

Angger Putranto, And
24.1K posts

@om_angger
* Wartawan (@hariankompas) * Pokok'e pesen'e ibu mung siji: mantu, putra, wayah sing do rukun (BDT) * Cuitan merupakan pandangan pribadi bukan institusi *










Tahun ini, Titin sengaja melaksanakan shalat Id bersama dua putrinya di masjid terbesar di Kota Malang itu. Alasannya, ada anaknya yang tidak bisa mudik. Anak pertama dan kedua berlebaran di rumah mertua di luar kota. Ia pun berniat mencoba shalat di Masjid Jami’ Malang. “Jadi ini tadi, ya, agak pingin ketawa. Niatnya shalat di masjid, dapatnya shalat di gereja. Tapi ternyata full dibantu, Alhamdulillah,” tuturnya sambil berkelakar. Mujianto (55), warga Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, menilai apa yang terjadi sebagai bentuk toleransi antarumat Bergama. “Meski kita beda agama namun toleransi luar biasa,” ujarnya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ribuan jemaah memilih melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 H yang ada di pusat kota itu. Dan lagi-lagi, masjid dan halamannya tidak mampu menampung jumlah jemaah yang membludak. Meski, ada yang menilai, jumlah jemaah tahun ini tak sebanyak tahun lalu karena sebagian sudah melaksanakan shalat Id pada hari Jumat (20/3). Pastor Kepala Paroki Hati Kudus Yesus Kayutangan Romo Henrikus Suwaji O.Carm mengatakan persiapan lokasi Shalat Idul Fitri telah dilakukan pihak gereja sejak pukul 04.30 WIB. Mereka menggelar tikar dengan tujuan agar bisa menjalankan ibadah dengan nyaman. Dibanding tahun lalu, menurut Romo Suwaji antusiasme warga gereja dalam membantu umat Islam menjalankan ibadah semakin meningkat. “Para suster, romo, frater, dan pemuda katolik makin meningkat. Mereka senang bisa memersiapkan meski harus mendahului teman-teman muslim untuk datang ke sini,” katanya. Baca berita selengkapnya di Kompas.id dengan judul "Kala Gereja Bentangkan Alas Shalat Id Bagi Umat Muslim di Malang" ditulis oleh Defri Werdiono. Baca di sini: kompas.id/artikel/kala-p… #Lebaran #IdulFitri #Toleransi #Malang #AdadiKompas



Beda Versi Rilis TNI-Polri 🟢 TNI: NDP, SL, BHW, dan ES 🟤 Polri: BHC dan MAK Pada Rabu (18/3/2026), Tentara Nasional Indonesia menahan empat prajurit dari Detasemen Markas (Denma) Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI yang diduga sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras, Andrie Yunus. TNI menjamin seluruh proses hukum akan berjalan secara transparan, mulai dari pelimpahan berkas perkara ke Oditurat Militer hingga persidangan terbuka di Pengadilan Militer. Keempat prajurit yang ditahan terdiri dari tiga perwira pertama dan satu bintara, yakni Kapten NDP, Lettu (Letnan Satu) SL, Lettu BHW, dan Serda (Sersan Dua) ES. Para tersangka yang berasal dari matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU) tersebut kini ditahan di instalasi tahanan super maximum security Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya, Jakarta. Secara terpisah, Polda Metro Jaya juga telah mengidentifikasi dan merilis foto dua pelaku penyiraman air keras kepada Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Mereka berinisial BHC dan MAK. Namun, pelakunya bisa jadi lebih banyak lagi. Baca berita selengkapnya di sini: kompas.id/artikel/dpr-be… #TNI #Polri #AndreiYunus #Polhuk #AdadiKompas








