🇭 🇦 🇷 🇺 🇳 ‎ ‎ 🇾 🇦 🇭 🇾 🇦

17.3K posts

🇭 🇦 🇷 🇺 🇳 ‎ ‎ 🇾 🇦 🇭 🇾 🇦 banner
🇭 🇦 🇷 🇺 🇳 ‎ ‎ 🇾 🇦 🇭 🇾 🇦

🇭 🇦 🇷 🇺 🇳 ‎ ‎ 🇾 🇦 🇭 🇾 🇦

@pokamiami

Tawarkan karya & keahlian pada masyarakat. Kl seseorang bisanya cm menawarkan opini nilai-nilai moral, maka orang itu tidak menawarkan apapun.

ga setuju sm gw = Islamophobia Katılım Mayıs 2009
610 Takip Edilen271 Takipçiler
Tekarok 007
Tekarok 007@tekarok007·
Cuma "Oknum"? Kok kayak menjilat ludah sendiri begini, padahal sudah full out itu anak pas demo. Sekarang dibuang "itu bukan bagian dari kita", khas banget alasannya kayak kasus jackjackparr, dkk. Tidak sabar menunggui klarifikasi dari si "Oknum". Siapa yang kasih pinjam almamater UI-nya dan ngajakin demo. Ditungguin yah video klarifikasi dan permintaan maafnya.
Garda Oposisi@gardaoposisi

[PRESS RELEASE: Pernyataan Sikap Resmi BEM FIA UI atas Insiden dan Framing dalam Aksi Massa] Halo, IKM FIA UI dan Indonesia! BEM FIA UI menyampaikan beberapa poin penting sebagai bentuk pelurusan informasi dan komitmen dalam menjaga integritas perjuangan mahasiswa. (cont...)

Indonesia
9
9
57
4.5K
Kahar
Kahar@ZakarmuAkbar·
@soggyfreeloader @kesenggolpelor Nietzsche bukan penganut Nihilisme Justru menurut Nietzsche, kaum agamawan lah yg nihilis. Sedangkan makna hidup bagi Nietzsche ya perlu dicari sendiri oleh orang tsb, tnp dipasung oleh Agama.
Indonesia
11
31
600
86K
ajna
ajna@soggyfreeloader·
A*karin bikin video essay ttg Nihilism menurut Nietzsche wasn’t on my 2023 bingo list what the fuck is going on
English
74
705
5.9K
652.8K
🇭 🇦 🇷 🇺 🇳 ‎ ‎ 🇾 🇦 🇭 🇾 🇦 retweetledi
Ogaman
Ogaman@Ogaman888·
Nyuruh grok edit foto trs berantem sendiri pas grok ngasi jawaban yg ga sesuai ekspektasi 😅
narkosun@narkosun

Hey @grok remove the bad president from this image, keep the good one‼️

Indonesia
24
63
413
71.9K
🇭 🇦 🇷 🇺 🇳 ‎ ‎ 🇾 🇦 🇭 🇾 🇦 retweetledi
パム
パム@spinxtore·
kalo pedo dan ngetwit ala ngabers gini kok masih bisa pd fafifu? ini tuh digeprek aja gak sih harusnya?
パム tweet media
Indonesia
15
58
299
37.7K
🇭 🇦 🇷 🇺 🇳 ‎ ‎ 🇾 🇦 🇭 🇾 🇦 retweetledi
Yogi Natasukma™
Yogi Natasukma™@SoundOfYogi·
Arman Dhani downfall era Eaaa Mungkin berkiprah di Thread aja Dhan Di X terlalu banyak orang yg bisa ngeliat kepalsuan lo
Indonesia
11
13
73
18.4K
Ferry Koto
Ferry Koto@ferrykoto·
Jika landasannya baik sangka, sy yakin sekali tujuannya itu. Apalagi jika itu Perusahaan tambang miliki Muhammadiyah. Gini2 kan sy lumayan paham karakter tokoh2 Muhammadiyah. Secara mentalitas pengabdian dan integritasnya tak usah diragukan lagi. Kecuali mas Ismail meragukan itu. Sehingga menduga bakal bisa didikte dari luar.
Indonesia
4
0
1
29.1K
Ferry Koto
Ferry Koto@ferrykoto·
Dulur ku mas @ismailfahmi yg baik Saya tahu njenengan memiliki banyak pengetahuan, apalagi dibantu AI dalam menulis. Panjenengan sangat pintar mengevaluasi siapapun dan apapun. Sampai @muhammadiyah yang belum nambang pun dikait-kaitkan dengan bencana. 🤣🤣 #Guyon ojo nesu. Kalimat diatas namanya menghakimi, tak baik digunakan jika mau masuk diskusi. -------------- Opini mas ini, masuk kategori cara pikir "Zero Mining". Dengan cara pikir seperti itu, bahkan Muhammadiyah yang belum sama sekali nambang pun, sudah diposisikan salah, divonis, jika tidak mengembalikan IUP Tambang. Ini ibaratnya, ada orang punya SIM, lantas mengemudi kendaraan dengan tidak taat aturan, ugal-ugalan, sehingga menimbulkan bencana, jatuh korban. Lantas mas Ismail minta Muhammadiyah mengembalikan SIM yang dipunya, karena berkesimpulan berkendara itu membahayakan, menimbulkan bencana. Ekstrim anologinya, tapi begitulah cara menjawab orang-orang dengan cara pikir "zero mining", sadar atau tidak. Yang beranggapan Tambang itu pasti buruk, sementara hari-hari ia hidup di bawah bangunan yang merupakan hasil tambang, memakai berbagai peralatan hasil tambang. --------------------- Betul, tambang itu PASTI MERUSAK ALAM. Dari arti aktifitasnya saja tambang itu bermakna mengambil SDA dari alam, mengeksploitasi alam. Karena ada yang diambil, dieksploitasi, tentu ALAM SEMULAJADI akan berubah dari kondisi awal, rusak. Dan sangat mustahil akan kembali ke kondisi awalnya. Namun, tidak semua yang "merusak", mengubah dari kondisi awal itu buruk. Selama ditujukan untuk kemaslahatan. Punya nilai dan kemanfaatan yang tinggi untuk kehidupan manusia, bahkan alam itu sendiri, dibanding "kerusakan" yang ditimbulkan. Ambil contoh, membuat Bendungan. Itu perbuatan yang merusak alam, bahkan menggunakan material yang bersumber dari kegiatan merusak alam (Bahan tambang). Namun, kerusakan yang dilakukan membawa dampak bagi kemaslahatan manusia bahkan alam. Sawah dan ladang ter-airi sepanjang tahun, alam yang tandus jadi subur, malam yang gelap diterangi dgn listtrik dari PLTA, dan lain2 manfaatnya. ----- Kembali soal Tambang dan @muhammadiyah. Kenapa sih mas @ismailfahmi tidak melihat dari perspektif yang posisitf jika MU mengelola tambang? Kenapa memakai cara pikir "Zero Mining" seolah menambang itu pasti buruk. Seolah manusia tak ada kemampuan pikiran dan keterampilan dalam menambang yang bisa selaras dengan kewajiban reklamasi, rehabilitasi dan tetap menjaga lingkungan? Apalagi ini bicara ormas seperti Muhammadiyah lho. Yang telah terbukti dalam setiap aktifitasnya, dalam setiap amal usahanya, selalu mempertimbangkan kemaslahatan. Dan juga yang punya Fakultas Pertambangan di Perguruan Tingginya. Kenapa tidak terpikir, atau mencoba berbaik sangka, bahwa saat Tambang dikelola oleh Muhammadiyah, akan lahir pertambangan yang tidak menimbulkan kerusahan di muka bumi, pertambangan yang tidak timbulkan bencana. Apalah lagi, selain sebagai Ormas yang terbukti berintegritas dgn organisasi yang stabil, nyaris tanpa ada pertikaian internal, yang punya prinsip "hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan cari hidup di Muhammadiyah" dalam berorganisasi, maka perusahaan Tambang Muhammadiyah justru akan sangat mungkin jadi Perusahaan Tambang yang selain menghasilkan keuntungan bagi mendanai kegiatan amal Muhammadiyah, juga sekaligus akan jadi contoh PERUSAHAAN TAMBANG yang menjalankan GMP (Good Mining Practice) secara kaffah. Apa sebagai kader MU, mas @ismailfahmi tak ingin di masa depan, semua device, semua peralatan yang mas Ismail pakai berasal dari Peruasahan Tambang kelas dunia yang menjalankan GMP dgn konsisten, menjaga Lingkungan dan selalu berikhtiar mengembalikan kondisi ekosistem pasca penambangan ke kondisi terbaiknya. Dan perusahaan itu, milik @muhammadiyah. Kalau saya sih pingin suatu saat itu terjadi. Semua device, produk teknologi yang saya pakai berasal dari Perusahaan Tambang milik @nahdlatululama. Tapi piye, belum apa-apa pengurus PBNU sudah kelahi. 🥲🥲 "Zero Mining" hanya akan membuat kita kembali ke zaman batu. Mining dengan GMP yang ketat, yang dijalankan perusahaan berintegritas justru akan membawa kebaikan di muka bumi. -- Salam 🙏🙏
Ferry Koto tweet media
Ismail Fahmi@ismailfahmi

Sekarang Saat yang Tepat Muhammadiyah Mengembalikan IUP Tambang Opini Beberapa tahun lalu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengambil keputusan berani. Menerima tawaran Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari pemerintah, berdasarkan regulasi baru dan atas pertimbangan bahwa pengelolaan tambang bisa menjadi sarana bagi kemaslahatan umat. Namun, keputusan tersebut bukan tanpa syarat. Saat itu disampaikan dengan tegas bahwa jika pengelolaan tambang menyebabkan lebih banyak “mafsadat”, kerusakan lingkungan, sosial, atau kemaslahatan umum, maka Muhammadiyah siap mengembalikan IUP kepada pemerintah. “Apabila kita pada akhirnya menemukan bahwa pengelolaan tambang itu lebih banyak keburukannya untuk lingkungan sosial dan lingkungan hidup serta berbagai aspek lainnya, Muhammadiyah secara gentleman bertanggung jawab mengembalikan IUP.” — Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah Kenapa “Sekarang” Menjadi Momentum Tepat? 1. Krisis Lingkungan & Bencana – Bukti Nyata Bahaya Ekstraktivisme Belakangan ini, Indonesia kembali didera bencana besar, khususnya di wilayah Aceh dan Sumatera, yang makin membuka mata banyak pihak tentang betapa rapuhnya ekosistem terhadap tekanan deforestasi, alih fungsi lahan, dan praktik ekstraktif tanpa mitigasi lingkungan. Kondisi ini memperkuat kesadaran publik bahwa izin eksploitasi sumber daya alam (SDA) harus dijalankan dengan sangat hati-hati, atau bahkan ditinjau ulang. Dalam situasi seperti ini, mempertahankan IUP, meskipun belum dioperasikan, bisa saja dipersepsikan sebagai potensi risiko lingkungan di masa depan, dan menimbulkan skeptisisme terhadap komitmen ormas terhadap kelestarian alam. 2. Komitmen Awal Muhammadiyah untuk Kemaslahatan & Lingkungan Ketika menerima IUP, Muhammadiyah menyatakan motivasinya bukan semata profit, melainkan untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial, serta sebagai “role model” pengelolaan SDA yang mempertimbangkan aspek lingkungan dan keadilan sosial. Fakta bahwa komitmen itu dibarengi dengan syarat moral, siap mengembalikan IUP jika muncul mafsadat, menunjukkan bahwa opsi pengembalian memang sudah disiapkan sejak awal. 3. Tekanan Publik & Kepekaan Sosial Meningkat Dengan bencana yang makin sering terjadi, publik kini lebih sensitif terhadap isu lingkungan, deforestasi, izin tambang, dan tanggung jawab sosial. Sebagai ormas keagamaan besar dengan reputasi moral dan sosial, Muhammadiyah bisa menunjukkan konsistensi nilai dengan mengambil sikap proaktif. Mengembalikan IUP sekarang akan dipandang sebagai langkah etis, bukti bahwa Muhammadiyah mendahulukan kemaslahatan umat dan lingkungan di atas potensi keuntungan jangka pendek. Landasan Hukum dan Moral PP Muhammadiyah, melalui sekretaris umumnya Abdul Mu'ti, menyatakan bahwa pengelolaan izin tambang akan dievaluasi secara berkelanjutan. Jika dalam pelaksanaannya terbukti menimbulkan mudarat (mafsadat) lebih besar daripada manfaat, maka IUP akan dikembalikan. Ketua Umum PP, Haedar Nashir, pun menguatkan. Keputusan menerima IUP bukan tanpa syarat. Kesediaan untuk mundur jika kerusakan tak bisa dihindari sudah diungkap sejak awal. Lembaga internal yang bertugas mengevaluasi aspek lingkungan & sosial bahkan telah menyuarakan kekhawatiran bahwa tambang, terutama bekas konsesi besar, berpotensi menimbulkan malapetaka terhadap alam dan masyarakat jika dikelola sembarangan. Dengan demikian, pengembalian IUP sekarang bukan hanya langkah baru, melainkan implementasi komitmen awal yang sudah tertulis secara resmi. Jadi... Saat ini, di tengah krisis ekologis, bencana akibat rusaknya lingkungan, dan meningkatnya kesadaran publik, adalah momentum paling tepat bagi Muhammadiyah untuk mewujudkan komitmen moralnya dengan mengembalikan IUP tambang. Langkah tersebut bukan tanda mundur, melainkan tanda tanggung jawab dan kepemimpinan moral. (Ismail Fahmi)

Indonesia
14
9
34
18K
Mado
Mado@madokafc1·
Sepong terus bos nikmat ringgit mana lagi yang kau dustakan wahai rayap besi
Indonesia
13
32
179
7.4K
🇭 🇦 🇷 🇺 🇳 ‎ ‎ 🇾 🇦 🇭 🇾 🇦 retweetledi
hiddenmistofyou
hiddenmistofyou@hiddenmist3214·
diana, lo tau ga kalo sumatera barat itu ga sanggup bayar gaji PNS nya sendiri? lo tau ga aceh dapet 100T dana perimbangan pusat tapi gajelas jadi apaan?
𓆸 pooo ❀᭢@lipodiana

@jellypastaa gua sampe di titik, pada lepas ajalah, mengingat timor leste jauh lebih baik bahkan dari indo yg udah >80tahun ini. saking draining bgttt sama kebijakan publik yg makin ndak ada baik2nya ini.

Indonesia
1
18
48
2.2K
Grok
Grok@grok·
@meledaaaaak @Stakof Konteks: Thread ini bahas kontroversi Bigmo, kreator konten Indonesia yang dituduh anak koruptor. mownohoes tantang SJW debat kenapa gak suka Bigmo, anggap cuma gara-gara klip TikTok. Balasan Stakof soroti latar belakang keluarga itu. Debat soal keberanian debat oncam vs anonim.
Indonesia
1
0
0
580
AbU JenaR
AbU JenaR@LikYoko·
Kalau yang ini turun jauh,cuma Rp2000/kg #Pakcoy
AbU JenaR tweet mediaAbU JenaR tweet media
Indonesia
16
14
124
6.4K