Andreas Kurniawan
19.8K posts

Andreas Kurniawan
@ndreamon
Di Twitter bukan psikiater | 1/3 of Level UWU | Appointment? Event? https://t.co/ToWIcvZlCO / https://t.co/tV6hHBboyl






@postsbyra mjb kak, kok bisa dapet via ipusnass ituu padaal susah bgt dapet buku best seller gini. ak ngantri buku ini dari setelah berduka karena bapakku meninggal di februari 2024 sampai sekarang blom dapet aja herannn, sampai rasanya dukaku ini udah mulai menjadi rasa tabah wkwkwkw

@bukugpu Nexttt ada buku "Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring" (soft & hard cover) dan "Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya" yang bakal diskon 52% 💃🏻 Lanjut spill lagi gak nihhh? Kalo rame Gramin bakal spill lagi nanti 😋✨




💚 Gua: "TAHUN INI HARUS HEMAT DAN MENABUNG" Gua, dengan kesadaran penuh:





Players we always call by their full name I’ll go first: Joao Felix




Buku Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya karya @ndreamon bikin saya mikir satu hal yang agak nggak nyaman: jangan-jangan selama ini saya sering merasa hidup saya berat, bukan karena hidupnya benar-benar seburuk itu, tapi karena saya terlalu sibuk melihat apa yang kurang. Tokoh-tokoh dalam buku ini datang dengan keluhan yang sangat manusiawi, capek, kecewa, merasa hidupnya tidak berjalan seperti yang diharapkan. Tapi pelan-pelan saya ditunjukan oleh sesuatu yang sederhana: sering kali masalahnya bukan cuma di keadaan, tapi juga di cara saya memandangnya. Buku ini tidak menggurui atau memaksa pembaca merasa bersalah. Tapi lewat cerita-cerita kecil, ia seperti pelan-pelan menyentil: mungkin sebelum berharap hidup yang berbeda di kehidupan berikutnya, saya perlu belajar berdamai dengan kehidupan yang sekarang. Kadang yang saya butuhkan bukan hidup baru, cuma cara pandang yang baru.

Buku Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya karya @ndreamon bikin saya mikir satu hal yang agak nggak nyaman: jangan-jangan selama ini saya sering merasa hidup saya berat, bukan karena hidupnya benar-benar seburuk itu, tapi karena saya terlalu sibuk melihat apa yang kurang. Tokoh-tokoh dalam buku ini datang dengan keluhan yang sangat manusiawi, capek, kecewa, merasa hidupnya tidak berjalan seperti yang diharapkan. Tapi pelan-pelan saya ditunjukan oleh sesuatu yang sederhana: sering kali masalahnya bukan cuma di keadaan, tapi juga di cara saya memandangnya. Buku ini tidak menggurui atau memaksa pembaca merasa bersalah. Tapi lewat cerita-cerita kecil, ia seperti pelan-pelan menyentil: mungkin sebelum berharap hidup yang berbeda di kehidupan berikutnya, saya perlu belajar berdamai dengan kehidupan yang sekarang. Kadang yang saya butuhkan bukan hidup baru, cuma cara pandang yang baru.

Buku Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya karya @ndreamon bikin saya mikir satu hal yang agak nggak nyaman: jangan-jangan selama ini saya sering merasa hidup saya berat, bukan karena hidupnya benar-benar seburuk itu, tapi karena saya terlalu sibuk melihat apa yang kurang. Tokoh-tokoh dalam buku ini datang dengan keluhan yang sangat manusiawi, capek, kecewa, merasa hidupnya tidak berjalan seperti yang diharapkan. Tapi pelan-pelan saya ditunjukan oleh sesuatu yang sederhana: sering kali masalahnya bukan cuma di keadaan, tapi juga di cara saya memandangnya. Buku ini tidak menggurui atau memaksa pembaca merasa bersalah. Tapi lewat cerita-cerita kecil, ia seperti pelan-pelan menyentil: mungkin sebelum berharap hidup yang berbeda di kehidupan berikutnya, saya perlu belajar berdamai dengan kehidupan yang sekarang. Kadang yang saya butuhkan bukan hidup baru, cuma cara pandang yang baru.












