Obed R.W. Nadeak 🇲🇨

33.3K posts

Obed R.W. Nadeak 🇲🇨 banner
Obed R.W. Nadeak 🇲🇨

Obed R.W. Nadeak 🇲🇨

@orw7

Pancasila, NKRI, dan Merah Putih sudah final. Radikalisme, intoleransi, separatisme, dan terorisme keluar dari negeri ini! 🏸🇮🇩🏆🥇🏸

Toba Samosir, Sumatera Utara Katılım Kasım 2011
13.1K Takip Edilen13.4K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Obed R.W. Nadeak 🇲🇨
Teman kirim foto dari dalam @PT_Transjakarta arah Tg. Priok ke Cawang, macet gak gerak di depan MOI, penumpang lesehan didalam bus, kelelahan.
Obed R.W. Nadeak 🇲🇨 tweet media
Indonesia
135
514
2K
0
Obed R.W. Nadeak 🇲🇨
@dwioktariyadi Nama Juanda itu diberikan TNI AL (ALRI) kepada Perdana Menteri Juanda yang memperjuangkan secara politik Bandara tsb bagi Angkatan Laut (Navy Air Base) CMIIW
Indonesia
1
1
10
1.8K
DwiOktariyadi
DwiOktariyadi@dwioktariyadi·
Bandara Juanda itu aset TNI AL yg dipinjam Angkasa Pura (In Journey) ya wajar pengamanan oleh SF nya TNI AL seperti Kopaska. CMIIW
DwiOktariyadi tweet media
Manda Pr@TosManda

@LembagaKERIS Kopaska di bandara? Wkwkwkwkwk Apa guna kopasgat/paskhas? Wkwkwkwk

Indonesia
5
36
363
32.6K
Obed R.W. Nadeak 🇲🇨 retweetledi
Kompas.com
Kompas.com@kompascom·
Perjuangan Guru di Jombang Tetap Mengajar meski Saraf Kejepit: Minta Turun Pangkat, Kini Dipecat dlvr.it/TSJzrV
Kompas.com tweet media
Indonesia
13
107
218
7.6K
Obed R.W. Nadeak 🇲🇨 retweetledi
Adil_Lase
Adil_Lase@Lase32029·
O oh kamu ketahuan pungggli lagi😁🤣🤣🤣
Indonesia
16
156
579
14.1K
Obed R.W. Nadeak 🇲🇨 retweetledi
Catholic 𐕣
Catholic 𐕣@myshawti·
Tumbal Tragedi Bintaro 1987: Kisah Pilu Masinis Slamet Suradio yang Terbuang dan Menanti Keadilan JAKARTA — Tragedi Bintaro yang terjadi pada 19 Oktober 1987 masih menyisakan luka mendalam dalam sejarah perkeretaapian Indonesia. Insiden maut yang merenggut 139 nyawa dan melukai 254 orang tersebut selalu dikenang sebagai bencana kelam. Namun, di balik puing-puing besi lokomotif yang hancur, ada satu kepingan sejarah yang hingga kini dibiarkan usang dimakan waktu: kisah pilu Slamet Suradio, sang masinis KA-225 yang dituduh sebagai tersangka utama. Selama puluhan tahun, publik disuguhi narasi bahwa Slamet adalah pihak yang paling bersalah. Namun, benarkah demikian? Kesalahan Komunikasi dan Surat PTP yang Diabaikan Hari itu, Slamet Suradio dituduh memberangkatkan kereta api tanpa seizin petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA). Narasi ini menyudutkannya seolah ia bertindak ceroboh dan melanggar aturan. Faktanya, sebelum lokomotifnya melaju, Slamet telah mengantongi surat Pemindahan Tempat Persilangan (PTP). Dalam dunia perkeretaapian, surat tersebut adalah nyawa dan perintah; surat itu adalah izin resmi bahwa keretanya sah untuk diberangkatkan. Celakanya, terjadi kesalahan komunikasi fatal antara petugas PPKA Stasiun Sudimara dengan Stasiun Kebayoran. Kesalahan sistemik inilah yang pada akhirnya menempatkan dua kereta baja melaju di satu jalur yang sama, berujung pada tabrakan hebat yang tak terhindarkan. Sepanjang perjalanan maut itu, Slamet mengaku tidak melihat satu pun rambu-rambu darurat yang mengisyaratkan perintah untuk menghentikan kereta. Bertahan di Balik Kemudi: Mematahkan Stigma "Pengecut" Selain dituduh berangkat tanpa izin, Slamet juga harus memikul fitnah keji bahwa ia melompat keluar dari lokomotif sesaat sebelum tabrakan terjadi demi menyelamatkan diri. Kenyataan di lapangan berbanding terbalik. Ketika jarak antara dua kereta sudah terlalu dekat, asisten masinis-lah yang melompat keluar. Sementara itu, Slamet Suradio memilih bertahan di dalam kabin lokomotif. Ia mengerahkan seluruh tenaganya untuk menarik tuas rem darurat hingga tangannya tak lagi sanggup bertahan. Saat benturan keras terjadi, tubuhnya terpental ke lantai lokomotif. Hantaman itu membuat tulang pinggulnya retak dan matanya terluka akibat pecahan kaca yang berserakan. Dalam kondisi kritis, berlumuran darah, dan menahan sakit yang luar biasa, ingatannya hanya tertuju pada satu hal: bukti kebenarannya. Ia meminta tolong kepada seseorang untuk memfotokopi surat PTP yang masih ada di dalam kantong seragamnya sebanyak mungkin. Di atas surat itu, bercak darah Slamet ikut tertoreh, menjadi saksi bisu tragedi tersebut. Ketidakadilan di Meja Hijau Namun, segala bukti dan pembelaan Slamet seolah menguap begitu saja di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Fotokopi surat PTP yang telah ia perjuangkan tak berarti apa-apa di hadapan majelis hakim. Pengabdiannya selama 23 tahun sebagai masinis runtuh seketika. Ia divonis sebagai terpidana. Tidak hanya itu, ada rentetan ketidakadilan lain yang menimpanya. Ia mengaku kerap dipaksa menandatangani dokumen-dokumen tak jelas asal-usulnya oleh oknum tertentu. Puncaknya, ia dipecat dari pekerjaannya sebagai masinis tanpa diberikan pesangon sepeser pun. Pengkhianatan dan Bertahan Hidup dari Sebatang Rokok Kehancuran karier dan kebebasannya ternyata bukan satu-satunya cobaan. Di saat ia sangat membutuhkan dukungan moral, sang istri justru menggugat cerai dan memilih menikah dengan pria lain, meninggalkan Slamet sendiri meratapi nasibnya. Kini, masa kejayaan sang masinis telah lama redup. Pria renta itu kini harus mengais rezeki dengan berjualan rokok eceran. Setiap hari, ia harus menempuh jarak sekitar 15 kilometer dari tempat asalnya untuk berdagang. Hidupnya jauh dari kata layak. Pernah suatu ketika, ia tidak bisa pulang ke rumah selama dua bulan penuh karena sama sekali tidak memiliki ongkos. Untuk merebahkan tubuh rentanya, ia menjadikan musala sebagai tempat bernaung sehari-hari.
Indonesia
59
1.4K
2.9K
85.6K
Obed R.W. Nadeak 🇲🇨 retweetledi
☠️ Specter ☠️
☠️ Specter ☠️@kamto_adi·
Tadi siang, mobil di depan saya ini kalau ngerem, selain lampu rem standart warna merah menyala, ada tambahan lampu strobo warna putih ngeclap-ngeclap menyilaukan karena arahnya ke belakang atas. Saya ga bisa bayangkan kondisinya saat malam hari, pasti bisa bikin buta sesaat pengendara di belakangnya. Sengaja saya posting supaya pengendara lain di Area Pontianak berhati-hati. Kadang kita sudah aware dan berusaha mematuhi aturan, tapi masih ada aja pengendara norak seperti ini yang berpotensi membahayakan.
☠️ Specter ☠️ tweet media
Indonesia
45
85
291
39.5K
Obed R.W. Nadeak 🇲🇨 retweetledi
kumifigo
kumifigo@kumifigo·
Udah gak aman banget yah tinggal di negara sendiri. Momen sejumlah orang mengaku dari anggota Polsek Grogol Petamburan mencegat sebuah mobil dengan dugaan transaksi narkoba. Namun setelah pengemudi menghubungi kenalan polisi, tak lama orang tsb pun pergi meninggalkan mobil tsb.
Indonesia
6
37
146
6.2K