ℝ𝕠𝕓𝕓𝕪 𝕊 ℝ𝕠𝕤𝕒𝕕𝕚
10.9K posts

ℝ𝕠𝕓𝕓𝕪 𝕊 ℝ𝕠𝕤𝕒𝕕𝕚
@obyrosadi_
ᴠɪᴄᴛᴏʀɪᴀ ᴄᴏɴᴄᴏʀᴅɪᴀ ᴄʀᴇꜱᴄɪᴛ #ᴠᴄᴄ
Katılım Ekim 2009
290 Takip Edilen199 Takipçiler
ℝ𝕠𝕓𝕓𝕪 𝕊 ℝ𝕠𝕤𝕒𝕕𝕚 retweetledi

Kalo dari salah satu jadi champions berhenti merokok 🙏🏻
IDG@IDGoonerscom
Btw, adakah nazar kalian kalau Arsenal juara sesuatu musim ini?
Indonesia
ℝ𝕠𝕓𝕓𝕪 𝕊 ℝ𝕠𝕤𝕒𝕕𝕚 retweetledi
ℝ𝕠𝕓𝕓𝕪 𝕊 ℝ𝕠𝕤𝕒𝕕𝕚 retweetledi

Mikel Arteta itu orang pinter. Jenius, malah. Kalo pemain bola lain abis pensiun bingung mau ngapain, dia waktu itu (2016) langsung dapet beberapa tawaran kerjaan.
Pertama, Arteta ditawarin buat mimpin Arsenal Academy. Kedua, dia ditawarin Mauricio Pochettino gabung jadi backroom staff di Spurs.
Tapi, itu semua dia tolak, karena Arteta punya janji sama Pep. Pas Arsenal ketemu Bayern di UCL 2015/16, Pep bilang mau ngajak Arteta kerja bareng kalo one day dia ngelatih di Inggris.
Pas banget, Pep waktu itu ditunjuk City buat gantiin Pellegrini. Akhirnya Arteta nelfon dia: “bro, lokernya masih ada ngga?” Dan jadi lah, Arteta ngasistenin Pep dari 2016-2019.
Arteta udah kenal Pep dari lama, tepatnya waktu dia 5 tahun nimba ilmu sepak bola di Barcelona. Pas si Teta baru mau jadi pemain bola, Pep yang 11 tahun lebih tua udah pol-polan main di Barça.
Waktu di La Masia, nama Arteta udah cukup harum. Berbakat, IQ & EQ-nya bagus, dan udah ngedalamin taktik juga. Hal yang bikin dia akhirnya ga main buat tim senior Barça adalah fakta kalo lini tengah mereka terlalu BAGUS waktu itu.
Pep dapet clue kalo Arteta bisa jadi pelatih bagus itu di 2012. Arteta waktu itu tetanggaan di London sama abangnya Pep, namanya Pere. Di situ, Pep & Arteta jadi connect lagi, dan Pep yg lagi ngelatih Barça suka nelfon Arteta buat nanya-nanya insight soal klub Inggris. Salah satunya nanya ttg Chelsea buat prepare semifinal UCL musim itu.
Pas nerima Arteta jadi asisten, dari awal Pep udah sadar kalo Arteta mau nyerap ilmu dari dia, buat bekal one day pergi ngelatih klub sendiri. Jadi pas tawaran dari Arsenal dateng, Pep ga nahan Arteta ngejar mimpi dia. Udah gitu, tiap City golin lawan Arsenal pun Arteta ga pernah selebrasi. Pep knows Arteta love Arsenal so much.
Dari junior-mentor sekarang jadi kompetitor. What a story.



Indonesia
ℝ𝕠𝕓𝕓𝕪 𝕊 ℝ𝕠𝕤𝕒𝕕𝕚 retweetledi
ℝ𝕠𝕓𝕓𝕪 𝕊 ℝ𝕠𝕤𝕒𝕕𝕚 retweetledi
ℝ𝕠𝕓𝕓𝕪 𝕊 ℝ𝕠𝕤𝕒𝕕𝕚 retweetledi
ℝ𝕠𝕓𝕓𝕪 𝕊 ℝ𝕠𝕤𝕒𝕕𝕚 retweetledi

Serba serbi coli (onani) dengan kualitas sperma dan Ca prostat.
Mari diluruskan selurus2 nya
Source:
doi.org/10.1016/j.euru…
tau.amegroups.org/article/view/1…
Indonesia
ℝ𝕠𝕓𝕓𝕪 𝕊 ℝ𝕠𝕤𝕒𝕕𝕚 retweetledi
ℝ𝕠𝕓𝕓𝕪 𝕊 ℝ𝕠𝕤𝕒𝕕𝕚 retweetledi
ℝ𝕠𝕓𝕓𝕪 𝕊 ℝ𝕠𝕤𝕒𝕕𝕚 retweetledi
ℝ𝕠𝕓𝕓𝕪 𝕊 ℝ𝕠𝕤𝕒𝕕𝕚 retweetledi

Apa yang dilakukan Pemerintahan IRAN kepada Rakyatnya termasuk juga bagi Warga Asing di Iran merupakan Konsep Sosialis, dimana NEGARA BERBAGI KEMANKMURAN pada Seluruh Bangsanya sama rata, tidak ada kelasifikasi masyarakat dalam biaya hidupnya
Konsep "Berbagi Kemakmuran" di Iran
Di Iran, negara memegang kendali penuh atas aset strategis (terutama minyak dan gas) dan mendistribusikannya kembali dalam bentuk subsidi harga yang masif.
Harga Energi Flat: Tidak seperti di negara kapitalis yang menggunakan harga pasar, pemerintah Iran menetapkan harga BBM dan listrik yang sangat murah bagi seluruh warga, tanpa melihat status sosial, karena Rakyat dihormati sebagai PEMILIK KEDAULATAN.
Ini adalah upaya untuk memastikan biaya input kehidupan tetap rendah bagi semua orang.
Subsidi Langsung: Sejak reformasi subsidi tahun 2010, Iran mengganti sebagian subsidi harga dengan transfer tunai langsung kepada hampir seluruh rumah tangga.
Tujuannya adalah pemerataan hasil kekayaan alam secara instan.
ADILKAH? YAH ADIL BANGET Bagi RAKYAT dan BANGSA, Namanya saja NEGARA SOSIAL (Ga heran Kapitalis BENCI pada Pemerintahan SOSIALIS)
Beda dengan dinegara Kapitalis, dimana Pemerintahnya PANDAI Cari duit pada Rakyatnya alias Rakyat diasumsikan sebagai PELANGGAN Bukan PEMILIK KEDAULATAN bagi Kemakmuran para Kapitalisnya
Stratifikasi dalam Sistem Kapitalis (Targeting)
Dalam sistem kapitalis atau semi-kapitalis, efisiensi sering kali menjadi alasan untuk melakukan klasifikasi masyarakat:
Segmentasi Produk: Munculnya pembedaan seperti "LPG 3kg untuk si miskin" sebenarnya adalah cara negara untuk menekan beban fiskal (anggaran).
Namun, dampaknya adalah terciptanya stigma sosial dan birokrasi yang rumit (pembatasan BBM per hari, aplikasi tambahan, dll).
Beban Pajak yang Terbalik: Ada paradoks dalam kapitalisme di mana korporasi besar sering mendapatkan tax holiday atau insentif pajak dengan dalih "trickle-down economics" (menciptakan lapangan kerja).
Sementara itu, rakyat jelata justru terbebani oleh pajak konsumsi (seperti PPN) yang sifatnya regresif—makin kecil pendapatan, makin terasa beban pajaknya.
BUKTI nya APBN atau Anggaran PEMERINTAH diperoleh dari PAJAK RAKYAT sebesar 83%, sedang Sumbangan Pajak dari para KAPITALIS seperti JURAGAN TAMBANG EMAS, BATU BARA dlsb, HUTAN, dlsb Cuma 7% kalau terjadi BENCANA, Rakyat Harus jadi KORBAN, Kapitalis cukup Ngopi-Ngopi dengan Kepala Negara.
ADILKAH? YAH ADIL BANGET Bagi KAPITALIS, namanya saja NEGARA KAPITALIS (Ga Heran RAKYAT BENCI pada Pemerintahan KAPITALIS)
Semoga bisa dipahami 🙏
😎
:: WeKa ::
Indonesia
ℝ𝕠𝕓𝕓𝕪 𝕊 ℝ𝕠𝕤𝕒𝕕𝕚 retweetledi
ℝ𝕠𝕓𝕓𝕪 𝕊 ℝ𝕠𝕤𝕒𝕕𝕚 retweetledi



















