Regie Djo 🇮🇩 retweetledi
Regie Djo 🇮🇩
35.8K posts

Regie Djo 🇮🇩 retweetledi
Regie Djo 🇮🇩 retweetledi
Regie Djo 🇮🇩 retweetledi

Ga expect malam ini gw naik ojol.
Dan ternyata bapaknya adalah
driver yang lagi viral karena video dia yang bilang
“Pak Nadiem itu pahlawan ekonomi saya!”
Awalnya gw ga ngeh.
Sampe kita ngobrol ngalur ngidul
dan bahas tentang kasus Pak Nadiem, terus dia bilang…
“Mba tau video yang ngomong itu, itu saya tau mba”
Lhooo gw langsung kaget
Bapaknya cerita kalau udah jadi
driver Gojek dari tahun 2012.
Zaman Gojek belom pake aplikasi.
“Dulu saya malah ngetawain Pak Nadiem mba”
Katanya dulu banyak yang nentang Gojek ini. Belum banyak yang mau jadi driver. Tapi bapaknya masih inget banget waktu Pak Nadiem bilang:
“Nanti Gojek bakal besar.”
Dan ternyata… kejadian.
“Saya dulu tukang ojek pangkalan mba…
kadang sehari dapet penumpang aja susah.
Dapet 25 ribu aja udah syukur.”
“Makanya saya bilang gitu Pak Nadiem tu Pahlawan Ekonomi saya itu nyata dari hati saya mba” sambil suaranya nahan nangis “Saya baru punya anak kembar waktu itu mba. Bingung gimana caranya ngidupin keluarga.”
“Tapi dari Gojek… saya bisa punya penghasilan sampai 500 ribu sehari dulu.”
“Sampai akhirnya saya bisa cicil rumah. Bahkan sekarang punya 2 kontrakan.”
cc:threadudahnyaman



Indonesia

@KapudS640 @CommuterLine Mungkin hamil diluar nikah jadinya tidak resmi
Indonesia

Ketemu juga sama ibu2 yang pake pin ibu hamil PALSU, pas batu naik dgn pedenya blg misi ibu hamil 😭😭😭. BAru ngeh pas liat gada logo KAI sama Exp date nyaa @commuterline bagaimana min??
CC:threadasnmi

Indonesia
Regie Djo 🇮🇩 retweetledi

Guys, lu pada tahu enggak ada yang baru terjadi di Indonesia yang menurut gue gila banget?
Bukan soal rupiah.
Bukan soal korupsi triliunan.
Bukan soal pejabat mewah.
Ini soal Josepha Alexandra siswi SMAN 1 Pontianak
yang viral beberapa waktu yang lalu
ada cerita dari keluarga
beberapa waktu setalah pulang dari lomba itu
banyak nomor asing masuk ke WhatsApp-nya.
Pesannya begini:
"Selamat pagi, kami infokan kembali untuk hapus video yang ada di IG, jika tidak kami akan layangkan somasi."
Seseorang atau sekelompok orang yang tidak mau diketahui identitasnya, mengancam anak SMA lewat WhatsApp. Minta dia hapus video. Ancam somasi.
Siswi SMA.
Diancam somasi.
Karena mempertanyakan ketidakadilan di lomba cerdas cermat.
Dan ini yang paling menyayat hati dari seluruh kejadian ini:
Josepha stres berat.
Hari-hari tidur terus.
Pendiam.
Berubah drastis.
Dan di tengah semua tekanan itu dia bertanya kepada kakaknya:
"Kak, apa aku harus minta maaf?
Katanya aku yang bikin gaduh..."
Baca itu sekali lagi.
Anak yang diperlakukan tidak adil yang diancam lewat WhatsApp oleh pihak tak dikenal malah bertanya apakah dia yang harus minta maaf.
Karena sistem berhasil membuatnya merasa bahwa dia yang salah.
Bahwa dia yang bikin masalah.
Bahwa keberaniannya mempertanyakan ketidakadilan adalah sebuah kesalahan yang perlu dimintakan maaf.
Dan sementara Josepha stres di rumah apa yang dilakukan juri yang kontroversial itu?
Status WhatsApp-nya bocor ke publik.
Isinya: "Nggak akan bikin gue jatuh!"
Orang yang keputusannya dipermasalahkan pamer kekayaan di status WhatsApp.
Sementara anak yang mempertanyakannya stres dan tidur terus di rumah.
Ini bukan soal menang kalah lomba:
Ini soal apa yang terjadi ketika seorang anak muda Indonesia berani bersuara.
Josepha tidak melakukan apa-apa yang salah.
Dia mempertanyakan keputusan yang tidak konsisten.
Itu bukan bikin gaduh.
Itu adalah hak dasar setiap peserta dalam kompetisi apapun di seluruh dunia.
Tapi di sini itu direspons dengan ancaman.
Dengan intimidasi.
Dengan pesan WhatsApp dari nomor asing yang memintanya diam.
Dan pertanyaan yang belum dijawab sampai sekarang:
Siapa yang mengirim pesan ancaman itu?
Dari nomor asing.
Mengatasnamakan siapa?
Dengan kewenangan apa untuk melayangkan somasi?
Kalau memang tidak ada yang salah dalam lomba itu kenapa harus ada ancaman?
Kenapa video harus dihapus?
Kenapa tidak cukup dengan klarifikasi terbuka?
Yang minta video dihapus adalah orang yang takut video itu terus ditonton.
Yang takut kebenaran terus beredar.
Josepha hafal konstitusi sampai tidur komat-kamit. Dia mempelajari nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dengan serius dan penuh dedikasi.
Dan pengalaman pertamanya mempraktikkan nilai-nilai itu di hadapan lembaga negara adalah ini: ancaman WhatsApp dari nomor tak dikenal.
Tekanan untuk diam.
Pertanyaan di dalam hatinya apakah dia yang harus minta maaf.
Kalau anak sekecil Josepha saja sudah diajarkan bahwa kejujuran itu berbahaya kita tidak perlu heran kenapa generasi berikutnya memilih untuk tidak peduli.
Kita yang mengajarkan mereka untuk tidak peduli. Dengan cara seperti ini.
⚠️ Disclaimer: Berdasarkan berita Liputan6.com 16 Mei 2026. Kasus masih dalam proses penanganan MPR RI. Identitas oknum yang melakukan intimidasi belum diungkap resmi.

Indonesia
Regie Djo 🇮🇩 retweetledi
Regie Djo 🇮🇩 retweetledi
Regie Djo 🇮🇩 retweetledi
Regie Djo 🇮🇩 retweetledi

Coba perhatikan bahasa isyarat nya, keduanya sama, artinya ga ada masalah dgn artikulasi apalagi menyalahkan speaker.
Masalahnya ada di juri dan MC yg arogan, sdh salah malah menyalahkan anaknya, jahat banget.
Jangan pakai mereka lagi.
@mprgoid
Chusnul ch💞timah@ch_chotimah2
Jurinya jgn dipakai lagi bikin malu @mprgoid. Pernyataan Sikap Anggota MPR RI Sekaligus Alumni SMAN 1 Pontianak Terkait Viralnya Juri Cerdas Cermat
Indonesia
Regie Djo 🇮🇩 retweetledi

Juri dan MC Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Digugat ke PN Jakpus
Baca di: regional.kompas.com/read/2026/05/1…

Indonesia

Kalean ini baru anak minta pindah agama aja udah bingung
Lah anak gue pas umur 8 taun minta pindah etnis...
Papa Wiraa@PapaWiraa
someday, lo punya anak trus anak lo mau pindah agama, lo bakal ijinin apa gak ?
Indonesia
Regie Djo 🇮🇩 retweetledi

@LambeSahamjja kalimat : artikulasi
terdengar : altikukasi 🤪😜😝😛
Indonesia

Sang ahli artikulasi "Indri Wahyuni"
total harta dia Rp3,9 miliar :
- tanah 252 meter persegi t senilai 3.5 miliar
- aset properti kedua seluas 436 meter seharga 850 juta.
- kas dan setara kas sebesar 110 juta
- harta bergerak lainnya senilai Rp525 juta.
- tapi gk punya mobil satu pun
apakah dia ngegrab kalo ke kantor?
atau make mobil negara ??
dari duit rakyat??

Fiersa Besari@FiersaBesari
Nyalahin artikulasi. Itu Cerdas Cermat atau Indonesian Idol?
Indonesia

@4bdulqodirSalim @LambeSahamjja Harap dimaklumi...kl juri mah bebas....🫣
Indonesia

@LambeSahamjja Kawal
paling ga suka sama juri satu ini ketus banget "ARTIKULASI" dia sendiri cadel aishhh 🤬🤬🤬🤬
Indonesia

@LambeSahamjja Dia punya mobil,tapi atas nama pembantu nya,supir nya,tukang kebun nya,asisten nya,ajudan nya
Biar ga masuk ke lhkpn
Indonesia
Regie Djo 🇮🇩 retweetledi
Regie Djo 🇮🇩 retweetledi
Regie Djo 🇮🇩 retweetledi

Harusnya kan bisa diputar ulang rekamannya 🤦♀️
Maudy Asmara@Mdy_Asmara1701
Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat (Kalbar) menuai sorotan publik usai muncul kontroversi terkait penilaian dewan juri
Indonesia


















