

Apa yang bikin teman-teman enggan atau sulit bikin konten video, baik pendek atau pun panjang? Untuk reels, TikTok, atau YouTube.
Mukti
15.3K posts



Apa yang bikin teman-teman enggan atau sulit bikin konten video, baik pendek atau pun panjang? Untuk reels, TikTok, atau YouTube.

Apa yg dikatakan chef juna itu realita pahit yg terjadi di dunia nyata. Untuk timku, aku selalu izinkan mereka kok asal jelas. Tapi ketika aku d tempat kerja lain? Aku udah skip ultah anak 2x Ketika anakku sakit, aku baru smpt jemput ketika kelar kerjaan. “Salahmu lanang”

When there is a will, there is a way. Kalau ingin baca buku bisa akses archive.org dan gutenberg.org, bukan download ya tapi baca. Ada banyak buku jadul yang bisa diakses tanpa harus beli atau membajak. “Ah bahasa Inggris.” Oh bisanya Indonesia, jalan ke perpustakaan cari karya teks Indonesia kan bisa. “Ah koleksinya ga lengkap.” Mungkin coba ikut (atau bikin) komunitas yang saling pinjemin/sewain buku.



Insung must have felt awkward. They kept shoving the camera in front of him forever shjdkddhdj 😂

Agak kaget gue. Banyak artis & publik figure langsung ngamuk bela Nadiem Makarim, seolah dia udah dipenjara 18 tahun. Padahal yang baru keluar cuma TUNTUTAN JAKSA, bukan vonis hakim. Jaksa nuntut 18 tahun penjara + denda triliunan di kasus Chromebook. Itu baru usulan jaksa. Hakim belum memutus apa-apa. Padahal vonis hakim bisa saja membebaskan dia sepenuhnya. Boleh bela Nadiem. Tapi plis, paham dulu bedanya tuntutan sama vonis.







Daftar 40+ homeless media yang diundang Kepala Bakom RI Qodari: 1. Folkative 2. Indozone 3. Dagelan 4. Indomusikgram 5. Infipop 6. Narasi 7. Muslimvlog 8. USS Feed 9. Bapak-Bapak ID 10. Menjadi Manusia 11. GNFI 12. Cretivox 13. Kok Bisa? 14. Taubaters 15. Pandemic Talks 16. Kawan Hawa 17. Folix 18. Ngomongin Uang 19. Big Alpha 20. Good States 21. Hai Dulu 22. Proud Project 23. Vibes 24. Unframed 25. Kumpul Leaders 26. CXO Media 27. Volix Media 28. How To Do Nothing 29. Everless Media 30. Geometry Media 31. Folks Diary 32. Dream 33. Melodi Alam 34. NKTSHI 35. Modestalk 36. Lead Media 37. Nalar TV 38. Mahasiswa dan Jakarta 39. North West 40. Mature Indonesia


orang indo banyak yang masih mikir kalo real food itu mahal, cuma bisa dibeli di resto-resto vegan lah ‘wellness’ places lah. padahal kalo dipikir-pikir, makanan warteg, masakan rumahan kita udah real food banget. they just don’t get proper branding. 😅

No wonder kalah sama China. 🤣 Kalau diterusin begitu satu Australia bener-bener di replace sama Asia. Kemarin gua ke Syd, lagi acara penting hari Jumat sore, ada audio error dan fatal. Teknisinya orang Australia aseli, udah balik jam 4 sebelum ada error, pas ditelpon jawabnya “it’s Friday night mate”. Akhirnya kita DIY sendiri benerin audio. Kalau pegawe gua, gua keramasin tu hari Senin. Kerja mental begitu. Kalau gak ada acara gapapa, ini jelas-jelas ada kegiatan.

Bikin website sendiri buat bisnis itu bentuk dari kemandirian digital, dan itu investasi jangka panjang yg worth it. Soalnya jualan di e-commerce itu ibarat ngontrak kios di mall. Pedagang dapat traffic, tapi aturan main, harga sewa, dan nasib kios ditentuin sama si pemilik mall. Sedangkan website sendiri itu ibarat punya toko sendiri di tanah milik sendiri. Modal awalnya bisa jadi lebih mahal dan butuh effort yg tinggi, tapi buat jangka panjang jauh lebih menguntungkan.


tren mulai berubah y?. brand-brand lokal kecil menengah mulai punya web sendiri. dan meninggalkan toko online. toko oranye dan toko hejo konon semakin banyak muncul potongan tidak wajar. 🤔



Biar klen tau.... Inilah model sepatu dgn harga 700.000/pasang.