pejuang receh

285 posts

pejuang receh banner
pejuang receh

pejuang receh

@ridinafun80

Mlg Katılım Ekim 2012
244 Takip Edilen32 Takipçiler
pejuang receh retweetledi
MinDos
MinDos@dosenkesmas·
Lihatlah! Bangunan SD penerima manfaat MBG dengan Bangunan SPPG nya. © Ari Pizzahitsmajalengka on FB
MinDos tweet media
Indonesia
434
14K
32.3K
562.6K
pejuang receh retweetledi
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Pelajar SMK mengirim surat kepada Presiden, ia menolak menerima MBG dan meminta jatah makan MBG miliknya diberikan untuk kesejahteraan guru. Para pelajar kita, ada yang pikirannya tajam dan halus perasaannya. Rafif Arsya, anda membuat sejarah. 🔥🔥🔥🔥🔥
Iman Zanatul Haeri tweet media
Indonesia
611
23.1K
51.6K
614.1K
pejuang receh retweetledi
HinduGL
HinduGL@GlHindu·
Di bidang astronomi, jarak yg sangat jauh diukur dgn satuan “tahun cahaya” Di Indonesia ada satuan baru dlm perhitungan harga/biaya yg sangat mahal, yaitu “hari MBG” * Anggaran beasiswa LPDP: 5 hari MBG * Subsidi BPJS Kes: 40 hari MBG * Biaya pembangunan Whoosh: 94 hari MBG 😁
Indonesia
229
14K
35.1K
667.4K
Indonesian Poop Base
Indonesian Poop Base@iPoopBased·
Mint ini singkatan berbagai pemimpin dunia ☝️
Indonesian Poop Base tweet media
Indonesia
491
5.8K
24.1K
470.2K
atha
atha@Senja3167·
@NephilaXmus Punya temen maling bukan berarti kita maling juga kan 😇😇😇
Indonesia
3
0
0
374
nephilaXmus
nephilaXmus@NephilaXmus·
Sohib Eipstein
nephilaXmus tweet media
Txt dari Foto Dakwah 🇵🇸@fotodakwah

Mekkah Bukan Panggung Emosi: Antara Narasi Provokatif dan Prinsip Islam Belakangan ini muncul narasi yang menggugah emosi: “Ketika politik kekuasaan menginjak tanah suci…” “Mekkah bukan milik rezim, tapi milik umat…” Sekilas terdengar membela Islam. Namun jika ditimbang dengan prinsip ajaran Islam yang benar, narasi seperti ini justru berbahaya dan bisa menyesatkan cara berpikir umat. Karena Islam tidak dibangun di atas emosi, tetapi di atas wahyu dan aturan yang jelas. --- ## Siapa yang Mengatur Negeri dalam Islam? Dalam Islam, setiap negeri pasti memiliki pemimpin yang sah. Termasuk wilayah Mekkah dan Madinah. Pengelolaan, keamanan, dan pengaturan ibadah haji bukan urusan “semua orang”, tetapi merupakan tanggung jawab pemerintah yang berkuasa. Rasulullah ﷺ bersabda: اسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَإِنِ اسْتُعْمِلَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ “Dengarlah dan taatilah pemimpin kalian, walaupun yang memimpin kalian seorang hamba.” (HR. Bukhari) Artinya, selama seorang pemimpin masih Muslim, maka menjaga stabilitas dan ketaatan adalah prinsip utama—bukan membuka ruang kekacauan dengan slogan. --- ## Mekkah untuk Ibadah, Bukan Ajang Perebutan Allah memang menjadikan Mekkah sebagai tempat ibadah untuk seluruh kaum Muslimin. Allah berfirman: الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ “(Masjidil Haram) Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang tinggal di sana maupun yang datang dari luar.” (QS. Al-Hajj: 25) Namun ayat ini berbicara tentang **hak beribadah**, bukan berarti semua orang bebas mengatur, apalagi mengklaim kekuasaan atasnya. Kalau semua merasa berhak “atas nama umat”, maka yang terjadi bukan kemuliaan, tapi kekacauan. --- ## Kritik Boleh, Tapi Bukan Provokasi Dalam Islam, jika ada kebijakan yang tidak disukai, sikap yang diajarkan bukanlah mengobarkan emosi publik. Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ “Barangsiapa melihat sesuatu yang ia benci dari pemimpinnya, maka hendaklah ia bersabar.” (HR. Bukhari dan Muslim) Ini bukan berarti diam tanpa sikap, tetapi **tidak menjadikan isu tersebut sebagai bahan provokasi yang memecah umat**. --- ## Bahaya Kalimat yang Terlihat “Benar” Ucapan seperti: “Mekkah bukan milik rezim” “Umat lebih berhak daripada penguasa” secara lahir terlihat membela agama. Tapi secara makna: * Mengaburkan aturan kepemimpinan dalam Islam * Menggiring umat untuk tidak percaya kepada penguasa * Membuka pintu konflik dan kekacauan Padahal Rasulullah ﷺ sudah memperingatkan: مَنْ أَتَاكُمْ وَأَمْرُكُمْ جَمِيعٌ عَلَى رَجُلٍ وَاحِدٍ يُرِيدُ أَنْ يُفَرِّقَكُمْ فَاقْتُلُوهُ “Barangsiapa datang ingin memecah persatuan kalian sementara kalian telah bersatu di bawah satu pemimpin, maka lawanlah ia.” (HR. Muslim) --- ## Intinya Mekkah adalah tanah suci yang mulia. Ia dijaga dengan syariat, bukan dengan slogan. Dikelola dengan sistem, bukan dengan emosi. Membela tanah suci tidak dilakukan dengan: * Narasi yang memecah belah * Tuduhan tanpa ilmu * Provokasi yang memperkeruh keadaan Tetapi dengan: * Ilmu * Keadilan * Dan menjaga persatuan umat --- ## Penutup Kalimat yang terlihat membela Islam belum tentu benar menurut Islam. Dan tidak semua yang mengatasnamakan umat, benar-benar menjaga umat. Maka berhati-hatilah. Karena kerusakan besar dalam sejarah umat seringkali dimulai dari kata-kata yang terdengar indah… tapi tidak dibangun di atas ilmu. Abu Anas

Deutsch
4
40
212
4.2K
Mujab MS
Mujab MS@MSMujab22·
Bikin WFH sama sekolah online buat efisiensi BBM, tapi dianya beli 100.000 unit mobil baru buatan India
Indonesia
117
5.1K
14.8K
184.3K
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Berapa konsumsi BBM untuk semua sistem yang bekerja pada Program Makan Bergizi? -BBM Pasokan bahan makanan -BBM/Elpiji pengolahan makanan - BBM distribusi MBG - BBM pegawai SPPG - BBM BGN Mengapa siswa harus belajar daring, yang mana mengkonsumsi listrik rumah= BBM juga? Dimana penghematan BBMnya?
Indonesia
25
231
435
12.3K
Azzam Mujahid Izzulhaq
Azzam Mujahid Izzulhaq@AzzamIzzulhaq·
@pickyplo Ya, nggak mungkin juga. Pasti steril penjagaannyansama seperti Prabowo jika shalat berjamaah di wilayah publik.
Indonesia
1
0
29
6.9K
Azzam Mujahid Izzulhaq
Azzam Mujahid Izzulhaq@AzzamIzzulhaq·
Jamaah wanita melemparkan kerudung/jilbab kepada jamaah pria pada saat shalat tarawih di Fatih Camii, İstanbul sebagai bentuk sindiran akan diamnya kaum pria menghadapi penutupan Masjid Al Aqsha oleh Zionis Israel.
Indonesia
78
1.3K
6.8K
319.5K
pejuang receh retweetledi
Nadirsyah Hosen
Nadirsyah Hosen@na_dirs·
Benarkah Nabi Mengabarkan Yahudi Israel dan Syiah Iran Akan Bersatu Mengikuti Dajjal? Belakangan ini beredar kembali postingan yang mengaitkan konflik Israel–Amerika melawan Iran dengan sebuah hadis dari Sahih Muslim. Hadis yang sering dikutip adalah: يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُودِ أَصْفَهَانَ سَبْعُونَ أَلْفًا عَلَيْهِمُ الطَّيَالِسَةُ Artinya: “Dajjal akan diikuti oleh tujuh puluh ribu orang Yahudi dari Isfahan yang mengenakan ṭayālisah (sejenis jubah atau selendang).” (HR. Muslim) Hadis ini memang sahih dan termasuk hadis eskatologis, yaitu hadis yang berbicara tentang fitnah akhir zaman. Masalahnya bukan pada hadisnya. Masalahnya pada narasi yang dibangun di sekeliling hadis ini. Sebagian orang kemudian menyimpulkan: “Tidak usah heran dengan perang hari ini. Sekarang saja mereka konflik tapi nanti mereka akan kompak menjadi musuh Islam. Rasulullah sudah mengabarkan bahwa Yahudi dan Syiah pada akhirnya akan bersatu mengikuti Dajjal.” Sekilas terdengar meyakinkan. Padahal kalau kita baca hadisnya dengan teliti, narasi ini tidak berasal dari hadis tersebut. Nabi tidak pernah menyebut Syiah Hadis itu hanya mengatakan: “Yahudi dari Isfahan.” Memang benar Isfahan hari ini berada di wilayah Iran. Dan benar pula Iran modern mayoritas bermazhab Syiah. Namun menyimpulkan bahwa hadis itu berbicara tentang Syiah adalah lompatan logika yang terlalu jauh. Pertama, penyebutan Isfahan dalam hadis itu bersifat geografis, bukan ideologis atau mazhab. Kedua, siapa yang bisa menjamin bahwa wilayah tertentu akan tetap berada di bawah identitas mazhab yang sama hingga akhir zaman? Sejarah menunjukkan wilayah, bangsa, dan mazhab bisa berubah berkali-kali. Karena itu menjadikan hadis ini sebagai bukti “koalisi Yahudi–Syiah” jelas bukan berasal dari teks hadis, melainkan dari cara kita menafsirkannya. Hadis tidak selalu menyebut nama bangsa secara eksplisit Dalam hadis lain tentang akhir zaman disebutkan bahwa pengikut Dajjal memiliki wajah: “seperti perisai yang dipukul.” Sebagian ulama klasik mencoba memahami deskripsi ini. Misalnya Ibn Kathir berpendapat bahwa kemungkinan yang dimaksud adalah bangsa Turk. Tetapi penting dicatat: Nabi tidak pernah menyebut kata “Turk” dalam hadis itu. Itu adalah interpretasi ulama, bukan teks hadis. Dan istilah Turk dalam literatur klasik juga bukan berarti negara Turki modern. Yang dimaksud adalah bangsa-bangsa Turkic di Asia Tengah, suku-suku nomadik yang hidup di wilayah luas seperti Turkestan dan Transoxiana. Ini menunjukkan satu hal penting: tafsir ulama selalu terkait dengan konteks zaman mereka. Nama wilayah dalam hadis tidak sama dengan peta politik modern Hadis-hadis akhir zaman juga sering menyebut nama wilayah seperti: Khurasan – Wilayah luas di Asia Tengah dan Timur Persia pada masa klasik, mencakup sebagian besar Iran timur laut, Afghanistan, Turkmenistan, Uzbekistan, dan Tajikistan. Syam – yang dulu meliputi Suriah, Palestina, Yordania, dan Lebanon. Rum – Merujuk pada Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium), yang berpusat di Konstantinopel (sekarang Istanbul). Semua istilah ini adalah geografi dunia klasik, bukan batas negara modern seperti yang kita kenal hari ini. Batas wilayah dalam sejarah bisa berubah berkali-kali. Dan bisa saja berubah lagi di masa depan. Karena itu membaca hadis-hadis ini dengan peta politik hari ini sering kali justru menyesatkan. Bahaya membaca hadis untuk membenarkan asumsi kita Masalah terbesar muncul ketika hadis tidak lagi dibaca untuk memahami pesan Nabi, tetapi dipakai untuk menguatkan asumsi dan opini yang sudah kita miliki sebelumnya. Lalu kita berkata: “Lihat, Nabi sudah mengabarkan ini sejak dulu.” Padahal yang terjadi sebenarnya adalah: kita memasukkan asumsi dan opini kita ke dalam hadis, lalu mengklaim bahwa itu berasal dari Nabi. Parahnya lagi asumsi kita itu bisa saja dipenuhi dengan kebencian pada mazhab atau kelompok tertentu. Ini bukan cara membaca hadis yang sehat. 1/2
Nadirsyah Hosen tweet media
Indonesia
95
456
1.2K
78.3K
SobatMiskinTV
SobatMiskinTV@MiskinTV_·
Siapa bilang Indonesia ga punya Rudal????? Salah satu pertahanan langit NKRI.
Indonesia
1.5K
649
3.9K
576.7K
miw.
miw.@lilaccountz·
gue bingung beneran ini. mereka baznas tapi masa ga ngerti hitungan zakat sih? jelas jelas zakat 2,5% itu kalo udah mencapai nisab dan haul. nisabnya 85 gr emas dan haul alias ngendap selama 1 thn. ini gaji 7,6 jt kenapa tau tau wajib zakat 2,5%? emg 7,6 jutanya ngendep gitu? kan kepake jg buat kebutuhan sehari hari. ada sisa aja masih syukur alhamdulillah. kenapa kok ngebet bgt semua mua dizakatin ya pdhl ga memenuhi syarat zakat😅
VivaCoid@VIVAcoid

Baznas Tetapkan Gaji Rp 7,6 Juta Wajib Zakat 2,5 Persen viva.co.id/berita/nasiona…

Indonesia
444
5.4K
16K
680.6K
xixixix
xixixix@bawawwuw·
@unmagnetism Semua hal bodoh yg dilakukan prabowo demi 2 periode, mungkin dibisikin trump : Wo tenang aja, lo gabung BoP gw jamin 2 periode ga pake gibran..gw pinjemin zuckerberg dan elit yahudi lainnya buat kontrol narasi sosmed & manipulasi masyarakat 🤝
Indonesia
1
0
9
2.5K
Georitmus 🇮🇩
Georitmus 🇮🇩@zakiberkata·
Jepang yang punya EEWS canggih dengan ribuan sensor pun belum bisa memprediksi gempa. Lalu ada orang Indonesia mengaku bisa mengamati pergerakan lempeng untuk memprediksi gempa katanya cuma bermodal peta episentrum gempa BMKG di aplikasi gratisan. Hitler kalo masih hidup sungkem sama ni orang
Indonesia
53
285
1.3K
73.3K
pejuang receh retweetledi
lantip
lantip@lantip·
"kamu siapanya tersangka (korban jambret), kok marah segitunya?" gampang jawabnya: "saya sesama warga, yg gak rela, korban jadi tersangka" tapi pertanyaan: "kamu siapanya penjambret, kok mbelani sampai menersangkakan korban jambret" gimana situ mau jawab, saya pingin dengar.
Indonesia
33
1.1K
4.4K
86.3K
ahmad faisal
ahmad faisal@ahmadfaisal86·
@sayid__machmoed @UB_CintaSunnah Makhluk itu segala sesuatu selain Khalik. Tempat itu sesuatu yg dilingkupi, Arsy itu Mahluk Allah paling tinggi, paling besar paling Agung, melingkupi seluruh Mahluk lainnya. Sambung...
Indonesia
2
0
0
159
Sayid Machmoed BSA
Sayid Machmoed BSA@sayid__machmoed·
Yang eror itu otak antum ustad @UB_CintaSunnah belajar jauh2 ke Sa’udi pulang jd Mujassim. Belajar displin ilmu itu dari usul dulu, biar ga eror dan bisa membedakan; Butuh dalam aqidah tdk sama dgn butuh dalam ilmu fiqh, wajib dalam Aqidah tdk sama dgn wajib dlm fiqih.
Ed@EdSoekoco

Indonesia
3
7
64
4.5K
Andri_aiy
Andri_aiy@Andri_aiy·
@lantip Kenapa Muhammadiyah sama NU bisa kompak gini ya dukung Soeharto
Indonesia
4
1
7
1.5K