lulus berarti bisa kerja di mana pun x.com/i/status/20440…
Lutfi Nur Farid@lutfithe13th

Marketplace guru yg diusulkan Nadiem dulu ini contoh program solutif yg diberi nama yg salah, akhirnya memicu persepsi negatif dan ditolak duluan. Padahal ini solusi utk kekosongan guru kalau ada yg meninggal, pensiun tengah tahun, atau pun tidak bisa lagi mengajar.

Indonesia
1
0
1
95
ahmad fahmi karami
ahmad fahmi karami@mikku87·
@lutfithe13th Kalau saya menduga memang dananya terbatas. Keterbatasan personil itu (dilihat dari rasio) tidak hanya di sektor guru saja sih.
Indonesia
1
0
0
43
ahmad fahmi karami
ahmad fahmi karami@mikku87·
@lutfithe13th Berarti yang harusnya dikembangkan tim IT kementerian Dikti adalah monitoring kecukupan guru di indonesia ya? Sekaligus prediksi kebutuhan untuk masa akan datang. Kira2 kenapa nggak dibuat seperti ini ya pak.
Indonesia
1
0
2
65
ahmad fahmi karami
ahmad fahmi karami@mikku87·
@listyantidewi @davidjmalan Menurut mbak apakah matematika diskrit, kalkulus itu cukup sampai teori saja atau dicontohkan bagaimana penggunaan/kontribusinya dalam pemrograman? Karena ada pengajar yg merasa cukup di teori saja, dan ada mhsw tidak sadar kalau mereka sedang menerapkannya di programnya.
Indonesia
1
0
1
92
listyantidewi
listyantidewi@listyantidewi·
Anak informatika nggak mau belajar sistem bilangan, matematika diskrit, sistem digital, dan ilmu fundamental lainnya? Lihat, nih, apa kata Professor @davidjmalan tentang pentingnya belajar ilmu fundamental. instagram.com/reel/DYUe-Iwgn…
Indonesia
3
12
39
1.4K
ahmad fahmi karami
ahmad fahmi karami@mikku87·
@BetaEpsilonPhi Apakah setelah ini sistem di ASN masih dicap oleh masyarakat sebagai sistem yang lamban, tidak adaptif dan tidak agile 😁
Indonesia
0
0
3
1.5K
忍 - 🍉
忍 - 🍉@BetaEpsilonPhi·
Catatan: Buat PNS baru, Bos-Bos kalian itu gak bego-bego amat kok, banyak yang pinter, cuma pada berhati-hati saja. Sekali kena masalah, ribet dan gak selalu disupport internal kalian. tapi yang beneran bego ya gitu deh..
Indonesia
8
97
412
12.7K
忍 - 🍉
忍 - 🍉@BetaEpsilonPhi·
Seriously? Kalian baru sadar kalo semua orang bisa dipenjara 😱😰 Birokrasi yang kalian bilang lelet (dan memang beneran lemot bin lelet 🤦🏻) pertahanan internal yang terjadi secara alami supaya gak ada yang kena masalah hukum.
Angga Fauzan @angga_fzn

At this point, gw merasa semua orang literally bs dipenjara. Bisa dicari2 kesalahannya. Bisa dibantah semua pembelaan dan bukti2nya. Bisa dibuat2 skenarionya. Semengerikan itu dampaknya. Akhirnya, banyak investor asing juga ga berani masuk. Duit banyak yang keluar. Rupiah kian melemah. Domino effect.

Indonesia
28
760
2.5K
95.1K
listyantidewi
listyantidewi@listyantidewi·
@kpertiwi29 Pejabat, gelar palsu atau gelar kampus ruko dipakai berderet-deret. Umbi, gelar kampus top 10, tidak lolos pengajuan pencantuman gelar karena alasan absurd XYZ
Indonesia
1
0
1
117
jakartalk
jakartalk@Jakartalk·
Twitter please do your magic 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 WNI bantu WNI pleaseee
jakartalk tweet mediajakartalk tweet media
English
833
189
1.2K
74.7K
ahmad fahmi karami
ahmad fahmi karami@mikku87·
@ardi_tama1 Hehe. Banyak pak. Misal tinggal di kabupaten, nggak ada industri di kab tersebut, nggak boleh merantau sama ortu. Ada banget temen saya yang seperti ini.
Indonesia
1
0
1
438
ahmad fahmi karami
ahmad fahmi karami@mikku87·
@ridwanadit @GilangHamidy Sejak ada jargon digitalisasi. Semua mua yang manual perlu di digitalisasi. Seakan2 setelah jadi digital, semua masalah terselesaikan.
Indonesia
1
0
4
329
Ridwan | 🇮🇩 in 🇳🇴
@GilangHamidy Overhypednya mulai kapan sih? Gue dulu milih ilmu komputer ya karena gue emang suka ngulik komputer, ga ada tuh pikiran bakal booming kaya gini. 🤔
Indonesia
2
0
16
1.5K
Gilang Mentari Hamidy ❌
Gilang Mentari Hamidy ❌@GilangHamidy·
Semakin gue berinteraksi dengan banyak orang, gue makin nyadar kalo bidang ilmu komputer tuh overhyped. Ngga heran juga jadi sering dibilang ga napak tanah. Di balik kodingan canggih lo, masih banyak yang lebih canggih lagi di bawahnya.
Indonesia
6
87
534
18.6K
mad
mad@AhmadShiddiqN·
Gini. Pembaruan apapun itu selama sumber anggarannya dari dua lembaga yg berbeda, ga harus saling nunggu. Bisa bareng2, karena dari dua lembaga yg berbeda. Misalnya, kemdik dan kempanrb, kemdik ada anggaran utk digunakan pengadaan/peremajaan infrastruktur, kempanrb belum ada rencana menaikkan gaji guru. Apakah kemdik ga akan pake anggarannya sampe kempanrb membuat kebijakan? Jadi harus saling nunggu, gitu? Kan ngga. Ga mutually exclusive harus 1 aja. Ga sekuensial jg harus 1 itu dulu. Kecuali bisa dialihin anggarannya untuk jadi gaji guru. Nah itu udh beda cerita. Saya setuju gaji guru emg harus naik, tapi bukan berarti meniadakan kegiatan lainnya. Di situ argumen tweet utama yg di-quote
Indonesia
1
0
1
172
Alfian Bahri
Alfian Bahri@AlfianBahri47·
Maaf, Mas. Akhirnya saya harus ketawa. Hehehe Saya rasa cukup. Cukup tahu, bahwa bangun gedung lebih utama timbang gaji guru. Dan itu menurut mas, bagus...
Indonesia
2
1
5
1.4K
ahmad fahmi karami
ahmad fahmi karami@mikku87·
@rdmakbar @hadimaster65555 Bapak mengikuti kasus program MBG yang dituntut ke MK nggak pak? Pihak penuntut menganggap MBG gak boleh mengambil pos pendidikan. Pihak terkait Menurut bapak ini teriaknya udah bener belum?
Indonesia
0
0
0
56
Raden Muhammad Hadi
Raden Muhammad Hadi@hadimaster65555·
Dalam perspektif teknologi pendidikan, kesejahteraan guru (gaji, fasilitas, training, dll) lebih utama dibandingkan implementasi teknologi itu sendiri. Bahkan jika ada kebijakan penerapan teknologi untuk pendidikan maka yang diperhatikan bukan hanya muridnya mendapatkan teknologi terbaik tapi juga apakah teknologi yang dibuat/disediakan dapat membantu guru meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar, membantu guru mengurangi workload rutin dan tidak perlu sehingga peran guru bisa lebih kuat untuk fokus membina human capital. Temen-temen tech sepertinya perlu baca-baca buku atau perspektif soal "teknologi pendidikan", jangan berhenti di "teknologi" saja agar bisa memahami perspektif guru (dan siswa). Kalau cara berpikirnya kayak gitu, pendidikan gak maju-maju walau teknologinya maju. Dan perlu tau bahwa "teknologi" dalam "teknologi pendidikan" itu ga perlu laptop. Radio, buku, bahkan papan tulis sekalipun itu tetep terhitung "teknologi pendidikan".
Indonesia
9
172
314
21.9K