bila

5.1K posts

bila banner
bila

bila

@nabilazisputri

cinema & books tongue | cr: seporsi mie ayam sebelum mati | 🇮🇩 | 🇸🇬🇻🇳🇯🇵🇦🇺🇲🇾🇹🇭🇫🇷🇳🇱🇨🇭🇮🇹🇰🇷🇦🇪🇸🇦🇹🇷🇬🇧🇲🇻🇨🇳..

Katılım Kasım 2017
141 Takip Edilen63 Takipçiler
bila retweetledi
zia ⋆𐙚₊˚⊹♡
zia ⋆𐙚₊˚⊹♡@lepidopteraa_·
yg sedihnya adalah kita masing-masing tuh sebenarnya punya banyak potensi dan impian... tapi semuanya gabisa berkembang maksimal karena masalah ekonomi dan finansial yang terbatas :") hiks.
Indonesia
189
25.3K
72.1K
585.4K
bila retweetledi
Thrilla the Gorilla
Thrilla the Gorilla@ThrillaRilla369·
Crazy that 70-80 year olds are generally seen as unemployable due to physical and mental decline. But we’re allowing them to run our entire country.
English
777
30.4K
171.6K
2.4M
bila retweetledi
Rumail Abbas (ꦫꦸꦩꦻꦭ꧀ ꦄꦧ꧀ꦧꦱ꧀)
Tiga pertanyaan untuk Mendikti soal LPDP digembleng TNI: 1. Sejak kapan warga sipil yang lolos IELTS, esai, dan wawancara LPDP dianggap kurang disiplin? Mereka bahkan menghitung sendiri pajaknya tiap tahun di SPT, sesuatu yang (mungkin) prajurit tidak diwajibkan lakukan dengan kerumitan yang sama. 2. Sejak kapan warga yang pajaknya dikorupsi bertahun-tahun tapi tetap bayar PPN setiap belanja dianggap kurang berkebangsaan? 3. Kalau tujuannya supaya awardee balik ke Indonesia, kenapa solusinya pelatihan baris-berbaris dan bukan perbaikan ekosistem riset, gaji dosen, dan kepastian karier akademik di dalam negeri? Yang bikin doktor enggan pulang itu bukan kurang nasionalisme. Tapi karena kurang lab, kurang dana riset, dan kurang penghargaan. Kalau pemerintah serius ingin awardee pulang dan berkontribusi, cobah perbaiki ekosistem akademik dalam negeri. Itu jauh lebih sulit, dan jauh lebih dibutuhkan. Menurut saya, mengirim calon master dan doktor ke barak untuk diajari “kebangsaan” itu membalik logika. Yang lazim di banyak negara: kadet militer yang dikirim ke kampus, bukan sebaliknya. Jangan remehkan warga sipil yang duitnya bocor terus tapi masih setia bayar pajak. Lagian, tokoh-tokoh kebangsaan terbesar republik ini sebagian besar sipil. Hatta, Sjahrir, Sukarno muda, Kartini, Tan Malaka, Agus Salim. Tidak satu pun dari mereka yang nasionalismenya dibentuk di barak. Mereka jadi nasionalis karena membaca, berdebat, hidup di pengasingan, dan berhadapan dengan ketidakadilan kolonial. Bukan karena baris-berbaris. 😬
Rumail Abbas (ꦫꦸꦩꦻꦭ꧀ ꦄꦧ꧀ꦧꦱ꧀) tweet media
Indonesia
108
2.3K
4K
109.6K
bila retweetledi
🅱🅰🅶🅾🅽🅶
Kembali ke sidang MK gugatan soal MBG. Kali ini dari mbak Bibip. Menerangkan bahwa BGN dan MBG bukanlah bagian dari pendidikan. Dan anggaran MBG yang mengambil dari anggaran pendidikan berarti memotong anggaran untuk hal2 lain dalam pendidikan yang seharusnya dibiayai oleh APBN. Semoga hakim MK bisa melihat masalah ini dengan akal sehat tanpa tekanan.
Indonesia
141
2.3K
4.4K
54.5K
bila retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada sesuatu yang sangat ironis yang terjadi dalam dua hari berturut-turut di Indonesia. 1 Mei — Hari Buruh. Prabowo hadir di Monas. Berdiri di panggung bersama puluhan ribu buruh. Bernyanyi. Berpidato. Mengumumkan cicilan KPR 40 tahun dan potongan ojol 8%. Kaos 200 ribu lembar dibagikan. Sangat meriah. 2 Mei — Hari Pendidikan Nasional. Prabowo rapat tertutup di Hambalang. Tidak ada seremoni khusus. Tidak ada pidato untuk guru dan siswa. Tidak ada satu pun agenda yang secara khusus merayakan atau memperingati Hardiknas. Bukan kebetulan ini adalah pilihan. Ketika seorang presiden memilih hadir secara dramatis di Hari Buruh dengan panggung besar dan ribuan orang tapi memilih rapat tertutup di rumah pribadi pada Hari Pendidikan Nasional itu bukan soal jadwal yang padat. Itu adalah pernyataan tentang apa yang dianggap lebih penting secara politik. Buruh hadir secara fisik dan bisa dimobilisasi. Guru honorer yang gajinya Rp300 ribu per bulan tidak membawa massa ke Monas. Anak-anak di sekolah rusak tidak bisa berteriak di depan istana. Siswa disabilitas yang dibuang sistem tidak punya organisasi yang bisa mengancam stabilitas politik. Makanya satu dirayakan dengan meriah. Yang satu dilewati dengan rapat tertutup di Hambalang. Dan ini bukan pertama kali Hambalang dijadikan tempat rapat kabinet: 8 Maret 2026 — lima rapat dalam satu hari di Hambalang. Membahas pendidikan, geopolitik Timur Tengah, mudik Lebaran. 2 Mei 2026 — rapat tertutup lagi di Hambalang. Membahas aspirasi buruh dan perguruan tinggi. Pola ini konsisten. Dan setiap kali hasil rapatnya dirilis isinya selalu berakhir dengan kalimat yang sama: "Pemerintah terus berkomitmen untuk menghadirkan kebijakan yang melindungi, mencerdaskan, dan menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat Indonesia." Tanpa angka. Tanpa target. Tanpa timeline. Tanpa akuntabilitas. Sementara di luar Hambalang kondisi pendidikan Indonesia hari ini: Guru honorer masih ada yang menerima gaji Rp150-300 ribu per bulan. Ratusan ribu ruang kelas kondisinya rusak sedang hingga berat. Anak disabilitas masih bisa dikeluarkan sekolah secara diam-diam dan tidak ada yang menindak. Perguruan tinggi terbaik masih terkonsentrasi di Jawa. Angka putus kuliah karena faktor ekonomi masih sangat tinggi. Dan pada Hari Pendidikan Nasional 2026 solusi yang ditawarkan adalah: manfaatkan fakultas teknik perguruan tinggi untuk membangun daerah. Bukan ide buruk. Tapi itu bukan jawaban atas masalah struktural yang sudah puluhan tahun tidak selesai. Ki Hajar Dewantara pasti sangat sedih: Hardiknas ditetapkan untuk mengenang beliau — yang percaya bahwa pendidikan adalah hak setiap anak Indonesia tanpa kecuali. Yang berjuang agar anak-anak pribumi bisa mengakses pendidikan yang bermartabat. Yang mendirikan Taman Siswa karena sistem yang ada tidak berpihak kepada rakyat kecil. Dan di hari yang didedikasikan untuk mengenang perjuangannya presiden rapat tertutup di rumah pribadi. Tanpa satu pun momen yang secara khusus menyapa guru, siswa, atau orang tua yang berjuang keras menyekolahkan anaknya. "Ing ngarsa sung tulada." Di depan memberi teladan. Teladan seperti apa yang diberikan ketika Hari Buruh dirayakan dengan meriah tapi Hari Pendidikan Nasional dilewati tanpa pesan khusus untuk anak-anak Indonesia? Indonesia merayakan Hari Buruh dengan kaos, panggung, dan janji-janji besar. Dan keesokan harinya Hari Pendidikan Nasional dilewati dengan rapat tertutup di kediaman pribadi presiden yang hasilnya hanya satu paragraf rilis. Bukan salah buruhnya. Mereka memang harus diperjuangkan. Tapi kalau energi, perhatian, dan kehadiran fisik presiden hanya muncul ketika ada massa yang bisa dimobilisasi dan tidak hadir ketika yang membutuhkan perhatian adalah guru honorer yang tidak punya serikat besar dan siswa yang tidak bisa berteriak di depan istana maka yang terjadi bukan keberpihakan. Itu politik. Dan politik yang mengorbankan pendidikan demi popularitas jangka pendek adalah utang yang akan dibayar oleh generasi berikutnya bukan oleh kita yang sekarang.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
211
2.5K
5K
229.6K
bila retweetledi
lamia
lamia@lamiapd·
Call me too woke, boring and not fun at all; but I hate this joke of gerbong kereta. I hate it so much. People out there literally passed away and their family are still grieving. Please stop this jokes. Let us mourn in peace.
lamia tweet media
English
85
9.1K
27.7K
318.9K
bila retweetledi
Zan
Zan@kapten__monyet·
Lagi nerapin 4 mantra ini di hidup : 1. I have Allah 2. Its only Dunya 3. They’re only human 4. It will pass
English
60
5.2K
14.4K
138.1K
bila retweetledi
Dai メ𝟶
Dai メ𝟶@_afterpartyguy·
dulu dosen ilmu negara gw bilang kalau tonggak suatu negara tuh ada tiga; kesejahteraan rakyat, kesetaraan pendidikan, dan keadilan penegakkan hukum. indonesia nggak tiga2nya anjir 😭
Indonesia
151
23.3K
64.7K
456.7K
bila retweetledi
S.🎧
S.🎧@1ssve·
Corporate will really have you (25) beefing with a 55 year old man at 9am
English
136
8.3K
62.1K
1.5M
bila retweetledi
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
Kita pernah punya calon presiden yang mau memastikan setiap keluarga setidaknya punya 1 sarjana utk mengubah nasib keluarganya, memotong rantai kemiskinan. Kita pernah punya calon presiden yang peduli sama daycare di kantor agar ayah ibu yang harus bekerja tidak perlu was-was soal anaknya. Note: ini program 2 dari 3 calon presiden ya. Dan keduanya nampaknya berhasil sebagai sosok ayah dan suami yang baik untuk keluarganya, memberikan teladan bagi banyak orang yg fatherless, dan perempuan korban irresponsible husband.
txtdrimedia@txtdrimedia

kampus di Indonesia meluluskan sekitar 1,9 jt mahasiswa/thn, namun ketersediaan lapangan kerja sedikit kemendiktisaintek menyoroti jurusan keguruan, yg lulus 490 ribu/thn tapi kebutuhan guru hanya 20 ribu. hal ini menciptakan pengangguran terdidik pmerintah bakal fokus mengembangkan prodi yg selaras dgn pertahanan, maritim, hilirisasi , digitalisasi, energi, pangan, kesehatan, dan manufaktur

Indonesia
235
12.1K
27.7K
927.1K
bila
bila@nabilazisputri·
@Jelli_cent He's projecting himself
English
0
0
0
2
Jeni_Ly again
Jeni_Ly again@Jelli_cent·
Sesaaaaattt!!! 😡 Mulai kehilangan perasaan & logika ketika mulai membela proyek MBG!! Anda pikir orang keracunan MBG itu msh sempat acting? Masalahnya bukan cm menu, tp jg beracun! Selalu bicara menyakiti rakyat. Putus urat simpati?! 😤
Indonesia
423
1.8K
3.4K
92.3K
bila retweetledi
alia
alia@3liaFM·
Me at the job l begged God for
English
159
18.6K
132.9K
2.1M
bila retweetledi
SHENO WIRANG
SHENO WIRANG@ShenoWirang·
Kalau belum bisa maksimal menjalankan tata kelola negara ini dengan baik, minimal tidak menghamburkan uang rakyat dengan berulang kali traveling ke luar negeri. Jangan latah selalu bilang siap mati demi rakyat, karena rakyat tidak menikmatinya, meskipun uang rakyat digangsir untuk fasilitas mewah jalan-jalan ke luar negari. Dengan dalih apapun negara ini sedang bokek, ruang fiskal jebol, beban bayar utang jatuh tempo Rp833,96 triliun di 2026 mencekik leher, belum lagi nilai tukar rupiah terhadap dolar ambruk, dan sudah tembus Rp17.300. Kalau mengklaim diri sebagai seorang patriot, ya patut dan wajib konsisten dengan kritikan sendiri tempo dulu sebelum duduk nyaman di kursi presiden, kecuali memang seorang hipokrit. Pun, jika bukan seorang pendusta, ya patut dan wajib konsisten pula dengan semua ucapan saat ini, yang selalu berapi-api meneriakkan jargon "efisiensi" sembari emosional dan tak luput pula sembari gebrak-gebrak meja podium. 𝗥𝗔𝗞𝗨𝗦 𝗕𝗘𝗡𝗔𝗥 𝗣𝗥𝗔𝗕𝗢𝗪𝗢 𝗠𝗘𝗡𝗝𝗜𝗟𝗔𝗧𝗜 𝗟𝗨𝗗𝗔𝗛𝗡𝗬𝗔 𝗦𝗘𝗡𝗗𝗜𝗥𝗜 Tampaknya Prabowo sedang pura-pura lupa atau memang demensia sebab dalam rentang waktu 1 tahun 6 bulan sejak dilantik sebagai presiden, ia sudah 49 kali pelesiran ke luar negeri dengan menghabiskan waktu lebih dari 100 hari. Pun, sudah berapa ratus miliar uang rakyat yang dihamburkan dengan alokasi mengada-ada untuk pelesiran ke luar negari. Lalu, se-begitu penting kah sehingga dalam waktu dekat harus terbang lagi ke Prancis? Atau memang mau nggangsir utangan ke presiden Macron untuk nambal MBG & KDMP? Bro, bisa gak sih menahan diri dulu barang sejenak dan nggak ndablek, dengan cara diam di Tanah Air? 𝗡𝗔𝗡𝗧𝗜 𝗠𝗘𝗟𝗘𝗗𝗔𝗞 𝗦𝗘𝗣𝗘𝗥𝗧𝗜 𝟵𝟴 𝗞𝗔𝗕𝗨𝗥 𝗣𝗨𝗟𝗔 𝗞𝗘 𝗬𝗢𝗥𝗗𝗔𝗡𝗜𝗔
SHENO WIRANG tweet media
Indonesia
149
452
903
16.8K
bila retweetledi
J.T
J.T@JoeTirtoDiputro·
Di thn 2000 gw bgian dr team tukang masak di Sydney Olympic, tiap hari masak kurleb 2500-5000 porsi perday Kitchen gw disidak 2-3kali shari, harus rapi hygienes dan spotless, begitu jg di Olympic berikutnya di Athens, Greece gw masih di undang, Kitchen dan cold storages compulsory hrs outstanding kebersihan kegunaan dan urutan in n outnya. Liat kitchen MBG gw pusing Messy, unhealthy, disgusting dan staff nya sering suka2 n ngrendahin product dan g ngerti krn g ada edukasi. Shame! Btw gw kasih score 0 bt dapur MBG perlu perubahan keseluruhan sistem dan menejemennya, overhaul from the top to bottom
J.T tweet media
ც𝓵𝒶𝒸𝓀',𝓞𝔀𝓵^۞᭄᭄̢̧̧̢͖̭̭͍̙̤̗̗̤̙͍̭̭͖@nulbesars

Coba kasih nilai dapur nya, beri nilai 1 sd 10 bro @JoeTirtoDiputro 😁🤭

Indonesia
51
1.5K
5.7K
202.2K
bila retweetledi
annie.
annie.@Cutooie·
Ya Rabb, protect my mouth when I'm angry, Astagfirullah.
English
38
9.6K
35.3K
349.9K