Rmaqdum pratama
1.2K posts

Rmaqdum pratama retweetledi

“Orang kaya ga berisik”
“Orang beneran kaya ga post sosmed takut dikejer pajak”
Lha kalau bisnisnya legal , bayar pajaknya 100% bener. Apa yang ditakutin?
Justru orang kaya yang sembunyi2 brarti pajaknya nggak rapi.
Coba liat elon, trump , Bpk Hermanto Tanoko yang networthnya triliunan jg muncul di podcast terus
Saya brani post barang2 saya karena saya bayar pajak besar dan ga ada yang di sembunyiin.
Indonesia

@S_GraciaJKT48 sama dong aku tadi juga ibadah subuh (sholat)
Indonesia

@amortentia0213 @Freya_JKT48 oke dia mau panjangin poni lagi cuyy🤗
Indonesia
Rmaqdum pratama retweetledi

@A_FionyJKT48 Aku gak pernah berubah, akan selalu menemani kamu kapanpun dan di manapun
Indonesia
Rmaqdum pratama retweetledi

Berikut adalah kumpulan tulisan dari dokter Ryu Hasan @ryuhasan di Twitter tentang Neuroscience, Genetics, Psychobiology, Psychophysiology, Psychoneurology, Evolution Theory, Cognitive and Behavioural Science, dll yang saya arsip.
Selamat membaca dan tetap kritisi!
- A Thread –
Indonesia

@Freya_JKT48 kapan ke tempat ku Frey ke Kalimantan Utara
Indonesia

Halo semuanya! Aku senang sekali bisa bertemu kalian, baik saat kegiatan JKT48 maupun di luar itu.
Kalau kebetulan bertemu aku di tempat umum, aku akan sangat senang kalau kalian menyapa langsung. Aku lebih nyaman dengan interaksi yang natural seperti itu dibanding difoto atau diikuti dari jauh.
Jadi next time kita ketemu, jangan ragu untuk say hello ya! Hehehe, Have a nice day dan semoga sehat selalu🤍
Indonesia

Dia bangun lebih pagi dari kebanyakan orang, tapi tetap tidur dengan perut kosong.
Masihkah kita bilang dia malas?
Setiap hari, jutaan orang di negeri ini bekerja tanpa henti, menjadi buruh bangunan, tukang cuci, pedagang kaki lima, pemulung. Mereka bekerja dengan tangan, punggung, dan nyawa. Tapi tetap miskin. Bukan karena kurang usaha. Bukan karena tak punya mimpi. Tapi karena sejak awal, mereka bertarung di medan yang tidak adil.
Kita diajari bahwa “rajin pangkal kaya”, seolah semua orang memulai dari garis yang sama. Tapi kenyataannya tidak. Ada yang lahir di rumah nyaman dengan pendidikan terbaik, ada yang lahir di gang sempit tanpa listrik dan buku. Lalu kita menilai mereka dengan ukuran yang sama, seolah hidup ini kompetisi adil.
Kemiskinan tidak selalu terlihat dramatis. Kadang ia bersembunyi di balik seragam bersih anak sekolah yang diam-diam tak membawa bekal. Di balik senyum sopan seorang ojek online yang masih mencicil HP, jaket, bahkan motornya. Kita memujinya “rajin”, tapi tetap menganggap kemiskinannya sebagai kegagalan pribadi.
Padahal, mereka tidak butuh belas kasihan. Mereka butuh kesempatan.
Mereka butuh dunia yang berhenti menertawakan usaha orang kecil dan mulai membuka ruang agar usaha itu bisa tumbuh.
Jadi sebelum kita menyebut seseorang “tidak berusaha”, tanyakan dulu:
Berapa banyak pintu yang sudah ditutup di hadapannya?
Dan berapa lama lagi dia harus lapar agar akhirnya kita percaya, bahwa dia sudah berjuang sekuat tenaga?
Indonesia
Rmaqdum pratama retweetledi
Rmaqdum pratama retweetledi

@ThreadSkandal lama2 udah kayak binatang perilaku manusia ni
Indonesia

















