🇮🇩 Array's 🇲🇨
5.8K posts

🇮🇩 Array's 🇲🇨 retweetledi
🇮🇩 Array's 🇲🇨 retweetledi
🇮🇩 Array's 🇲🇨 retweetledi

Presiden Prabowo Tidak Ucapkan Duka Cita Atas Meninggalnya Sayyid Ali Khamenei Kepala Negara Iran? Mengapa?
Saya belum menemukan ucapan duka cita dari Presiden Prabowo terhadap meninggalnya Sayyid Ali Khamenei, yang merupakan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran. Secara de facto, saat wafat, Sayyid Ali Khamenei adalah kepala negara Iran. Presiden Prabowo adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan negara Indonesia. Sementara Iran dan Indonesia adalah negara sahabat, punya relasi diplomatik yang kuat dan hubungan kerjasama tak hanya antardua negara juga di tingkat internasional.
Tapi anehnya, ada kepala negara sahabat meninggal, Prabowo tidak mengucapkan kesedihan dan duka cita. Secara etika dan adab ketimuran, raibnya ucapan duka cita itu patut dipertanyakan.
Apalagi ketika pecah serangan AS dan Israel terhadap Iran, Prabowo melalui Kementrian Luar Negeri, buru-buru menawarkan diri menjadi juru damai dan bahkan siap berangkat ke Teheran, Iran, suatu sikap yang bisa dipuji sebagai kepedulian untuk perdamaian, tapi, bagaimana mau jadi juru damai dan mau ke Teheran, mengucapkan duka cita saja tidak dilakukan?
Bagaimana mau diterima di Teheran oleh tuan rumah, kalau tatakrama saja tidak ditunaikan?
Karena itu muncul kritik hingga pesimisme pada tawaran Prabowo menjadi juru damai dan mau ke Teheran yang disebut-sebut hanya untuk memoles citra diri dan mencari panggung diplomatik untuk pemberitaan dan branding, bisa dibilang keinginanannya muluk-muluk dan melangit, tapi hal dasar, etika persahabatan: mengucapkan duka cita saja tidak dilakukan.
Apakah Prabowo merasa tidak enak, atau mungkin takut (?) pada Donald Trump dan Benjamin Netanyahu? Karena meninggalnya Sayyid Ali Khamenei akibat dari serangan militer AS dan Israel.
Tapi apakah hanya karena afiliasi politik dan konflik politik sehingga mematikan nurani kemanusiaan sampai-sampai tidak mengucapkan bela sungkawa?
Katanya Indonesia punya prinsip "bebas aktif" tapi presidennya tidak bisa "bebas" walau hanya mengucapkan duka cita atas berpulangnya kepala negara sahabat.
Bukankah Indonesia tidak sedang berperang atau berkonflik dengan Iran? Bukankah Indonesia sama-sama punya hubungan diplomatik dengan AS dan Iran, meskipun keduanya sedang terjadi konflik, harusnya posisi Indonesia tetap bisa "bebas aktif" antara keduanya, jadi apa hambatan Presiden Prabowo tidak mengucapkan duka cita atas berpulangnya kepala negara Iran?
Kalaupun terjadi konflik bukan alasan untuk membunuh rasa kemanusiaan, bukankah junjungan kita Nabi Muhammad Saw tetap berdiri dan menghormati saat ada iring-iringan jenazah orang Yahudi, meskipun saat itu berkecamuk konflik antara umat Islam di Madinah dan umat Yahudi.
Saya berharap Pak Prabowo punya keberanian mengucapkan duka cita atas berpulangnya kepala negara sahabat: Sayyid Ali Khamenei, selain pertimbangan etik, humanistik, juga diplomatik, syukur-syukur benar-benar jadi ke Teheran Iran untuk menjadi juru damai.
Mohamad Guntur Romli

Indonesia

jgn pak...tar ketiban drone
tempo.co@tempodotco
Presiden Prabowo Subianto siap terbang ke Teheran, ibu kota Iran, untuk menjadi juru damai antara Iran dan Amerika Serikat.
Indonesia

@kompascom dilema krn polisi nya blom prnh kd korban jambret... halaaah...asu laah
Indonesia

Kapolres Sleman Kombes Edy Setyanto Erning Wibowo mengaku menghadapi dilema saat menangani kasus Hogi Minaya, yang ditetapkan tersangka usai mengejar orang penjambret istrinya. Diketahui, Hogi menjadi tersangka lantaran dua penjambret yang dikejarnya meninggal dunia.
"Demikian menjadi dilema yang kami rasakan, Bapak, untuk memutus suatu hal manakala kami berdiri dua kaki antara korban dan pelaku," kata Edy, Rabu (28/1/2026).
Baca di: nasional.kompas.com/read/2026/01/2…
~WR #HogiMinaya #Yogyakarta #Polisi

Indonesia
🇮🇩 Array's 🇲🇨 retweetledi

Wakil presiden dan Rakyat
: Gw mau polling :
Mana lebih manfaat dan mumpuni
❤ 👉 Wapres, dik @gibran_tweet
🔁 👉 Rakyat, Bro @pandji
Gak usah baperan, hanya sekedar polling.

Indonesia
🇮🇩 Array's 🇲🇨 retweetledi

🇮🇩 Array's 🇲🇨 retweetledi

Yang Setuju Menhut Raja Juliantoni Di (PECAT) Like & Retweet Se-banyak² Nya.
#PecatMenhutRajaJuliAntoni
#PecatMenhutRajaJuliAntoni

Indonesia
🇮🇩 Array's 🇲🇨 retweetledi
🇮🇩 Array's 🇲🇨 retweetledi

"SANG PATRIOT" ( ? )
.
.
120.000 Hektare di Aceh Tengah;
220. 000 Hektare di Kaltim.
Total 340.000 Hektare.
_______________________
.
.
Luas lahan yg dikuasai "sang patriot" itu, 5 kali lebih luas daripada luas Jakarta.
Jika membandingkan luas lahan yg dimiliki "sang patriot" itu dgn luas Jakarta, maka harus mengubah satuan luasnya menjadi km².
Maka,
1 hektare lahan setara dengan 0,01 km² atau 340.000 hektare lahan sama dengan 3.400 km².
3.400 km² : 662,33 km² = 5,13
Artinya, lahan yg dikuasai "sang patriot" setara dengan 5 kali luas Jakarta.
.
.
"Saya rela mengembalikan itu semua, tapi daripada jatuh ke orang asing lebih baik saya kelola, karena saya nasionalis dan patriot, terima kasih !" ujarnya dalam satu kesempatan.
HARI - HARI INI, MEMANG SULIT MEMBEDAKAN ANTARA PATRIOT, NASIONALIS, DENGAN KOMPENI.
Berpakaian ala Bung Karno, tapi sepak terjangnya ala Pak Harto.
.
.
HIDUP JOKOWI !! 💩🍻😁
_________________
Maaf, tiba² sy ingin "menyelinap" ke dlm buku yg ditulis Vincent J. H. Houben • Keraton & Kompeni.
Dari buku ini sy mencatat banyak hal, antara lain ; ( antara lain ya... 😁).
1. Kolonialisme bukan hanya ttg penaklukan fisik dan kekuatan militer, tapi kontrol thd pikiran publik.
Kompeni bukan hanya menguasai tanah, tp mengatur struktur politik, menghancurkan kemandirian, & "mereset" pola pikir elite.
"Penjajahan yg paling halus adalah ; penjajahan yg diterima sbg kewajaran"
2. Kekuasaan tak berdiri sendiri, krn kekuasaan bukan soal siapa yg memerintah, tapi siapa yg mempengaruhi siapa ( dlm senyap).
3. Elite yg sibuk mengurus upacara, ritual dan hierarki internal, dapat kehilangan realitas.
4. Tradisi bisa membelenggu, tapi modernitas yg salah arah bisa memperbudak.
5. Relasi kekuasaan, selalu menjadi rahim lahirnya 3 saudara kembar, yaitu ; ironi, paradoks dan tragedi.
Yg kuat jadi lemah, yg lemah jadi alat, jadi budak, jadi pengkhianat, hingga jadi penjilat.
.
.
______________
Lalu, saya menbaca berita: Bareskrim menyelidiki gelondongan kayu yg terseret dalam banjir Sumatera.
Ah....ini komedi apa lagi ? 😁
.
.
#PrayForSumatera
| @RajaJuliAntoni "💩"

Indonesia













