Sabitlenmiş Tweet
Ino
10.5K posts

Ino retweetledi

KOK BISA-BISANYA GUE TAU DARI MEDIA LUAR???
Weather Monitor@WeatherMonitors
A massive fire is burning in a gas pipeline following an explosion this morning in Gampong Blang Rubek, Lhoksukon District, North Aceh Regency, Aceh Province, Indonesia 🇮🇩 (May 22)
Indonesia
Ino retweetledi

@0xJrWolfftorger Thank you, insightnya nampar banget hu. 🙏
Kalau conviction ibarat "tirakat", humility adalah "hakikatnya. ☺️🙏
Market is always a place to grow, to learn, and to respect.
English
Ino retweetledi

Susah Hu, kalau prinsipnya masih “cacing-cacing naga-naga”.
Baru cuan beberapa kali mulai percaya semua analisa pasti benar. Padahal market itu cepat banget ngajarin rendah hati ke orang yang terlalu percaya diri.
Kadang bukan thesisnya yang dipertahankan, tapi egonya. Karena terlalu ingin terlihat benar, akhirnya lupa tujuan awal masuk market itu buat cari uang, bukan cari validasi. Makanya banyak orang lebih rela nyangkut puluhan persen daripada mengakui satu kalimat sederhana: “Kayaknya gw salah”
Tapi ya beda cerita kalau memang dari awal lu udah deep dive. Lu ngerti bisnisnya, ngerti valuasinya, ngerti risknya, dan beli di harga yang menurut lu genuinely undervalued. Kalau memang itu prinsip dan framework yang lu pegang, then go ahead. Sometimes a thesis just needs more time to play out.
Karena market juga sering overreact. Ada bisnis bagus yang dihajar sentiment, ada saham undervalued yang tidur lama sebelum akhirnya dihargai sesuai nilainya. Tidak semua merah berarti thesis gagal, sama seperti tidak semua hijau berarti kita jenius.
Yang penting, you know what you’re doing. Jangan beli cuma karena takut ketinggalan. Jangan hold cuma karena gengsi. Dan jangan memaksakan orang lain ikut keyakinan yang bahkan belum tentu cocok dengan timeline hidup mereka.
Ada orang yang nyaman averaging down bertahun-tahun karena cashflow dan mentalnya kuat. Ada yang memang butuh liquidity dalam waktu dekat. Ada yang main cepat, ada yang main panjang. Semua valid, selama sadar risk masing-masing.
Conviction itu penting. Tapi humility juga penting. Karena di market, kadang kita memang benar… kadang kita cuma belum salah aja.
Alda | #LawanJudolDenganInvestasi@stockmapping
Berani mengakui thesis gagal dan harus CL itu gak dosa kok.
Indonesia
Ino retweetledi

Market yang gonjang ganjing gini daripada kalian cuma nebak bottom, mari ikut sertifikasi biar bisa buat masuk industri capital market. Punya lisensi jadi pride tersendiri dan jadi bekal kalian mengarungi market $IHSG.
Finplan lagi open nih pelatihan sertifikasi WPPE dan WMI, cocok banget buat kalian yang masih mahasiswa, Dosen, atau yang mau pivot karir ke capital market.
bit.ly/registrasigopal

Indonesia
Ino retweetledi

@zakiberkata Tiba tiba di zona WIT jam di HP kacau
lambat satu jam
Ini android error atau ada penjelasan ilmiahnya ya?
Pada telat 😭
Indonesia
Ino retweetledi
Ino retweetledi

$NVDA CEO Jensen Huang is basically telling you the next AI trade is energy.
AI demand is exploding.
Power demand goes with it
Copper. Silica. Nickel. Critical minerals is “the new oil.”
And Indonesia is sitting in between.
"The New Alternative Energy" full paper out now.
🔗lynk.id/notintofinance…




English
Ino retweetledi

🚨 NEW POLYMARKET: Prabowo Subianto out as President of Indonesia by...?
polymarket.com/event/prabowo-…
English
Ino retweetledi
Ino retweetledi

Gila ini. Indonesia kena skandal besar lagi. Betapa korupnya!
Hunterbrook@hntrbrkmedia
UPDATE: CSG has reported $2.8 billion in contracts with unnamed “Southeast Asian” customers. Reporting indicates most of this business is with a single counterparty in Indonesia. We also found a mystery payment… which may help explain how CSG landed some of this business.
Indonesia
Ino retweetledi

Curhat $IHSG.
Indeks saham turun hampir ~30% ytd itu bukan sesuatu yang normal.
Betul,
Nasdaq,kospi bahkan nikkei itu koreksi tapi performa ytd-nya masih positif.
Atau jikapun ada indeks luar yang negatif,dia negatifnya ga Segede IHSG.
Dan itu bukan poinnya...

Investor Nyangkut@ApestorNyangkut
$IHSG the dragon index 🔥
Indonesia

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan fundamental pasar modal Indonesia tetap kokoh meski IHSG sempat menurun 4,7% akibat sentimen global. Mendampingi sidak Pimpinan DPR di BEI, Selasa (19/5), Friderica mengungkapkan bahwa di tengah dinamika isu rebalancing MSCI, Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana nasional justru mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar Rp49,71 triliun atau naik 6,39 persen, sehingga total Asset Under Management (AUM) kini menembus Rp718,44 triliun berkat aksi beli bersih (net subscription) investor retail. Lebih lanjut, OJK mencatat adanya pertumbuhan masif year-to-date dengan masuknya 7 juta investor retail baru ke pasar modal.
#DPRRI #OJK #Danantara #BursaEfekIndonesia #BEI #Ekonomi
Indonesia
Ino retweetledi

Capital market itu kan ngga bergerak by absolute numbers, tapi spread. Global fund manager itu biasanya mantau spread SBN 10 Tahun (INDOGB) sama US Treasury 10 Tahun.
Spread = Yield INDOGB - Yield US10Y
Asing biasanya butuh spread minimal 200 - 250 basis poin (bps), sekitar 2% - 2,5% buat nutup risk invest di Indonesia, itu udh termasuk currency risk, liquidity risk, dll.
Kalo US10Y naik ke 4.6% tapi SBN nya di 6.5%, spread nya kan mengecil jadi 190 bps. Di titik ini algo trading institusi otomatis langsung sell di IHSG sama domestic bonds.
Kalo asing cabut sebenernya bukan satu satunya alasan IHSG turun. Kalo secara fundamental, naiknya US Treasury yields ngerusak valuasi perusahaan lewat teori Discounted Cash Flow.
Kalo yield US Treasury naik kan berarti BI terpaksa naikin BI Rate biar Rupiah ngga turun dalem. Nah BI Rate yang lebih tinggi naikin Cost of Equity sama Weighted Average Cost of Capital (WACC) buat emiten di IHSG.
Nah sekarang kita liat 3 data real time ini, US10Y (4,597%), SBN 10 Tahun (6,851%), dan CDS 5 Tahun (86,80), ini confirm mengenai capital outflow yang sedang menghantam domestic market.
Global fund managers’ maths is very simple yet deadly, dari data itu kita bisa menghitung yield spread antara Indonesian bonds dan US bonds.
6,851% (SBN) - 4,597% (US10Y) = 2,254% atau 225 basis poin (bps).
Angka 225 bps ini ada di psychological threshold yang sangat tipis. Historically, investor asing butuh spread ideal di atas 250 - 300 bps buat merasa aman megang aset Rupiah. Ketika spread menurun ke kisaran 225 bps, return compensation itu dianggap ngga sesuai sama currency risk. Hal ini secara otomatis memicu algoritma institusi asing buat ngelepas kepemilikan SBN mereka.
Coba kita perhatikan persentase kenaikan harian di SBN dan CDS. Keduanya naik secara bersamaan.
Yield SBN naik +2,12% ke 6,851%. In the bond market, yield yang naik tajam berarti harga obligasi lagi turun karena dibuang (sell off) secara masif ke market.
CDS naik +2,03% ke 86,80. Indonesian debt default risk insurance costs naik secara proporsional.
Korelasi positif antara naiknya yield SBN dan CDS ini membuktikan kalo penurunan market bukan cuma karena technical correction, tapi karena adanya kenaikan Risk Premium di mata asing. Kenaikan risiko ini ngga cuma berasal dari tekanan The Fed (faktor eksternal), tapi juga merupakan gambaran kekhawatiran investor terhadap potensi naiknya defisit anggaran pemerintah atau risiko fiskal domestik lainnya yang dapat menekan stabilitas makroekonomi ke depannya.
Intinya, karena US10Y bertahan di level 4,59% akibat inflasi US yang tinggi. Ditambah yield spread 225 bps terlalu kecil dan risiko fiskal CDS naik ke level 86,80, asing ngejual SBN yang endingnya membuat yield domestik naik ke 6,851%.
Uang hasil penjualan obligasi bernilai triliunan Rupiah ini ditukar ke USD buat dibawa keluar. Aksi borong USD ini membuat nilai tukar Rupiah turun.
Liquidity mengering dari sistem perbankan. Yield SBN di 6,8% bakal naikin Cost of Funds perbankan dan emiten di IHSG, pressuring profitability, dan secara valuasi langsung nurunin target harga saham saham di IHSG.
— Koboy Gurun, NiFi Team



Indonesia
Ino retweetledi

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengingatkan risiko di balik rencana Presiden Prabowo Subianto yang akan menggulirkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga maksimal 5% per tahun.
Baca selengkapnya: idnfin.id/a63849

Indonesia
Ino retweetledi

To avoid fiscal calamity, President Prabowo Subianto must change course. To find out how, register to read the full story (it’s free) economist.com/leaders/2026/0…
English








