叶金
21.2K posts

叶金
@reginregin
eccedentesiast
People's Republic of China Katılım Mart 2010
374 Takip Edilen476 Takipçiler
叶金 retweetledi
叶金 retweetledi

Trump: Paus Leo XIV Terpilih karena Saya
tempo.co/internasional/…
Indonesia
叶金 retweetledi
叶金 retweetledi

Guys, ada kasus yang menurut gue harus lebih banyak disorot dan ini bukan kasus kecil.
Rp28 miliar dana umat dikumpulkan selama 40 tahun raib.
Pelakunya mantan kepala cabang bank BUMN sendiri.
Kasusnya:
Paroki Aek Nabara di Sumatera Utara menjadi korban penggelapan dana sebesar Rp28 miliar oleh mantan kepala cabang BNI bernama Andi Hakim Febriansyah.
Uang itu bukan uang biasa.
Itu dana yang dikumpulkan umat selama 40 tahun untuk pembangunan gereja, kebutuhan kesehatan, dan pendidikan jemaat.
Empat dekade tabungan kolektif.
Habis dalam satu pengkhianatan.
Yang paling mengkhawatirkan bukan hanya penggelapannya:
Bendahara gereja menyampaikan sesuatu yang menurut gue adalah inti dari seluruh masalah ini:
Deposito berjangka yang resmi bisa dicairkan tanpa tanda tangan saya, tanpa kehadiran saya, tanpa berhadapan dengan teller.
Lalu di mana pengawasan BNI?
Ini bukan pertanyaan retorika.
Ini pertanyaan teknis yang serius.
Dalam sistem perbankan yang sehat pencairan deposito berjangka membutuhkan verifikasi ketat.
Ada prosedur.
Ada tanda tangan.
Ada konfirmasi kehadiran.
Kalau semua itu bisa dilewati oleh seorang kepala cabang itu bukan hanya soal oknum.
Itu soal lubang sistemik dalam pengawasan internal bank.
Dan respons bank yang dikritisi:
Paroki Aek Nabara menyatakan BNI kurang kooperatif dalam menangani kasus ini.
Pihak gereja bahkan harus datang ke bank dan meminta pertanggungjawaban secara langsung setelah kasus ini sudah jelas melibatkan pegawai bank yang datang atas nama BNI, bukan atas nama pribadi.
AHF adalah wajah BNI bukan AHF sebagai pribadi. Karena itulah kami percaya.
Dan ini adalah poin hukum yang sangat kuat. Ketika seseorang datang dalam kapasitas jabatannya sebagai kepala cabang bank BUMN kepercayaan yang diberikan bukan kepada individu itu. Kepercayaan diberikan kepada institusi yang dia wakili.
Kalau institusinya kemudian cuci tangan dengan mengatakan itu oknum itu adalah respons yang tidak adil dan tidak bertanggung jawab.
Ini bukan pertama kalinya:
Kasus penggelapan oleh oknum pegawai bank BUMN bukan fenomena baru di Indonesia.
Dan polanya hampir selalu sama: pelaku adalah orang dalam yang dipercaya, korban adalah nasabah yang percaya pada nama besar institusinya, dan respons institusi hampir selalu lambat dan defensif.
Yang berbeda dari kasus ini adalah skalanya Rp28 miliar dari komunitas yang mengumpulkan uang selama 40 tahun dan korbannya adalah umat yang mempercayakan tabungan hidup mereka kepada bank negara.
Yang perlu dituntut secara konkret:
Satu BNI harus menjelaskan secara transparan bagaimana deposito berjangka bisa dicairkan tanpa prosedur verifikasi yang seharusnya berjalan.
Dua Kalau ada lubang sistemik dalam pengawasan internal itu bukan hanya tanggung jawab pelaku. Itu tanggung jawab manajemen dan sistem audit internal bank.
Tiga Korban berhak mendapat kompensasi dari institusi bukan hanya menunggu proses pidana terhadap individu pelaku yang mungkin butuh bertahun-tahun.
Empat OJK sebagai regulator perbankan perlu memberikan penjelasan publik apakah ada kelalaian pengawasan dari sisi regulasi.
Kalau bank BUMN tidak bisa bertanggung jawab atas tindakan pegawainya yang beroperasi atas nama bank lalu untuk apa ada bank negara?

Indonesia
叶金 retweetledi

Di tahun 1993, masyarakat Suku Karo perantauan dari Provinsi Sumatera Utara melakukan silaturahmi di Jakarta. Acaranya dibuat di Pusdikes TNI AD Cililitan.
Megawati diundang untuk hadir. Mega awalnya tak percaya, pasalnya masa itu adalah era Orde Baru. Gerak-gerik Mega dibatasi & diawasi oleh rezim.
Mega bilang secara verbatim ke pihak yang mengundang :
"Ini zaman Orde Baru. Saya mungkin tidak akan ditangkap. Apa kalian (Orang Karo) yakin?"
Orang Karo mengatakan yakin.
Mega datang ke acara itu. Ia mendapat kehormatan mendapatkan "beras piher" sebuah simbol bagi budaya Karo agar Mega sehat, panjang umur & jauh dari bahaya.
Setelahnya, Mega disematkan marga atau semacam nama keluarga beru (untuk perempuan) Perangin-angin.
Megawati Soekarnoputri beru Perangin-angin.
Mega amat terharu. Ia merasa terhormat diberi penghargaan dari orang Karo.
Apalagi disitu ada Selamat Gintings, salah satu orang yang "menjaga" Bung Karno saat diasingkan ke Berastagi Kabupaten Karo oleh Belanda pada 22 Desember 1948. Saat agresi militer II, yang mana Belanda ingin masuk kembali ke Indonesia.
Sukarno tidak sendirian diasingkan ke Karo, ada Agus Salim & Sutan Sjahrir juga.
Mengetahui Sukarno ditahan di Berastagi, para pejuang Karo sudah bersiap untuk melepaskannya.
Bahkan sangkin antusiasnya, di Karo sudah ada 7 Batalion yang jumlahnya 7.000-an pejuang dan Tentara Rakyat yang siap bertempur dengan Belanda.
Ada 3 Resimen waktu itu yang berjuang di Karo. Salah satunya, Pasukan Halilintar yang dipimpin oleh Mayor Selamat Gintings. Orang yang selanjutnya bergabung ke PNI ikut Bung Karno.
Mengetahui kekuatan pejuang Karo yang luar biasa dan sulit untuk dihadang. 4 Januari 1949, Belanda akhirnya memindahkan Sukarno ke Parapat, Kabupaten Simalungun.
Bung Karno memang hanya 12 hari di Kabupaten Karo. Namun, itu sudah cukup menyatukan jiwa & perasaan masyarakat Karo terhadap Bung Karno.
Atas dasar sejarah ini, orang Karo di Jakarta tak peduli risiko saat harus ditangkap saat bersilaturahmi pada Mega.
Di masa revolusi saja mereka berani, apalagi pasca kemerdekaan. Kecintaan Orang Karo pada Bung Karno sama dengan kecintaan mereka pada Mega.

Indonesia
叶金 retweetledi

Banyak orang menganggap Perayaan Ekaristi/Misa membosankan karena mereka nggak paham apa itu Misa & mereka gatau kejadian supernatural apa aja yang terjadi selama Misa. Akhirnya dibuatlah Misa gaya karismatik, dikasih band, drama, dll yang malah mengurangi kesakralan sebuah Misa.
Protestan Garis Lucu@Protestan_GL
Unpopular opinion about Christianity (?) I'll go first: "Kitab Kisah Para Rasul, bagian dari Injil." -- FS
Indonesia
叶金 retweetledi
叶金 retweetledi
叶金 retweetledi
叶金 retweetledi
叶金 retweetledi

1006 orang meninggal. Belum ada yang dipenjara. Belum ada status bencana nasional. Presidennya sibuk jalan ke luar negeri. Kabinetnya nolak bantuan luar. Menterinya sibuk mantau donasi. DPRnya iri ama influencer yang ke lapangan. Uda gila negara ini
BBC News Indonesia@BBCIndonesia
Jumlah korban meninggal dunia dalam banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat telah menembus 1.006 jiwa, Sabtu (13/12) petang. Adapun jumlah pengungsi nyaris menembus angka satu juta di tiga provinsi. bbc.com/indonesia/arti…
Indonesia
叶金 retweetledi

Sebuah video mengharukan yang memperlihatkan pertemuan seorang ibu dengan buah hatinya di balik jeruji tahanan, viral di media sosial.
Ibu tersebut, Tina Rambe, terlihat memeluk erat anak balitanya. Ia ditangkap karena menolak pengoperasian pabrik kelapa sawit di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, pada Senin (20/5/2024) lalu.
Kala itu, ratusan warga Kelurahan Pulopadang, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, melakukan aksi menolak pengoperasian Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT PPSP karena lokasinya berdekatan dengan pemukiman mereka. Warga khawatir pabrik itu menyebabkan pencemaran lingkungan dan kebisingan dari mesin-mesin yang dioperasikan.
Dalam video yang viral itu, terlihat Sang Ibu (Tina Rambe) menahan tangis sambil mencium dan memeluk buah hatinya, sambil tetap berusaha menenangkannya. "Jangan sedih," ucapnya seraya menghapus air mata di pipi sang anak.
| Narasi Daily
Indonesia
叶金 retweetledi

Gedung terbakar karena lalai, korban tewas banyak: jadi tersangka.
Pesantren ambruk karena lalai, korban tewas banyak: dibangun ulang pake APBN.
Kompas.com@kompascom
Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Mulai Dibangun Ulang, Pakai APBN Rp 125 Miliar Baca di: surabaya.kompas.com/read/2025/12/1…
Indonesia
叶金 retweetledi

Nirempati, can't read the room, NPD
Indonesian Pop Base@iPopBase
Golkar to endorse Prabowo Subianto for the 2029 presidential election. (via Kompas)
English
叶金 retweetledi
叶金 retweetledi

A video from Sumatra, Indonesia allegedly shows a man who, after eight hours of rescuing his family and the starving residents of Bang Bram (local name), came across a refrigerator drifting in the floodwaters. Exhausted and desperate, he ate whatever he could find to survive.
The death toll has risen to 811.
612 missing.
English










