khezuma

2.7K posts

khezuma banner
khezuma

khezuma

@mononoke__212

pay money to my pain

Indonesia Katılım Temmuz 2011
1.1K Takip Edilen147 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
khezuma
khezuma@mononoke__212·
Nov: Got Drained 7 SOL after run it from 2 SOL. Dec: 2 ➡️ 7 SOL ➡️ Round-tripped. 📉 Today: We go again. 🔄 Starting a fresh DLMM challenge on @MeteoraAG with 1.1 SOL. Keeping 0.1 for fees. Redemption arc starts now. 1 SOL and Dream🫡 @MeteoraIDN @met_lparmy #DAY1
khezuma tweet media
English
1
0
2
290
khezuma
khezuma@mononoke__212·
@EvilPanda kecuali, kita wd tokennya trus flip ba ke atas biar hodlnya dapet gain value + fees. Jujur masih belum bisa nentuin verdict untuk sol fees mode is good or not for LPs
Indonesia
1
0
1
116
Logical TA
Logical TA@EvilPanda·
So I asked Claude about this token only fees for the new DLMM update. Generally we will actually earn more fees if we do sol sided LPs due to not having token fees that drop in value when the token dumps. BUT it also changes my playstyle that needs to wait for a bounce. Now there is no incentive to wait for the bounce as there is no token value to increase, so this is actually bad for the charts as much less people waits for the bounce, causing red bars to become bigger. I think it will only be useful when paired with bid ask wide range. Will need to test it out, and also pool dynamics will change, what if there is the same exact pool but with the two fee collection modes, which pool do people choose? Lots of homework to do to be successful. @met_lparmy @MeteoraAG @MeteoraIDN
Logical TA tweet media
English
9
0
39
1.8K
SSJ
SSJ@SSJTRADES·
$NQ 55pts with Katana model today Fantastic example of the stop placement 👀 Good thing I walk away from most executions 🫣
SSJ tweet media
English
21
0
71
2.8K
Solstice
Solstice@solsticefi·
TAKE YOUR YIELD BACK. SLX. May 21st.
English
230
138
899
170.3K
khezuma retweetledi
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto@prabowo·
Kondisi rupiah saat ini adalah bukti ekonomi bangsa telah salah urus bung @DavidEfendhi. Hampir semua nilai tambah, dinikmati bangsa asing.
Indonesia
2.4K
17.8K
20.2K
0
khezuma
khezuma@mononoke__212·
@strootsys untungnya gw nyempetin di jis lgi itu >.< gak nyangka bakal jadi konser terakhir di indo sebelum hiatus 🥲
Indonesia
0
0
5
1.2K
Strootsy
Strootsy@strootsys·
Sekarang ada banget nyeselnya waktu itu ga bela-belain nonton mereka pas GDA di JIS gara2 kegiatan lain. Mikirnya "ah nanti paling Newjeans konser di sini, org lagi peak-peaknya." Eh taunya.. Ternyata emg bener, selagi bisa, ga ada salahnya spend duit buat nonton konser/match klub favorit yg mampir ke sini. Duit bisa terus dicari, momentum bisa jadi cuma sekali
NJZ Base@NewJeans_Base

hype boy @ bunnies camp

Indonesia
34
450
2.9K
66.1K
khezuma
khezuma@mononoke__212·
@megadinals 0xee924367213ae3764b57d5b9a6214c8188d34060
Tiếng Việt
0
0
0
20
orpheuzkaze
orpheuzkaze@orpheuskaze·
INVEST 10K USD BAKAL DAPAT $7000 HANYA DALAM 3 HARI?? Gila ya gua baru nyoba @megaeth flux yang kita harus taruh uang disana dan dapat ROI (mirip deposito) Apakah ini bakal jadi generational wealth? ----------- *NOTE reward-nya belum bisa diambil dan harus memenuhi syarat.
orpheuzkaze tweet media
Indonesia
24
4
69
9.3K
khezuma retweetledi
Forte Protocol
Forte Protocol@ForteProtocol·
1/ We’re building a perpetual protocol around a simple idea: outcomes should come from market direction and position management, not from hard-to-model exchange mechanics.
English
501
15.9K
18K
198.7K
Extra Time Indonesia
Extra Time Indonesia@idextratime·
sudah lama kita tidak p adu lockscreen 🫵😎
Extra Time Indonesia tweet media
Indonesia
348
81
2.2K
91.7K
Endless Story
Endless Story@xendless_s·
Lahh?? kok ngamokk?? 🤨
Indonesia
234
113
1.7K
170.7K
khezuma
khezuma@mononoke__212·
@megadinals 0xeE924367213Ae3764b57d5b9a6214c8188d34060
Tiếng Việt
0
0
0
5
khezuma retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada laporan baru dari lembaga riset Celios yang menurut gue adalah salah satu yang paling mengerikan yang pernah gue baca tentang kondisi ekonomi Indonesia. Judulnya: Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026. Dan datanya bukan dari sembarang sumber. Dari Forbes. Dari LHKPN. Data yang sudah terverifikasi dan tidak bisa dibantah. Fakta pertama yang langsung bikin gue sesak napas: 50 orang terkaya Indonesia hanya 50 orang total kekayaannya mencapai Rp4.600 triliun per 2026. APBN Indonesia? Rp3.800 triliun. Artinya 50 orang itu lebih kaya dari seluruh anggaran negara yang digunakan untuk membiayai 270 juta rakyat Indonesia selama satu tahun penuh. Satu tahun. Gaji PNS, subsidi BBM, bayar utang, bangun jalan, biaya militer, semua program sosial semuanya masih kalah dari 50 orang itu. Dan setiap harinya harta 50 orang itu naik Rp13 miliar per hari. Sementara upah pekerja harian di Indonesia bergerak di kisaran Rp2.000 sampai Rp5.000 per jam. Fakta kedua ketimpangan di antara pejabat negara sendiri: Total kekayaan pejabat negara era Prabowo-Gibran: Rp1 triliun lebih. Dan dari seluruh pejabat itu 73% kekayaannya hanya dikuasai oleh 12 orang. Dua belas orang. Yang masing-masing punya kekayaan di atas Rp1 triliun. Siapa? Salah satu yang terbesar adalah Menteri Pariwisata Widya Kusuma. Ada juga Menteri Perumahan Rakyat. Keduanya masuk dalam daftar lima pejabat terkaya. Fakta ketigayang paling menohok soal TNI dan Polri: Setiap tamtama TNI prajurit paling bawah butuh 252 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Panglima TNI. Dua ratus lima puluh dua tahun. Kalau mulai kerja umur 20 baru bisa menyamai kekayaan atasannya di umur 272 tahun. Itu bukan angka. Itu absurditas. Di Polri sedikit "lebih baik" polisi golongan paling rendah butuh 139 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Kapolri. Ketimpangan ini bukan hanya antara rakyat dan orang kaya. Tapi di dalam institusi yang sama. Di antara satu korps yang sama. Fakta keempat anggota DPR versus konstituennya: Anggota DPR Gorontalo kekayaannya 800 kali lipat dari rata-rata masyarakat Gorontalo yang mereka wakili. Anggota DPR Yogyakarta 400 kali lipat dari rata-rata masyarakat Yogyakarta. Orang-orang yang mengklaim mewakili rakyat hidupnya 400 sampai 800 kali lebih kaya dari rakyat yang katanya mereka wakili. Dan mereka yang membuat undang-undang. Mereka yang memutuskan kebijakan pajak. Mereka yang menentukan siapa yang dapat subsidi dan siapa yang tidak. Dan ini yang membuat seluruh gambar itu menjadi sangat gelap: Celios mengajukan satu pertanyaan yang sangat sederhana: kalau 50 orang terkaya itu dipajaki hanya 2% dari total kekayaan mereka negara dapat berapa? Rp93 triliun per tahun. Sembilan puluh tiga triliun. Setiap tahun. Dari pajak 2% saja atas kekayaan 50 orang. Itu lebih dari cukup untuk membiayai rekonstruksi bencana besar. Untuk membenarkan semua perlintasan kereta berbahaya di Jawa yang butuh Rp4 triliun. Untuk menggaji 8 juta guru honorer setahun penuh. Untuk menutup seluruh defisit BPJS Kesehatan. Hanya dari 50 orang. Hanya 2%. Per tahun. Tapi itu tidak terjadi. Dan Celios menjelaskan kenapa: Karena orang-orang yang punya kekayaan itu — adalah orang-orang yang sama yang membiayai kampanye politik, yang duduk di dewan komisaris BUMN, yang punya akses langsung ke pengambil keputusan. Pajak kekayaan sudah masuk dalam rencana Kementerian Keuangan paling lambat 2028 kata mereka. Tapi implementasinya? Masih "akan akan akan" saja. Tidak pernah benar-benar dieksekusi. Sementara yang terus dipajaki adalah kelas menengah yang sudah ngos-ngosan. Kelas menengah Indonesia turun 1,1 juta orang dalam setahun tapi mereka yang paling mudah dikejar pajaknya karena datanya ada, penghasilannya kelihatan. Seperti kata peneliti Celios: berburu di kebun binatang. Hewannya kelihatan, tinggal tembak. Sementara yang benar-benar harus dipajaki terlalu kuat untuk disentuh. Dan ini yang paling mengerikan dari seluruh laporan ini: Ketimpangan yang ekstrem ini bukan hanya masalah ekonomi. Ini adalah bahan bakar untuk sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Celios menelusuri pola historis dan hasilnya konsisten. Ketika ketimpangan mencapai titik ekstrem dan orang-orang hopeless tidak melihat jalan keluar yang rasional mereka tidak lari ke gerakan buruh atau gerakan sosial yang terorganisir. Mereka lari ke kelompok-kelompok yang menawarkan identitas, musuh bersama, dan rasa memiliki. Di Italia 1930-an orang yang di-PHK direkrut oleh Black Shirt. Di Jerman industri tutup, pengangguran meledak, orang mencari pegangan. Di Indonesia sendiri kerusuhan 1998 dan berbagai gejolak sosial sesudahnya, ketika ditelusuri, akar masalahnya selalu sama: ketimpangan ekonomi yang dibalut isu identitas. Dan tanda-tandanya sudah mulai terlihat sekarang ormas-ormas yang berdemo bukan ke instansi pemerintah tapi ke lembaga bantuan hukum masyarakat sipil, bayaran demo yang menjadi solusi pengangguran, program-program besar yang menyerap tenaga kerja tapi dengan cara yang menciptakan ketergantungan bukan kemandirian. Solusi yang Celios rekomendasikan dan ini sangat konkret: Satu — pajak kekayaan 2% untuk 50 orang terkaya. Langsung hasilkan Rp93 triliun per tahun. Bukan mimpi Brazil dan Colombia sudah melakukannya dengan komite audit independen. Dua — moratorium MBG. Hentikan sementara, perbaiki tata kelola dari akar, baru jalankan lagi dengan tepat sasaran fokus ke daerah 3T dan keluarga miskin ekstrem, bukan merata ke semua sekolah termasuk swasta di Jabodetabek. Tiga — kembalikan 20 triliun yang diambil dari anggaran kesehatan ke Kementerian Kesehatan untuk program stunting yang sudah terbukti efektif. Benefit yang dihasilkan: Rp400 triliun. Versus MBG yang belum jelas benefit konkretnya. Empat — pajak windfall untuk komoditas yang sedang untung besar batu bara, sawit, nikel, minyak. Mereka untung dari harga global yang tinggi, sementara rakyat menanggung subsidi energi. Ini bukan soal nasionalisasi ini soal keadilan distribusi keuntungan. Indonesia bukan negara miskin. Indonesia adalah negara yang kekayaannya terkonsentrasi pada sangat sedikit orang, yang sistem pajaknya melindungi orang kaya dan membebani kelas menengah, dan yang program-program besarnya lebih banyak menciptakan celah korupsi baru daripada menyelesaikan masalah lama. 50 orang lebih kaya dari APBN. 12 pejabat kuasai 73% kekayaan seluruh pejabat negara. Tamtama butuh 252 tahun untuk menyamai Panglima. Anggota DPR 800 kali lebih kaya dari konstituennya. Dan solusinya sudah ada. Jelas. Terukur. Bisa dijalankan hari ini. Yang tidak ada adalah kemauan politik untuk melakukannya. Karena yang harus meloloskan kebijakan pajak kekayaan itu adalah orang-orang yang sama yang akan paling terdampak olehnya. Itu bukan korupsi yang bisa ditangkap KPK. Itu adalah struktur. Dan struktur hanya bisa diubah kalau tekanan dari bawah lebih kuat dari kenyamanan di atas. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan laporan Celios "Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026" dan wawancara peneliti Celios Bima Yudistira. Data bersumber dari Forbes dan LHKPN yang dapat diverifikasi publik. Ini analisis berbasis riset independen bukan tuduhan hukum kepada individu manapun.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
226
4.1K
7K
218.6K
RISEx
RISEx@risextrade·
gRISEx. Who's in? Who's still hunting for an invite code?
English
106
22
161
6.7K
Rara'
Rara'@mayarararocks·
Dari tadi ngetawain ini 😂
Rara' tweet media
Indonesia
424
3.7K
14.7K
535.6K
khezuma retweetledi
Noah Frydberg | Tiktok Shop For Brands
Claude + Seedance 2.0 = 550 videos per day Fully-realistic UGC ads — cinematic lighting, human motion, perfect pacing — all done by AI agents. UGC cost: $3 Production time: 10 minutes Scale: instant One AI engine that creates, tests, and scales short-form ads automatically — nonstop. It’s live. Campaigns are scaling now. Comment + RT “ME” and I’ll DM you the full step by step playbook. (Must be following for me to dm)
Noah Frydberg | Tiktok Shop For Brands tweet media
English
801
474
1.1K
110.4K