M. Rake Linggar A.

4.3K posts

M. Rake Linggar A. banner
M. Rake Linggar A.

M. Rake Linggar A.

@mrakelinggar

what should I say here that is not generic?

Katılım Ocak 2013
288 Takip Edilen175 Takipçiler
M. Rake Linggar A. retweetledi
M. Rake Linggar A.
M. Rake Linggar A.@mrakelinggar·
The ads on Youtube for TV are more frequent and longer, it's almost like cable
English
0
0
0
77
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
From this (field research GovTech Edu design team ke sebuah SD di NTT beberapa tahun lalu, untuk memastikan produk2 teknologi yang dibangun bisa membantu permasalahan mereka2 di pelosok Indonesia juga) To this (undangan peluncuran GovTech Indonesia di Istana Negara) 🇮🇩
Ibrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet media
Indonesia
15
14
316
26K
M. Rake Linggar A. retweetledi
Piers Morgan
Piers Morgan@piersmorgan·
The scenes from Rafah overnight are horrific. I’ve defended Israel’s right to defend itself after Oct7, but slaughtering so many innocent people as they cower in a refugee camp is indefensible. Stop this now @netanyahu .
English
17.2K
21.4K
117.2K
18.2M
M. Rake Linggar A. retweetledi
Pinot
Pinot@pinotski·
Curcol. Gue takut kuliah. Gue takut nikah. Gue takut punya anak. Gue takut dunia kerja. Gue takut merantau. Dalam rentetan hidup ada banyak hal yg menakutkan. Tapi karena penasaran, gue jalani & belajar. Spt kata Suster Maria di Sound of Music:
Pinot tweet media
Indonesia
32
982
3.3K
0
M. Rake Linggar A. retweetledi
Sulaiman Ahmed
Sulaiman Ahmed@ShaykhSulaiman·
ZIONIST SAY THEY DON’T FEEL SAFE ON CAMPUS Here is Israel blowing up the Al-Israa University campus in Gaza.
English
2.6K
21.3K
43.9K
1.5M
M. Rake Linggar A. retweetledi
Assal Rad
Assal Rad@AssalRad·
John Oliver on Gaza protests: “Protest is meant to be disruptive…34,000 people have been killed, most of them women & children…the US continues to supply Israel funding & arms for all of this, even as Gaza sinks into famine. If that’s not worth protesting, I’m not sure what is”
English
163
7.5K
26.5K
944.1K
M. Rake Linggar A. retweetledi
Handoko Tjung
Handoko Tjung@handokotjung·
“Bahasa Indonesia miskin kosakata”. Lebih tepatnya Bahasa Indonesia hanya butuh sedikit kata untuk menyampaikan kalimat panjang. Misal: English: I told you not to do that, now you’re hurt. Indonesia: Kan?
Indonesia
36
388
943
79.7K
M. Rake Linggar A.
M. Rake Linggar A.@mrakelinggar·
"Memang aturannya gitu" "Saya dulu juga gitu"
Ardianto Satriawan@ardisatriawan

Tugas "Bu Mutia, dipanggil ke ruangan Pak Dekan." "Ada apa ya Mbak Admin?" "Ada yang mau diobrolin katanya." "Jam berapa mbak?" "Jam 1, habis makan siang." *** "Ada apa Pak Dekan?" "Bu Mutia kan udah 5 tahun jadi dosen di sini kan ya?" "Iya Pak." "Udah Lektor juga kan ya? Tapi ijazah masih S2 ya?" "Iya Pak." "Biar karir Bu Mutia lancar, kami minta untuk Tugas Belajar S3." "Wah, kalau nggak gimana Pak? Saya lagi banyak pengeluaran." "Nanti karir Bu Mutia stuck di situ." "Oh gitu, oke Pak." *** "Mbak Admin, kalau saya mau daftar S3 di univ sini aja, syaratnya apa aja?" "Kok gak ke luar negeri aja Bu?" "Anak saya baru masuk kuliah, di jurusan sebelah, adiknya mau masuk SMA." "Wah udah gede." "Iya, saya dulu nikah muda dan punya anak cepet." "Oh gitu, saya cek dulu ya syarat-syaratnya Bu, nanti saya hubungi." *** "Bu Mutia, syaratnya ini Bu: Ijazah sama Transkrip S1 dan S2, Hasil tes TPA, Hasil tes TOEFL, sama Proposal Penelitian." "Tes TPA sama TOEFL saya udah kadaluarsa, harus tes lagi?" "Iya Bu. Oh ya, nanti juga ada tes lagi dari jurusan." "Bentar, saya ngajar di jurusan Farmasi ini, punya beberapa paper di jurnal internasional di bidang ini juga, masih harus dites kemampuannya?" "Iya Bu, memang aturannya begitu." "..." *** "Mbak Admin, ini saya udah dapat tes TPA dan TOEFL saya, ada reimburse-nya?" "Gak ada Bu." "Hah? Kok gitu, bukannya ini saya melaksanakan tugas secara profesional? Kok jadi uang saya pribadi yang keluar?" "Memang aturannya begitu Bu." "Uang pendaftaran ke universitas juga nggak ada reimburse-nya?" "Gak ada Bu." "..." *** "Pak Dekan, saya kan udah urus pendaftaran S3 ke sini, untuk biaya UKT per semesternya gimana?" "Sekitar 15 juta per semester Bu." "Wah, saya gak kuat harus bayar segitu." "Bu Mutia cari beasiswa aja, ada LPDP atau BPI." "Bentar, ini saya kan melaksanakan tugas secara profesional kan Pak? Atas perintah Fakultas?" "Iya Bu." "Tapi saya disuruh cari pendanaan sendiri? Antara bayar sendiri atau beasiswa cari sendiri?" "Iya Bu. Memang begitu. Saya dulu juga begitu." "..." *** "Prof. Harjo, bisa jadi promotor S3 saya?" "Bisa Bu Mutia, tapi saya lagi minim funding beberapa semester ke depan. Hampir semua guru besar di fakultas kita lagi susah Bu." "Oh gitu Prof, kalau tanpa funding, gimana?" "Bu Mutia harus biayain penelitian sendiri." "Maksudnya?" "Beli mencit, reagen, bahan kimia, sama alat-alatnya secara mandiri Bu." "Bentar, jadi selain harus bayar UKT, saya juga harus bayar penelitiannya?" "Iya Bu." "Kan ini saya bertugas secara profesional kan Prof? Ada surat dari Fakultas loh saya disuruh Tugas Belajar, kok pakai uang pribadi?" "Saya dulu juga gitu Bu. Memang begitu." "..." *** "Bu Mutia, ini ada surat dari lembaga beasiswa yang di-apply kemarin." "Oh iya Mbak Admin, sudah ada pengumumannya?" "Iya Bu, ini ada suratnya dari LPDP sama BPI. Dibuka aja Bu." "..." "Kenapa Bu, kok sedih?" "Dua-duanya nggak keterima Mbak, padahal saya juga PNS Dosen." "Waduh, jadi gimana Bu?" "Terpaksa bayar UKT pakai uang pribadi." "..." *** "Mbak Keuangan Fakultas, ini kok gaji saya tinggal gaji pokok PNS doang? Ini gaji pokoknya mana di bawah UMK pula." "Bentar saya cek ya Bu Mutia." "Tolong ya mbak, itu semua tunjangan sama serdos jadi ilang semua, saya lagi perlu biayain anak-anak saya." "Bu Mutia mulai tugas belajar semester ini?" "Iya Mbak." "Oh pantes, memang gitu aturannya Bu, selama tugas belajar yang diberikan hanya gaji pokok PNS." "Hah, kok gitu? Saya kan mengerjakan tugas ini atas perintah Fakultas?" "Memang aturannya begitu Bu." "..." *** "Halo Pak TU Kampus jurusan sebelah? Ini kok anak saya dapat UKT maksimum?" "Iya Bu, kan Ibu PNS." "Gak bisa daftar KIPK gitu?" "PNS gak bisa Bu. Pejabat dikbud bilang gitu kemarin." "Tapi gaji saya tinggal gaji pokok doang karena Tugas Belajar. Jadi di bawah UMK." "Wah, saya gak bisa bantu Bu. Memang aturannya begitu." "..." *** "Prof. Harjo, Alhamdulillah ini paper penelitian kita accepted di jurnal Q1." "Alhamdulillah. Ya udah, urus administrasinya ya." "Saya harus bayar APC Prof." "Berapa?" "USD 3000 Prof. Open Access berbayar. Kalau gak gitu, nunggu review aja bisa 1.5 tahun." "Waduh, hibah penelitian kita cuma sanggup bayar 10% dari itu." "Sisanya gimana?" "Kamu bayar sendiri." "Hah?" "Memang begitu. Saya dulu juga gitu" "..." *** "Prof. Harjo, biar saya lulus, saya butuh berapa paper jurnal Q1?" "Perlu empat Bu Mutia. Baru satu yang kemarin kan ya?" "Iya Prof." "Berarti yang tiga lagi sama kaya kemarin lagi? Biaya penelitian dan APC jurnal dari saya semua?" "Iya, terpaksa begitu, kita lagi krisis funding." "..." *** "Selamat ya Bu Mutia, sudah berhasil defense." "Terima kasih atas bimbingannya selama ini Prof. Harjo." "Saya minta maaf gak bisa bantu banyak ya Bu Mutia." "..." *** "Pak Dekan, saya mau resign." "Hah, kan baru lulus S3 Bu?" "Saya dapat offer di LN Pak, saya kelilit utang ratusan juta karena biayain penelitian, APC jurnal, kuliah anak pertama saya, sama sekolah adiknya." "Gak bisa Bu, kalau tugas belajar ada perjanjian harus mengabdi 2n+1." "Maksudnya?" "Kan Bu Mutia kemarin Tugas Belajar 4 tahun, berarti harus tetap di sini selama 9 tahun ke depan." "Hah?"

Indonesia
0
0
1
65
M. Rake Linggar A. retweetledi
Tristan Tate
Tristan Tate@TateTheTalisman·
I suggest you watch the videos of aid packages being dropped into the sea in Gaza. Hungry men, women and kids swim out to bring them in. Bombs and munitions are fired, killing some of them. NO amount of “tHeY aRe TrYiNg To DeFeAt HaMaS” cope works here. Disgusting.
English
753
9.6K
38.3K
1.7M
M. Rake Linggar A. retweetledi
Narasi Newsroom
Narasi Newsroom@NarasiNewsroom·
Sebanyak 112 warga Gaza tewas dan 760 lainnya luka-luka saat mengantre bantuan makanan akibat penembakan brutal tentara Israel, Kamis (29/2/2024), menurut pihak otoritas Palestina dan saksi mata. Hal ini dikonfirmasi oleh jurnalis lokal Khader Al Za’anoun yang berada di lokasi kejadian. Ia mengatakan banyak orang berkumpul menunggu makanan yang dibagikan dari truk bantuan. Namun, orang-orang langsung berlarian dan panik setelah Israel melepaskan tembakan. Akibatnya, banyak orang yang juga tewas karena ditabrak truk. Penembakan ini juga dikonfirmasi oleh pihak Israel. Mereka bilang pasukannya menembaki massa karena telah mengancam pasukan mereka. Pihak Israel pun membantah penjelasan Kementerian Kesehatan Palestina. “Truk-truk [bantuan] itu melaju ke utara, kemudian terjadi penyerbuan [ke truk tersebut], dan setelah itu, terjadi peristiwa [sekelompok warga Gaza] melawan pasukan kami. Begitulah yang terjadi Kamis pagi ini,” kata juru bicara Israel, dikutip CNN. Atas kejadian ini Departemen Luar Negeri AS menekan Israel untuk melakukan penyelidikan. | Narasi Daily
Indonesia
2K
15.8K
21.2K
3.8M
M. Rake Linggar A. retweetledi
sarah
sarah@sahouraxo·
“I want to say loud and clear: The Prime Minister of Israel is carrying out a genocide against women and children. This is a historical fact.” —President Lula of Brazil
English
481
13.7K
41.3K
790.1K