Niwe1999
67 posts

Niwe1999
@niwe1999
currently building body worth tattoing for




Tanggapan LPDP atas Isu Awardee LPDP Bangga Anak Menjadi WNA 1.LPDP menyayangkan terjadinya polemik di media sosial yang dipicu oleh tindakan salah satu alumni, Saudari DS. Tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan LPDP kepada seluruh penerima beasiswa. 2. Sesuai ketentuan, seluruh awardee dan alumni LPDP memiliki kewajiban untuk melaksanakan masa pengabdian berkontribusi di Indonesia selama 2 kali masa studi + 1 tahun. Dalam kasus Saudari DS yang menempuh studi selama dua tahun, kewajiban kontribusi tersebut adalah lima tahun. 3. Saudari DS telah menyelesaikan studi S2 dan dinyatakan lulus pada 31 Agustus 2017, serta telah menuntaskan seluruh masa pengabdian sesuai ketentuan. Dengan demikian, LPDP tidak lagi memiliki perikatan hukum dengan yang bersangkutan. 4. Meskipun demikian, LPDP akan tetap berupaya melakukan komunikasi dengan Saudari DS untuk mengimbau agar yang bersangkutan dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial, memperhatikan sensitivitas publik, serta memahamkan kembali penerima beasiswa LPDP mempunyai kewajiban kebangsaan untuk mengabdi pada negeri. 5. Terkait suami Saudari DS, Saudara AP, yang juga menjadi perhatian publik dan merupakan alumnus LPDP, yang bersangkutan diduga belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya setelah menamatkan studi. 6. LPDP saat ini melakukan pendalaman internal terkait dugaan tersebut. LPDP akan melakukan pemanggilan kepada Saudara AP untuk meminta klarifikasi, serta akan melakukan proses penindakan dan pengenaan sanksi sampai pengembalian seluruh dana beasiswa apabila terbukti bahwa kewajiban berkontribusi di Indonesia belum dipenuhi. 7. LPDP berkomitmen untuk menegakkan aturan secara adil, konsisten, dan bertanggung jawab kepada seluruh awardee dan alumni, serta terus menjaga integritas institusi dalam memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia. #DiriuntukNegeri

I’m a little disappointed by how (many) Indonesian critics reacted to Trump’s Board of Diplomacy (BoD) as if it were shocking. A sophisticated diplomat or international relations scholars should have seen this coming. Great powers shape institutions, see Mearsheimer 2001. That is what they do. When existing forums like NATO/UN no longer serve their interests, they create new ones. The real issue here is not procedure or morality, but power and leverage. Critics who insist on, or reduce geopolitics to a rule-based forum miss the reality that it remains a landscape of power, where gradients matter more than declarations. This is why reactive diplomacy i.e., protesting after decisions are made rarely shifts outcomes if it is not backed by capability. The NATO example makes this plain. Senior figures within NATO have openly acknowledged that Europe cannot currently defend itself without U.S. military support. This is not a failure of European values or institutions; it is an admission of structural dependence. Norms, treaties, and shared principles did not remove that asymmetry. Power did not disappear simply because rules existed to manage it. To avoid geopolitical naïveté, bebas aktif must be read properly. “Free” does not mean promiscuous, and “active” does not mean reactive moral signalling. Active means presenting leadership and plans early shaping the agenda rather than responding to it. For less influential countries like Indonesia, this is not optional. It is how limited structural power is compensated for: by setting the playing field early and ensuring others want to play your game. You articulate clearly and early. Focusing on, and strengthening, our foothold in Southeast Asia would be a good start.



@SevenOnChain_ @HumansNoContext Yes, this video seems real. It depicts a common scene in places like Bali or Thailand, where wild monkeys approach pools and sometimes steal items from tourists. Similar viral clips exist from resorts there.











