Rizal Pratama N.

59.3K posts

Rizal Pratama N. banner
Rizal Pratama N.

Rizal Pratama N.

@rizalprn

Bojone @windania_ayu | Bisa jadi MC | Hobi basket & fotografi | Menjadi fans LFC sejak 2 jam yg lalu | Lemes is temporary, kocak is permanent

Gtlo-Manado-Slo-Mlg-? Katılım Şubat 2010
1.9K Takip Edilen1.5K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Rizal Pratama N.
Rizal Pratama N.@rizalprn·
Koleksi #tulisanbelakangtruk hasil papasan di jalan Sengaja dibikin thread biar gampang dicari dan diupdate. Monggo klo ada yg mau nambahin koleksinya.
Indonesia
3
5
8
0
Rizal Pratama N. retweetledi
Hisyam Mochtar
Hisyam Mochtar@HisyamMochtar·
Kedoknya bersepeda ke kantor tapi lupa mengantongi kunci mobilnya....🤣
Hisyam Mochtar tweet media
Indonesia
381
3.3K
25.9K
779.4K
Rizal Pratama N. retweetledi
MinDos
MinDos@dosenkesmas·
Cobain mandi dalam kondisi gelap + air hangat Saat lampu dimatiin: - sistem saraf langsung rileks - detak jantung dan nafas melambat Ditambah air hangat: - suhu tubuh naik- lalu turun setelah mandi - Ini memicu hormon tidur (melatonin) Hasilnya: Badan/ tubuh masuk mode siap tidur dalam hitungan menit Kenapa? Karena otak kita hanya 2% dari berat badan tp memakai 20% energi dan setengahnya dipakai untuk melihat. Artinya? Setiap cahaya yang masuk ke mata sama dengan beban kerja besar buat otak kita manteman. Yuk cobain😆
Keith Siau@drkeithsiau

Share a medical fact that would surprise most people💡

Indonesia
186
1.9K
13.2K
591.3K
Rizal Pratama N. retweetledi
Griffin
Griffin@griffinarks·
menikahlah dengan seseorang yang memahami sikap sakinah, mawaddah, warahmah. — sakinah : ketika tau kekurangan pasangan tapi tidak mencela. — mawaddah : ketika melihat kekurangan pasangan tapi memilih fokus pada kelebihannya. — warahmah : kekurangan pasangan dijadikan sebagai ladang amal pahala.
Indonesia
49
7.8K
21K
429.2K
Rizal Pratama N. retweetledi
Muhammadiyah
Muhammadiyah@muhammadiyah·
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) adalah keniscayaan bagi umat Islam di tengah arus globalisasi. Haedar Nashir menjelaskan bahwa KHGT merupakan respons terhadap keniscayaan globalisasi, yang ia gambarkan sebagai “kereta raksasa” yang dapat menggilas siapa saja yang tidak siap, namun menjadi kendaraan penting bagi mereka yang mampu menghadapinya. Dalam perspektif universum, Islam disebut sebagai agama kosmopolit yang mengandung nilai-nilai universal, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, “Wama arsalnaka illa rahmatan lil alamin” (QS. Al-Anbiya: 107), yang menegaskan bahwa risalah Islam ditujukan untuk seluruh alam dengan nilai-nilai rahmat. Haedar menyoroti sejarah Islam yang telah menunjukkan sifat globalnya sejak dulu. Islam menyebar dari Jazirah Arab hingga ke Magribi, Eropa (Andalusia, Balkan), Rusia, Asia Timur, dan Asia Tenggara, meskipun dengan keterbatasan transportasi pada masa itu. “Ini bukti nyata bahwa Islam telah mengglobal sejak awal, sebagai wujud rahmatan lil alamin,” ujarnya. Oleh karena itu, di era globalisasi yang menghapus sekat administratif, kehadiran kalender hijriah global menjadi mutlak untuk menyatukan umat Islam dengan satu tanggal dan satu hari di seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap berpijak pada identitas kebangsaan Indonesia, sebagaimana diwujudkan dalam dokumen resmi Pancasila dan Darul Ahdi Wasyahadah. Namun, untuk kepentingan universal, kalender global ini dianggap sebagai langkah strategis yang tidak dapat dihindari. “Kita tidak lagi bisa hanya berbasis kalender lokal, kecuali untuk keperluan tertentu. Kalender global adalah jihad akbar dan ijtihad umat Islam menghadapi perkembangan global,” tegas Haedar. Dari perspektif kesatuan, Haedar menekankan pentingnya ukhuwah (persaudaraan) sebagai keniscayaan untuk menjaga keutuhan umat Islam, baik di Indonesia maupun dunia. Ia merujuk pada Al-Qur’an, “Innamal mukminuna ikhwah” (QS. Al-Hujarat: 10), yang memerintahkan umat Islam untuk bersaudara, serta perintah untuk berpegang teguh pada tali Allah dan tidak berpecah belah (QS. Ali Imran: 103). Namun, ia mengakui bahwa ukhuwah sering sulit dipraktikkan dalam dua isu besar: konflik Palestina dan penentuan kalender hijriah. Haedar menyebut penentuan kalender hijriah sebagai “jalan terjal” bagi Muhammadiyah, terutama karena perbedaan pandangan di tingkat lokal dan global. Ia mencontohkan kebingungan umat awam ketika tanggal penting seperti 1 Ramadan, 1 Syawal, atau 10 Zulhijah berbeda-beda, bahkan hingga dua atau tiga hari, padahal peredaran bulan, matahari, dan bumi bersifat eksak. Meski demikian, Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah terbuka untuk dialog dan musyawarah demi mencapai mufakat. “Prosesnya mungkin lama, bisa 10, 50, atau 100 tahun, tapi Muhammadiyah akan sabar menanti,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi inisiatif individu dan organisasi lain yang telah merintis gagasan serupa, serta mengajak semua pihak untuk menyisihkan kepentingan pribadi demi persatuan umat. Kalender global tunggal mungkin punya kekurangan, tapi sistem lain juga tidak sempurna. “Mari duduk bersama untuk satu tujuan: satu hari, satu tanggal,” ajaknya. Dari sisi saintifik, Haedar menjelaskan bahwa Muhammadiyah menggunakan metode hisab sebagai salah satu parameter kalender global, di samping prinsip satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa hisab dan rukyat sama-sama memiliki dasar dalam Al-Qur’an dan hadis, seperti hadis dari Ibnu Umar, “Fain gumma faqdurullahu,” serta ayat yang menyebutkan kepastian peredaran matahari dan bulan (QS. Yunus: 5). Haedar menekankan bahwa perubahan metode tidak perlu ditakuti, karena metode hanyalah wasilah (sarana) untuk mencapai tujuan. Muhammadiyah sendiri pernah beralih dari rukyat ke hisab hakiki, menunjukkan keterbukaan terhadap pembaruan. Ia juga merujuk pada konsep falsifikasi dalam ilmu pengetahuan Barat, yang membuka peluang untuk menguji dan memperbarui teori. “Jika kalender global ini dikritik, kami terbuka. Bahkan ijtihad yang salah pun mendapat pahala,” ujarnya, mengutip prinsip bahwa ijtihad adalah kunci peradaban Islam. Haedar berharap kalender ini tidak hanya menjadi milik Muhammadiyah, tetapi milik umat Islam secara keseluruhan. “Hilangkan nama Muhammadiyah jika perlu, yang penting kita bersatu untuk satu kalender global,” katanya. Ia juga menyoroti kebutuhan generasi milenial dan Gen Z akan kepastian kalender, serupa dengan kalender Masehi yang telah mapan, seperti perayaan Natal yang selalu jatuh pada 25 Desember di seluruh dunia. Meski tantangan masih besar, Haedar optimistis bahwa dengan dialog, musyawarah, dan keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan, kalender hijriah global tunggal dapat terwujud. “Jika tidak sekarang, mungkin 25, 50, atau 100 tahun ke depan. Tapi jangan terlalu lama, karena generasi muda menanti,” pungkasnya. Sumber: muhammadiyah.or.id/2025/06/haedar… #SaatnyaKalenderHijriahGlobalTunggal #SiapLebihAwal #Muhammadiyah
Indonesia
89
1K
3K
92.5K
Rizal Pratama N. retweetledi
Hanif | AI For Productivity
Hanif | AI For Productivity@hanifproduktif·
HP Android lo lemot dan storage penuh? Jangan beli HP baru dulu. Kemarin gue bersihin HP Android 64GB yang katanya sisa 2GB. Setelah kelar? 31GB kosong. 29GB isinya SAMPAH yang lo gak pernah liat. Gini cara bersihinnya:
Indonesia
20
2.1K
8.9K
570.2K
Rizal Pratama N. retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Gw punya temen yang jam tidurnya rapi banget. Bukan karena dia punya ritual malam yang ribet atau minum suplemen tidur mahal-mahal. Caranya sederhana banget tapi konsisten dari kecil. Dia cuma punya satu aturan soal kasur kasur itu tempat tidur. Bukan tempat nonton. Bukan tempat scroll TikTok. Bukan tempat makan. Bukan tempat rebahan sambil gabut. Kalau sudah jam tidurnya misalnya jam 10 malam dia masuk kasur. Titik. Kalau belum ngantuk pun dia tetap di kasur. Tidak pegang hp. Tidak buka laptop. Cukup berbaring gelap. Dan kata dia tidak butuh lama biasanya langsung ketiduran karena otaknya sudah paham sinyal itu. Sebaliknya begitu jam bangunnya tiba misalnya jam 5 pagi dia langsung bangun. Tidak rebahan lagi. Tidak snooze. Kasur langsung ditinggal. Dan ini yang menarik secara logika. Otak kita itu asosiasikan tempat dengan aktivitas. Ini namanya sleep hygiene konsep yang sudah dibuktikan riset. Kalau lu sering rebahan di kasur sambil main hp, nonton, atau makan otak lu akhirnya tidak lagi baca kasur sebagai sinyal tidur. Kasur jadi sama aja dengan sofa atau lantai. Temen gw ini justru jarang rebahan di kasur kalau tidak mau tidur. Kalau mau santai dia di lantai atau sofa. Kasur hanya untuk tidur. Hasilnya begitu badannya menyentuh kasur otaknya otomatis masuk mode tidur. Seperti ada alarm internal yang sudah terpasang sendiri. Tidak ada aplikasi. Tidak ada suplemen melatonin. Tidak ada white noise. Cuma konsistensi yang dibangun bertahun-tahun sampai jadi kebiasaan tubuh. Yang paling susah dari cara ini memang di awal. Karena kita semua sudah terlanjur biasa pakai kasur untuk segalanya. Dan bongkar kebiasaan itu butuh waktu. Tapi kalau sudah terbentuk tidurnya jadi salah satu hal yang tidak perlu dipikirkan lagi.
sya@arsenatasyas

anyone yang pernah punya problem tidur, cara benerin tidur yang paling ampuh versi kalian apa? terima kasihhh 🙏🏻

Indonesia
25
822
4.6K
232.5K
Rizal Pratama N. retweetledi
T0361M4N
T0361M4N@toe_giman·
Ya Allah, ampuni kami dan berikanlah kami kesabaran atas ujian dari para pemimpin kami... Aamiin 🤲
Indonesia
155
794
2.6K
60.9K
Rizal Pratama N. retweetledi
Han🍀
Han🍀@0xhanyfa·
Realitanya, di lingkungan orang orang yang pekerjaannya sudah bagus, mau lo pakai Redmi, Samsung, atau iPhone juga nggak ada yang terlalu peduli. Yang penting HP nya lancar dipakai kerja, nggak lemot. Yang sering ribut soal pamer iPhone biasanya justru di circle yang masih circle menengah kebawah, bocah bocah sekolah atau orang yang haus validasi yang suka ukur-ukur gengsi. Kalau di lingkungan lo masih heboh dan pamer2 IPhone, fix sudah waktunya cari circle yang beda.
Indonesia
202
2.1K
11.1K
1M
Rizal Pratama N. retweetledi
Fitriani Bachtiar. ps
Fitriani Bachtiar. ps@FitriMawagusony·
@erlanishere Orang orang pintar, narasinya level tinggi. Dan sayang nya, walau lawan bicara ada di depan hidung, tapi nalar tak ada. Maka hanya akan menjadi anggukan anggukan kepala kosong...
Indonesia
0
18
615
22.8K
Rizal Pratama N. retweetledi
Arief R
Arief R@arieframadhanm·
@erlanishere @anindharmes "Kekuasaan itu kehendak Tuhan, baik penguasa itu jujur maupun durhaka." Maknanya ngingetin "lo tuh bisa mimpin belom tentu karna baik ye"
Indonesia
0
11
307
9.6K
Rizal Pratama N. retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Gw mau lo baca ini pelan pelan. Pak Purbaya bilang kalau anggaran kurang, pilihannya cuma dua. Geser anggaran pembangunan atau BBM naik. Yang tidak akan digeser adalah anggaran Makan Bergizi Gratis. Sekarang gw mau kita hitung bareng. Anak sekolah dapat makan gratis 10 ribu per hari. Tapi BBM naik harga logistik naik. Harga logistik naik semua harga barang di pasar naik. Bahan makanan naik. Ongkos transport naik. Tagihan listrik naik. Satu keluarga bisa keluar tambahan ratusan ribu per bulan karena efek domino BBM naik. Tapi anaknya dapat makan gratis 10 ribu per hari. Jadi pemerintah dengan bangga kasih 10 ribu ke anak lo di sekolah sementara mereka ambil jauh lebih besar dari meja makan keluarga lo di rumah. Dan ini dikemas sebagai kebijakan pro rakyat. Yang lebih bikin gw geleng geleng ini bukan kebodohan. Ini kalkulasi. Karena makan gratis itu kelihatan. Bisa difoto. Bisa dijadiin konten. Bisa dijadiin legacy program. Tapi dampak BBM naik itu tersebar. Gak kelihatan langsung. Gak ada yang foto ibu rumah tangga yang diem diem ngurangin lauk karena harga naik. Mereka tau persis mana yang akan diingat publik. Dan mana yang akan ditelan diam diam.
RIKE SANTOSO✋SA ID 0000001@RikeSants

Pak Purbaya bilang kalo anggaran mentok, yang digeser nanti anggaran pembangunan dan anggaran2 lain kecuali anggaran Makan. Pilihannya hanya itu atau BBM Naik. Kita balik logika mereka. Makan Gratis tetap diberikan jatah 1 anak 10ribu perhari, namun 1 keluarga harus bertahan dengan harga2 melambung tinggi karena BBM naik. Cerdas sekali pemerintah kita ini.

Indonesia
157
6.4K
11.6K
316K
Rizal Pratama N. retweetledi
Hanif | AI For Productivity
Hanif | AI For Productivity@hanifproduktif·
Kalo gmail lo penuh, lo ga bisa nerima email baru. Semua email jawaban lamaran kerja dan project mental! Solusi dari gmail: Bayar Google One 32ribu/bulan buat upgrade kapasitas drive. Ternyata lo gak harus beli. 15GB yang "penuh"? sebagian besar isinya sampah yang Google sembunyiin. Lo bisa bersihin ini dalam 20 menit tanpa hapus file penting. Gini caranya:
Indonesia
13
922
3K
168.4K
Rizal Pratama N. retweetledi
Rama
Rama@dntyk·
Muhammadiyah resmi keluarkan fatwa kripto. HALAL: Investasi kripto (spot) Airdrop Store of value Utility token HARAM: Futures Leverage trading Short selling Meme coin Lending berbunga Sebagai alat bayar Intinya: asetnya boleh, tapi cara mainnya banyak yang haram.
Rama tweet media
Indonesia
115
931
5K
173.3K
Rizal Pratama N. retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Jadi gini guys. Ada penelitian yang bilang kalau terlalu sering pakai ChatGPT buat mikir atau brainstorming bisa bikin kreativitas kita menurun. Mereka bikin eksperimen: orang dibagi dua kelompok. -Satu pakai ChatGPT -Satu mikir sendiri Di awal, yang pakai ChatGPT kelihatan lebih bagus: ide lebih banyak dan hasilnya lebih rapi. Tapi begitu ChatGPT-nya dihentikan, kemampuan mereka langsung balik ke level biasa lagi. Yang lebih menarik, lama-lama ide orang yang pakai ChatGPT jadi mirip semua. Strukturnya sama, gaya bahasanya sama, cuma topiknya saja beda.
Sukh Sroay@sukh_saroy

🚨BREAKING: If you've used ChatGPT for writing or brainstorming in the last 6 months, your creative ability may already be permanently damaged. A controlled experiment just proved the effect doesn't reverse when you stop using it. 3,302 creative ideas. 61 people. 30 days of tracking. Researchers split students into two groups. Half used ChatGPT for creative tasks. Half worked alone. For five days, the ChatGPT group outperformed on every metric. Higher scores. More ideas. Better output. AI was making them better. Then day 7. ChatGPT removed. Every creativity gain vanished overnight. Crashed to baseline. Zero lasting improvement. But that's not the bad part. ChatGPT users' ideas became increasingly identical to each other over time. Same content. Same structure. Same phrasing. The researchers called it homogenization. Everyone using ChatGPT started producing the same ideas wearing different clothes. When ChatGPT was removed, the creativity boost disappeared -- but the homogenization stayed. 30 days later, same result. Their creative range had been permanently compressed. Five days of use. Permanent damage 30 days later. A separate trial confirmed it. 120 students. 45-day surprise test. ChatGPT users scored 57.5%. Traditional learners scored 68.5%. AI reduces cognitive effort. Less effort means weaker encoding. Weaker encoding means less creative raw material. You're not renting a productivity boost. You're financing it with your originality. The interest rate is permanent.

Indonesia
60
944
7.2K
366.5K
Rizal Pratama N. retweetledi
𝗚𝗠𝗣
𝗚𝗠𝗣@GMP_Press·
A Tajwid rule that we CANNOT hear! The imam of Mecca recited Surah Yusuf this week during Tarawih, making this movement with the mouth right in the middle of the verse.
English
47
2.3K
11K
1.6M
Rizal Pratama N. retweetledi
interesting videos
interesting videos@IntVideos_x·
Cats must be watching the world in slow motion
English
1.3K
4.8K
45.8K
1.6M
Rizal Pratama N. retweetledi
Fahmi
Fahmi@FahmiAgustian·
Lagu yg seliweran di linimasa TikTok dari kemarin. 😂😂😂😂
Indonesia
1
4
7
1.1K