ferizandra@ferizandra
Kita udah ngebahas anggaran yang dihabiskan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk pengadaan motor listrik, Galaxy tab, sampe kaos kaki yang harganya Rp. 100 ribu sepasang...
Ternyata masih ada anggaran luar biasa besar lain yang dihabiskan oleh BGN, yaitu anggaran untuk pembayaran event organizer (EO) yang mencapai Rp. 113,9 miliar...
Rp113,9 miliar anggaran publik digelontorkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membayar jasa Event Organizer (EO)... data PBJP mencatat 31 paket pekerjaan dengan total kontrak mencapai Rp113.916.541.381, tersebar ke 16 perusahaan...
Di tengah wacana efisiensi dan prioritas belanja publik, angka ini menimbulkan pertanyaan: seberapa urgen pengeluaran ratusan miliar untuk kegiatan seremonial dibanding kebutuhan langsung masyarakat...?
Perusahaan dengan nilai kontrak terbesar antara lain Maria Utara Jaya (Rp18,47 miliar), Anugrah Duta Promosindo (Rp17,42 miliar), dan Falah Eka Cahya (Rp16,59 miliar)... kalo diakumulasi, tiga vendor teratas aja udah menyerap lebih dari Rp52 miliar, hampir setengah dari total anggaran EO...
Publik berhak mempertanyakan indikator output dari belanja sebesar ini: apakah kegiatan yang diselenggarakan benar-benar berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat, atau sekadar memenuhi kebutuhan administratif dan seremoni kelembagaan...?
Transparansi dan akuntabilitas menjadi krusial, sebab setiap rupiah anggaran negara sejatinya bersumber dari pajak rakyat—yang semestinya kembali dalam bentuk program yang terasa, bukan sekadar acara yang terlihat...
Sumber : perspektiv.idn