Kesatria terhebat Yongyong

6.3K posts

Kesatria terhebat Yongyong banner
Kesatria terhebat Yongyong

Kesatria terhebat Yongyong

@sandfinanc

tumbuh semestinya

Katılım Ağustos 2019
321 Takip Edilen77 Takipçiler
YAPPINGFESS
YAPPINGFESS@yappingfess·
yap! coba tebak🤭
YAPPINGFESS tweet media
Indonesia
213
79
4K
362.5K
Kesatria terhebat Yongyong retweetledi
archeerl
archeerl@archeerl·
Rame bgt itu ambulance. Kasus Pembunuhan 1 Keluarga. anak umur 3 tahun jadi korban juga. Biadab manusia serakah !!
archeerl tweet mediaarcheerl tweet media
Indonesia
98
3.6K
11K
388.6K
Kesatria terhebat Yongyong retweetledi
ℬ𝒶𝑔𝒾𝓃𝒹𝑜 𝒦𝑜𝓅𝒾
Lagi2 guru honorer jadi korban... Selama 16 tahun mengabdi di SDN 169 Sadar, Bone, Hervina menjalani peran yang sering dielu-elukan sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa”. Tapi realitanya jauh dari slogan. Gaji rapelan Rp700 ribu untuk empat bulan, yang berarti sekitar Rp175 ribu per bulan. Bukan cuma angka, itu simbol betapa rendahnya prioritas terhadap pendidikan dasar dan para pengajarnya. Ironinya, ketika ia membagikan momen sederhana, sekedar rasa syukur karena bisa melunasi utang warung, namun yang datang justru sanksi. Bukan evaluasi sistem, bukan empati, tapi pemecatan. Lebih menyakitkan lagi, keputusan itu disampaikan secara tidak profesional, hanya lewat pesan WhatsApp, bahkan bukan langsung dari kepala sekolah. Di titik ini, publik marah. Dan kemarahan itu masuk akal. Karena yang diserang bukan pelanggaran berat, melainkan kejujuran tentang kondisi yang memang nyata: guru digaji tak layak. Tekanan dari masyarakat, dukungan dari Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), hingga sorotan Komisi X DPR RI akhirnya memaksa Dinas Pendidikan Kabupaten Bone turun tangan. Mediasi dilakukan. Kepala sekolah diminta meminta maaf. Dan keputusan pemecatan itu pun dibatalkan. Akhirnya memang “happy ending”. Tapi jangan buru-buru puas. Karena pertanyaannya belum selesai, kenapa harus viral dulu baru adil? Kenapa harus menunggu tekanan publik untuk memperbaiki ketidakadilan yang sudah berlangsung bertahun-tahun? Kasus Hervina membuka satu hal yang tak bisa ditutup lagi, masalah guru honorer bukan soal individu, tapi sistem yang membiarkan ketimpangan terus terjadi. Dan selama itu belum dibenahi, cerita serupa hanya tinggal menunggu waktu untuk terulang kembali.
ℬ𝒶𝑔𝒾𝓃𝒹𝑜 𝒦𝑜𝓅𝒾 tweet media
Indonesia
65
1.1K
1.7K
23.6K
Kesatria terhebat Yongyong retweetledi
Takayama_Zero
Takayama_Zero@RaidenKevin17·
Cerita sedih di Papua sepertinya gak ada habis-habisnya ya? 😭
Indonesia
8
402
989
7.4K
Kesatria terhebat Yongyong retweetledi
Mas Gres
Mas Gres@erlanishere·
Gengs, karena berita di Aceh makin tenggelam, kita bakal up lagi situasi di sana. Kondisi di Aceh masih banyak titik-titik yang belum pulih akibat banjir tahun lalu, ekonomi belum bisa bergerak penuh seperti sebelumnya. Ya Allah!
Indonesia
23
7K
11.1K
95.6K
Kesatria terhebat Yongyong retweetledi
hourly karina
hourly karina@hourlykrn·
WTF KARINA?!
hourly karina tweet media
Latviešu
4
1.1K
9.4K
66.9K
Kesatria terhebat Yongyong retweetledi
Boy Candra
Boy Candra@dsuperboy·
Kirim foto senja paling indah di ponselmu.
Indonesia
776
97
997
178.8K
Kesatria terhebat Yongyong
Sebagai angkatan covid 19, jujur aku lupa muka sama nama temen kuliah, inget cuma yang sering ngobrol doang wkakakka
Indonesia
0
0
0
9
Kesatria terhebat Yongyong retweetledi
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
Perjalanan Karir Dosen "Selamat Mutia, udah lulus S2!" "Terima kasih Prof. Harjo!" "Kamu jadi mau jadi dosen kan? Saya bisa tulis rekomendasi." "Ya Pak." *** "Mbak Admin, ini surat rekomendasi dari Prof. Harjo sama surat lamaran saya" "Baik Bu Mutia, saya terima." "Terus ini gimana Bu?" "Bu Mutia dikontrak jadi dosen tidak tetap di sini dulu sampai bukaan CPNS." "Bayarannya?" "Per SKS Bu. Honorarium, bukan gaji. Sekitar 75 ribu per pertemuan." "Baik Mbak." *** "Bu Mutia, ini jadwal ngajarnya. Total kuliah 9 SKS ya Bu." "Kalau sebulan berarti empat pertemuan?" "Iya Bu." "Berarti saya dapat 2.7 juta Mbak?" "Iya Bu" "UMR kota ini aja 4.8 juta?" "Iya Bu. Memang aturannya gitu." "..." *** "Prof. Harjo, ini emang dosen awal karir bayarannya cuma segini?" "Iya. Saya dulu juga gitu." "Terus Prof dulu gimana?" "Saya ngajar di kampus-kampus tetangga dulu waktu masih muda. Dari dulu aturannya gitu." "Legal di bawah UMR? Gak ada yang protes Prof?" "Kemarin sih di berita ada yang gugat ke MK Bu." "..." *** "Mbak Admin, ini emang belum ada bukaan CPNS?" "Belum Bu." "Sampai kapan?" "Gak tau, kata pemerintah lagi moratorium." "Terus saya harus nunggu gak ada kepastian?" "Iya Bu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Bu Mutia, ini ada bukaan CPNS, segera daftar ya Bu." "Baik Mbak Admin, apa yang perlu saya siapkan?" "Ibu belajar tes SKD sama SKB." "Lah ini kan udah waktu saya lamar jadi dosen tidak tetap?" "Iya, lagi Bu." "Hah? Kalau misal saya amit-amit gak lulus atau ada orang luar kampus yang lolos gimana?" "Ibu nunggu bukaan CPNS lagi yang berikutnya." "Hah? Itu pun belum tentu ada?" "Iya Bu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Mbak Admin, ini pengumuman CPNS belum ada?" "Belum Bu." "Lah katanya Maret?" "Kata berita kemarin Menpan RB bilang ditunda." "Sampai kapan?" "Oktober Bu." "Enam bulan? Emang biasa ya ditunda kaya gitu?" "Iya Bu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Bu Mutia, ini ada surat dari pusat." "Saya baca dulu" "..." "Alhamdulillah. Lolos CPNS." "Selamat ya Bu." "Cuma ini emang selama satu tahun saya cuma nerima 80% gaji pokok?" "Iya Bu. Setahun pertama CPNS. Nanti PNS abis itu." "Cuma 2.2 jutaan? Masih di bawah UMR sini? Malah mending honorer ngajar 9 SKS?" "Memang aturannya begitu. Ibu kan masuknya S2, jadi IIIB. Sekitar segitu." "Ini gak melanggar undang-undang ketenagakerjaan?" "Nggak Bu. Ibu kan CPNS. Dosen juga. Beda aturan. Memang begitu Bu." "..." *** "Mbak Admin, ini gimana caranya nambah take home pay? Gila aja segini terus" "Ibu harus punya jabatan fungsional Bu. Asisten Ahli. Biar dapat tunjangan profesi." "Bisa langsung apply?" "Harus udah PNS Bu. CPNS belum bisa." "Jadi harus nunggu setahun dulu?" "Iya Bu. Memang aturannya begitu. Dari dulu juga begitu." "..." *** "Bu Mutia, ini ada surat dari pusat. Selamat Bu udah jadi PNS dosen." "Alhamdulillah. Jadi saya dapet tambahan 20%, dari tadinya 80% jadi utuh?" "Iya Bu. Jadi sekitar 2.9 jutaan." "Gak ada tambahan apa-apa? Bukannya PNS di tempat lain ada Tukin?" "Gak ada Bu. Itu kan yang pegawai di kementerian sama PTN Satker sama BLU." "Kok gitu? Bedanya apa?" "Ibu kan PNS dosen di sini, PTN-BH. Kata Sekjen Dikti di berita kemarin 'Tukin itu untuk pegawai, bukan dosen'" "Jadi huruf 'P' di status saya PNS itu bukan 'Pegawai'?" "Kata pemerintah gitu Bu. Memang aturannya begitu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Mbak Admin, saya bisa langsung mengajukan jabfung Asisten Ahli tahun ini?" "Bisa Bu. Ini syaratnya." "BKD memenuhi 12 SKS per semester selama 2 tahun berturut-turut?" "Iya Bu." "Lah, penugasan saya kemarin-kemarin aja pas honorer 9 SKS? Gak memenuhi?" "Iya Bu. Memang begitu." "Berarti yang keitung baru yang pas CPNS 12 SKS? Cuma setahun?" "Iya Bu. Dari dulu juga gitu." "Terus gimana?" "Tahun depan Bu. Setelah genap 12 SKS 2 tahun berturut-turut." "..." *** "Mbak Admin, ini berkas saya buat Asisten Ahli." "Baik Bu, saya cek sebentar." "..." "Berkasnya lengkap Bu, saya ajukan ya." "SK Keluarnya kapan?" "Enam bulan sampai setahun Bu." "Nunggu lagi? Tetep dengan take home pay yang sama?" "Iya Bu. Memang gitu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Mbak Keuangan, saya mau tanya" "Gimana Bu?" "Ini kan saya baru jadi Asisten Ahli. Ada tunjangan jabfung?" "Ada Bu. 375 ribu." "Hah? 375 ribu?" "Iya Bu. Memang aturannya begitu. Sejak 2007." "Udah mau dua puluh tahun lewat?" "Iya Bu." "..." *** "Prof. Harjo, ada tips lagi gak buat nambah take home pay?" "Udah Asisten Ahli Bu?" "Sudah." "Udah apply sertifikasi belum?" "Belum." "Nah cobain. Sekali gaji pokok itu lumayan." "Baik Pak." *** "Mbak Admin, saya mau apply sertifikasi." "Lengkapi berkasnya Bu. Sekarang yang penting tuh Pekerti atau Applied Approach." "Semacam training sama pelatihan gitu ya?" "Iya Bu. Sekitar seminggu trainingnya. Bayar 1-3 juta." "Ada reimburse dari kampus?" "Gak ada Bu. Bayar sendiri." "Hah? Kan ini buat kepentingan profesional kan ya?" "Diitungnya pendidikan untuk pengembangan diri Bu. Bukan bagian profesionalisme." "Hah?" "Memang begitu Bu. Dari dulu juga gitu. Bahkan dulu ada TPA sama TOEFL bayar sendiri juga sebelum dihapus." "..." *** "Mbak, ini jadwal Pekerti yang deket adanya di luar kota." "Iya Bu." "Transport sama nginep saya bayar sendiri?" "Iya Bu. Memang gitu. Atau kalau enggak nunggu ada di kampus kita." "Kapan Mbak?" "Tahun depan." "..." *** "Mbak Admin, ini berkas sertifikasi saya." "Baik Bu. Sudah lengkap. Saya nanti submit waktu udah jadwalnya." "Udah jadwalnya? Gak bisa tiap waktu?" "Nggak Bu. Setahun dua kali doang. Yang kemarin udah lewat." "Terus gimana?" "Saya submit nanti sesi kedua tahun ini, enam bulan lagi." "..." *** "Bu Mutia, ini SK serdosnya sudah keluar." "Alhamdulillah, akhirnya. Memang selama itu Mbak?" "Iya Bu. Setahun biasanya." "Jadi saya langsung terima tunjangan profesi?" "Biasanya ada delay 1-2 bulan Bu." "Nunggu lagi?" "Iya Bu. Memang begitu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Gimana Mut Sertifikasinya?" "Alhamdulillah Prof Harjo, akhirnya THP saya di atas UMR." "Iya, mesti punya jabfung sama AA dulu, baru gitu." "Iya Pak, ordenya tahunan." "Saya dulu juga gitu." "..." *** "Mbak Admin, saya mau apply jadi Lektor." "Udah berapa lama jadi AA Bu?" "Dua tahun seinget saya." "Nah, udah bisa berarti. Udah ada publikasi ilmiah Bu?" "Belum Mbak." "Mesti ada." "Hah? Risetnya? Biaya penelitiannya? Mencit? Reagen? Bahan Kimia?" "Wah, itu saya kurang tahu. Coba tanya senior Bu." "..." *** "Prof. Harjo, saya perlu naik jadi Lektor." "Wah mantab. Bagus Bu." "Nah tapi perlu paper buat itu." "Iya Bu. Memang gitu. Saya dulu juga gitu." "Risetnya? Biaya penelitiannya? Mencit? Reagen? Bahan Kimia? APC jurnalnya?" "Saya dulu bayar sendiri semua itu Bu." "Hah? Gak ada alternatif Prof?" "Coba ke Lembaga Penelitian Kampus cari Hibah pemula." "..." *** "Mbak Admin Lembaga Penelitian Kampus, ada hibah buat dosen muda untuk riset pemula? Saya perlu paper." "Ada Bu. Coba dibaca-baca" "Ini memang semua syaratnya Lektor? Bahkan buat pemula?" "Iya Bu. Rata-rata perlu sudah Doktor dan sudah Lektor." "Jadi untuk jadi Lektor saya butuh dana riset, dan untuk dapat dana riset saya harus jadi Lektor?" "Iya Bu. Memang begitu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Prof. Harjo, saya pinjam ruangan lab basah ya selama setahun ke depan." "Dapat hibah Mut akhirnya?" "Nggak ada Prof. Untuk jadi Lektor saya butuh dana riset, dan untuk dapat dana riset saya harus jadi Lektor." "Terus gimana?" "Bayar sendiri." "Semangat Mut. Saya dulu juga gitu." "..." *** "Mbak Admin, ini berkas saya buat Lektor." "Baik Bu, saya cek sebentar." "..." "Berkasnya lengkap Bu, saya ajukan ya." "SK Keluarnya kapan?" "Enam bulan sampai setahun Bu." "Nunggu lagi? Tetep dengan take home pay yang sama?" "Iya Bu. Memang gitu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Bu Mutia, ini SK Lektornya sudah keluar." "Alhamdulillah, akhirnya. "Selamat ya Bu." "Memang selama itu Mbak?" "Iya Bu. Enam bulan sampai setahun biasanya. Memang biasanya begitu." "..." *** "Mbak Keuangan, saya mau tanya" "Gimana Bu?" "Ini kan saya baru jadi Lektor. Tunjangan jabfungnya nambah?" "Iya Bu. Pas Asisten Ahli 375 ribu, kalau Lektor 700 ribu." "Hah? 700 ribu?" "Iya Bu. Memang aturannya begitu. Sejak 2007." "Udah mau dua puluh tahun lewat?" "Iya Bu." "..." *** "Bu Mutia, dipanggil ke ruangan Pak Dekan." "Ada apa ya Mbak Admin?" "Ada yang mau diobrolin katanya." "Jam berapa mbak?" "Jam 1, habis makan siang." *** "Ada apa Pak Dekan?" "Bu Mutia kan udah lama jadi dosen di sini kan ya?" "Iya Pak." "Udah Lektor juga kan ya? Tapi ijazah masih S2 ya?" "Iya Pak." "Biar karir Bu Mutia lancar, kami minta untuk Tugas Belajar S3." "Wah, kalau nggak gimana Pak? Saya lagi banyak pengeluaran. Mana utang waktu S1 belum kebayar semua." "Nanti karir Bu Mutia stuck di situ." "Oh gitu, oke Pak." *** "Mbak Admin, kalau saya mau daftar S3 di univ sini aja, syaratnya apa aja?" "Kok gak ke luar negeri aja Bu?" "Anak saya baru masuk kuliah, di jurusan sebelah, adiknya mau masuk SMA." "Wah udah gede." "Iya, saya dulu nikah muda dan punya anak cepet." "Oh gitu, saya cek dulu ya syarat-syaratnya Bu, nanti saya hubungi." *** "Bu Mutia, syaratnya ini Bu: Ijazah sama Transkrip S1 dan S2, Hasil tes TPA, Hasil tes TOEFL, sama Proposal Penelitian." "Tes TPA sama TOEFL saya udah kadaluarsa, harus tes lagi?" "Iya Bu. Oh ya, nanti juga ada tes lagi dari jurusan." "Bentar, saya ngajar di jurusan Farmasi ini, punya beberapa paper di jurnal internasional di bidang ini juga, masih harus dites kemampuannya?" "Iya Bu, memang aturannya begitu." "..." *** "Mbak Admin, ini saya udah dapat tes TPA dan TOEFL saya, ada reimburse-nya?" "Gak ada Bu." "Hah? Kok gitu, bukannya ini saya melaksanakan tugas secara profesional? Kok jadi uang saya pribadi yang keluar?" "Memang aturannya begitu Bu." "Uang pendaftaran ke universitas juga nggak ada reimburse-nya?" "Gak ada Bu." "..." *** "Pak Dekan, saya kan udah urus pendaftaran S3 ke sini, untuk biaya UKT per semesternya gimana?" "Sekitar 15 juta per semester Bu." "Wah, saya gak kuat harus bayar segitu." "Bu Mutia cari beasiswa aja, ada LPDP atau BPI." "Bentar, ini saya kan melaksanakan tugas secara profesional kan Pak? Atas perintah Fakultas?" "Iya Bu." "Tapi saya disuruh cari pendanaan sendiri? Antara bayar sendiri atau beasiswa cari sendiri?" "Iya Bu. Memang begitu. Saya dulu juga begitu." "..." *** "Prof. Harjo, bisa jadi promotor S3 saya?" "Bisa Mut, tapi saya lagi minim funding beberapa semester ke depan. Hampir semua guru besar di fakultas kita lagi susah Bu." "Oh gitu Prof, kalau tanpa funding, gimana?" "Mutia harus biayain penelitian sendiri." "Maksudnya?" "Beli mencit, reagen, bahan kimia, sama alat-alatnya secara mandiri Bu." "Bentar, jadi selain harus bayar UKT, saya juga harus bayar penelitiannya?" "Iya Mut." "Kan ini saya bertugas secara profesional kan Prof? Ada surat dari Fakultas loh saya disuruh Tugas Belajar, kok pakai uang pribadi?" "Saya dulu juga gitu Bu. Memang begitu." "..." *** "Bu Mutia, ini ada surat dari LPDP." "Oh iya Mbak Admin, sudah ada pengumumannya?" "Iya Bu, ini ada suratnya. Dibuka aja Bu. LPDP itu yang rame kemarin gara-gara pada gak pulang?" "Iya mbak, cuma saya apply yang dalam negeri aja." "Kenapa Bu, kok sedih?" "Nggak keterima Mbak, padahal saya juga PNS Dosen." "Masa Bu? Maudy Ayunda sama Tasya yang artis aja bisa dapet? Terus gimana Bu?" "Ini masih nunggu BPI mbak." "..." *** "Bu Mutia, ini ada surat dari BPI." "Oh iya Mbak Admin, sudah ada pengumumannya?" "Iya Bu, ini ada suratnya. Dibuka aja Bu." "..." "Kenapa Bu, kok sedih?" "Beasiswanya dibatalin Bu. Kena efisiensi. Jadi buat guru doang." "Waduh. Tapi itu beasiswa bermasalah dari dulu Bu. Suka telat sama nunggak." "Hah iya?" "Iya. Kemarin juga macet. Servernya kena hack." "Sebenernya masih bisa diusahain sih kalau itu mbak. Tapi ya itu, dibatalin." "Jadi Bu Mutia gimana akhirnya?" "Terpaksa bayar UKT pakai uang pribadi." "..." *** "Mbak Keuangan Fakultas, ini kok gaji saya tinggal gaji pokok PNS doang? Ini gaji pokoknya mana di bawah UMK pula." "Bentar saya cek ya Bu Mutia." "Tolong ya mbak, itu semua tunjangan sama serdos jadi ilang semua, saya lagi perlu biayain anak-anak saya." "Bu Mutia mulai tugas belajar semester ini?" "Iya Mbak." "Oh pantes, memang gitu aturannya Bu, selama tugas belajar yang diberikan hanya gaji pokok PNS." "Hah, kok gitu? Saya kan mengerjakan tugas ini atas perintah Fakultas?" "Memang aturannya begitu Bu." "..." *** "Prof. Harjo, tugas belajar ini emang semua tunjangan ilang?" "Iya Mut, dari dulu juga gitu. Saya dulu juga gitu." "Gak ada yang protes?" "Kapan hari ada yang gugat ke MK, katanya kan mereka ngerjain tugas profesional, terus ditolak." "Hah ditolak? Kan emang profesional? Saya ada surat tugas. Ini atas perintah Fakultas?" "Iya, katanya bukan bagian dari tugas keprofesionalan dosen. Mantan rektor kampus gede yang jadi saksi ahli." "Lah terus riset, nulis paper, sama ngisi BKD itu apa? Saya tugas gak tugas kerjaannya sama, bayarannya beda." "Ya MK bilang aturannya memang begitu." "..."
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen

Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok

Indonesia
151
1.2K
3.8K
294.5K
Kesatria terhebat Yongyong retweetledi
Notes
Notes@notes0411·
notes219|260426 SENENADE #카리나 #Karina #カリナ #에스파 #aespa
Notes tweet mediaNotes tweet mediaNotes tweet mediaNotes tweet media
Español
1
1.7K
9.2K
159K
Kesatria terhebat Yongyong retweetledi
404_Kpop_
404_Kpop_@404_Kpop·
カリナ KARINA (Aespa) 260423 GMP✈ 高画質📸 #aespa #æspa #에스파 #KARINA #카리나 #カリナ
404_Kpop_ tweet media404_Kpop_ tweet media404_Kpop_ tweet media
日本語
5
2K
12.2K
274.7K
Kesatria terhebat Yongyong retweetledi
🌹🌹𝑅𝐼𝒜 🌹🌹
🌹🌹𝑅𝐼𝒜 🌹🌹@RakyatBerbisik·
MIRIS ‼️ ‼️ "KONDISI SEKOLAH DI PELOSOK NEGRI" SDN Natar Wotong ,kab.Ngada 📌📌
Indonesia
45
772
1.9K
25.5K
Kesatria terhebat Yongyong retweetledi
Bung Madin
Bung Madin@bung_madin·
Mengapa kami ini sbg rakyat terus diperas & diperlakukan tdk adil. Apa pemerintah tuli atau buta, begitu rakusnya MBG mengeruk uang negara, untuk hal yg tdk penting, sprt motor listrik, kaos kaki yg mahal. Setiap bulan gaji kami diambil buat bayar si Dadan. Lihat video ini.
Indonesia
95
3.2K
5.4K
67.2K
Kesatria terhebat Yongyong retweetledi
Free Palestine Stop Genocide 🇵🇸
Sederet fakta soal Rudy Mas'ud, Gubernur Kaltim yg didemo ini: 1. Dari Keluarga Mas'ud Dinasti Penguasa Kaltim, Partainya Golkar, mirip keluarga Ratu Atut di Banten - Kakaknya, Hasanuddin Mas'ud menjabat Ketua DPRD Kaltim - Adiknya, Rahmat Mas'ud menjabat Wali Kota Balikpapan - Adiknya lagi, Abdul Ghafur Mas'ud mantan Bupati Penajam Paser Utara, yg sebagiannya kini jadi IKN 2. Salah satu sebab kemenangan karena janji kampanye yg bombastis namanya Gratis Pol: - kuliah gratis sampai S3 - pelayanan kesehatan gratis - internet gratis - seragam sekolah gratis - umroh gratis untuk marbot - dst 3. Salah satu timsesnya adalah Ipang Wahid (orang di balik kampanye gemoy Prabowo), sekarang masuk jadi penasehat Gubernur 4. Saat kampanye klaimnya sudah kaya jadi pengusaha, ingin mengabdi, tapi waktu menang malah sibuk bikin pengadaan fasilitas pribadi macam rumah dinas dan mobil dinas
Mar Teg@LexMarteg

Peringatan Buat Para Pejabat's........ Kalian dipilih oleh rakyat Dannnnnn..... Jgn bikin marah rakyat

Indonesia
95
3.4K
6.3K
286.3K
Kesatria terhebat Yongyong retweetledi
Fauzi
Fauzi@fauzi_kun·
@zanatul_91 giliran tugas tambahan yg merepotkan dan gak ada uangnya, dikasih ke guru dan nakes. gilirang yang ada uangnya melimpah, dikerjain TNI Polri 😅
Indonesia
22
492
1.7K
32.6K
Kesatria terhebat Yongyong retweetledi
Haluan Media
Haluan Media@haluandotco·
TOLONG DIBANTU DONG PAKKK IJINNNN @prabowo
Indonesia
49
2.5K
4.6K
50.2K