Katerina

27K posts

Katerina banner
Katerina

Katerina

@riena_rain

Frobly-mobly 🐿Super Random🐿 💓✈🛫🛬🛩💓 💜aviation💜 ✨mostly monologue ✨

Katılım Mart 2016
261 Takip Edilen130 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Katerina
Katerina@riena_rain·
✨KUMPULAN RESEP MAKANAN DARI TWITTER (X) ✨ Resep-resep makanan dari twitter ini dikumpulkan, biar ga susah nyarinya kalo mau masak.. SEBUAH UTAS🔗🧵🧶
Indonesia
4
0
5
3.9K
Katerina retweetledi
Abet
Abet@Skyblue_Lilyy·
Jangan mencoba membudidayakan tip di Indonesia, karena koorporasi akan ada alasan untuk underpaid ditukar tip pelanggan dan employee akan mengharapkan tip sampai dalam tahap "wajib" kyak yang terjadi di Amerika saat ini. 😅
Ghozy Ul-Haq@ghozyulhaq

tbh gue ga nyangka akun yg tiap hari share berita palsu bisa ngasih jawaban panjang lebar seperti ini well gue jawab ya 1. Mas, justru yang bikin strawman itu balasan mas sendiri. Saya tidak bilang semua orang yang pilih GoRide Hemat adalah “musuh” atau tidak peduli driver. Saya soroti hipokrisinya segmen orang yang suka posting “kasihan driver Gojek, harus sejahtera”, tapi setiap hari pilih opsi termurah + promo gila-gilaan, lalu gak pernah kasih tips. Itu fakta perilaku yang observable, bukan musuh fiktif. 2. Ya, Gojek (dan Grab) memang ambil komisi besar dulu (sekitar 20%), dan mereka desain promo + tarif hemat supaya volume naik & dominasi pasar. Itu benar. Tapi konsumen bukan korban pasif. Konsumen yang terus pilih yang termurah memberi sinyal pasar bahwa tarif rendah itu oke. Dengan kata lain ya pada dasarnya customer suka dengan praktik eksploitasi ini. 3. Mas bilang solusinya bukan tips atau pilih yang mahal, tapi “ganti status mitra jadi pekerja + jaminan sosial”. Itu klasik kiri-utopis Kalau driver jadi karyawan tetap, Gojek harus bayar UMR, BPJS full, cuti, dll. Biayanya naik drastis, tarif ke penumpang harus naik (atau perusahaan rugi & kurangi armada). Siapa yang bayar? Tetap penumpang. 4. Mau driver sejahtera = harus ada yang bayar lebih. Entah lewat tarif naik, tips, atau pilih opsi premium. Menyalahkan “korporasi saja” sambil tetap pilih opsi hemat tiap hari itu tidak rasional. 5. Kalau mas betul-betul peduli kesejahteraan driver, dukung tarif yang lebih masuk akal + komisi rendah + insentif transparan. Bukan narasi “semua salah platform, penumpang cuma korban”. Itu juga simplifikasi berlebihan. Market bukan charity

Indonesia
24
2K
7.7K
130.7K
Katerina
Katerina@riena_rain·
Iiih kata aing mah ya, kalo punya masalah tu selesein. Marah sama yg bikin marah. Bukan jadiin orang lain yg gatau apa2 samsak emosi🤬 Mana pake nyalahin hal2 yg bukan kesalahan & juga bukan urusan aing. Aneh banget ini orang2 kantor💆🏻‍♀️💆🏻‍♀️🤦🏻‍♀️ Bikin bete aja 😒
Indonesia
0
0
0
13
Katerina
Katerina@riena_rain·
Giliran yg marah2 tadi diajak komunikasi baik2, malah blunder. Bilangnya dia ga marah sama aing(?) Dia lagi marah sama orang lain. Lah trus tadi yg jadi tontonan apa namanya kalo bukan marah2?? 😒
Indonesia
1
0
0
5
Katerina
Katerina@riena_rain·
Aing lagi mikirin urusan sendiri, tau2 dimarahin & dibentak2 ga jelas di depan orang banyak. Trus yg nonton, bisa2nya pada nyebarin kalo aing yg marah2. Deym... Ini gue yg kena damprat malah gue yg dituduh😤
Indonesia
1
0
0
6
Katerina
Katerina@riena_rain·
Orang2 kalo hari senin kenapa pada annoying banget deh😤
Indonesia
0
0
0
6
Katerina
Katerina@riena_rain·
Ini kokonya emang kacau banget sih🤣 Marah bokapnya bisa dipahami wkwk
🍑@xopch

Temenku yang Konghucu pernah nggak sengaja masukin adiknya ke pondok. Gini ceritanya. Awalnya, papa dan mamanya memutuskan pensiun dan tinggal di panti jompo yang jauh dari rumah. Temenku, sebut saja Koko, disuruh mengurus bisnis keluarga dan semua urusan rumah tangga di kampung halamannya, satu daerah di Jambi. Dia punya satu adik laki-laki yang selisih umurnya cukup jauh. Hampir setahun setelah orang tuanya tinggal di panti jompo, adiknya sudah waktunya masuk SMP. Koko punya ide: gimana kalau adiknya dimasukkan ke boarding school seperti dirinya dulu, tapi di Jawa aja supaya lebih murah. Sebenarnya Koko yang sudah menginjak 30 tahun mulai gelisah kebelet nikah, jadi sibuk kencan sana-sini. Alhasil dia agak males ngurus adiknya andai tetap di rumah. Ide cemerlang itupun disampaikan ke orang tuanya, dan mereka setuju. Lalu Koko mulai mengetik kata kunci “boarding school” di gugel. Dia telusuri berbagai website dan foto-fotonya, sampai akhirnya menemukan satu yang menurutnya bagus, modern, dan sejuk karena terletak di dataran tinggi di Pulau Jawa. Setelah menelpon pihak sekolah, dia langsung membayar semua biaya yang diperlukan. Tibalah hari adiknya harus masuk asrama, sebelum tahun pelajaran dimulai. Koko sempat chat di group Line bilang agak males karena harus antar adiknya sampai ke sana. Sore harinya aku video call dia mau nunjukin fidget spinner yang waktu itu lagi populer di Indonesia. Eh, mukanya kecut banget. Aku langsung tanya, “Gimana sekolah adek lu?” Dia jawab, “Wah kacau, ini boarding school Islam ternyata.” Aku tambah heran, “Lha kok bisa? Kan lu udah survei.” “Iya, waktu cari informasi gua cuma baca fasilitasnya sama lihat fotonya doang. Lagian ini sekolah namanya ga ada nuansa Islaminya.” katanya. “Terus sekarang gimana? Mau dipindahin?” tanyaku lagi. “Nanti aja, udah terlanjur. Paling ga jalanin dulu satu semester sambil cari sekolah lain,” jawabnya. “Papa le tau nggak?” “Ga tau lah. Bisa batal pensiun papa wa kalo denger.” Ya sudah, semua berjalan normal. Hampir satu semester berlalu masih aman-aman aja, jadi Koko pun nunda-nunda untuk mindahin adiknya. Saat Imlek, adiknya dipulangkan dan diwanti-wanti supaya ga cerita apa-apa. Aman juga. Koko jadi semakin ngeremehin risiko itu. Masuk bulan kesepuluh, tiba-tiba orang tuanya kangen adiknya dan minta ke Jawa. Singkat cerita, akhirnya orang tuanya tahu. Adiknya dipindahin ke sekolah lain di kota lain. Koko dihukum ga boleh ngurus bisnis keluarga, ATM-nya diambil, dan ga dikasih uang jajan. Kalau lapar ya makan makanan yang ada di rumah. Papanya juga ga ngajak dia ngomong hampir tiga tahun, sampai akhirnya papanya mutusin pensiun lagi. Sekarang adiknya sudah kuliah dan masih hafal al-Fatihah. Tapi Si Koko masih belum nikah.

Indonesia
0
0
3
349
Katerina retweetledi
Orbi ツ
Orbi ツ@orbitually·
My therapists told me that some people just don’t have the capacity to sit with and face the pain. Jangankan menghadapi, merasakan “kosong”nya aja sulit buat mereka. So they choose to avoid it and fill the gap with another person who is in the line, because it’s easier for them.
Woodsy Corner.@muncorner

🌳 Kinda curious, kok orang bisa ya cepet banget beralih ke orang baru pas kelar patah hati. Tau life must go on, tapi kok kerasa mudah bgt ya? Ini gua yang suka gamonan buat proses, atau mereka yang cepet sat set... (no salty ya guys 😔)

English
60
2.2K
11.6K
485.8K
Katerina
Katerina@riena_rain·
Sejak update app Twitter ke versi terbaru, berasa jadi kek lebih lemot
Indonesia
0
0
0
20
Katerina retweetledi
Dimar
Dimar@dimarsasongko98·
investor kabur bukan karena oposisi berisik. Rupiah tembus Rp17.600/USD terlemah sepanjang sejarah, defisit APBN Q1 2026 sudah Rp240 T, bunga utang Rp599 T setahun. Itu bukan ulah 57 juta pemilih oposisi , itu data resmi Kemenkeu dan BI. Salahkan datanya, bukan mulut pengkritiknya.🤮 wkwkw. lo bilang Nikmatin aja kesusahan, ini bukan argumen, ini sadisme politik. Lo suruh 57 juta rakyat diam dan menderita karena berani pilih beda? Yang bikin investor kabur bukan kritik , tapi rupiah ambruk, defisit menggelembung, dan ketidakpastian kebijakan. Itu PR pemerintahan lo, bukan PR 57 juta orang. Cemana sih lo cara mikirnya?🤡 Lo bilang kritik = ganggu stabilitas. Tapi setiap rezim otoriter dalam sejarah bilang hal yang sama , sampai negaranya benar-benar hancur karena tidak ada yang berani ngomong. Negara paling stabil di dunia justru paling tahan dikritik. Demokrasi bukan tentang diam , itu tugas rakyat.😄
tectona@lockstock27

@dimarsasongko98 @jametkunx Lu kira 57 juta itu sedikit? Banyak banget itu, kalian berisik mengganggu stabilitas politik, investor kabur, ekonomi melambat, memang ini kan yg kalian kerjakan sebenarnya, terus kenapa kalian sok sok'an mengeluh? Yawdah nikmatin aja kesusahan itu dan rasa sakit hati kalian

Indonesia
11
244
701
31.1K
Katerina retweetledi
Fuzui JamRD||Mbah uyut pengen redebute
KBK 2004 & KTSP 2006 is the golden era of indonesian school curriculums and the perfect curiculums ever made in indonesia
Dhitta Puti S@warnapastel

@cherubbie Saya juga pernah analisis dokumen resmi kurikulum merdeka. In my opinion, it is really poorly designed. Komponen-komponen di dalamnya tidak saling selaras, capaian pembelajarannya juga tidak didefinisikan dengan baik.

English
11
103
307
10.2K
Katerina
Katerina@riena_rain·
Ternyata "sparks" Di mata tu benera bisa hilang ya🥲
Indonesia
0
0
0
3