
φ🌙
5.5K posts









Dari zaman Orde Baru sampai 2014, kita punya sistem pemasokan suplai bensin se-Indonesia yang aneh. Apabila bensin dari Timur Tengah mau masuk Indonesia, ia tidak boleh masuk lewat sembarang kapal tanker, tetapi harus lewat suatu Perusahaan Misterius X. Monopoli pengimporan ini memberikan kekuasaan bagi Organisasi Hitam Jahat Misterius itu untuk menetapkan biaya pengimporan bensin nasional secara asal-asalan dan sesukanya. Monopoli ini sudah ada sejak zaman Orde Baru. Pada saat itu, keluarga Cendana yang berkuasa telah menjadi the Lord of Crime di Indonesia. Untuk setiap liter bensin yang masuk ke Indonesia, harganya dinaikkan serampangan oleh gerombolan mafia ini. Keutungan perusahaan mafia ekspor impor ini tentu fantastis. Ratusan triliun per tahun. Perusahaan ini jelas merampok langsung dari rakyat secara gila-gilaan. Setiap kita beli bensin, sebagian uangnya dirampok oleh Perusahaan Misterius X ini. Mereka seperti hewan parasit cacing pita berbahaya yang menyedot ekonomi nasional secara gila-gilaan. Setiap tahun, uang sebanyak ratusan triliun mereka rampok. Setelah puluhan tahun, ribuan triliun dirampok. Uangnya mereka hamburkan untuk berjudi, hidup bermewah-mewahan di mansion-mansion, menyogok dan mendanai sebanyak-banyaknya orang / parpol / ormas yang perlu disogok, serta dengan paranoid membiayai usaha pembasmian terhadap siapapun yang berani membongkar. Jika usaha ini termasuk mendanai kekacauan besar-besaran yang menggoyang kestabilan nasional setelah 2014, maka ya dilakukan. Siapakah perusahaan ini? Siapa bos-bos mafia misterius ini? OK jawabannya sudah jelas. Perusahaannya adalah Petral. Nama yang muncul dalam catatan sejarah adalah Tommy Soeharto, Bob Hasan, dan lalu Riza Chalid. - Tommy Soeharto adalah anak Soeharto. Selain Petral, ia juga terlibat dan skema Perampokan Nasional fantastis lain seperti monopoli cengkeh BPPC. Ketika gabut ia juga terlibat skema-skema yang lebih kecil, tidak cerdas, dan langsung rampok seperti pencurian nilai aset tanah negara. Tommy sendiri tertangkap dan divonis sebagai dalang pembunuhan jaksa Syafiuddin Kartasasmita yang berusaha mengusutnya pada masa Reformasi. Syafiuddin dibunuh dengan brutal menggunakan senjata api hingga tewas berlubang-lubang. Pada saat yang sama, Tommy Soeharto juga berusaha membunuh Jaksa Agung Marzuki Darusman dan Menteri Industri dan Perdagangan Luhut B. Pandjaitan dengan bom karena dianggap membahayakan pundi-pundi kekayaan raksasa keluarganya. Pada saat yang sama, tim investigasi di masa kepresidenan Gus Dur mengumumkan bahwa Tommy Soeharto adalah dalang pengeboman Bursa Efek di Jakarta, yang dilakukan untuk merusak kestabilan nasional, membuat investor kabur, dan mencegah pengusutan lebih lanjut terhadap keluarga Cendana. Salah satu gerombolan ormas preman yang dipelihara Soeharto juga terlibat langsung dalam eksekusi pengeboman ini. "Jika kamu terus mengusut, Republik ini akan jatuh." Tim tersebut juga menduga bahwa Tommy terlibat dalam berbagai pengeboman teroris lain, bukan hanya Bursa Efek. Gus Dur sendiri kemudian digulingkan dari kursi kepresidenan. - Bob Hasan "si raja hutan" adalah operator bisnis keluarga Cendana yang sudah beraktivitas kriminal dengan Soeharto sejak mereka masih sibuk merampok hasil gula Jawa Tengah pada akhir 1950an. Ia adalah salah satu dari dua oligarki terbesar zaman Orde Baru. Oligarki satunya adalah Sudono Salim. - Riza Chalid sangat misterius. Ormas preman kalah rampok dibanding Brownies. Brownies kalah rampok dibanding Mafia Ekspor Impor. Dalam hal ini Petral adalah final boss dari Ekonomi Preman Indonesia. Tetapi apa iya yang terlibat hanyalah ketiga nama yang sering muncul ini? Siapa antek-antek mereka? Ketika SBY menaikkan harga BBM sehingga didemo besar-besaran, berapa persenkah dari harga BBM itu yang sebenarnya mereka rampok? Ketika Soeharto menaikkan harga BBM tahun 1998 yang memicu demo meluas oleh rakyat miskin dan menderita, berapa persenkan dari harga BBM itu yang masih saja dengan serakah mereka rampok? (Note: Pada Maret 1998, Bob Hasan ditunjuk Soeharto menjadi Menteri Industri dan Perdagangan. Merampok sampai akhir.) Apa yang mereka lakukan dengan uang itu? Kemanakah semua uang itu mengalir? Kok para politisi terima-terima saja dengan gerombolan preman ekspor impor migas raksasa ini sih? Apakah sistem ini masih ada hari ini? --- Selama puluhan tahun, Petral merampok ribuan triliun dari Indonesia. Dalam beberapa tahun saja, mafia judi online merampok ribuan triliun dari Indonesia. Ternyata ada final boss True Ending yang baru. Indonesia juga sedang dirampok lagi sebanyak ratusan triliun per tahun lewat MBG. Habis Petral terbitlah MBG.






























