Mr Jim

5.6K posts

Mr Jim banner
Mr Jim

Mr Jim

@mrjim122

Hi

Muara Enim, Indonesia Katılım Mart 2021
88 Takip Edilen7 Takipçiler
Mr Jim
Mr Jim@mrjim122·
@doktermarket 5500 dulu, sekarang di US lagi ath ke ath. Ntar dia koreksi IDX ikutan keseret :D
Indonesia
0
0
0
15
Mr Jim retweetledi
Dan Bilzerian
Dan Bilzerian@DanBilzerian·
Who controls the media? Meta owns: Facebook Instagram WhatsApp Messenger Threads Oculus / Meta Quest VR Meta AI Meta is controlled by Mark Zuckerberg who is jewish Alphabet owns: Google YouTube Android Gmail Chrome Pixel phones Nest smart home devices Fitbit (acquired in 2021) DeepMind Gemini AI assistant/model family Waymo — self-driving cars Verily — health technology Calico — longevity research Wing — drone delivery Alphabet is controlled by Larry Page and Sergey Brin who are both jewish Tic Tok U.S. algorithm, cybersecurity and infrastructure is controlled by Oracle Oracle is controlled by Larry Ellison and he’s jewish Hookup Apps Match Group owns: Tinder Hinge OkCupid Match.com Plenty of Fish Meetic The League BLK Archer OurTime Was founded by Barry Diller who is jewish Grindr Was founded by Joel Simkhai who is jewish Bumble Was founded by Whitney Wolfe Herd who is jewish Porn Onlyfans Owned by Leonid Radvinsky who is jewish Vixen Media Group owns: Blacked Blacked Raw Vixen Tushy Deeper Founded by Greg Lansky who is jewish Aylo/MindGeek Owns/owned: Pornhub YouPorn RedTube Brazzers Reality Kings Digital Playground Men.com Sean Cody Tube8 Solomon Friedman is the owner of Aylo and he’s jewish Gamma Entertainment owns/operates: Adult Time Pure Taboo Wicked Girlsway many affiliate studios/platforms Founded by Karl Bernard who is jewish Movies/TV/News Warner Brothers Discovery owns: Warner Bros. Pictures HBO CNN DC Studios Cartoon Network Discovery Channel TNT TBS Max (formerly HBO Max) Adult Swim HGTV Food Network Animal Planet Warner Brothers is run by David Zaslav who is jewish Disney owns: ESPN ABC Marvel Studios Lucasfilm Pixar 20th Century Studios Disney+ Hulu (major controlling stake) National Geographic Disney is run by Bob Iger who is jewish Paramount Global owns: Broadcast & News CBS CBS News CBS Sports Local CBS stations Film Studios Paramount Pictures Paramount Animation Paramount Players Cable Networks MTV Nickelodeon Comedy Central BET VH1 CMT TV Land Smithsonian Channel Logo TV Pop TV Streaming & Premium Paramount+ Showtime Pluto TV Major franchises/IP Top Gun Mission: Impossible Star Trek South Park (licensing/streaming arrangements) SpongeBob SquarePants Transformers Teenage Mutant Ninja Turtles Paramount Global is controlled by Sheri Redstone, who is jewish Comcast owns: * NBCUniversal * NBC * Universal Pictures * Peacock * MSNBC * CNBC * Telemundo * Sky (Europe) * DreamWorks Animation * Xfinity Comcast is controlled by Roberts family who is Jewish AI/Data Centers OpenAI/ChatGPT Run by Sam Altman who is jewish Palentir provides advanced data integration, surveillance, AI, and analytics infrastructure used by military, intelligence, law enforcement, and major corporations. Its platforms help organizations combine massive amounts of fragmented data into real-time operational intelligence for warfare, policing, logistics, cybersecurity, manufacturing, and decision-making, making it one of the most strategically influential data and defense technology companies in the world. Owned and operated by Peter Thiel and Alex Karp both jewish Oracle owns: Oracle Database Java MySQL NetSuite Cerner Sun Microsystems technologies It’s important because it owns core infrastructure software that powers governments, banks, hospitals, corporations, and large parts of the internet. Its control of technologies like Oracle Database, Java, MySQL, and Cerner gives it enormous influence over the backend systems modern society depends on. Owned by Larry Ellison who is jewish
English
3.4K
19K
70.8K
3.2M
Mr Jim
Mr Jim@mrjim122·
@primagnesius Wkwkwkwk enak ya bikin prediksi. Kalo salah tinggal bilang “namanya jg prediksi” Kalo bener macam hebat betul, “i told you”. Udah all in bang?
Indonesia
0
0
0
83
dedewizard
dedewizard@dedewizard19·
Banyak saham yg mantul di supportnya hari ini, pertanda postif. Tapi apakah udah bottom $IHSG? BELUM GAIS BELUM.
Indonesia
37
12
265
28.9K
Mr Jim retweetledi
Tax Payer ⚖️
Tax Payer ⚖️@mosalamandani·
Imagine if he came in with a gun!!! These people hate Muslims to the core and then they turn around to blame Muslims for hate. This guy is a terrorist and he must be charged with a hate crime.
English
2.3K
10K
44.2K
2.2M
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
Bjir ini 68 juta impresi gimana caranya??? Orang lain susah-susah bikin konten, jbjb, ngedit gambar??? Ini emot doang?
Indonesia
168
21
752
215K
C
C@cccchhia·
[ REAL HORROR STORY ] rumahku banyak bgt pohon gede kyk kamboja, mangga, dll.. waktu tahun 2023 akhir, rumahku lg sering bgt diganggu setan😭 kasur tidurku pernah ditendang malem2 grgr aku ngomel krn mereka ganggu aku terus, dan karna ayahku suka koleksi lukisan.. ada gudang yg isinya lukisan doang sampe sampe suatu hari ada orang rumah sempet ngejepret penampakan.. udahannya dia pingsan😭 mau kuspill ga foto jurignyaa🫣
Indonesia
67
62
687
81.9K
Mr Jim retweetledi
Sarjana Eksu
Sarjana Eksu@SarjanaEksu·
Anjing 80 triliun lebih habis buat jadi investasi yang minim banget dampaknya Tahun 2020-2024 orang2 sibuk bikin data center. Si bangke malah bikin candi.
SobatMiskinTV@MiskinTV_

Video lawas Jokowi di Tahun 2022. Jokowi mempresentasikan tentang IKN dan menegaskan bahwa 'Tidak Perlu Ragu dan Bimbang tentang IKN'. Nyatanya, apa yang terjadi sekarang. Proyek yg udah habis Triliunan itu sekarang bisa jadi akan ditinggalkan.

Indonesia
38
1.1K
2.8K
61K
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
Makanya ini semua akan berbeda kalo terjadi di negara maju. Contohnya aja Korea. Di sini UMR Korea sebulan misal 25 jutaan. Apalagi kalo anaknya udah kuliah bisa dapat di atas itu. Kalo gamau kuliah, punya skill lain, bisa jadi guru Taekwondo, guru nari, guru lukis, dll. Kalo punya skill menyetir dan modal mobil, kita sewa mobil sehari 9 jam udah 5 jutaan rupiah. Coba kali sebulan. Tukang pipa, ledeng, tukang jahit, tukang bengkel, bayarannya mahal. Sangat sejahtera mereka. Bahkan pernah lihat lowongan tukang potong daging gajinya 35jutaan rupiah. Tukang parkir duduk duduk aja keluarin struk juga sekitar 30 juta rupiah. Biaya hidup di Korea kalo sendiri dan bisa masak bisa 12 jutaan rupiah. Sekeluarga dua anak kalo hemat bisa 20jutaan rupiah. Pertanyaannya, kapan Indonesia bisa seperti ini? UMR atau pekerjaan di bidang jasa juga bisa hidup layak dan sejahtera?
Kr@karirfess

Saya ada cerita seorang bapak. Dia kerja 20 tahun buat biayain anaknya kuliah S1. Lembur. Utang. Sampai jual tanah warisan. Anaknya lulus. IPK bagus. Wisuda lengkap dengan toga. Sekarang anaknya kerja serabutan. Gaji di bawah UMR. Dan si bapak masih senyum bilang, "Mungkin belum rezekinya." Yang bikin saya merenung bukan cerita anaknya. Tapi cerita si bapak. Dia lahir tahun 70-an. Gak tamat SMA pun bisa buka toko, punya rumah, besarin anak dengan layak. Logikanya simpel dan masuk akal: "Dulu gw gak sekolah tinggi aja bisa. Kalau anak gw kuliah, hidupnya pasti jauh lebih baik dari bapaknya." Logika itu benar. Di zamannya. Masalahnya bukan orang tua yang salah didik. Bukan juga anaknya yang kurang usaha. Tapi janji yang mereka pegang sudah kedaluwarsa. Ijazah dulu adalah tiket. Sekarang ijazah adalah syarat minimum. Yang bahkan kadang pun masih belum cukup. Dua hal yang kelihatannya sama, tapi sebetulnya beda jauh. Bayangin ya. Tahun 1995, fresh graduate langsung diperebutkan perusahaan. Sekarang, lowongan entry level minta pengalaman 2 tahun, skill digital, bisa multitasking, dan siap ditempatkan di mana saja. Gajinya? UMR aja belum tentu. Hampir sama kalau dikonversi ke harga waktu itu. Tapi harga rumah, kontrakan, dan beras sudah tidak ikut berdiam di angka yang sama. Generasi 90-an pasti hafal nasihat ini: "Rajin sekolah, biar dapat kerja bagus." "Kuliah dulu, baru enak hidupnya." "Investasi terbaik itu pendidikan." Nasihat itu bukan bohong. Di zamannya, itu benar dan terbukti. Tapi zamannya sudah ganti. Nasihatnya tidak ikut ganti. Dan anak-anak kita tumbuh sambil pegang peta zaman dulu yang sudah tidak cocok sama jalanan yang mereka hadapi sekarang. Saya pernah ngobrol panjang sama seorang teman. Dia cerita, "Bokap gw sampai jual motor buat bayar UKT semester terakhir gw." Saya tanya, "Sekarang kerjanya apa?" "Freelance desain. Kadang ada job, kadang enggak." "Bokap lu tau?" "Tau. Dia bilang sabar, rezeki ada aja. Tapi gw liat matanya... dia bingung." Si bapak bingung bukan karena anaknya gagal. Tapi karena cara yang dulu berhasil sekarang tidak lagi bekerja. Dan dia tidak punya peta baru untuk dikasih ke anaknya. Kalau anakmu masih sekolah atau mau kuliah, jangan cuma pikirin jurusannya. Tapi ajarin juga: 1. Ajarin dia cara kerja uang sejak kecil. 2. Bekali satu skill konkret yang bisa langsung menghasilkan. Sebelum dia lulus dan bingung mau mulai dari mana. 3. Kasih ruang buat gagal kecil sekarang. Biar dia gak gagal besar pertama kali justru di dunia nyata. 4. Jangan cuma bekali ijazah. Bekali juga kemampuan bertahan. Bukan berarti kuliah tidak penting. Tapi kuliah saja sudah tidak cukup. Soalnya begini. Orang tua yang paling menyiapkan anaknya bukan yang paling banyak bayar biaya kuliah. Tapi yang paling jujur bisa ngomong ke anaknya: "Dunia yang kamu masuki berbeda dari dunia yang Ayah dan Ibu kenal. Kita harus cari tau bareng-bareng." Kejujuran itu lebih berharga dari SPP mana pun. Dan seperti biasa, selalu ada dua kubu. Kubu pertama bilang, "Orang tua salah. Harusnya ajarin skill, bukan kejar gelar." Kubu kedua bilang, "Orang tua sudah benar. Anaknya yang kurang mau usaha." Tapi ada kemungkinan ketiga yang jarang ada yang mau nyebut: Dua-duanya sudah berusaha sebaik yang mereka bisa dengan informasi yang mereka punya. Tapi sistemnya yang tidak pernah jujur ke keduanya. Generasi kita mungkin adalah generasi pertama yang hidupnya lebih susah dari orang tuanya. Bukan karena malas. Bukan karena manja. Tapi karena peta yang diajarkan ternyata sudah tidak relevan saat mereka datang. Dan orang tua mereka masih dengan tulus menunjuk ke peta yang didapat dulu.

Indonesia
17
201
911
39.5K
Mr Jim retweetledi
Kr
Kr@karirfess·
Saya ada cerita seorang bapak. Dia kerja 20 tahun buat biayain anaknya kuliah S1. Lembur. Utang. Sampai jual tanah warisan. Anaknya lulus. IPK bagus. Wisuda lengkap dengan toga. Sekarang anaknya kerja serabutan. Gaji di bawah UMR. Dan si bapak masih senyum bilang, "Mungkin belum rezekinya." Yang bikin saya merenung bukan cerita anaknya. Tapi cerita si bapak. Dia lahir tahun 70-an. Gak tamat SMA pun bisa buka toko, punya rumah, besarin anak dengan layak. Logikanya simpel dan masuk akal: "Dulu gw gak sekolah tinggi aja bisa. Kalau anak gw kuliah, hidupnya pasti jauh lebih baik dari bapaknya." Logika itu benar. Di zamannya. Masalahnya bukan orang tua yang salah didik. Bukan juga anaknya yang kurang usaha. Tapi janji yang mereka pegang sudah kedaluwarsa. Ijazah dulu adalah tiket. Sekarang ijazah adalah syarat minimum. Yang bahkan kadang pun masih belum cukup. Dua hal yang kelihatannya sama, tapi sebetulnya beda jauh. Bayangin ya. Tahun 1995, fresh graduate langsung diperebutkan perusahaan. Sekarang, lowongan entry level minta pengalaman 2 tahun, skill digital, bisa multitasking, dan siap ditempatkan di mana saja. Gajinya? UMR aja belum tentu. Hampir sama kalau dikonversi ke harga waktu itu. Tapi harga rumah, kontrakan, dan beras sudah tidak ikut berdiam di angka yang sama. Generasi 90-an pasti hafal nasihat ini: "Rajin sekolah, biar dapat kerja bagus." "Kuliah dulu, baru enak hidupnya." "Investasi terbaik itu pendidikan." Nasihat itu bukan bohong. Di zamannya, itu benar dan terbukti. Tapi zamannya sudah ganti. Nasihatnya tidak ikut ganti. Dan anak-anak kita tumbuh sambil pegang peta zaman dulu yang sudah tidak cocok sama jalanan yang mereka hadapi sekarang. Saya pernah ngobrol panjang sama seorang teman. Dia cerita, "Bokap gw sampai jual motor buat bayar UKT semester terakhir gw." Saya tanya, "Sekarang kerjanya apa?" "Freelance desain. Kadang ada job, kadang enggak." "Bokap lu tau?" "Tau. Dia bilang sabar, rezeki ada aja. Tapi gw liat matanya... dia bingung." Si bapak bingung bukan karena anaknya gagal. Tapi karena cara yang dulu berhasil sekarang tidak lagi bekerja. Dan dia tidak punya peta baru untuk dikasih ke anaknya. Kalau anakmu masih sekolah atau mau kuliah, jangan cuma pikirin jurusannya. Tapi ajarin juga: 1. Ajarin dia cara kerja uang sejak kecil. 2. Bekali satu skill konkret yang bisa langsung menghasilkan. Sebelum dia lulus dan bingung mau mulai dari mana. 3. Kasih ruang buat gagal kecil sekarang. Biar dia gak gagal besar pertama kali justru di dunia nyata. 4. Jangan cuma bekali ijazah. Bekali juga kemampuan bertahan. Bukan berarti kuliah tidak penting. Tapi kuliah saja sudah tidak cukup. Soalnya begini. Orang tua yang paling menyiapkan anaknya bukan yang paling banyak bayar biaya kuliah. Tapi yang paling jujur bisa ngomong ke anaknya: "Dunia yang kamu masuki berbeda dari dunia yang Ayah dan Ibu kenal. Kita harus cari tau bareng-bareng." Kejujuran itu lebih berharga dari SPP mana pun. Dan seperti biasa, selalu ada dua kubu. Kubu pertama bilang, "Orang tua salah. Harusnya ajarin skill, bukan kejar gelar." Kubu kedua bilang, "Orang tua sudah benar. Anaknya yang kurang mau usaha." Tapi ada kemungkinan ketiga yang jarang ada yang mau nyebut: Dua-duanya sudah berusaha sebaik yang mereka bisa dengan informasi yang mereka punya. Tapi sistemnya yang tidak pernah jujur ke keduanya. Generasi kita mungkin adalah generasi pertama yang hidupnya lebih susah dari orang tuanya. Bukan karena malas. Bukan karena manja. Tapi karena peta yang diajarkan ternyata sudah tidak relevan saat mereka datang. Dan orang tua mereka masih dengan tulus menunjuk ke peta yang didapat dulu.
Indonesia
206
6.9K
19.4K
842.4K
Mr Jim
Mr Jim@mrjim122·
@rgoestama Apa susahnya merevisi poin coba..toh ada rekamannya jelas 😭
Indonesia
1
0
1
41
Guardian Of Bekasi
Guardian Of Bekasi@rgoestama·
Alih2 merevisi poin malah ditawarin tanding ulang. Lha kalo tanding ulang chancenya balik jd 50 : 50 lagi. Ini seolah2 solusi, tp justru terlihat sangat fishy sekali.
Guardian Of Bekasi tweet media
Indonesia
1
2
9
947
Mr Jim retweetledi
Nadya DM
Nadya DM@Nadyamulyadi·
“Orang kampungmah gak ngaruh dollar naik, beli tempe/tahu gapake dollar..” Punteun🙏🏻 80-90% kedelai kita masih impor dari Amerika😭😭
Indonesia
187
8K
32.3K
503.2K
Mr Jim retweetledi
Dan Bilzerian
Dan Bilzerian@DanBilzerian·
Nikita bier keeps the shadowban on
English
96
232
4.3K
96K
Mr Jim retweetledi
Mas Gres
Mas Gres@erlanishere·
Monyet pelangi jahanam dengan pernyataan Islamofobnya, semakin nambah arsip bukti Islamofobia kaum Luth ini. Mending lu copot bendera Palestina dari bio lu, tiap hari kerjanya ngeberakin iman warga Palestina gara-gara otak lu turun ke lobang bo'ol. 👍
Mas Gres tweet media
🪷 Acala@Heavenlypuff

Agama lu duluan legalin pedo, jangan lempar batu sembunyi tangan. Incest juga diagama elu bisa halal dalam kasus tertentu diluar cousin marriage. Cuma beastiliality aja kali yang pure ditolak meskipun jadi stereotype buat saudara seagama elu di beberapa kawasan.

Indonesia
8
68
309
5.5K
Mr Jim
Mr Jim@mrjim122·
@SarjanaEksu Pak Joeliardi dulu rekom beli maks di harga 1700...tapi ngacir terus :D
Indonesia
1
0
0
971
Sarjana Eksu
Sarjana Eksu@SarjanaEksu·
AMMN nih klo turun 10-20% lagi udah jadi saham funda. Copper terbang Gold masih tinggi Teens P/E tu kumpeni klo turun 10-20% lagi. Pasti bakal ada yang nampungin klo bantingan passivenya besar.
Indonesia
1
16
146
7.6K
Mr Jim
Mr Jim@mrjim122·
@erlanishere Di perlu ngerasain punya suami yg ga kerja, selingkuh, ninggalin anak dan ga nafkahin anak 🤣
Indonesia
0
0
0
905
Mas Gres
Mas Gres@erlanishere·
Gak semua orang deserve dapet pasangan baik, contohnya orang ini;
Anu@SosmedAnu

Indonesia
24
54
410
17.1K
Rudiyanto
Rudiyanto@Rudiyanto_zh·
@SarjanaEksu Nah itu perlu ditanya ke sekuritas, hitungannya darimana Saham yang dikeluarkan, kalau likuiditasnya bagus ya paling ARB sehari atau bahkan business as usual, kalau ga, ya mungkin ARB beberapa hari
Indonesia
2
0
6
2.1K
Rudiyanto
Rudiyanto@Rudiyanto_zh·
Intinya: MSCI review diumumin 12 Mei 2026, efektif 1 Juni 2026. BREN & DSSA pasti keluar (karena masuk HSC + free float nggak naik). Tapi ETF/index fund belum jual duluan. Malah dari Maret ke April 2026, ETF inflow di BREN (+Rp102M) & DSSA (+Rp43M). Total inflow di 17 saham MSCI Indonesia sekitar Rp1.68T. Kenapa? Rebalancing biasanya dilakukan mendekati tanggal efektif (29 Mei), bukan jauh-jauh hari. Jadi outflow baru bakal keliatan nanti pas rebalancing. Pokoknya: belum ada panic selling dari ETF sekarang. Sabar aja dulu.
Rudiyanto@Rudiyanto_zh

Review MSCI akan diumumkan 12 Mei 2026 dengan efektif 1 Juni 2026 BREN dan DSSA dikeluarkan karena masuk HSC, tidak ada penambahan free float, dan data 1% "mungkin" akan digunakan untuk menentukan free float Apakah ETF sudah jual duluan atau sebaliknya malah beli?

Indonesia
10
42
293
48.9K
C
C@cccchhia·
inilah gunanya punya pacar😭🤍 makaci pacarku, gajadi sedih deh he he
C tweet media
Indonesia
17
1
7
1.2K
C
C@cccchhia·
baru seteguk...
C tweet media
Indonesia
237
10
349
12.8K