asekacc
412 posts






Di tengah aksi massa di Kwitang, prajurit TNI hadir dengan semangat persatuan. Mereka menyapa, berbagi makanan, hingga duduk bersama rakyat. Bukan sekadar aparat, TNI tampil sebagai saudara yang lahir dari rakyat, untuk rakyat, demi jaga kebersamaan. #tniprima

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan komitmennya memfasilitasi aspirasi masyarakat, termasuk komunitas driver ojol, untuk disampaikan kepada pemerintah pusat. Namun, Sri Sultan meminta penyampaian dilakukan secara tertib melalui jalur resmi. Komitmen tersebut ditegaskan Sri Sultan kepada ribuan peserta aksi unjuk rasa, pada Sabtu (30/08) sekitar pukul 01.00 dini hari, di Mapolda DIY, usai berdialog secara tertutup dengan delapan perwakilan demonstran selama kurang lebih dua jam. Tanpa pengawalan meski aksi sempat ricuh, Sri Sultan tiba di Mapolda DIY, Jumat (29/8) sekitar pukul 22.30 WIB. Sebelumnya, aksi unjuk rasa sempat ricuh, dengan massa melakukan pembakaran dan pengerusakan terhadap aset kepolisian, termasuk kendaraan dinas dan bagian bangunan kantor. “Kami memfasilitasi untuk berdialog dengan pemerintah pusat, baik itu saya lakukan sendiri maupun lewat surat, di mana teman-teman yang mengajukan aspirasinya. Kalau tenaga dan pikiran saya dibutuhkan, silakan. Tapi saya harus dapat suratnya sebagai dasar untuk mendiskusikan dengan pusat,” jelasnya. Sri Sultan juga menekankan koordinasi dengan pihak kepolisian dan perlunya keterlibatan delapan perwakilan demonstran untuk membangun dialog yang berkelanjutan. Ia menambahkan, jalur kekerasan justru akan mengaburkan aspirasi yang ingin disampaikan. Oleh karena itu, Sultan berharap ke depan dialog bisa terus dilakukan secara berkelanjutan. “Mari kita bisa membangun dialog yang berkelanjutan. Karena waktunya sudah jam 01.00 malam, mari kita sama-sama pulang dan beristirahat. Kita semua sudah lelah,” tutupnya. Dengan langkah ini, Sri Sultan berharap situasi Yogyakarta tetap kondusif dan aspirasi masyarakat tetap bisa tersalurkan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan. Selengkapnya di jogjaprov.go.id (Humasjogja)

















