miltteoki

68.4K posts

miltteoki banner
miltteoki

miltteoki

@miltteoki

📢sometimes kpop/kdrama but mostly retweet/tweet about life

Katılım Mayıs 2016
2.2K Takip Edilen94 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
miltteoki
miltteoki@miltteoki·
Penitipan barang
Indonesia
1
0
1
478
miltteoki retweetledi
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
IZIN, SIAP SALAH 🙏 tradisi ABRI yang masuk ke meja rapat para ASN (@PNS_Ababil, @pns_2018) & warga sipil. 1). Bertahap, ​para pengacara akan menjadi profesional yang penakut dan hanya mencari aman. 2). ​Para regulator (pembuat kebijakan) tidak akan berani mengambil diskresi dan hanya menunggu komando atasannya karena takut disalahkan. 4). ​Para hakim akan memutus perkara dengan sangat hati-hati, bukan karena rumitnya kasus, melainkan karena takut keputusannya melenceng dari ekspektasi publik atau atasan. Akibatnya, nalar hukum akan melemah, dan fenomena seperti "no viral, no justice" (keadilan hanya ada kalau viral) akan semakin merajalela karena penegak hukum lebih takut pada tekanan publik ketimbang kebenaran.
Dosen Kesayanganmu tweet media
Indonesia
31
573
1.1K
172.3K
miltteoki retweetledi
The Economist
The Economist@TheEconomist·
Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths econ.st/3RE0Fum Photo: Getty Images
The Economist tweet media
English
499
26.8K
40.6K
3.5M
miltteoki retweetledi
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
JUST OUT GAJI 13 tetap dibayarkan & full 100%. Pembayaran dimulai minggu pertama bulan juni. here we go cc: @pns_2018 @pns_ababil
Indonesia
78
185
1.2K
105.5K
miltteoki retweetledi
λL-D1 | AI for Buzzer 🍉
Stress kerja itu normal. Yang ga normal itu ngebuat stress bertumpuk menjadi burnout dan ngaruh ke performance kerja. Aku udah 6 tahun kerja jadi bakal aku share beberapa tips yang work diaku. 1. Find the root cause dulu. Coba tanya ke diri sendiri, "Aku stress karena kerjaan kebanyakan? Atau karena ekspektasi ga jelas? Atau karena environment-nya toxic?" Soalnya beda penyebabnya, beda pula solusi yang ditawarkan. Ini harus duluan sebelum ngapa-ngapain. 2. Brain dump setiap hari. Tulis semua yang ada di kepala ke notes. Kerjaan, meeting, deadline, bahkan uneg-uneg. Begitu keluar dari kepala, beban langsung berkurang. Anggap aja jurnaling versi berantakan. 3. Dokumentasi everything. Setiap dapet task, tulis: apa yang harus dikerjain, context-nya apa, deadline kapan, butuh apa, siapa yang minta. Sering kita stress karena ga tau sebenernya lagi ngerjain apa. Begitu ketulis, jadi lebih jelas. Sebenarnya, ini sekaligus jadi proof saat ada yang tanya kamu lagi kerja atau nggak. 4. Set boundaries. Ke rekan kerja, bos, siapapun. Kalau kerjaan udah banyak dan ga bisa ambil lagi, ya bilang. Kasih proof kenapa kerjaan udah banyak. Kasih proof kenapa task ini ga bakal bisa dikerjain sekarang. 5. Ngobrol sama orang. Saranku ya ke psikolog. BPJS gratis, atau kalau ada budget bisa ke psikolog online. Kalau belum bisa? Ceritakan ke temen deket, keluarga, atau pacar. Stress itu makin berat kalau dipendem sendiri. 6. Kontrol yang bisa dikontrol. Fokus ke circle of control, bukan circle of concern. Kalau ga bisa kamu kontrol, ya udah biarin aja. Let go. Cari kerja emang lagi sulit. Kalau lingkungan toxic, manage stress-nya dulu biar masih ada energi buat apply dan pindah. Tapi jangan keluar kerjaan kalau ga ada duit. Resiko gede. Lebih ga enak stress ga ada duit daripada stress karena kerjaan yang kita masih ada pemasukan.
WORK@worksfess

work! Gmn ya caranya biar fine terus selama kerja 😞

Indonesia
7
775
2.9K
89.2K
miltteoki retweetledi
mazi
mazi@yelvyah·
deserves. even SZA liked a post about this (kasus FH UI). let this case go international so people can see how serious it is and how wrong this situation is, especially if institutions are still protecting those involved instead of holding them accountable
mazi tweet media
Saa@aarummanis

kasus FHUI sampe go internasional btw

English
95
14.2K
57.6K
785.5K
miltteoki retweetledi
ann
ann@anhtiss·
Eileen menunjukkan apa yg tidak dimiliki murid Indonesia pada umumnya: ✨️ metacognition knowledge ✨️ Metakognisi itu kemampuan “ngeliatin isi kepala sendiri.” Gak cuma berpikir, tapi SADAR bahwa kita SEDANG BERPIKIR. Lebih jauh lagi, kita bisa mengevaluasi cara berpikir itu, apakah membantu, apakah bikin stres, apakah perlu diubah. Persis kayak Eileen yang pensive. Dia kelihatan banget kalau nyaman jadi orang yang banyak mikir. Dia nggak lihat proses refleksi itu sbg overthinking tapi malah dia jadiin tools to grow. Eileen ini bukti kalau orang hebat itu ya orang yg paham cara kerja pikirannya sendiri, gak cuma yang pintar/berbakat aja. Murid Indonesia belum banyak yg terlatih skill metakognisinya. Kenapa? Ini menarik bangettttt. 1. Budaya belajar berorientasi jawaban Pendidikan kita menjadikan murid terbiasa untuk fokus ngejar nilai, akhirnya selalu memikirkan 1-2 jawaban yg benar. Untuk jawab soal dengan cepat dan tepat, akhirnya juga sekadar menghafal konsep. Akibatnya, jarang dilatih bertanya: - kenapa harus pake strategi ini? - biar cepet paham harus ngapain? Padahal metakognisi itu berkembang ketika proses jauh lebih dihargai dibanding hasil. Sistem pendidikan kita gmn? Maunya ke mana? Please kami mah juga bingung, belajarnya disuruh ala finland, asesmennya ala asia. 2. Keamanan psikologis Ini masih berkaitan dengan poin 1. Naturally, murid itu akan reflektif ketika mereka merasa aman dalam mengekspresikan pikiran. Mereka gak takut salah jawab/bertindak atau gak takut dicap bodoh. Kalau lingkungannya masih menekankan budaya malu bertanya dan takut salah, ya udah selamanya akan terjebak pada pengetahuan level prosedural aja. Keamanan psikologis berkaitan erat dengan poin berikutnya. 3. Beban kognitif dan tekanan sosial Banyak murid menghadapi kondisi tekanan ekonomi keluarga dan lingkungan yang kurang suportif. Kondisi ini malah membuat murid dalam mode fight, energinya lebih banyak dipakai untuk mikir gimana cara bertahan hidup besok alih-alih belajar dan melakukan refleksi mendalam. Banyak kan kalian lihat di TikTok/Instagram, anak SD sepulang sekolah mulung beras di pasar, anak SMA bangun sebelum subuh karena masak risol buat dijual ke sekolah. Murid saya? Sepulang sekolah mereka ke ladang. Kalau musim panen, pasti wali kelas sering dapat izin "Assalamu'alaikum bu, besok saya izin gak masuk sekolah karena ikut panen kubis/jeruk/dll" 🥺 Kenapa ya anak kecil sampe punya beban ekonomi? Karena penghasilan ortunya gak cukup meski udah kerja siang malam. Kenapa kok bisa gitu? Emangnya gak ada lapangan pekerjaan kah? 4. Kurang contoh dan model berpikir Metakognisi itu bisa berkembang melalui modeling. Kalau murid jarang melihat - gurunya making thinking visible (thinking out loud) - orang dewasa yg merefleksikan pengalaman bisa jadi murid gak akan punya contoh bahwa proses berpikir dan merefleksi itu wajar. Nah sekarang pertanyaannya gaji pokok guru apakah layak?
sim@simscircuit

Did not expect a question that starts out 'Do you think before you speak?' to go so well. A+ question from Charlotte Harpur A++ response from Eileen Gu.

Indonesia
61
4.4K
18.9K
577.4K
miltteoki retweetledi
🍠🍉
🍠🍉@soogarplume·
bahkan sejak di kerjaan yg ini tiap pagi gue berdoa cuma buat dibantu tenang, keep me on His and others’ good ends, dan semoga perkataan gue ga disalah pahami orang lain. gue butuh urgent itu, sisanya i believe He won’t leave me not even for a blink
fei@feiisreading

asking Allah for anything is never cringe .not even the smallest things. i used to wonder why some of my prayers weren’t answered and they made me sad. now i ask Him for everything: the bus arriving, my lost jacket, my job interview . and when it does, i know it’s from Him.

Indonesia
14
1.9K
6.9K
141.7K
miltteoki retweetledi
A.
A.@bleednectar·
A. tweet mediaA. tweet media
QME
40
5.8K
24.5K
295.3K
miltteoki retweetledi
Aℓℓ About #EXO
Aℓℓ About #EXO@kyungsoo_stan·
Kyungsoo doing body roll but this time in a variety show 😂
English
0
109
608
5.5K
miltteoki retweetledi
Mbakyu Wah | Perempuan Membaca
Mbakyu Wah | Perempuan Membaca@PerempuanWaos·
Buat yang masih belum suka baca, plis baca guys. Krn membaca itu membantu mengembangkan neuron2 otak jdi kita akan memiliki logika dan emosi utk menemukan cara memecahkan masalah yg bisa digunakan dlm kehidupan sehari-hari. Plis, baca. Tahu kan org2 yg ga suka baca kayak apa.
Indonesia
318
11.8K
52.4K
800.1K
miltteoki retweetledi
Panggil aja Purbo
Panggil aja Purbo@piyopikavet·
Janganlah gegayaan dibandingin dengan sunat. Apalagi kulit yg seuprit itu cuman dipotong sekali seumur hidup.
Indonesia
347
9.4K
49.8K
2.6M
miltteoki retweetledi
Skeesh
Skeesh@skeeshz·
Iseng2 nyoba nanya data ke bmkg, tapi katanya data level 1 padahal di gambar kanan data indo yg ditangkap stasiun LN bisa diambil open source. It's kind a funny to me gmn birokrasi disini menghambat kemajuan penelitian wkwkwkw
Skeesh tweet mediaSkeesh tweet media
Indonesia
196
2.3K
14.2K
523.3K
miltteoki retweetledi
ꪆৎ
ꪆৎ@fairiehaze·
''What did they say about me?''
ꪆৎ tweet media
English
319
35.9K
256K
3.1M
miltteoki retweetledi
Faris Afif
Faris Afif@Apeeeeep·
Bro just explained Barzakh
Shining Science@ShiningScience

Quantum physics is quietly reshaping how we see not just the universe but life and death themselves. A growing idea called biocentrism dares to suggest that life and consciousness aren’t random accidents of creation, but the very foundation of reality. According to this view, death may not be the end. What we call “dying” could simply be a shift in awareness — a transition into another layer of existence within a vast multiverse of possibilities. In other words, reality might not exist out there at all, but within the very act of perception itself. Supporters of biocentrism often point to strange quantum effects like entanglement, where particles stay connected across galaxies, or the observer effect, where simply measuring something changes its behaviour. Even the eerie idea of retrocausality, where events in the present seem to influence the past, adds to the mystery. Together, these experiments hint at something unsettling — that consciousness might play a deeper role in shaping the universe than we ever imagined. But here’s the catch: as fascinating as it sounds, biocentrism is not proven science. Most physicists see it as philosophy — an imaginative bridge between quantum mechanics and the mystery of consciousness. The experiments are real, but connecting them to life after death remains speculation. Still, the idea is impossible to ignore. What if our consciousness doesn’t vanish, but simply changes channel? What if death is not a full stop, but a doorway into another version of existence, beyond time and space? Whether it’s science or spirituality, biocentrism forces us to ask the most haunting question of all: If consciousness shapes reality, what really happens when it lets go of one world and awakens in another? #Quantumphysics #quantum

English
116
7.6K
33.1K
1.7M