
Bukan Negara Islam = Zakat diurus negara Negara tropis = buah mahal dan impor Negara maritim = ikan mahal Negara CPO = minyak goreng mahal Negara SDA = listrik dan BBM mahal Negara hukum = keadilan tunggu viral Swasembada pangan = beras mahal dan impor Bebas aktif = tunduk kepentingan asing Negara religius = kitab suci dan haji dikorupsi Negara agraris = keranjingan pangan impor Lapor polisi = rugi berkali lipat Pendidikan gratis = uang gedung mencekik Jaminan kesehatan = kamar penuh, obat beli sendiri Banyak pakar ekonomi = utang negara meroket Raja nikel = pekerja lokal gigit jari, PAD nyungsep Gaji pejabat kecil = hartanya banyak Anti-KKN = anak dan menantu diusung Pilkada Rakyat disuruh hemat = pejabat ganti mobil dinas Taat bayar pajak = jalanan tetap berlubang Penjara penuh = koruptor dapat fasilitas VIP Jalan tol bertambah = biaya logistik tetap mahal Kaya rempah = garam dan bumbu dapur impor Swasta dicekik aturan = BUMN rugi disuntik dana Janji lapangan kerja = tenaga kerja asing difasilitasi Aturan hukum tebal = urusan lancar pakai "orang dalam" Tanah vulkanis subur = kedelai dan pakan ternak impor Banyak sungai besar = air bersih harus beli Transportasi publik dibangun = macet hanya pindah lokasi Dana desa triliunan = kepala desa pamer harta Cita-cita swasembada daging = harga daging sapi termahal Pesta demokrasi = menang karena serangan fajar Komisi pengawas banyak = pungutan liar jalan terus Bangga produk lokal = bahan bakunya impor semua Tertangkap tangan korupsi = masih bisa senyum di TV Konstitusi = bisa direvisi kilat demi kekuasaan Wajib cinta tanah air = pejabat berobat ke luar negeri Kebebasan berpendapat dijamin = kritik dipenjara pasal karet Lahan negara luas = rakyat susah punya rumah Subsidi triliunan = pupuk selalu gaib saat musim tanam Budaya gotong royong = tetangga sakit tidak ada yang tahu Digitalisasi birokrasi = urus izin tetap fotokopi KTP Upah minimum naik = harga sembako naik duluan Anggaran militer besar = alutsista yang dibeli barang bekas Bangsa yang ramah = komentar netizen paling barbar Darurat iklim = hutan lindung jadi kawasan tambang Anggaran riset dipotong = pejabat rajin studi banding Pusat data nasional = server gampang diretas Gelar akademik berderet = kualitas kebijakan amatiran Kaya warisan budaya = seniman tradisional melarat Anti-penjajahan = rakyat digusur paksa proyek negara Keadilan sosial = hanya untuk yang mampu membayar









