M. TAUFIQ AR

13K posts

M. TAUFIQ AR banner
M. TAUFIQ AR

M. TAUFIQ AR

@mtaufiqar

Indonesian | student of universe

bumi manusia Katılım Ocak 2011
1.1K Takip Edilen692 Takipçiler
M. TAUFIQ AR retweetledi
Ahmad Jilul Q. Farid 🇵🇸
Secara semiotik, ini jelas kode keras buat Bowo. Republik dijalankan tanpa perencanaan, hanya mengandalkan diskresi bahkan impulsivitas. Bagaimana tidak, program prioritas pemerintah hanya berdasarkan instruksi presiden. Bappenas ora kanggo. Apalagi Bowo nampak alergi sekali dengan orang pintar, nah ini orang pintar (baca: teknokrat) pada kumpul 'terpanggil' hardikan bowo 😂
Ahmad Jilul Q. Farid 🇵🇸 tweet media
Ahmad Jilul Q. Farid 🇵🇸@jilulisme

Negara tanpa perencanaan, negara tanpa monev, semua suka-suka, impulsif bacotin apa yg ada di kepala. Ga pernah bisa lihat persoalan secara holistik. Masalahnya apa solusinya apa

Indonesia
20
555
1.8K
108.6K
M. TAUFIQ AR retweetledi
Tukang Mobil Mobilan
Tukang Mobil Mobilan@MasMasBiassaa·
buat yang bingung atau penasaran gimana sih sebenernya rasanya jadi WNI, liat aja cuplikan video lomba cerdas cermat kemaren juri adalah gambaran nyata kebanyakan pejabat kita, MC sebagai buzzer pemerintah, siswa SMAN 1 Sambas sebagai rakyat yang nggiatheli memanfaatkan kesusahan sesama rakyat demi keuntungan pribadi, siswa SMAN 1 Sanggau sebagai WNI yang cari aman dan adek² peserta lomba terutama dari SMAN 1 Pontianak adalah rakyat dengan status WNI yang terdzolimi Disitu terlihat jelas kalo pejabat kita yang salah namun secara terang²an nyalahin org lain karena mereka ngerasa dirinya berkuasa, dan mereka semakin besar kepala karena bisa berkelit didukung oleh para buzzer yang mau gimanapun salahnya si pejabat ini mereka tetep dukung karena udah dibayar sama si pejabat terus rakyatnya gimana? Yaa cuman bisa nerima dengan terpaksa karena ketika mereka protes pun malah di gaslighting & diserang sama buzzer peliharaan pemerintah ini sementara sesama rakyat lain pun sebagian ada yg diam takut dijadiin sasaran, namun juga ada yang bukannya bantu sesama rakyat malah manfaatin moment demi keuntungan pribadi, hahahaha miris...
Kompas.com@kompascom

Viral Video LCC 4 Pilar Kalbar, Diduga Ada Gangguan Speaker ke Arah Juri Baca di: regional.kompas.com/read/2026/05/1…

Indonesia
89
1.8K
3.2K
115.5K
M. TAUFIQ AR retweetledi
Ahmad Arif
Ahmad Arif@aik_arif·
Tulisan di @hariankompas ini mengungkap, Hantavirus di Indonesia itu merupakan fenomena gunung es. Penelitian serologis menunjukkan antibodi hantavirus ditemukan pada manusia di Indonesia sejak dekade 1980-an. Ini menandakan paparan virus sudah terjadi lama, terutama di kawasan perkotaan padat dan pelabuhan. Jejak penularannya pada manusia, dan sering salah diagnosa dg penyakit lain. Bahkan, riset di jurnal Viruses (2019) menemukan varian "Serang virus" karena ditemukan di Serang. Analisis genetik menunjukkan virus ini berbeda dari strain hantavirus lain yang sudah dikenal. Penemuan ini memperlihatkan bahwa Indonesia kemungkinan memiliki keragaman hantavirus yang belum banyak dipetakan. Temuan tersebut penting karena menunjukkan evolusi lokal virus, membuka kemungkinan adanya strain endemik Indonesia.
Harian Kompas@hariankompas

Kasus di kapal pesiar MV Hondius menjadi alarm bagi Indonesia yang selama puluhan tahun menyimpan ancaman zoonosis tersembunyi. #Kesehatan #AdadiKompas kompas.id/artikel/hantav…

Indonesia
7
484
2K
204.6K
M. TAUFIQ AR retweetledi
Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing@Dospemz·
Apakah Prabowo alergi dengan ‘orang pintar’? Tentu tidak. Buktinya, cukup banyak akademisi, teknokrat, dan figur berintelektual yang duduk di jabatan strategis dalam lingkaran kekuasaannya. Prabowo hanya alergi terhadap orang yang menyuarakan kebenaran, terutama ketika kebenaran itu bertentangan dengan agendanya. Permasalahannya, sebagian besar agenda Prabowo memang problematik. Sikapnya yang cenderung anti-kritik dan suka membungkam suara berbeda justru menciptakan persepsi kuat bahwa ia alergi terhadap ‘orang pintar’ yang berani dan independen. Sebaliknya yang tersisa di sekitarnya adalah orang-orang pintar yang patuh dan tidak kritis. Itu perbedaan mendasar antara “pintar yang berguna” dan “pintar yang merepotkan” dalam pandangan kekuasaan ala Prabowo.
txtdaritaxpayer@txtdaritaxpayer

Sebenarnya ada masalah apa beliau dgn "orang pintar"? Sering banget nyindir orang pintar di pidatonya Kayak perasaan salah mulu jadi orang pintar di mata beliau Padahal kalo mau nyindir mah lebih jelas ditujukan ke orang kaya dan orang punya kuasa yg punya power dan resources

Indonesia
24
143
467
21.4K
M. TAUFIQ AR retweetledi
Erasmus Napitupulu
Erasmus Napitupulu@erasmus70·
Letkol ini tidak punya jurisdiksi dan kewenangan seperti yg disampaikan Pejabat yang tidak memiliki kewenangan kemudian memaksa warga sipil utk melakukan atau tidak melakukan sesuatu yg bertentangan dgn hak warga negara adalah sebuah pelanggaran hukum
Dandhy Laksono@Dandhy_Laksono

Sementara itu seorang letkol di Ternate nyuruh diskusi film, tapi menghentikan film di tengah pemutaran. Beritanya: cermat.co.id/tentara-bubark…

Indonesia
49
1.7K
3.2K
90.8K
M. TAUFIQ AR retweetledi
CSIS Indonesia
CSIS Indonesia@CSISIndonesia·
Prabowo spent over a year courting Trump, visits, phone calls, trade concessions, and joining a controversial Board of Peace with no formal leverage. Indonesia initially committed 8,000 troops, faced a $1 billion membership fee, and signed a lopsided trade deal that required amending 91 existing laws. In return? No tariff relief, no BoP influence, and no elevation of Indonesia's global stature. By choosing appeasement over independence, Indonesia quietly shelved its bebas-aktif foreign policy tradition and missed a rare opening to shape a new middle power coalition lead among middle powers at a critical moment in global order. Read the full analysis by Ann Marie Murphy: csis.or.id/P/COM01126 Views expressed are those of the author, not CSIS Indonesia. #CSISIndonesia #NalarAjarTerusanBudi
CSIS Indonesia tweet mediaCSIS Indonesia tweet mediaCSIS Indonesia tweet mediaCSIS Indonesia tweet media
English
8
105
162
18.4K
M. TAUFIQ AR
M. TAUFIQ AR@mtaufiqar·
Jika pemimpin dan masyarakat terus menghindari "Unkind Truth" dan lebih menikmati "Kind Lie" demi kenyamanan posisi dan harmoni semu jangka pendek, sejatinya kita sedang mengerami bom waktu menuju sistem yg sepenuhnya disfungsional di masa depan.
M. TAUFIQ AR tweet media
Indonesia
0
0
0
12
M. TAUFIQ AR retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Tato itu "permanen" BUKAN karena tintanya nempel di kulit terus, tapi karena 𝘀𝗶𝗸𝗹𝘂𝘀 𝗽𝗲𝗿𝗮𝗱𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗸𝗿𝗼𝗻𝗶𝘀 𝗱𝗶 𝗸𝘂𝗹𝗶𝘁 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗹𝗶𝗯𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗹-𝘀𝗲𝗹 𝗶𝗺𝘂𝗻. Jadi saat jarum tato menembus kulit, tubuh langsung menganggap ini sebagai luka dan ancaman asing. Pigmen yang masuk langsung "dimakan" oleh sel-sel imun seperti neutrofil, makrofag, dan sel dendritik. Tinta tato ini akan bertahan lama di makrofag karena makrofag punya mekanisme "capture–release–recapture" yang membuat tato bisa bertahan lama. Jadi pas tinta tato itu masuk, makrofag akan berbondong-bondong menelan partikel tersebut. Namun, makrofag tidak bisa mencerna pigmen tinta, karena ukurannya besar dan tahan lama. Akibatnya, makrofag mati, melepaskan pigmen kembali ke jaringan sekitar. Lalu gelombang makrofag baru datang dan mengulangi proses yang sama. Sederhannya tato "permanen" itu sebenarnya bukan karena tinta nempel terus, tapi karena ada relay makrofag yang terus-menerus mengambil ulang tinta yang terlepas saat makrofag lama mati. Beberapa penelitian terkini menunjukkan bahwa penumpukan ini bisa mengganggu fungsi imun normal, termasuk respons terhadap vaksin tertentu, serta dikaitkan dengan peningkatan risiko limfoma, yaitu kanker kelenjar getah bening, dan kanker kulit. Semoga bermanfaat! Sumber: Tattoo ink exposure is associated with lymphoma and skin cancers - a Danish study of twins
Massimo@Rainmaker1973

Your tattoo isn’t just decorative ink: it’s a permanent trigger that keeps your immune system locked in a lifelong cycle of chronic inflammation. As soon as the ink is injected into your skin, your body recognizes the pigment particles as foreign invaders. Immune cells called macrophages immediately swarm the area and attempt to swallow them up. But because they can’t actually break down the ink, the macrophages eventually die, releasing the pigment back into the surrounding tissue — only for a new wave of macrophages to arrive and repeat the process. This endless cycle is what keeps the tattoo permanently visible, while also maintaining a state of ongoing, low-level inflammation in the skin. Over time, some of these ink particles migrate through the lymphatic system and accumulate in the lymph nodes, placing constant stress on the body’s defense mechanisms. Emerging research suggests this internal ink buildup may interfere with normal immune function, potentially reducing the effectiveness of certain vaccines, including mRNA types. Additionally, many tattoo inks contain heavy metals like nickel and cobalt. Combined with the chronic inflammation, this has been linked to a modestly elevated risk of lymphoma and skin cancer. While tattoos remain a powerful form of self-expression, they represent a complex, decades-long biological conflict between your immune system and foreign substances embedded in your skin. [Nielsen, C., Jerkeman, M., & Jöud, A. S. (2024). Tattoos as a risk factor for systemic lymphoma: A population-based case-control study. eClinicalMedicine]

Indonesia
199
4K
14.9K
975K
M. TAUFIQ AR retweetledi
Massimo
Massimo@Rainmaker1973·
Your tattoo isn’t just decorative ink: it’s a permanent trigger that keeps your immune system locked in a lifelong cycle of chronic inflammation. As soon as the ink is injected into your skin, your body recognizes the pigment particles as foreign invaders. Immune cells called macrophages immediately swarm the area and attempt to swallow them up. But because they can’t actually break down the ink, the macrophages eventually die, releasing the pigment back into the surrounding tissue — only for a new wave of macrophages to arrive and repeat the process. This endless cycle is what keeps the tattoo permanently visible, while also maintaining a state of ongoing, low-level inflammation in the skin. Over time, some of these ink particles migrate through the lymphatic system and accumulate in the lymph nodes, placing constant stress on the body’s defense mechanisms. Emerging research suggests this internal ink buildup may interfere with normal immune function, potentially reducing the effectiveness of certain vaccines, including mRNA types. Additionally, many tattoo inks contain heavy metals like nickel and cobalt. Combined with the chronic inflammation, this has been linked to a modestly elevated risk of lymphoma and skin cancer. While tattoos remain a powerful form of self-expression, they represent a complex, decades-long biological conflict between your immune system and foreign substances embedded in your skin. [Nielsen, C., Jerkeman, M., & Jöud, A. S. (2024). Tattoos as a risk factor for systemic lymphoma: A population-based case-control study. eClinicalMedicine]
Massimo tweet media
English
416
2.9K
10.3K
2.3M
M. TAUFIQ AR retweetledi
Irilrahmanr
Irilrahmanr@catonlythoughts·
Buat orang yang paham data, pertumbuhan stabil 5 persen dari tahun ke tahun untuk ekonomi indonesia itu sangat mengerikan loh, kenapa? Karena rupiah anjlok dia masi tumbuh. Harga naik dia masi tumbuh. Kelas menengah turun dia masi tumbuh. Now gue ga bilang datanya salah, karena kalkukasi tuh bener, yang jadi pertanyaannya: Kalau tumbuh terus siapa yang nikmatin? Liat wealth gap makin naik tiap taun dah keliatan kok jawabannya :)
Indonesia
112
2.3K
7.2K
239.2K
M. TAUFIQ AR retweetledi
Avelino Guido
Avelino Guido@AvelinoGuido28·
Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya. Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah. Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵
Nathaniel Rayestu@rayestu

Kalau mau tau kenapa tiket pesawat domestik mahal, bisa baca paper LPEM ini lpem.org/repec/lpe/pape…

Indonesia
214
13.9K
30.8K
1.5M
M. TAUFIQ AR retweetledi
welly si terwelu nggateli
welly si terwelu nggateli@weeklywelly·
pentingnya kerja sesuai ongkos🙏🏻
welly si terwelu nggateli tweet media
Indonesia
19
7.2K
13.9K
182.3K