🍉

26.2K posts

🍉 banner
🍉

🍉

@rezucks

Believe in Social Justice and Inclusivity for Digital Platform | Personal Opinion 👀

Jakarta Katılım Eylül 2009
712 Takip Edilen898 Takipçiler
🍉
🍉@rezucks·
I wish dulu dikasih tau kalo belajar fisika serius bisa jd astronot pasti serius belajar deh.
Indonesia
0
0
0
26
🍉 retweetledi
Ody Dwicahyo
Ody Dwicahyo@odydc·
Di lagu potong bebek angsa, kita ga pernah tau jumlah bebek/angsanya krn masaknya pake kuali... ... beda kalo pake kuanti.
Indonesia
867
11.8K
46.8K
773.5K
🍉 retweetledi
adit surowidjojo
adit surowidjojo@dittolongdit·
kutbah jumat ini menyinggung fenomena suic1de beruntun di malang. ada satu kutipan khatibnya membekas. “kita sudah gagal sebagai sebuah masyarakat saat lebih peka terhadap issue sosmed, alih-alih pada tetangga yang mulai merasa dinginnya, tingginya besi jembatan menenangkan.”
adit surowidjojo tweet media
Indonesia
85
4.9K
19.7K
325.8K
🍉 retweetledi
🍉
🍉@rezucks·
Kadang pengen nanya sama diri sendiri, apa sih yang dikejar?
Indonesia
0
0
0
31
UtdCatsandkatzen is 𝕏-ing
UtdCatsandkatzen is 𝕏-ing@catsandkatzen·
@Allebbellaa hahaha teringat masa dahulu ikutan kursus SAT prep, yang SMA negeri wa doang 🥲😭 sekelas ya Penabur ganjil lah, JIS lah, ACS lah warbyasa kalo dipikir-pikir dulu kuat bat begadang nyiapin ini, UEE NUS, sama SIMAK UI juga. sekarang abis maghrib aja bawaannya ngantuk sangat. 😪😴
Indonesia
1
3
166
30.5K
Bella Hadiprajitno
Bella Hadiprajitno@Allebbellaa·
Kalo anak ACS yg keterima Harvard, ga ada yg berisik di komen nanyain mana LOA nya 🤣🤣 Anyway, congrats Dominic 🎉
Bella Hadiprajitno tweet media
Indonesia
42
188
7.3K
714.5K
🍉
🍉@rezucks·
Kalo pake tas Yeti kayaknya dikira tas bude2 deh.
Indonesia
0
0
0
51
🍉 retweetledi
🍉 retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara? Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu. Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun. Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai. Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain. Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi. Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook. Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa: 1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN. 2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal. 3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu. 4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan. 5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian. Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam. Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka. Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam. Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan. Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja. Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam. Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek. Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan. JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun. Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara. Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan. Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga. Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum. Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi. Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun... Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit. Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus. Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini? Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara? Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian. Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi. Jakarta, 16 April 2026 Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
Ibrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet media
Indonesia
826
14.2K
20.4K
2.9M
🍉 retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, gua punya tante sebut aja Tante Anita yang nikah di umur 32 tahun dan sampai sekarang masih jadi bahan obrolan di arisan keluarga. Bukan karena ada yang salah dengan hidupnya. Tapi justru karena tidak ada yang salah sama sekali dan itu yang bikin beberapa anggota keluarga tidak bisa berhenti kasih komentar yang tidak diminta. Waktu teman-teman seangkatannya sudah ramai kondangan dan upload foto hamil di Instagram, Tante Anita lagi solo trip keliling Lombok dan Labuan Bajo sendirian dengan carrier 40 liter dan itinerary yang dia susun sendiri. Waktu sepupu-sepupunya sibuk hunting furnitur rumah baru, dia lagi negosiasi salary untuk posisi yang dia impikan sejak awal karir. Waktu orang-orang sekitarnya mulai panik dengan usia dan tekanan sosial yang makin kencang, dia lagi menikmati weekend di warung kopi favoritnya di Bandung dengan buku dan es kopi susu tanpa harus izin atau laporan ke siapapun. Dan dia melakukan semua itu bukan karena tidak ada yang mau. Bukan karena tidak mampu lebih awal. Tapi karena dia sadar betul satu hal yang banyak orang baru menyadarinya setelah sudah terlanjur bahwa waktu untuk benar-benar menjadi diri sendiri itu punya batas dan tidak bisa diputar ulang. Gua pernah nanya langsung ke Tante Anita suatu malam waktu kami lagi ngobrol santai di teras rumah neneknya. Tante dulu tidak takut dibilang telat nikah? atau jadi perawan tua gitu ?? Dia senyum. Minum tehnya dulu. Baru jawab. Telat dari jadwal siapa coba hahahahah?? Dan gua diam cukup lama karena gua sendiri tidak bisa jawab. Jadwal itu dibuat oleh siapa sebenernya? Orang tua? Tetangga? Algoritma Instagram yang terus-terusan rekomendasikan konten wedding dan baby shower setiap kali gua buka aplikasi tengah malam? Tante Anita sekarang sudah menikah. Dengan seseorang yang dia bilang worth untuk mengubah seluruh ritme hidup yang sudah dia bangun pelan-pelan selama bertahun-tahun. Dan yang paling menarik adalah dia tidak menyesal sedikit pun menunggu selama itu. Justru sebaliknya. Dia bilang justru karena dia pernah hidup sepenuhnya sebagai individu yang mandiri dan utuh punya penghasilan sendiri, punya circle sendiri, punya goals dan rutinitas dan cara menikmati hidup yang benar-benar miliknya sendiri dia masuk ke pernikahan tanpa membawa kekosongan yang butuh diisi oleh orang lain. Dia tidak menikah karena takut kesepian. Tidak menikah karena tekanan keluarga yang sudah tidak bisa ditahan lagi. Tidak menikah karena merasa waktunya hampir habis. Dia menikah karena dia ketemu seseorang yang hidupnya genuinely lebih baik kalau orang itu ada di dalamnya. Tapi Tante Anita juga sangat jujur soal satu hal yang jarang dibicarakan orang dengan terbuka. Setelah menikah semuanya berubah. Bukan buruk. Tapi berbeda secara fundamental. Mau pergi ke mana harus dikomunikasikan. Mau ambil keputusan besar harus dipertimbangkan berdua. Mau spontan harus mempertimbangkan kondisi dan perasaan orang lain yang haknya sama besarnya dengan hak kamu. Kebebasan yang dulu seratus persen miliknya sendiri sekarang punya dimensi baru yang namanya tanggung jawab bersama. Dan itu bukan keluhan. Itu kenyataan yang dia terima dengan sadar dan dengan siap karena dia masuk ke sana bukan dalam kondisi kosong yang butuh diisi tapi dalam kondisi penuh yang siap untuk dibagi. Tante Anita tidak menunda pernikahan karena takut atau karena tidak ada pilihan. Dia menunda karena dia tahu ada hal-hal yang hanya bisa dilakukan dengan sepenuh hati waktu kamu masih sendiri. Dan waktu itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun begitu sudah berlalu. Jalan jauh sendirian keliling Indonesia. Kerja keras untuk sesuatu yang murni kamu mau tanpa harus mempertimbangkan impact-nya ke orang lain. Buat keputusan yang sepenuhnya milik kamu sendiri. Salah dan belajar dan jatuh atas nama diri sendiri saja tanpa ada yang ikut menanggung konsekuensinya. Bukan karena hidup berkeluarga tidak indah. Tapi karena ada fase dalam hidup yang kalau dilewatkan terburu-buru tidak bisa diganti dengan apapun setelahnya. Dan menikmati fase itu sepenuhnya sebelum melangkah ke fase berikutnya bukan sesuatu yang perlu dimintakan maaf kepada siapapun.
Kang Defor🇮🇩@dewafortunaa

to all perempuan cantik, please take note. main yang jauh dulu, kerja sampe capek dulu, nikmatin, temuin diri lo sendiri sampe akhirnya lo bakal temuin yg setara. stop mikir nikah kalau lagi cape, stop mikir berhenti kalau lagi berat bgt. semua harus dilewati sampai selesai.

Indonesia
51
1.4K
4.5K
262.5K
🍉
🍉@rezucks·
@akuntangaje @asvillainn @great_fleet ngeri tapi itu harsh truth, kalo dia ga bisa mitigasi hal2 yang bisa berpotensi kejadian kaya gitu, kayaknya mending ga usah dulu.
Indonesia
1
0
79
4.6K
Elle 林知遥🍃
Elle 林知遥🍃@asvillainn·
Adaaa, pas mau ikut tour museum, mantanku ini jemput aku kan di Cawang, pas mau otw ke tempat tujuan, tiba2 ban nya bocor (nunggulah tuh agak lama, dan telat). Terus pas mau otw di jalan, tiba2 bensinnya habisss (sedangkan di sekitar situ gak ada SPBU). Dan tau apa? Dia cuma bawa uang 20k udah dibuat bayar tambal ban tadi. Aku bete parah dan protes ke dia. "Kamu mikir gak sih, sebelum jalan tuh motor wajib dicek? Terus kenapa kok cuma bawa 20k?" "Aku malu mau bilang gak punya uang." Kek anjirr cowo udah gede umur 25 tahun gak bisa mikir sampe sana. Padahal ini udah pernah kejadian, dia gak punya duit buat beli bensin (akhirnya pake uangku) dan udah kuwanti2 juga, "kalo gak punya uang, bilang, kita gak keluar ngedate." Tapi dia sangat bebal, pas balik ke Solo langsung kuputusin.
𝓓@dellunera

spill pengalaman nge-date ter ilfil kalian dong

Indonesia
48
45
1.7K
314.8K
Titikka
Titikka@titik88977423·
Anakku pernah nanya 🐣: Kenapa sih di gunung itu lebih dingin padahal lebih deket sama matahari? Jawabannya apa hayooo?!
Titikka tweet media
Indonesia
271
1K
16.1K
1.2M
🍉
🍉@rezucks·
Keliatan banget mana yang ga main dan mana yang main. Tp sisi baiknya adalah orang yg main ini ga maksa buat ikut main, walaupun sempet beberapa kali ngajakin.
Indonesia
0
0
0
98
🍉
🍉@rezucks·
Ternyata pada mainan vendor, dan udah mengakar sampe level yang bukan main. Pas ada senior yang cukup wise, terus curhat ke doi kalo ga nyaman, eh ternyata doi pemain kakap juga. Ngerasa enough sih, ini bakal jadi racun. Akhirnya resign.
Indonesia
1
0
0
107
🍉
🍉@rezucks·
Awal-awal karir dikagetkan sama orang di kantor yang gajinya udah template tapi kok bertindak kaya ga semestinya gaji segitu. Pertama mikir mungkin karena orang tuanya udah kaya. TERNYATA ENGGA.
dahlah@gentapie

@irajenar kalo ada temen kantor lu posisi non sales sering TRAKTIR ayce. kata gue mah ati2 ya ges. 120rb - 350rb utk org "asing" secara cuma2 itu udh gede bgt buat org yg gajinya under <8jt

Indonesia
1
0
1
221