Marita R.

53.8K posts

Marita R. banner
Marita R.

Marita R.

@mithew

Katılım Haziran 2009
417 Takip Edilen634 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Marita R.
Marita R.@mithew·
Forever mantra: focus on things you can control.🧘🏼‍♀️
English
1
0
9
0
Marita R. retweetledi
Tom Wright
Tom Wright@TomWrightAsia·
NYT calls Nadiem’s case a “political prosecution” and points out an “authoritarian tilt” in Indonesia. nytimes.com/2026/05/13/wor…
English
33
1.8K
4.1K
107.8K
Marita R.
Marita R.@mithew·
Terserah meski bnyk yg ga suka sm menkes yg lg menjabat, tp menurut gue ini salah satu kebijakan preventif kemenkes paling relevan dan “dekat” dgn masyarakat👏🏼👏🏼👏🏼 respectt!
Marita R. tweet media
Indonesia
0
0
1
39
Marita R.
Marita R.@mithew·
Btw by the time tweets di atas diketik, gue ternyata gatau kalo ada ending afterlife😂😂 baru tau skrg abis liat komen org2. Wkt itu nonton sampe bus nabrak & lgsg gue exit kirain uda kelar lollllll
Indonesia
0
0
0
15
Marita R.
Marita R.@mithew·
Meski film komedi tp part suspense-nya jg tetep dapet. Penulisannya rapihhh as in semua bagian dr film - sekecil apapun - matter for the plot. Fresh bgt buat perfilman indo! Easy 9/10 (wow tetiba ada rating) go watch it on netflix!
Indonesia
1
0
0
45
Marita R.
Marita R.@mithew·
Tinggal Meninggal baguuuuuuuussss!!!! Jujur nyesel gaikut nyumbang jumlah penonton pas tayang di bioskop.
Indonesia
1
0
0
56
Marita R. retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi. Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas". Saya tolak, ngga mau bohong & zalim. Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka. Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua. Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan. Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan: Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri. Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong. Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran. Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak. Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.” Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran. Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar. Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia. Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe. Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif. Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah. Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan. Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir. Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan. Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan... Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan. Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini. Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini. Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara. Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.
Ibrahim Arief tweet media
Tom Wright@TomWrightAsia

UPDATE: Ibrahim Arief (Ibam) — the tech consultant facing 15 years — just told a press conference he was coerced to turn on Nadiem but refused to do so. In 30 years, the playbook hasn’t changed. A deeply corrupt legal system used to intimidate and coerce ordinary Indonesians.

Indonesia
372
8.5K
12.1K
741.5K
Marita R. retweetledi
Elon Murz | SVP of Meme Engineering
Found this old chat with @ibamarief. Its deeply saddening to look back at how excited n committed he was to his work, especially during his time in govtech after turning down an offer from Meta 😕 Now he is facing 15 years n potentially 22.5 years if he cant pay the fines. Its a stark reminder for Indo professionals that working for the state can carry SERIOUS personal risk. The system does not protect those who serve it.
Elon Murz | SVP of Meme Engineering tweet mediaElon Murz | SVP of Meme Engineering tweet media
English
19
887
2K
61.1K
Marita R. retweetledi
keritingrambut 𐂂
keritingrambut 𐂂@bgkiting·
Susah banget delete foto dari Hp. Gak peduli kalo itu foto bakso yg gua makan tahun lalu. Gimana kalau suatu hari gw perlu liat lagi.
Indonesia
555
21.1K
55.8K
969.1K
Marita R. retweetledi
⊹ ࣪ pam ˖✦
⊹ ࣪ pam ˖✦@pamvonhadder·
Happy International Women's Day!
⊹ ࣪ pam ˖✦ tweet media
English
260
20.6K
154.2K
2.2M
Marita R.
Marita R.@mithew·
Just bought a new pair of crocs.
Marita R. tweet media
English
0
0
0
27
Marita R.
Marita R.@mithew·
Mendadak bgt pulbar daeng wawan naik yes yes yes, whoosh!
Marita R. tweet media
Indonesia
0
0
0
40
Marita R.
Marita R.@mithew·
Rencana ambi sahur dine-in imah babaturan yg berakhir dgn nasgor room service krn ofkors ada yg ga kebangun🤣🤣
Marita R. tweet mediaMarita R. tweet media
Indonesia
1
0
0
73
Marita R.
Marita R.@mithew·
BDG key highlights🥪😋🤝👩‍🍳
Marita R. tweet mediaMarita R. tweet mediaMarita R. tweet mediaMarita R. tweet media
English
1
0
0
36