Sabitlenmiş Tweet
y = An⋅t0
21.5K posts

y = An⋅t0
@oppenheikramer
we're onto something beautiful
woyhen way Katılım Ekim 2021
222 Takip Edilen113 Takipçiler
y = An⋅t0 retweetledi

Apparently it’s backward and uncivilised when Muslim women say this
Giga Based Dad@GigaBasedDad
Ladies, this is the way
English
y = An⋅t0 retweetledi

Something is seriously wrong at Arsenal. There are clear technical and tactical issues, and the players are trying to compensate for them with hard physical and mental labour — excessive running, intensity, passion, even shouting.
At this stage of the season, when fatigue has already set in after putting their bodies on the line all year, they should simply be playing football. Instead, they’re using hard labour to cover up the poor football on display from a tactical and technical level, and that’s exactly why they now look physically and mentally exhausted.
Meanwhile, Man City players aren’t relying on heavy physical or mental labour, they’re just playing football within a system that works. That’s why they look fresh, even in the middle of a title race that could come down to goal difference.

English
y = An⋅t0 retweetledi
y = An⋅t0 retweetledi
y = An⋅t0 retweetledi
y = An⋅t0 retweetledi

Guys, ada dokumen yang beredar dari SD Negeri Dawung 1, Jenar, Sragen dan menurut gue ini adalah salah satu hal paling mengejutkan yang pernah muncul dari ekosistem MBG.
Ini adalah surat pernyataan persetujuan orang tua untuk program MBG.
Dan ada satu klausul di dalamnya yang menurut gue perlu dibaca berulang kali sampai benar-benar dipahami implikasinya:
Apabila dikemudian hari terjadi hal yang tidak diinginkan, saya menyetujui bahwa penyelesaian masalah akan dilakukan secara musyawarah kekeluargaan dengan pihak penyelenggara tidak menyalahkan salah satu pihak maupun lainnya."
Dalam bahasa hukum yang sederhana:
Dengan menandatangani surat ini orang tua secara tertulis melepaskan hak mereka untuk menuntut pihak penyelenggara kalau anak mereka keracunan atau mengalami hal yang tidak diinginkan akibat program MBG.
Tidak boleh menyalahkan siapapun.
Diselesaikan secara kekeluargaan.
Tidak ada jalur hukum.
Dan ini yang paling mengerikan dari seluruh situasi:
33.000 anak sudah terdampak keracunan MBG hanya dalam April 2026.
BPOM tidak punya anggaran sampling untuk memastikan makanan aman.
1.700 SPPG sudah di-suspend karena ketahuan mengakali porsi makanan.
Dan di tengah semua itu orang tua diminta menandatangani surat yang isinya:
kalau anakmu kenapa-kenapa,
jangan tuntut siapapun.
Secara hukum ini adalah klausul yang sangat bermasalah:
Hak atas keselamatan dan kesehatan adalah hak asasi yang dilindungi konstitusi.
Pasal 28H UUD 1945 menjamin setiap orang berhak hidup sejahtera dan mendapat pelayanan kesehatan.
Hak atas ganti rugi kalau terjadi kerugian akibat kelalaian pihak lain itu adalah hak hukum dasar yang diatur dalam KUHPerdata.
Klausul dalam surat ini pada dasarnya meminta orang tua untuk melepaskan hak konstitusional dan hak hukum perdata mereka dalam sebuah dokumen yang ditandatangani atas nama program pemerintah.
Dalam konteks hukum perlindungan konsumen klausul yang membebaskan satu pihak dari tanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan kepada pihak lain tidak sah secara hukum.
UU Perlindungan Konsumen Pasal 18 secara eksplisit melarang pelaku usaha mencantumkan klausul baku yang menyatakan pengalihan tanggung jawab seperti ini.
Siapa yang menyusun surat ini dan mengapa itu penting:
Surat ini dikeluarkan atas nama SPPG Yayasan Djumbir Mulia Abadi dan Dapur SPPG Sragen Jenar Milale 02 bukan atas nama BGN atau pemerintah secara langsung.
Artinya ini adalah inisiatif dari pengelola SPPG bukan kebijakan resmi BGN yang bisa dikonfirmasi.
Tapi pertanyaannya: kenapa pengelola SPPG merasa perlu membuat klausul seperti ini?
Jawabannya cukup jelas:
karena mereka tahu risiko keracunan itu nyata.
Dan mereka ingin melindungi diri dari tuntutan hukum sebelum tuntutan itu datang.
Dan ini yang paling menyakitkan:
Orang tua di Sragen yang anaknya ikut MBG kemungkinan besar tidak membaca klausul ini dengan teliti.
Mereka percaya ini adalah program pemerintah yang sudah dipikirkan dengan matang.
Mereka menandatangani surat itu karena ingin anaknya dapat makanan bergizi gratis.
Mereka tidak tahu bahwa dengan tanda tangan itu kalau anak mereka keracunan mereka sudah setuju untuk tidak boleh menuntut siapapun.
Ini bukan informed consent yang jujur.
Ini adalah pengalihan tanggung jawab yang dikemas dalam bahasa formalitas administratif yang ditujukan kepada orang-orang yang mungkin tidak punya akses ke bantuan hukum untuk memahami implikasinya.
Yang harus terjadi sekarang:
Satu — BGN harus segera klarifikasi apakah surat pernyataan seperti ini diizinkan atau bahkan diinstruksikan kepada SPPG.
Kalau tidak diinstruksikan ini harus dihentikan dan SPPG yang mengedarkannya harus dievaluasi.
Dua — Kemenkumham dan OJK perlu mengevaluasi apakah klausul seperti ini melanggar UU Perlindungan Konsumen dan hak-hak konstitusional warga negara.
Tiga — Orang tua yang sudah menandatangani perlu tahu bahwa klausul seperti ini kemungkinan besar tidak memiliki kekuatan hukum yang sah dan hak mereka untuk menuntut kalau terjadi keracunan tetap ada berdasarkan hukum yang berlaku.
Empat — KPK dan Kejaksaan perlu memeriksa apakah praktik seperti ini ada di SPPG lain dan apakah ini adalah upaya terkoordinasi untuk melindungi pengelola dari akuntabilitas hukum.
Program yang mengklaim tujuannya adalah kesehatan dan kecerdasan anak bangsa ternyata di lapangan ada pengelolanya yang meminta orang tua menandatangani surat: kalau anakmu kenapa-kenapa, jangan tuntut kami.
Di saat 33.000 anak sudah keracunan.
Di saat 1.700 SPPG ketahuan curang.
Di saat BPOM tidak punya anggaran sampling.
Dan orang tua di Sragen menandatanganinya karena mereka percaya ini adalah program pemerintah yang aman untuk anak-anak mereka.
Kepercayaan itu seharusnya dijaga bukan dimanfaatkan untuk melindungi pengelola dari konsekuensi kelalaian mereka sendiri.
⚠️ Disclaimer: Berdasarkan dokumen surat pernyataan yang beredar publik dari SD Negeri Dawung 1 Sragen. Analisis hukum berdasarkan UU Perlindungan Konsumen dan UUD 1945. Ini analisis berbasis fakta publik bukan tuduhan hukum kepada pihak manapun. Orang tua yang sudah menandatangani disarankan berkonsultasi dengan lembaga bantuan hukum untuk memahami hak-hak mereka.

Indonesia
y = An⋅t0 retweetledi
y = An⋅t0 retweetledi

Tenaga kerja tidak terserap:
• Buka lapangan pekerjaan ❌️
• Tutup prodi ✔️
Mengatasi keracunan MBG:
• Perbaiki higienitas ❌️
• Ganti istilahnya ✔️
Defisit BPJS:
• Perkuat preventi promotif ❌️
• Angkat selebriti jadi Duta ✔️
Ajaib memang yah 😌
tempo.co@tempodotco
JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri
Indonesia
y = An⋅t0 retweetledi

Kalo prodi ini relevan sama kebutuhan industri ga?
1. Prodi Strategi Perang Semesta
2. Prodi Peperangan Asimetris
3. Prodi Diplomasi Pertahanan
4. Prodi Strategi Pertahanan Laut
5. Prodi Manajemen Pertahanan
6. Prodi Ekonomi Pertahanan
7. Prodi Magister Keamanan Maritim
8. Prodi Damai dan Resolusi Konflik
9. Prodi Hukum Keadaan Darurat
10. Prodi Industri Pertahanan
11. Prodi Teknologi Persenjataan
12. Prodi Magister Teknologi Daya Gerak
13. Prodi Magister Terapan Rekayasa Pertahanan Siber
ayo dong ditutup, berani ga?🤫
tempo.co@tempodotco
JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri
Indonesia
y = An⋅t0 retweetledi

prodi ilmu murni, tutup semua saja. ndak relevan itu dengan industri.
ttd
cah fisika murni
tempo.co@tempodotco
JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri
Indonesia
y = An⋅t0 retweetledi

Runnning too hard instead of letting the ball do the work. Bad coaching
.@APresserV2
Look at our boys at FT...they gave EVERYTHING 👏🏻 📸 @thegunnergurl
English

Lah, ni orang kok masih main di U21
Arsenal Academy@ArsenalAcademy
Goal for Manchester City - scored by Sverre Nypan. 🔵 2 - 1 🔴 (61') #AFCU21 | #PL2
Indonesia
y = An⋅t0 retweetledi
y = An⋅t0 retweetledi
y = An⋅t0 retweetledi

Odegaard vs Newcastle 1st Half:
0 Shots
0 Dribbles
0 Crosses
0 Long Balls
0 Tackles
0 Interceptions
0 Clearances
0 Ground Duels Won
0 Aerial Duels Won
0 Fouls Committed
0.09 xA
James.@afcjxmes
I don’t understand how people can’t see what Ødegaard brings to this team.
English
y = An⋅t0 retweetledi

@IDGoonerscom Suruh siapa mogok latihan demi bisa pindah klub
Indonesia














