Ryan Kahar retweetledi

Guys kata Jos Pangkeaun Bos syailendra alias The Dragon of IDX cara dia beli saham itu beda dari kebanyakan orang.
Kebanyakan orang beli saham karena feeling.
Karena tips dari grup Telegram.
Karena lihat chart naik terus.
Jos tidak begitu.
Setiap kali dia beli saham dia tulis dulu investment tesis-nya.
Lima alasan konkret kenapa dia beli saham itu.
Bukan feeling.
Bukan rumor.
Tapi argumen yang bisa dia pertanggungjawabkan ke dirinya sendiri.
Contohnya begini.
Harga saham sekarang 500.
Menurut analisis dia fair value-nya harusnya 1.500. Kenapa? Karena lima alasan A B C D E yang sudah dia tulis sebelum beli.
Nah dari 500 menuju 1.500 itu dia pantau terus. Bukan pantau harganya naik atau turun.
Tapi pantau apakah lima tesis yang dia tulis itu masih berlaku atau tidak.
Kalau kondisinya membaik dia revisi target ke atas. Mungkin bukan 1.500 lagi tapi 2.000.
Kalau kondisinya memburuk dia tidak panik langsung jual.
Tapi dia evaluasi.
Apakah tesisnya masih valid?
Kalau masih valid hold. Kalau tesisnya sudah tidak berlaku baru dia adjust target ke bawah atau pertimbangkan keluar.
Dan ini yang paling penting dari cara berpikir Jos.
Dia tidak jual karena harga turun.
Dia jual karena tesisnya berubah.
Dua hal itu kelihatannya sama tapi sangat berbeda.
Orang yang jual karena harga turun itu reaktif. Dikendalikan oleh market.
Orang yang jual karena tesis berubah itu deliberate. Dia yang kendalikan keputusannya sendiri.
Dan itu bedanya investor yang tenang dengan investor yang panik setiap IHSG merah.

Indonesia






















