Sales Melon retweetledi
Sales Melon
53.1K posts


@idextratime yg bikin beliau keren itu bukan jumlah gol atau peran dia baik di luar/dalam lapangan
yg bkin dia keren dia pernah nanem mangrove dan ga tatoan
Indonesia

@unmagnetism Lama2 lo bakalan ngefans ama dia un kl bahas dia mulu wkwk
Indonesia

ijin ga mau muntah sendirian🤢🤮
Ida 🩷@0xprettygirl_
Haus validasi banget nih orang. Hampir semua VTnya selalu bawa2 nama almarhum Vidi, keliatan banget pansosnya.
Indonesia

Suaranya?😭😭 sama aksi pas nyanyi berasa dia plek ke tiplek sama alm😭 gamaooo glayyyyyy
jing@anjingkmpng
Emang dia semirip itu sama alm vidi? . Sampe bilang dia insyah allah bisa jadi pengganti kalo ada fans yg rindu ke alm. . Legacy alm vidi itu bukan cuma penampilan fisik yg ganteng, tapi karena baik hatinya, lucunya, pikiran positifnya dan banyak lagi. . Kalo kata i si stop
Indonesia

@HabisNontonFilm @sales_melon jadi makin penasaran sm film nya nih.. 🤔
Indonesia

Lucu banget Aldi Taher. Terus itu CC ngasal bener 🤣🤣
Tau-tau ntar diajak Jokan jadi cameo di GHOST IN THE CELL, masuk after credit scene hahaha.

Habis Nonton Film@HabisNontonFilm
Gokil juga GHOST IN THE CELL belum apa-apa udah dibeli di 86 negara. Padahal di Indonesia aja baru tayang mulai 16 April nanti. Penasaran!
Indonesia

@WatchmenID - They will kill u
- Project hail mary
- The mummy
- Ready or not 2
- Ghost in cell
English

@vGee1118 @morrtality @nkmtyouta Mon maap, gk smua film dia semi, cm krn kbetulan terkenal akan kemontokan, kemolekan, kesexyan, serta keaslian tubuhny aj jd booming akan hal it 😌




Indonesia

Berarti Syifa Hadju ni bener-bener berprinsip ya (sejauh ini). Dia bilang sekali nerima tawaran series/film begituan, bakalan ditawarin mulu script begitu.
Habis Nonton Film@HabisNontonFilm
Buset posternya... Davina Karamoy & Giorgino Abraham.
Indonesia
Sales Melon retweetledi
Sales Melon retweetledi
Sales Melon retweetledi

Benarkah Nabi Mengabarkan Yahudi Israel dan Syiah Iran Akan Bersatu Mengikuti Dajjal?
Belakangan ini beredar kembali postingan yang mengaitkan konflik Israel–Amerika melawan Iran dengan sebuah hadis dari Sahih Muslim. Hadis yang sering dikutip adalah:
يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُودِ أَصْفَهَانَ سَبْعُونَ أَلْفًا عَلَيْهِمُ الطَّيَالِسَةُ
Artinya:
“Dajjal akan diikuti oleh tujuh puluh ribu orang Yahudi dari Isfahan yang mengenakan ṭayālisah (sejenis jubah atau selendang).”
(HR. Muslim)
Hadis ini memang sahih dan termasuk hadis eskatologis, yaitu hadis yang berbicara tentang fitnah akhir zaman.
Masalahnya bukan pada hadisnya.
Masalahnya pada narasi yang dibangun di sekeliling hadis ini.
Sebagian orang kemudian menyimpulkan:
“Tidak usah heran dengan perang hari ini. Sekarang saja mereka konflik tapi nanti mereka akan kompak menjadi musuh Islam. Rasulullah sudah mengabarkan bahwa Yahudi dan Syiah pada akhirnya akan bersatu mengikuti Dajjal.”
Sekilas terdengar meyakinkan.
Padahal kalau kita baca hadisnya dengan teliti, narasi ini tidak berasal dari hadis tersebut.
Nabi tidak pernah menyebut Syiah
Hadis itu hanya mengatakan:
“Yahudi dari Isfahan.”
Memang benar Isfahan hari ini berada di wilayah Iran.
Dan benar pula Iran modern mayoritas bermazhab Syiah.
Namun menyimpulkan bahwa hadis itu berbicara tentang Syiah adalah lompatan logika yang terlalu jauh.
Pertama, penyebutan Isfahan dalam hadis itu bersifat geografis, bukan ideologis atau mazhab.
Kedua, siapa yang bisa menjamin bahwa wilayah tertentu akan tetap berada di bawah identitas mazhab yang sama hingga akhir zaman?
Sejarah menunjukkan wilayah, bangsa, dan mazhab bisa berubah berkali-kali.
Karena itu menjadikan hadis ini sebagai bukti “koalisi Yahudi–Syiah” jelas bukan berasal dari teks hadis, melainkan dari cara kita menafsirkannya.
Hadis tidak selalu menyebut nama bangsa secara eksplisit
Dalam hadis lain tentang akhir zaman disebutkan bahwa pengikut Dajjal memiliki wajah:
“seperti perisai yang dipukul.”
Sebagian ulama klasik mencoba memahami deskripsi ini.
Misalnya Ibn Kathir berpendapat bahwa kemungkinan yang dimaksud adalah bangsa Turk.
Tetapi penting dicatat:
Nabi tidak pernah menyebut kata “Turk” dalam hadis itu.
Itu adalah interpretasi ulama, bukan teks hadis.
Dan istilah Turk dalam literatur klasik juga bukan berarti negara Turki modern.
Yang dimaksud adalah bangsa-bangsa Turkic di Asia Tengah, suku-suku nomadik yang hidup di wilayah luas seperti Turkestan dan Transoxiana.
Ini menunjukkan satu hal penting:
tafsir ulama selalu terkait dengan konteks zaman mereka.
Nama wilayah dalam hadis tidak sama dengan peta politik modern
Hadis-hadis akhir zaman juga sering menyebut nama wilayah seperti:
Khurasan – Wilayah luas di Asia Tengah dan Timur Persia pada masa klasik, mencakup sebagian besar Iran timur laut, Afghanistan, Turkmenistan, Uzbekistan, dan Tajikistan.
Syam – yang dulu meliputi Suriah, Palestina, Yordania, dan Lebanon.
Rum – Merujuk pada Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium), yang berpusat di Konstantinopel (sekarang Istanbul).
Semua istilah ini adalah geografi dunia klasik, bukan batas negara modern seperti yang kita kenal hari ini.
Batas wilayah dalam sejarah bisa berubah berkali-kali.
Dan bisa saja berubah lagi di masa depan.
Karena itu membaca hadis-hadis ini dengan peta politik hari ini sering kali justru menyesatkan.
Bahaya membaca hadis untuk membenarkan asumsi kita
Masalah terbesar muncul ketika hadis tidak lagi dibaca untuk memahami pesan Nabi, tetapi dipakai untuk menguatkan asumsi dan opini yang sudah kita miliki sebelumnya.
Lalu kita berkata:
“Lihat, Nabi sudah mengabarkan ini sejak dulu.”
Padahal yang terjadi sebenarnya adalah:
kita memasukkan asumsi dan opini kita ke dalam hadis,
lalu mengklaim bahwa itu berasal dari Nabi.
Parahnya lagi asumsi kita itu bisa saja dipenuhi dengan kebencian pada mazhab atau kelompok tertentu.
Ini bukan cara membaca hadis yang sehat.
1/2

Indonesia
Sales Melon retweetledi
Sales Melon retweetledi
Sales Melon retweetledi
Sales Melon retweetledi
Sales Melon retweetledi
Sales Melon retweetledi
Sales Melon retweetledi

"Mati Berdiri vs Hidup Berlutut: Ironi Kepemimpinan Dunia Islam"
Sementara hampir seluruh dunia
Muslim Sunni. termasuk Arab
Saudi, yang memproklamirkan
diri sebagai penjaga Mekah dan
Madinah, tunduk kepada Amerika
justru pemimpin satu-satunya
negara mayoritas Syiah yang teguh
pendirian dan membayarnya dengan
nyawanya. Ayatollah Khamenei
gugur sebagai martir dalam serangan
Israel-Amerika, seorang pria yang
bahkan sebagian besar pemimpin
Sunni tidak akan benar-benar
menganggapnya sebagai Muslim.
Namun ia meninggal dalam posisi
berdiri, sedangkan mereka hidup
berlutut setiap hari!
Hanya Allah yang berhak menilai
keimanan seseorang. Namun sejarah
akan menghakimi sisanya. Dan
hari ini, perbedaan itu tidak pernah
sejelas dan sesedih ini!.
AL-FATIHAH..

Indonesia
Sales Melon retweetledi

Tolong ceritakan ke anak2 kalian, pria berusia 86 tahun ini sendirian melawan israel dan amerika yang menjajah Al-Aqsha, sementara pemimpin negara2 Arab cenderung diam bahkan bersekutu dengan 2 teroris dunia.
#Iran
#FreePalestine

Indonesia
















