Rafael Yanuar

24K posts

Rafael Yanuar banner
Rafael Yanuar

Rafael Yanuar

@opiloph

Seorang suami yang mencintai istrinya. Seorang ayah yang menyimpan kebahagiaan di mata buah hatinya.

Katılım Mart 2010
746 Takip Edilen2.5K Takipçiler
Rafael Yanuar retweetledi
Efek Rumah Buku
Efek Rumah Buku@EfekRumahBuku·
Sikat pren
Efek Rumah Buku tweet media
Euskara
3
5
31
1.1K
Rafael Yanuar
Rafael Yanuar@opiloph·
barang-barang tambah mahal yang murah tinggal kesepian masing-masing.
Indonesia
0
0
0
21
Rafael Yanuar
Rafael Yanuar@opiloph·
@AriKeling Es krim itu penganan yang tidak bisa lagi saya nilai dengan adil. Saya langsung mengidentifikasikanya dengan kebahagiaan. Kalau mood saya lagi jelek, "dinginkan" saja dengan es krim. Ada bagian dalam diri saya yang menolak tumbuh dewasa 😀. Maaf, malah curhat.
Indonesia
1
0
0
8
Ari Keling
Ari Keling@AriKeling·
@opiloph Itu aku juga doyan. Segar banget. Asem manis. 😁
Indonesia
1
0
0
15
Ari Keling
Ari Keling@AriKeling·
Iseng aja ini jajan es krim pas lagi panas-panasnya. Kalian kalo jajan es krim suka yang kayak gimana?
Ari Keling tweet media
Indonesia
32
0
27
890
Rafael Yanuar retweetledi
w ■
w ■@liltcadenza·
Halo teman teman! MINTA TOLONG RT DAN LIKE NYA YAAA🌹❤️ Aku jual buku buku di bawah ini Semuanya ORI dan masih sealed GRATIS ONGKIR AREA PULAU JAWA+BONUS PIN LUWSYU tiap pembelian🐈🐈🐈 Rep untuk tanya hargaaa MAACIIIIII🐈
w ■ tweet mediaw ■ tweet mediaw ■ tweet media
Indonesia
45
224
624
26.8K
Rafael Yanuar
Rafael Yanuar@opiloph·
Selamat pagi. Izin menggelar dagangan di linimasa, ya 🥲. Jika berkenan, sudi kiranya menyebarkan postingan ini. Terima kasih. Pengiriman dari kota Cirebon. WA: 0878 2415 5311
Rafael Yanuar tweet media
Indonesia
12
7
8
1.2K
Rafael Yanuar
Rafael Yanuar@opiloph·
@AriKeling Dulu saya tahunya "keraca", Kak, sepertinya yang lain (di sekitar saya) juga begitu. Asalnya dari bunyi keong-keong itu saat digodok. "Kracak-kracak-kracak!" Akhirnya diadopsi jadi nama. Kraca. Keraca. Baru tahu "tutut" malah sejak 2010an 😅.
Indonesia
1
0
0
35
Ari Keling
Ari Keling@AriKeling·
@opiloph Oh Cirebon, ya. Aku baru tau ada yang nyebut keraca. 😁👍
Indonesia
1
0
0
20
Ari Keling
Ari Keling@AriKeling·
Selamat pagi, Kawan-Kawan. Di tempat kalian ini namanya apa? Ada yang suka?
Ari Keling tweet media
Indonesia
20
0
8
277
Rafael Yanuar
Rafael Yanuar@opiloph·
@AriKeling Cirebon, Kak. Sebutannya keraca & tutut, tapi karena yang jawab tutut sudah banyak, saya pilih keraca saja 😅.
Indonesia
1
0
0
82
Arcana lagi Open Order | Asta Ebrahim
barusan lihat ada yang qrt kurleb katanya gini: "SpongeBob was literally created by a Marine Biologist" dan faktanya, benar. creatornya Spongebob, Stephen Hillenburg, adalah seorang ahli biologi laut sebelum menjadi animator. dulunya Hillenburg lulus dari Humboldt State University dengan gelar di bidang perencanaan sumber daya laut pada tahun 1984, terus dia langsung mengajar biologi laut di Ocean Institute di Dana Point, California selama tiga tahun. nah di Dana Point itulah Spongebob lahir. selama mengajar, Hillenburg bikin komik edukasi berjudul "The Intertidal Zone" untuk ngedukasiin ke muridnya soal kehidupan kolam pasang surut. nah, karakter di komik itu bernama Bob the Sponge, dan banyak karakter lain yang kemudian kita berevolusi jadi tokoh animasi di Spongebob yang kita kenal sekarang. makanya beberapa karakter itu punya kepribadian yang sesuai banget dengan dunia asli. misal kek patrick, dia tu memang bodo secara biologis. karena di dunia nyata bintang laut gapunya otak, sistem sarafnya juga sederhana banget. dan masih banyak fakta laut lainnya yang Hillenburg terjemahkan di animasi spongebob 🌊❤️
moose 🐦‍🔥@usermooseontwt

bro there is no way scallops actually swim like that

Indonesia
38
1.4K
8.5K
307.1K
Rafael Yanuar retweetledi
Wicaksono Management LC
Wicaksono Management LC@bigdigjohnny·
Buat yang MALAS MEMBACA tapi BUKAN PARJO PARCOK. Saya bantu translasi article the Economist biar ga IKUTAN DUNGU teriak antek asing dan "semua akan hilang ketika IHSG bullish": "Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, pernah menyaksikan negaranya hancur sebelumnya. Itu terjadi pada tahun 1998, saat krisis keuangan Asia. Kala itu, runtuhnya ekonomi memicu protes massa dan tumbangnya bapak mertua Pak Prabowo, Suharto, seorang diktator yang terkenal korup. Peristiwa itu juga melemparkan Pak Prabowo, yang sempat berharap bisa menggantikan Suharto, ke dalam pengasingan politik. Butuh waktu seperempat abad baginya untuk merangkak kembali, hingga akhirnya berhasil meraih kursi nomor satu pada tahun 2024. Jadi, Anda mungkin berpikir dia akan sangat berhati-hati terhadap krisis fiskal lainnya: Anda salah. Pemimpin negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia ini telah memusatkan kekuasaan dan mengelilingi dirinya dengan sekelompok penjilat. Dia mendepak menteri keuangan yang dihormati dan menggantinya dengan Purbaya Yudhi Sadewa, yang pernah menyebut IMF "bodoh" dan mengatakan kepada The Economist pada bulan April bahwa presiden tidak perlu khawatir tentang "perkembangan ekonomi global [atau] harga minyak dunia". Para pelaku bisnis di Indonesia takut untuk bersuara, mungkin karena Pak Prabowo adalah mantan jenderal antikritik dengan rekam jejak hak asasi manusia yang dipertanyakan, atau mungkin karena belakangan ini dia kerap mengintimidasi bisnis-bisnis besar. Pak Prabowo tampaknya mengisolasi diri dari kenyataan. Jadi, dia mungkin tidak akan mendengarkan nasihat yang masuk akal. Namun, inilah beberapa masukan untuknya. Proyek-proyek kesayangannya tidak terjangkau. Sebelum perang Iran, menghabiskan proyeksi 10% dari anggaran hanya untuk dua proyek saja—makan siang gratis di sekolah dan jaringan 80.000 koperasi desa—hanya sekadar pemborosan. Sekarang, krisis energi telah menghapus semua ruang untuk melakukan kesalahan. Pak Prabowo harus mengubah arah atau menghadapi risiko krisis. Dia harus memotong pengeluaran untuk proyek-proyek kesayangannya, atau memangkas subsidi bahan bakar fosil Indonesia yang sangat besar, atau melanggar undang-undang yang membatasi defisit anggaran sebesar 3% dari PDB. Setiap pilihan memiliki risiko. Memangkas proyek mubazirnya akan membuatnya tampak lemah. Membiarkan harga energi naik akan mengundang kerusuhan. Jadi, Pak Prabowo mungkin akan mengambil jalan ketiga: membiarkan defisit menembus batas hukumnya. Itu akan menjadi sebuah kesalahan. Memang benar, batas 3% adalah angka sewenang-wenang yang disalin-tempel dari Perjanjian Maastricht Eropa. Namun sejak krisis 1998, angka itu telah menjadi sinyal bahwa pemerintah Indonesia serius menjaga disiplin fiskal. Sekarang para investor mulai cemas. Pembayaran bunga sebagai bagian dari pendapatan pemerintah melonjak tajam. Lembaga pemeringkat kredit sedang bersiap untuk menurunkan peringkat. Di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, modal asing senilai $6 miliar telah keluar dan rupiah telah melemah sebesar 11% terhadap dolar ke rekor terendah. Menjebol batas anggaran akan mendorong biaya pinjaman menjadi lebih tinggi. Bahkan saat dia membuat ekonomi menjadi lebih genting, Pak Prabowo juga mengikis demokrasi Indonesia. Oposisi legislatif hampir sepenuhnya dilumpuhkan, dan proposal untuk mengakhiri pemilihan langsung gubernur provinsi bukan merupakan pertanda baik. Masyarakat sipil diintimidasi. Ruang untuk berbeda pendapat sangat sedikit, dan jika ada, minim pergulatan kreatif antar-gagasan yang saling bersaing. Terlalu banyak hal yang bergantung pada naluri seorang mantan tentara tunggal yang mendapat saran buruk. Dia perlu mendengar kebenaran yang pahit. Ya, bahan bakar murah memang populer. Namun hal itu mendorong konsumsi di tengah situasi kelangkaan. Ya, orang-orang menyukai makan siang gratis di sekolah. Namun memberikannya kepada semua orang adalah pemborosan. Lebih bijaksana untuk fokus pada ibu hamil dan balita dari keluarga miskin, yang membutuhkan nutrisi lebih baik guna mencegah stunting (tengkes). Ya, petani Indonesia kerap diperas oleh tengkulak saat membeli pupuk. Namun ada cara yang lebih murah untuk mengatasi hal ini ketimbang membangun 80.000 koperasi desa, yang kemungkinan besar justru rentan korupsi. Dan ya, batas defisit 3% bisa saja dinaikkan suatu hari nanti. Namun pertama-tama, Pak Prabowo harus meyakinkan pasar bahwa keuangan Indonesia berada di tangan yang aman. Persimpangan jalan baru Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam seperempat abad terakhir. Di bawah serangkaian pemerintahan yang cukup pragmatis, pendapatan per kapita telah meningkat lebih dari dua kali lapor dan demokrasi mulai berakar. Pak Prabowo bukanlah penguasa kleptokratis seperti mendiang bapak mertuanya, tetapi dia sedang mengikis kemajuan yang telah dicapai negaranya sejak masa-masa kelam dulu. Presiden harus berhenti mencoba membungkam oposisi di legislatif, media, dan masyarakat sipil. Perbedaan pendapat yang tidak menemukan saluran dalam politik akan tumpah ke jalanan, seperti yang terjadi dalam kerusuhan tahun lalu. Bersikeras bahwa oposisi harus "sopan" adalah resep yang suatu hari nanti justru bisa mengubahnya menjadi kekerasan. Masih ada harapan. Pak Prabowo peduli dengan warisan kepemimpinannya. Jadi, dia perlu menyadari bahwa negara kepulauan yang sangat besar, luas, dan multi-etnis seperti Indonesia tidak bisa begitu saja diberi perintah layaknya sebuah unit tentara. Indonesia membutuhkan seorang panglima tertinggi yang mendengarkan banyak suara, bukan yang mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang hanya bisa berkata "ya""
The Economist@TheEconomist

Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths econ.st/3RE0Fum Photo: Getty Images

Indonesia
164
19.8K
43.3K
1.2M
Rafael Yanuar
Rafael Yanuar@opiloph·
Selamat pagi. Selamat membaca.
Rafael Yanuar tweet media
Indonesia
1
1
18
472
Rafael Yanuar
Rafael Yanuar@opiloph·
"Catatan Pinggir 1–3" karya Goenawan Mohamad. Kondisi Caping 1 tidak sebaik 2 & 3. Mengenai penerbit, tahun terbit, dan lain-lain, silakan lihat halaman kolofon pada foto berikut. Harga untuk sepaket (tiga buku). 350K Marketplace: 450K
Rafael Yanuar tweet mediaRafael Yanuar tweet mediaRafael Yanuar tweet mediaRafael Yanuar tweet media
Indonesia
0
0
0
78
Rafael Yanuar
Rafael Yanuar@opiloph·
Danarto "Godlob" Penerbit Mahatari, Cetakan II, April 2004; ix+224 halaman Bekas. Original. Ada noda air, konsisten hingga halaman belakang; kertas keriting, tapi tidak mengganggu teks. Halaman lengkap. 65K Marketplace: 90K
Rafael Yanuar tweet mediaRafael Yanuar tweet mediaRafael Yanuar tweet mediaRafael Yanuar tweet media
Indonesia
0
0
0
75
Rafael Yanuar
Rafael Yanuar@opiloph·
@baracoedaz Sekarang kalau mau puisi-puisian di Twitter rasanya malah canggung, ahaha. Saya juga kemarin sempat absen lama, Mas, tapi aktif lagi sambil bawa dondangan.
Indonesia
1
0
0
18
Andi
Andi@baracoedaz·
@opiloph Hope everything goes your way soon, Bang! 😀 Ayo puisi-puisian lagi. Saya juga mulai bangun tidur lagi setelah bertahun-tahun, meski tidak di Twitter. Hahaha.
Indonesia
1
0
0
24
Rafael Yanuar
Rafael Yanuar@opiloph·
Barangkali ada yang berminat, silakan dilihat-lihat. Terima kasih 😊.
Rafael Yanuar tweet media
Indonesia
12
16
68
2.7K