ndptz

687 posts

ndptz banner
ndptz

ndptz

@ndopetz_

Katılım Eylül 2019
663 Takip Edilen49 Takipçiler
ndptz retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara? Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu. Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun. Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai. Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain. Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi. Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook. Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa: 1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN. 2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal. 3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu. 4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan. 5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian. Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam. Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka. Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam. Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan. Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja. Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam. Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek. Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan. JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun. Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara. Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan. Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga. Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum. Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi. Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun... Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit. Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus. Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini? Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara? Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian. Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi. Jakarta, 16 April 2026 Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
Ibrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet media
Indonesia
820
14.2K
20.3K
2.8M
ndptz retweetledi
Korban Ceklist Satu ༊ ⋆𐙚 ˚
Semua kejahatan dikuasai oleh POLISI, dari jual narkoba, pemerasan, pemerkosaan, pembunuhan, pencurian jg 🤦‍♀️
Indonesia
814
8.8K
21.1K
1M
ndptz retweetledi
Kr
Kr@karirfess·
Breaking: Tiga TNI Didakwa Terlibat Penculikan dan Pembunuhan Berencana Kacab Bank BUMN Jakarta
Kr tweet mediaKr tweet media
Indonesia
32
856
2.9K
46.4K
ndptz retweetledi
Sisters in Danger x Simponi
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger·
TW / Gang rape (pemerkosaan berkelompok) 🤬🤬 Pelaku: 2 polisi, 2 sipil Penonton: 3 polisi Korban: 1 perempuan 18 tahun MASUK AKAL GA, PAK @ListyoSigitP @DivHumas_Polri KALAU ANAK BUAHNYA CUMA DIHUKUM ETIK? DI MANA HATI NURANI? DI MANA HUKUM YANG ADIL? APA GA TERBAYANG BETAPA TAKUTNYA KORBAN REMAJA DIKEROYOK POLISI DEWASA SEPERTI ITU? PARA PEMERKOSA APA SUDAH DIHUKUM BERAT, SELAIN DIPECAT? PENONTON PEMERKOSAAN JUGA PELAKU KARENA MEMBIARKAN. APALAGI MEREKA SEMUA PENEGAK HUKUM YANG HARUSNYA MELINDUNGI, BUKAN MALAH JADI PELAKU KEJAHATAN BIADAB. ASTAGHFIRULLAHALADZIM 😭😭 Tolong @kpp_pa @KomnasPerempuan kawal kasus biadab ini.
Sisters in Danger x Simponi tweet media
Indonesia
1.1K
16K
30.7K
1.1M
ndptz retweetledi
Dandhy Laksono
Dandhy Laksono@Dandhy_Laksono·
Warga sipil biasa, tak bersenjata, nerobos hotel mewah memprotes pembahasan diam-diam UU TNI. Warga sipil biasa, tak bersenjata, jadi saksi judicial review UU TNI di MK. Warga sipil biasa, tak bersenjata, mengungkap pelaku kerusuhan Agustus 2025. Kita menyebutnya: NYALI
Dandhy Laksono tweet media
Indonesia
398
26.8K
50.3K
891.8K
ndptz retweetledi
Stela Nau
Stela Nau@stelanau·
Ada anak kecil di kampung saya, Ngada, Flores, meninggal bunuh diri. Anaknya dikenal cerdas dan ramah di sekolah. Dia meninggal karena putus asa. Sebelum pergi, dia cuma minta satu ke mamanya. 'Mama, saya minta buku dan pena' Mamanya ga bs kasi dua hal itu lantaran kondisi ekonomi memburuk. Mungkin buat penguasa dan media massa, anak ini cuma satu angka di dalam statistik. Bahkan bs jadi mudah dilupakan. Tapi buat saya, anak ini jadi bukti nyata bahwa kita semua gagal bukan karena pengaruh asing. Kebanyakan kita semua gagal karena kita ga mau berbenah. Kita tetap memilih pemimpin yg itu2 aja. Kita tetap mempertahankan institusi yg diisi oleh orang2 itu aja. Kita sibuk mencari kesalahan org lain, tp kita ga pernah mau sama-sama berjuang sebagai anak bangsa. Pak Presiden, bapak selalu bilang kalo Bapak adalah presiden semua orang. Saya gak minta Bapak jadi NABI. Saya minta bapak tidak membiarkan sistem yg uda bobrok ini semakin bobrok. Belum pernah sesakit hati ini nulis postingan di media sosial.
Stela Nau tweet mediaStela Nau tweet media
Indonesia
1.2K
31.4K
68.6K
2.3M
ndptz retweetledi
黄国儿 panggil Bangga 🍉
Ini ibu ibu kepala sppg, -Berani nyetop jatah MBG buat 2 orang anak yg ibunya kritik kualitas MBG dr dapurnya -Ndatengin si ibu di rumahnya minta "penjelasan" -Gagah berani adu mulut dgn anggota DPRD & aparat Desa -Rapat resmi dengan sandalan santai Siapa si ibu ini??
黄国儿 panggil Bangga 🍉 tweet media
Indonesia
485
4.9K
29.4K
1.5M
ndptz retweetledi
zhil
zhil@zhil_arf·
Ancaman Soeharto pada anggota DPR/MPR tahun 1980 sebenarnya menarget golongan spesifik. Target itu adalah golongan Islam. Merekalah yang diancam diculik dan dibunuh oleh tentara Soeharto. Pada tahun 1977, PPP baru menang besar di Jakarta. Porsi kursi Golkar turun. Padahal, pemilu 1977 sengaja ditunda setahun supaya rezim Soeharto dapat sebanyak-banyaknya memberangus gerakan oposisi, memanipulasi pemilu, dan mengonsolidasi keluasaan mutlak. Salah satu strategi yang dilakukan rezim adalah dengan melebur parpol menjadi tiga saja dan mengisinya dengan orang yang lemah terhadap rezim. Setahun penuh ini dilakukan. Tetapi ini gagal. Porsi suara Golkar tetap turun. Berarti, penundaan pemilu selama setahun itu sia-sia. Ali Sadikin sendiri dikabarkan tumbang dari jabatan Gubernur Jakarta karena membiarkan PPP menang di Jakarta, dan bukannya menggunakan kekuatan otoriter rezim untuk membasminya. Ini dibarengi dengan goncangan mundurnya HB IX dari pemerintahan dan Ikrar Mahasiswa 1977 yang berdemo besar-besaran menentang pencalonan Soeharto untuk 3 periode. Soeharto pun menganggap golongan Islam yang naik daun saat itu sebagai ancaman utama terhadap kekuasaannya. Monolog supervillain kartun yang dikeluarkan Soeharto dimaksudkan untuk meneror dan mengancam anggota DPR/MPR perwakilan golongan Islam supaya jangan belagu menentang impunitas rezim Soeharto. Barangkali inilah alasannya mengapa Soeharto begitu kaget dan marah terhadap kemunculan Petisi 50. Ternyata, yang tidak setuju dengan kebengisan preman dan otoriter bunuh-bunuhan Soeharto bukan hanya golongan Islam, melainkan semua golongan. - Golongan cokelat ABRI seperti A.H. Nasution 🟤 menentang. - Golongan cokelat kepolisian seperti Hoegeng 🟤 menentang. - Golongan kuning pemda seperti Ali Sadikin 🟡 menentang. - Golongan teknokrat seperti mantan menteri tambang Slamet Bratanata 🟡 menentang. - Golongan merah PNI seperti Manai Sophiaan 🔴 menentang. - Golongan hijau seperti Natsir dan Sjafruddin 🟢 tentu menentang. - Dan lain-lain golongan yang ikut menentang. Semua orang yang menentang ini kemudian diteror, ditindas, dan diperlakukan seperti eks tapol PKI. Tetapi jangan lupa, masih ada rencana teror dan represi lebih parah, kejam, dan sadis terhadap golongan Islam. Merekalah target awal dan utama Soeharto, bukan anggota Petisi 50. Setelah Petisi 50 berhasil diteror dan dibungkam, Soeharto balik lagi ke rencana utama ini. Aparat dilepaskan untuk menindas dan merepresi gerakan Islam yang sedang berkembang. Barangkali inilah alasan L.B. Moerdani ditunjuk menjadi Panglima ABRI dan Panglima Kopkamtib pada tahun 1983. Penunjukan Moerdani sebagai Panglima ABRI sebenarnya sangat aneh karena ia adalah orang intel, bukan orang yang pernah memegang komando tentara besar apapun. Meskipun begitu, penunjukan bos intel menjadi Panglima ABRI ini sangat cocok apabila Soeharto berencana sepenuhnya menggunakan ABRI bukan untuk alat pertahanan, melainkan alat intel dan pembasmian oposisi internal terhadap rezim. Represi semakin kuat dan sewenang-wenang selama periode Petrus. Pada saat itu, semua orang ketakutan karena yang ditarget dan dibunuh sangat tidak jelas. Siapa yang ditarget? Apa iya targetnya hanya bandit dan preman saja?Tidak ada pengumuman apapun dari pemerintah. Tiba-tiba suatu hari mayat muncul bergelimpangan tanpa alasan ataupun identitas. Puncak represi dan kebablasan aparat terhadap golongan Islam terjadi di Tanjung Priok pada tahun 1984. Investigasi independen dari Sontak memperkirakan bahwa 400 orang ulama dan golongan Islam dibantai dengan sadis di jalanan Tanjung Priok. Ratusan warga lokal lainnya diculik, disekap, dan banyak yang melaporkan disiksa. Pada 1985, Asas Tunggal Pancasila sudah diberlakukan secara menyeluruh di seluruh Indonesia. Semua organisasi dalam bentuk apapun menjadi target kontrol rezim. Pada 1987, konsolidasi sudah komplit. Golkar akhirnya memenangkan 73% suara dan semua provinsi. Pada 1989, pembantaian terhadap golongan Islam kembali terjadi di Lampung. Hampir 250 orang dibantai. Pada 1990, Daerah Operasi Militer (DOM) diberlakukan di seluruh Aceh. DOM diberlakukan dengan sangat brutal sekaligus asal-asalan. 12.000 orang Aceh dibantai. Teror, penculikan, penyiksaan, pembunuhan massal, pemerkosaan massal, pembakaran desa-desa melanda seluruh Aceh. Di DOM Aceh banyak laporan tentang perwira lapangan korup yang diam-diam berbisnis narkoba, menjual suplai senjatanya sendiri ke GAM demi uang, dan secara umum berkelakuan seperti gerombolan rampok yang memalak segala-galanya yang bisa dipalak.
zhil tweet media
zhil@zhil_arf

Pada Maret dan April 1980, Soeharto melakukan aksi menggegerkan. Di depan pimpinan ABRI, Soeharto tiba-tiba meracau seperti penjahat super yang bermonolog di film kartun. Dalam monolog itu, Soeharto mengancam akan menculik dan membunuh anggota DPR/MPR yang berani menentangnya. Ia mengancam akan menggerakkan tentara untuk melakukan ini, seolah ABRI adalah gerombolan preman sewaan miliknya dan milik keluarganya pribadi. Saat itu, Soeharto baru saja memulai periode ketiga sebagai presiden. Masa transisi ke periode ketiga ini sebelumnya didahului aksi mengejutkan Hamengkubuwana IX yang tiba-tiba memutuskan mundur meninggalkan pemerintahan sebagai protes terhadap Soeharto yang semakin lalim dan rampok. Mundurnya HB IX tidak datang tiba-tiba, melainkan didahului pembantaian massal di Timor Timur pada 1975, terbongkarnya megakorupsi gila-gilaan Ibnu Sutowo pada 1976 di Pertamina, dan pemilu 1977 yang telat setahun dan hanya diikuti 3 parpol. Berbagai protes terhadap tren otoriter ini dibungkam. Ikrar Mahasiswa 1977 yang menolak pencalonan kembali Soeharto untuk periode ketiga ditumpas. Kampus ITB diserbu dan diduduki pasukan tentara. Tren otoriterisme ini memuncak pada dua monolog aneh yang diberikan Soeharto di markas Kopassus (dahulu Kopassandha) di daerah Cijantung, Jakarta dan di musyawarah petinggi-petinggi ABRI di Pekanbaru. Secara praktis, monolog dimaksudkan sebagai perintah terhadap para komandan tentara yang berkumpul. Perintahnya adalah supaya tentara kembali menculik dan membunuh seperti zaman 1965-1967 apabila situasi yang mengharuskan kembali muncul. Crash out "culik dan bunuh" mengerikan Soeharto jelas tidak lazim keluar dari mulut seorang kepala negara. Skandal mengejutkan ini mengundang kesedihan dan keprihatinan mendalam dari berbagai tokoh negarawan seperti A.H. Nasution, Ali Sadikin, Muhammad Natsir, Sjafruddin Prawiranegara, Burhanuddin Harahap, dan berbagai tokoh lainnya. 50 orang negarawan yang berhasil terkumpul kemudian menandatangani surat petisi kepada DPR/MPR supaya dibentuk suatu komisi parlemen untuk menginvestigasi monolog yang tak wajar dan sewenang-wenang itu. Apalagi, yang diancam dibunuh adalah anggota DPR/MPR. Mendengar aksi para penandatangan petisi, ternyata Soeharto sangat marah meledak-ledak. Intel rezim langsung turun. Semua orang yang menandatangani diteror dan ditindas habis-habisan hingga ke depan rumah dan ke dalam rumah mereka. Misalkan A.H. Nasution, secara praktis bapak pendiri institusional ABRI, dilarang untuk bahkan datang ke kondangan atau pemakaman keluarga teman-teman seperjuangannya tanpa restriksi ketat. Pahlawan nasional ini dihinakan, diperlakukan seperti eks tapol PKI, dan dikucilkan. Ketika keluarga Nasution ingin berlibur ke Singapura, Nasution dicekal. Ia terpaksa gabut menunggu di Batam dengan dipelototi intel sedangkan keluarganya berlibur di seberang selat. Anak Nasution yang berprestasi cemerlang sebagi pilot pesawat tempur ikut dicekal. Karirnya buntu. Bukan hanya Nasution yang diperlakukan seperti PKI oleh Soeharto, melainkan juga keturunannya. Nasib serupa menimpa mantan Gubernur Jakarta Ali Sadikin yang kepopulerannya sangat ditakuti dan dicemburui Soeharto, juga berbagai tokoh lain yang menandatangani petisi 50 itu. Mereka semua diperlakukan seperti eks tapol PKI.

Indonesia
37
493
1.6K
475.3K
ndptz retweetledi
ꦩꦸꦂꦠꦝ
ꦩꦸꦂꦠꦝ@MurtadhaOne1·
Keluarganya dibakar hidup2 hanya krn ayahnya membongkar bisnis judi oknum militer Hingga kini pelaku masih bebas dan digaji negara Kini dia menjadi saksi mengenai perbedaan perlakuan hukum antara pelaku sipil dengan pelaku dari unsur militer
ꦩꦸꦂꦠꦝ@MurtadhaOne1

Anak dari jurnalis yang dibakar hidup-hidup bersama keluarganya karena memberitakan bisnis judi oknum aparat, MENUNTUT KEADILAN agar oknum aparat tsb, Herman Bukit, diadili dan diproses hukum Cc: @prabowo @Puspen_TNI @tni_ad @AJIIndonesia @dewanpers

Indonesia
655
37.9K
86.9K
2.4M
ndptz retweetledi
🅱🅰🅶🅾🅽🅶
🅱🅰🅶🅾🅽🅶@RagilSemar·
😱😱🫣🫣 Polres Morowali kembali melakukan penangkapan paksa, kali ini terhadap wartawan Royman M. Hamid, yang dikenal aktif dalam jurnalisme advokasi dan mengawal konflik agraria di Morowali. Penangkapan terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026
Indonesia
591
5.7K
10.9K
1.1M
ndptz retweetledi
Riz
Riz@rizkidwika·
Gue juga pengen digaji + fasilitas tinggi, terus dibelain “ih jangan salahin dia, dia gatau apa-apa”
Indonesia
41
6.8K
11.5K
224.7K
ndptz retweetledi
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Masa komen di tempo. co langsung di BAP Kepsek. Zaman apa ini
Indonesia
23
499
1.4K
79.9K