(p) c

6K posts

(p) c banner
(p) c

(p) c

@pctrl_

@baakingsodaa ❤️

Katılım Mart 2023
1.3K Takip Edilen1K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
(p) c
(p) c@pctrl_·
I love my gf so much ❤️❤️❤️🥺🥺🥺
English
1
0
7
4.7K
(p) c retweetledi
Naa ఇ 👼🏻🍯
Naa ఇ 👼🏻🍯@pocahoshi·
buat temen temen di sini yang masih sekolah dan punya cita cita jadi dokter GAUSAH. PLIS JAUH JAUH MUMPUNG BELUM NYEMPLUNG. kalian gapunya proteksi apa apa. ini ada dokter internship yang meninggal, bukannya evaluasi peraturan tp malah nyalahin almarhumah selamatkan diri kalian
Base Anak FK | Cek Pinned buat kirim Menfess! 📍@BaseAnakFK

dok alm. dr. Myta padahal sudah jalan internship 8 bulan tapi DIFITNAH dan dibilang “harusnya tidak lolos screening” masa inkubasi TB itu 2 bulan, berarti dr. Myta kena saat jalannya internship tapi beliau jelas gak tahu karena bukan kompetensinya.

Indonesia
22
525
1.7K
58.5K
(p) c
(p) c@pctrl_·
Im sorryy sayang :”((
Filipino
0
0
0
84
(p) c retweetledi
Valtoré⚕️
Valtoré⚕️@Valtorewrites·
Irony is depressed medical students memorising antidepressants
English
12
361
2.3K
31.3K
(p) c retweetledi
Heisenberg ⚕️
The Hippocratic Oath says "DO NO HARM." But working 72-hour shifts causes harm. Underfunded hospitals cause harm. Unpaid salaries cause harm. Where is the oath that protects the doctor?
English
21
2K
4.4K
67.5K
(p) c retweetledi
Heisenberg ⚕️
"Healthcare workers are heroes." We don't want to be heroes. We want electricity. Working equipment. Salary paid on time. We want a system that doesn't send us to die quietly in a call room.
English
12
1.1K
2.5K
31.5K
(p) c retweetledi
Base Anak FK | Cek Pinned buat kirim Menfess! 📍
Semoga ada hasil nyata ya dok dari hasil advokasi ini. Jujur sedih... harus ada yg meninggal dulu ya baru kepikiran untuk advokasi? Selama 10 tahun bbh 3 juta gak pernah naik & izin sakit setahun cuma boleh 4x, jadi selama 10 tahun itu pada tutup mata kah? Ya Allah :")
Base Anak FK | Cek Pinned buat kirim Menfess! 📍 tweet media
Indonesia
29
396
1.3K
43.1K
(p) c retweetledi
HyL
HyL@itsurboihyl·
Mimpi basah gua malah Harusnya dokter, dokter gigi, dokter spesialis, dokter gigi spesialis, bidan, perawat, ahli gizi, dan semua nakes dan named itu harus berani mogok seminggu Biar ketampol semua Akar rumputnya ketampol, dan pemerintah ketampol
sigbovik jester@dynmcprogishard

@azharieazharou ga kebayang kalo yang mogok dokter

Indonesia
91
2K
11.9K
301.1K
(p) c
(p) c@pctrl_·
*masih tertegun mendapat px ini
Indonesia
0
0
0
57
(p) c
(p) c@pctrl_·
Seketika langsung mencocokkan teori dgn klinis px
Indonesia
1
0
0
89
(p) c
(p) c@pctrl_·
Kacaw baru kali ini nemu fenomena lucio + susp dapson hipersensitivity 😳😳😳😳😳😳😳😳😳😳😳😳😳
Indonesia
1
0
2
192
(p) c retweetledi
clairé
clairé@hopeandtears·
Gw iship pas stase RS konsul ke psikiater, pdhl udh dikasih surat resmi dari psikiater harus istirahat total, ga acc dan masih harus jaga Mau ga mau ya jaga sambil minum obat anti depresan, tiap hari jaga selamatin nyawa org tapi ide bundir setiap detik bermunculan di kepala gw
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ada kabar duka yang sangat berat hari ini dan di baliknya ada cerita yang menurut gue harus diketahui semua orang. dr. Myta Aprilia Azmi meninggal dunia pada 1 Mei 2026 dokter internship di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal. Tapi sebelum dia meninggal ada surat resmi dari IKA FK Unsri yang mengungkap fakta-fakta yang sangat mengkhawatirkan tentang apa yang sebenarnya terjadi. Ini bukan sekadar dokter yang sakit lalu meninggal: Berdasarkan investigasi internal dan kronologi tertulis yang dikumpulkan IKA FK Unsri ada empat temuan yang menurut gue perlu lo baca dengan sangat serius. Pertama — beban kerja yang tidak manusiawi. Dr. Myta menjalani tiga bulan tanpa libur di bangsal dan IGD. Tiga bulan. Tanpa libur. Dan selama itu dia bekerja tanpa supervisi dokter definitif melanggar aturan Kemenkes yang jelas menyatakan dokter internship statusnya dokter magang, bukan pekerja tetap rumah sakit. Kedua — kelalaian medik yang sangat mengkhawatirkan. Dr. Myta sudah melaporkan gejala sakit sejak Maret 2026. Tapi dia tetap dipaksa menjalani jadwal jaga malam dalam kondisi sesak napas berat dan demam tinggi. Yang paling mengejutkan: saturasi oksigennya sudah menyentuh 80% sebelum akhirnya mendapat penanganan yang layak. Saturasi 80% itu bukan kondisi ringan. Itu kondisi darurat yang seharusnya langsung ditangani. Ketiga — dugaan malapraktik administratif. Obat Sulbacef kosong di rumah sakit. Dan pasien yang merupakan tenaga kesehatan di wahana tersebut yaitu dr. Myta sendiri diminta mencari obat sendiri di luar. Dokter yang sakit disuruh cari obatnya sendiri. Keempat — tindakan intimidasi dan upaya penutupan informasi. Ada arahan dari oknum pembimbing untuk merahasiakan kondisi dr. Myta agar tidak terjadi prolong atau perpanjangan masa internsip. Dan ada narasi gaslighting yang menyerang para dokter internship ketika mereka menyuarakan hak dasar kesehatan mereka dengan sebutan "generasi Z lembek." Ini bukan kasus individual. Ini adalah cerminan sistem: Yang membuat kasus ini lebih dari sekadar tragedi personal adalah konteksnya yang sangat sistemik. Dokter internship di Indonesia berstatus dokter magang bukan pegawai tetap. Tapi dalam praktiknya mereka diperlakukan seperti tenaga kerja penuh tanpa perlindungan yang memadai. Tidak ada batasan jam kerja yang ditegakkan. Tidak ada supervisi yang dijamin. Tidak ada mekanisme yang melindungi mereka ketika mereka sakit dan membutuhkan istirahat. Dan ketika mereka berani bersuara mereka dibungkam dengan label "lembek." Dokter yang sesak napas dengan saturasi 80% dan demam tinggi tetap dipaksa jaga malam. Ini bukan tentang ketabahan atau dedikasi. Ini adalah eksploitasi yang berpotensi fatal. Dan terbukti fatal. IKA FK Unsri bergerak dan ini langkah konkret yang mereka tuntut: Surat resmi tertanggal 30 April 2026 dari Ketua Umum IKA FK Unsri, dr. H. Achmad Junaidi, Sp.S(K)., MARS., ditujukan langsung kepada Menteri Kesehatan RI. Isinya empat tuntutan. Audit menyeluruh terhadap RSUD K.H. Daud Arif sebagai wahana internship dan evaluasi kelayakan oknum pembimbing yang terlibat dalam kronologi ini. Perlindungan agar tidak ada sanksi administratif atau ancaman prolong terhadap dr. Myta dan rekan-rekan internship lain yang mengalami beban double job akibat kekosongan posisi. Somasi administratif kepada RSUD agar memberikan penjelasan resmi dan pertanggungjawaban atas pengabaian kondisi klinis dr. Myta sejak awal sakit. Dan tidak menutup kemungkinan langkah hukum jika ditemukan unsur pidana terkait kelalaian yang mengancam jiwa. Yang paling menohok dari seluruh cerita ini: Dr. Myta Aprilia Azmi sudah melewati bertahun-tahun kuliah kedokteran yang keras. Sudah melalui koas. Sudah lulus ujian. Sudah berhasil sampai di tahap internship tahap terakhir sebelum resmi menjadi dokter penuh. Dan di tahap itu dia jatuh sakit, melaporkan kondisinya, tidak didengar, tetap dipaksa bekerja, saturasi oksigennya jatuh ke 80%, dan akhirnya tidak sempat menikmati gelar dokter yang sudah dia perjuangkan bertahun-tahun. Sementara ada oknum pembimbing yang sibuk memikirkan bagaimana supaya kondisinya tidak menyebabkan prolong bukan bagaimana supaya dia bisa sembuh. Untuk semua dokter internship yang sedang membaca ini: Kalian bukan "generasi Z lembek." Kalian adalah manusia yang berhak atas jam kerja yang manusiawi, supervisi yang layak, dan penanganan medis ketika kalian sakit. Itu bukan privilege. Itu hak dasar. Dan untuk sistem yang selama ini menganggap dokter internship sebagai tenaga kerja murah tanpa perlindungan kasus dr. Myta harus menjadi titik balik. Bukan hanya menjadi trending topic sehari lalu dilupakan. Semoga dr. Myta Aprilia Azmi mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Dan semoga perjuangan ini tidak sia-sia. Al-Fatihah. cc: threads

Indonesia
38
421
2.6K
98K
(p) c
(p) c@pctrl_·
Sistem kerja iship ni diadopsi sm sistem koasku, ijin 3 hari udh langsung ngulang stase full 😇
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ada kabar duka yang sangat berat hari ini dan di baliknya ada cerita yang menurut gue harus diketahui semua orang. dr. Myta Aprilia Azmi meninggal dunia pada 1 Mei 2026 dokter internship di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal. Tapi sebelum dia meninggal ada surat resmi dari IKA FK Unsri yang mengungkap fakta-fakta yang sangat mengkhawatirkan tentang apa yang sebenarnya terjadi. Ini bukan sekadar dokter yang sakit lalu meninggal: Berdasarkan investigasi internal dan kronologi tertulis yang dikumpulkan IKA FK Unsri ada empat temuan yang menurut gue perlu lo baca dengan sangat serius. Pertama — beban kerja yang tidak manusiawi. Dr. Myta menjalani tiga bulan tanpa libur di bangsal dan IGD. Tiga bulan. Tanpa libur. Dan selama itu dia bekerja tanpa supervisi dokter definitif melanggar aturan Kemenkes yang jelas menyatakan dokter internship statusnya dokter magang, bukan pekerja tetap rumah sakit. Kedua — kelalaian medik yang sangat mengkhawatirkan. Dr. Myta sudah melaporkan gejala sakit sejak Maret 2026. Tapi dia tetap dipaksa menjalani jadwal jaga malam dalam kondisi sesak napas berat dan demam tinggi. Yang paling mengejutkan: saturasi oksigennya sudah menyentuh 80% sebelum akhirnya mendapat penanganan yang layak. Saturasi 80% itu bukan kondisi ringan. Itu kondisi darurat yang seharusnya langsung ditangani. Ketiga — dugaan malapraktik administratif. Obat Sulbacef kosong di rumah sakit. Dan pasien yang merupakan tenaga kesehatan di wahana tersebut yaitu dr. Myta sendiri diminta mencari obat sendiri di luar. Dokter yang sakit disuruh cari obatnya sendiri. Keempat — tindakan intimidasi dan upaya penutupan informasi. Ada arahan dari oknum pembimbing untuk merahasiakan kondisi dr. Myta agar tidak terjadi prolong atau perpanjangan masa internsip. Dan ada narasi gaslighting yang menyerang para dokter internship ketika mereka menyuarakan hak dasar kesehatan mereka dengan sebutan "generasi Z lembek." Ini bukan kasus individual. Ini adalah cerminan sistem: Yang membuat kasus ini lebih dari sekadar tragedi personal adalah konteksnya yang sangat sistemik. Dokter internship di Indonesia berstatus dokter magang bukan pegawai tetap. Tapi dalam praktiknya mereka diperlakukan seperti tenaga kerja penuh tanpa perlindungan yang memadai. Tidak ada batasan jam kerja yang ditegakkan. Tidak ada supervisi yang dijamin. Tidak ada mekanisme yang melindungi mereka ketika mereka sakit dan membutuhkan istirahat. Dan ketika mereka berani bersuara mereka dibungkam dengan label "lembek." Dokter yang sesak napas dengan saturasi 80% dan demam tinggi tetap dipaksa jaga malam. Ini bukan tentang ketabahan atau dedikasi. Ini adalah eksploitasi yang berpotensi fatal. Dan terbukti fatal. IKA FK Unsri bergerak dan ini langkah konkret yang mereka tuntut: Surat resmi tertanggal 30 April 2026 dari Ketua Umum IKA FK Unsri, dr. H. Achmad Junaidi, Sp.S(K)., MARS., ditujukan langsung kepada Menteri Kesehatan RI. Isinya empat tuntutan. Audit menyeluruh terhadap RSUD K.H. Daud Arif sebagai wahana internship dan evaluasi kelayakan oknum pembimbing yang terlibat dalam kronologi ini. Perlindungan agar tidak ada sanksi administratif atau ancaman prolong terhadap dr. Myta dan rekan-rekan internship lain yang mengalami beban double job akibat kekosongan posisi. Somasi administratif kepada RSUD agar memberikan penjelasan resmi dan pertanggungjawaban atas pengabaian kondisi klinis dr. Myta sejak awal sakit. Dan tidak menutup kemungkinan langkah hukum jika ditemukan unsur pidana terkait kelalaian yang mengancam jiwa. Yang paling menohok dari seluruh cerita ini: Dr. Myta Aprilia Azmi sudah melewati bertahun-tahun kuliah kedokteran yang keras. Sudah melalui koas. Sudah lulus ujian. Sudah berhasil sampai di tahap internship tahap terakhir sebelum resmi menjadi dokter penuh. Dan di tahap itu dia jatuh sakit, melaporkan kondisinya, tidak didengar, tetap dipaksa bekerja, saturasi oksigennya jatuh ke 80%, dan akhirnya tidak sempat menikmati gelar dokter yang sudah dia perjuangkan bertahun-tahun. Sementara ada oknum pembimbing yang sibuk memikirkan bagaimana supaya kondisinya tidak menyebabkan prolong bukan bagaimana supaya dia bisa sembuh. Untuk semua dokter internship yang sedang membaca ini: Kalian bukan "generasi Z lembek." Kalian adalah manusia yang berhak atas jam kerja yang manusiawi, supervisi yang layak, dan penanganan medis ketika kalian sakit. Itu bukan privilege. Itu hak dasar. Dan untuk sistem yang selama ini menganggap dokter internship sebagai tenaga kerja murah tanpa perlindungan kasus dr. Myta harus menjadi titik balik. Bukan hanya menjadi trending topic sehari lalu dilupakan. Semoga dr. Myta Aprilia Azmi mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Dan semoga perjuangan ini tidak sia-sia. Al-Fatihah. cc: threads

Indonesia
1
0
1
144
(p) c retweetledi
🍉
🍉@txtdarijasputih·
Semoga TS segera mendapatkan kesembuhan. Doa yang terbaik dari kami. Masalah jam kerja ini betul betul mengkhwatirkan. Sudah kami peringatkan ya @KemenkesRI. Mana janji regulasi jam kerjanya? Omon omon sekali.
🍉 tweet media
Indonesia
37
968
2.3K
152.1K
(p) c retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada kabar duka yang sangat berat hari ini dan di baliknya ada cerita yang menurut gue harus diketahui semua orang. dr. Myta Aprilia Azmi meninggal dunia pada 1 Mei 2026 dokter internship di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal. Tapi sebelum dia meninggal ada surat resmi dari IKA FK Unsri yang mengungkap fakta-fakta yang sangat mengkhawatirkan tentang apa yang sebenarnya terjadi. Ini bukan sekadar dokter yang sakit lalu meninggal: Berdasarkan investigasi internal dan kronologi tertulis yang dikumpulkan IKA FK Unsri ada empat temuan yang menurut gue perlu lo baca dengan sangat serius. Pertama — beban kerja yang tidak manusiawi. Dr. Myta menjalani tiga bulan tanpa libur di bangsal dan IGD. Tiga bulan. Tanpa libur. Dan selama itu dia bekerja tanpa supervisi dokter definitif melanggar aturan Kemenkes yang jelas menyatakan dokter internship statusnya dokter magang, bukan pekerja tetap rumah sakit. Kedua — kelalaian medik yang sangat mengkhawatirkan. Dr. Myta sudah melaporkan gejala sakit sejak Maret 2026. Tapi dia tetap dipaksa menjalani jadwal jaga malam dalam kondisi sesak napas berat dan demam tinggi. Yang paling mengejutkan: saturasi oksigennya sudah menyentuh 80% sebelum akhirnya mendapat penanganan yang layak. Saturasi 80% itu bukan kondisi ringan. Itu kondisi darurat yang seharusnya langsung ditangani. Ketiga — dugaan malapraktik administratif. Obat Sulbacef kosong di rumah sakit. Dan pasien yang merupakan tenaga kesehatan di wahana tersebut yaitu dr. Myta sendiri diminta mencari obat sendiri di luar. Dokter yang sakit disuruh cari obatnya sendiri. Keempat — tindakan intimidasi dan upaya penutupan informasi. Ada arahan dari oknum pembimbing untuk merahasiakan kondisi dr. Myta agar tidak terjadi prolong atau perpanjangan masa internsip. Dan ada narasi gaslighting yang menyerang para dokter internship ketika mereka menyuarakan hak dasar kesehatan mereka dengan sebutan "generasi Z lembek." Ini bukan kasus individual. Ini adalah cerminan sistem: Yang membuat kasus ini lebih dari sekadar tragedi personal adalah konteksnya yang sangat sistemik. Dokter internship di Indonesia berstatus dokter magang bukan pegawai tetap. Tapi dalam praktiknya mereka diperlakukan seperti tenaga kerja penuh tanpa perlindungan yang memadai. Tidak ada batasan jam kerja yang ditegakkan. Tidak ada supervisi yang dijamin. Tidak ada mekanisme yang melindungi mereka ketika mereka sakit dan membutuhkan istirahat. Dan ketika mereka berani bersuara mereka dibungkam dengan label "lembek." Dokter yang sesak napas dengan saturasi 80% dan demam tinggi tetap dipaksa jaga malam. Ini bukan tentang ketabahan atau dedikasi. Ini adalah eksploitasi yang berpotensi fatal. Dan terbukti fatal. IKA FK Unsri bergerak dan ini langkah konkret yang mereka tuntut: Surat resmi tertanggal 30 April 2026 dari Ketua Umum IKA FK Unsri, dr. H. Achmad Junaidi, Sp.S(K)., MARS., ditujukan langsung kepada Menteri Kesehatan RI. Isinya empat tuntutan. Audit menyeluruh terhadap RSUD K.H. Daud Arif sebagai wahana internship dan evaluasi kelayakan oknum pembimbing yang terlibat dalam kronologi ini. Perlindungan agar tidak ada sanksi administratif atau ancaman prolong terhadap dr. Myta dan rekan-rekan internship lain yang mengalami beban double job akibat kekosongan posisi. Somasi administratif kepada RSUD agar memberikan penjelasan resmi dan pertanggungjawaban atas pengabaian kondisi klinis dr. Myta sejak awal sakit. Dan tidak menutup kemungkinan langkah hukum jika ditemukan unsur pidana terkait kelalaian yang mengancam jiwa. Yang paling menohok dari seluruh cerita ini: Dr. Myta Aprilia Azmi sudah melewati bertahun-tahun kuliah kedokteran yang keras. Sudah melalui koas. Sudah lulus ujian. Sudah berhasil sampai di tahap internship tahap terakhir sebelum resmi menjadi dokter penuh. Dan di tahap itu dia jatuh sakit, melaporkan kondisinya, tidak didengar, tetap dipaksa bekerja, saturasi oksigennya jatuh ke 80%, dan akhirnya tidak sempat menikmati gelar dokter yang sudah dia perjuangkan bertahun-tahun. Sementara ada oknum pembimbing yang sibuk memikirkan bagaimana supaya kondisinya tidak menyebabkan prolong bukan bagaimana supaya dia bisa sembuh. Untuk semua dokter internship yang sedang membaca ini: Kalian bukan "generasi Z lembek." Kalian adalah manusia yang berhak atas jam kerja yang manusiawi, supervisi yang layak, dan penanganan medis ketika kalian sakit. Itu bukan privilege. Itu hak dasar. Dan untuk sistem yang selama ini menganggap dokter internship sebagai tenaga kerja murah tanpa perlindungan kasus dr. Myta harus menjadi titik balik. Bukan hanya menjadi trending topic sehari lalu dilupakan. Semoga dr. Myta Aprilia Azmi mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Dan semoga perjuangan ini tidak sia-sia. Al-Fatihah. cc: threads
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
282
9.3K
21.8K
920.5K
(p) c retweetledi
nana kopaja (deera)
we'll see rupiah dropping every day but never the body of #that man dropping to the floor due to cardiac arrest
English
22
5.7K
14.3K
114.1K
(p) c
(p) c@pctrl_·
Pgn nonton salmokji tp mingdep tiba2 ujian maju bjrot
Indonesia
0
0
0
141