NU CHANNEL
25.3K posts

NU CHANNEL retweetledi
NU CHANNEL retweetledi

Kenapa Pemuka Agama hanya Menjadi Pemadam Kebakaran?
Pernyataan pimpinan ormas Islam yang dipanggil Prabowo seolah tak memberi efek apa-apa. Publik sudah lama melihat ormas-ormas besar ini bukan sekadar “pilar masyarakat,” tapi bagian dari pemerintah. Maka suara mereka terdengar lebih seperti corong kekuasaan, bukan gema keresahan rakyat. Benarkah demikian?
Pemerintah pun tampak ‘salah baca’. Yang turun ke jalan, melakukan kekerasan, dan menjarah bukanlah mereka yang terafiliasi dengan ormas Islam. Mengapa ormas Islam yang diminta menenangkan?
Inilah getirnya. Saat ajaran agama gagal memberi inspirasi solutif, para pemuka agama hanya diposisikan seolah sebagai “pemadam kebakaran.”
Agama semestinya menjadi energi moral untuk perubahan. Kehadiran ulama penting untuk legitimasi, tapi jarang menyentuh akar masalah. Seharusnya sampaikan juga bahwa “kami sudah ingatkan aspirasi umat pada Presiden soal rakyat yang kena PHK, biaya hidup mencekik, arogansi, korupsi merajalela, keadilan menjauh. Presiden pun mengakuinya.”
Kalimat “NKRI Harga Mati” pun kerap digaungkan. Namun maknanya mestinya bukan jargon kosong. NKRI harga mati berarti juga berdiri di pihak rakyat. Membela tanah air berarti membela perut, suara, dan harapan rakyat. Jika pemerintah tak lagi menjaga amanat, ulama harus berani mengingatkan akar masalah, bukan sekadar jadi alat penenang suasana.
Yang ditunggu rakyat bukan khutbah pereda luka, tapi seruan yang berani menyingkap sumber derita. Jika agama hanya hadir untuk menenangkan tanpa mengobati akar masalah, wajar bila umat merasa ditinggalkan.
Imam al-Ghazali sudah mengingatkan:
وَبِالْجُمْلَةِ، إِنَّمَا فَسَدَتِ الرَّعِيَّةُ بِفَسَادِ الْمُلُوكِ، وَفَسَادُ الْمُلُوكِ بِفَسَادِ الْعُلَمَاءِ، فَلَوْلَا الْقُضَاةُ السُّوءُ وَالْعُلَمَاءُ السُّوءُ لَقَلَّ فَسَادُ الْمُلُوكِ خَوْفًا مِّنْ إِنْكَارِهِمْ.
“Secara umum, kerusakan rakyat disebabkan oleh kerusakan penguasa, dan kerusakan para penguasa disebabkan oleh kerusakan ulama. Seandainya tidak ada hakim dan ulama yang buruk, niscaya kerusakan para penguasa akan berkurang karena mereka takut terhadap penolakan (kritik) dari ulama.”
Damai dan sejahtera negeri kita 🙏🏻
Tabik,
Nadirsyah Hosen

Indonesia
NU CHANNEL retweetledi

Jangan biarkan dosa kemarin menghalangimu berbuat baik hari ini. Pintu taubat Allah selalu terbuka lebih lebar dari pintu kesalahan kita. Ucapkan istighfar, Rasakan kelegaan bahwa kita punya Allah Yang Maha Pengampun dan pernah lelah menunggu kita kembali.
#Taubat #KembaliPadaNya
Indonesia
NU CHANNEL retweetledi

Rahasia Duduk di Antara Dua Sujud
Di antara ruku‘ yang meruntuhkan ego dan sujud yang meleburkan diri, ada jeda yang sering dipandang sederhana: duduk di antara dua sujud. Namun justru di sanalah kelembutan Ilahi menyapa. Ia bukan sekadar istirahat, tapi helaan napas ruhani setelah meruntuhkan segala keangkuhan di hadapan-Nya.
Imam al-Ghazālī dalam Iḥyā’ menulis, “Duduk di antara dua sujud adalah saat hamba berhenti sejenak untuk memohon semua kebutuhannya, merintih dalam ketenangan, lalu bersiap kembali menenggelamkan wajahnya dalam penghambaan.”
Di duduk ini, kita melafazkan doa singkat namun memuat lautan makna:
رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاجْبُرْنِي، وَارْفَعْنِي، وَارْزُقْنِي، وَاهْدِنِي، وَعَافِنِي، وَاعْفُ عَنِّي
Ampuni aku… rahmati aku… perbaikilah yang retak dalam hidupku… angkat aku dari keterpurukan… berilah aku rezeki halal dan barakah… tunjukkan jalan-Mu… lindungi aku dari bala… maafkan aku…
Ibnu al-Qayyim berkata, “Doa ini intisari segala permintaan hamba. Ia merangkum ampunan masa lalu, rahmat saat ini, petunjuk jalan, perlindungan, dan limpahan kebaikan yang akan datang.”
Lihatlah betapa lembutnya Allah. Setelah sujud, Dia tidak langsung memerintahkanmu bangkit. Dia memberi jeda agar kau duduk dalam keheningan, meneguk rahmat-Nya perlahan, sebelum kembali bersujud lebih dalam.
Para sufi memandang duduk ini sebagai tempat ruh bernafas. Setelah tenggelam dalam fana sujud, jiwa yang luluh diberi jeda untuk merasakan baqā’—kehadiran yang kembali pada hidup, namun lebih jernih.
Jangan anggap remeh duduk di antara dua sujud. Ia mengajarkan bahwa setiap kejatuhan butuh jeda untuk bangkit, dan setiap bangkit harus disertai pengakuan akan kelemahan.
Berhentilah sejenak, biarkan hatimu merayu pada-Nya. Duduk itu bukan sekadar transisi gerak. Ia adalah mushafahātul qalb—berbisiknya hati dengan Rabb-nya, dalam lirih yang tak terdengar telinga manusia, tapi disambut langit dengan kasih sayang.
Lantas mengapa harus sujud dua kali? Kok gak cukup sekali? Ada apa dengan sujud yang kedua dalam shalat? Nantikan pembahasan berikutnya yah, bi idznillah 🙏🏻
Tabik,
Nadirsyah Hosen

Indonesia

Mencintai ciptaan-Nya itu fitrah. Tapi, pastikan cinta pada Allah selalu jadi pondasinya. Cinta yang berlandaskan iman tak akan membuatmu hancur saat kehilangan. Karena kamu tahu, semua hanya titipan, dan cinta sejati hanya kembali pada Sang Pemilik Hati.
#CintaAllah #Cintasejati
Indonesia

Pernah merasa cemas karena penilaian manusia? Tauhid membebaskan kita dari belenggu itu. Saat hati hanya berharap pada Allah, pujian tak membuat terbang, cacian tak membuat tumbang. Ketenangan sejati itu saat kita sadar, cukup Allah sebagai penilai & pelindung #cukupAllah #tauhid
Indonesia

Awali hari dengan meluruskan niat. Setiap langkah, niatkan karena Allah. Saat semua terhubung pada-Nya, yang berat jadi ringan, yang sempit terasa lapang. Di situlah letak kekuatan tauhid: menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan utama kita.
#LuruskanNiat #SelfReminder
Indonesia

Setiap hari adalah kesempatan baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari kemarin. Jangan terpaku pada kesalahan masa lalu, fokuslah pada perbaikan diri hari ini. Yuk, pelan pelan kita menjadi lebih baik setiap harinya. #PerbaikanDiri #SetiapHariLebihBaik
Indonesia

Jadilah seperti mentari pagi yang selalu memberi cahaya dan kehangatan. Sebarkan energi positif dan kebaikan di sekitarmu, meskipun hanya dengan kata-kata penyemangat atau senyuman. Kebaikan itu menular dan akan kembali padamu.
#PenyebarKebaikan #DampakPositif
Indonesia

Selain mencari nafkah, jangan lupa 'investasi' akhirat dengan menambah ilmu agama. Membaca buku Islami atau mendengarkan kajian online bisa jadi cara efektif untuk memperkaya jiwa dan menguatkan iman. #MenuntutIlmu #ImanKuati #BelajarTiadaHenti
Indonesia

Di setiap takdir yang Allah tetapkan, yakinlah bahwa itu adalah rencana terbaik-Nya, bahkan jika saat ini kita belum mengerti. Percayakan semua pada-Nya, karena Dia Maha Tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. #RencanaAllahTerbaik #Takdirllahi #PasrahDanYakin
Indonesia
NU CHANNEL retweetledi

Seringkali kita berharap Allah mengubah keadaan di luar kita, padahal kuncinya ada pada perubahan diri sendiri. Yuk, mulai dari self-improvement yang tulus. Saat kita berubah, insyaallah keadaan sekitar pun akan mengikuti. #TransformasiDiri #MulaiDariDiri #PerbaikanDiri
Indonesia





