Seftian Eko

33.5K posts

Seftian Eko banner
Seftian Eko

Seftian Eko

@sekologic

terlahir sebagai pemenang,ketika kalah aku sedang mengalah

Medan, Indonesia Katılım Kasım 2011
889 Takip Edilen478 Takipçiler
b3'doel
b3'doel@B3doel___·
Dana 30 milyar lebih. Juara 1 dapat 10 juta. WOW....
b3'doel tweet media
Indonesia
1.4K
4.6K
16.5K
655.3K
Seftian Eko retweetledi
ramzan
ramzan@ramzanrachmat·
Yaampun bang, mending belajar rumus dasar ekonomi makro dulu sblm ngegas wkwk 😅 1. Impor itu sifatnya NGURANGIN PDB, bukan nambahin. Rumus dasar PDB kan (Konsumsi + Investasi + Pengeluaran Pemerintah + Ekspor - Impor). Jd logika lu kebalik, kalo impor makin gede ya angka pertumbuhan ekonomi justru makin jeblok. 2. Soal alutsista dll (belanja pemerintah) emang masuk hitungan, tp porsinya tuh kecil bgt. Pak Menkeu Purbaya udh jabarin lho, dr total pertumbuhan 5,61% kmrn, belanja pemerintah cm nyumbang 1,26%. Yg narik kenceng tuh murni keringat rakyat alias konsumsi rumah tangga (2,94%) sm investasi (1,79%) (Cek di wawancara CNBC menit 06:06) 3. Daya beli rakyat jg faktanya lg kuat. Liat aja data riil April kmrn, jualan mobil meroket 55%, motor naik 28%, konsumsi semen buat bangun2 jg naik 30,6% (Cek di wawancara CNBC menit 03:58) 4. Peredaran uang di masyarakat (Base Money M0) jg tumbuh 14,1% alias kredit perbankan ke sektor riil itu jalan, ga mandek (Cek di Preskon APBN BeritaSatu menit 38:28) Fix lu kemakan narasi "ekonom tiktok" yg disinggung pak Menkeu kmrn wkwk. nih tonton sendiri sumber aslinya, klo emang beneran pengen ngerti yaa: Wawancara CNBC: youtu.be/myugiXcVBeM Preskon Kemenkeu BeritaSatu: youtube.com/live/xV8mQto2w… Coba deh sesekali nonton full preskon APBN biar paham cara baca data, jgn telan mentah2 fyp hasil clipper doang 🙏✌️
YouTube video
YouTube
YouTube video
YouTube
Ritzhy@Ritzhy1

@ramzanrachmat @mengeluarkan @kesahresahrasa @tidaksemampai Woii kontol pertumbuhan ekonomi itu kebanyakan gara2 barang import kopdes pada masuk n alutsista juga ikut dihitung

Indonesia
8
6
11
3.3K
Seftian Eko
Seftian Eko@sekologic·
@LambeSahamjja Gk ada partai yg ngalonin. Karena menurut UU yg bisa mengusung calon ya partai bkn pribadi
Indonesia
0
0
0
23
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
sultan Hamengkubuwono X kok tidak pernah mencalon jadi presiden yah??
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
124
23
443
119.7K
Seftian Eko
Seftian Eko@sekologic·
PLN jangan hanya pandai meminta maaf setiap kali terjadi gangguan besar. Masyarakat tidak hidup dengan permintaan maaf. Ada kerugian ekonomi, kerugian waktu, ketidaknyamanan, hingga rasa cemas yang harus ditanggung rakyat akibat blackout ini metro7news.com/2026/05/blacko…
Indonesia
0
0
0
36
Seftian Eko retweetledi
Johnny Dogs
Johnny Dogs@madHink·
Coba tanya mantan anak buah Bahlil di kemen Inves dan Kem ESDM, lalu kamu bandingkan dengan mantan anak buah Nadiem di Kemdinas. Tau ga apa yg membedakan? Bahlil dateng² ga ngerasa jagoan trus nginjak² PNS² di kementeriannya. Nadiem dateng² bawa shadow team nginjak² semua.
Indonesia
141
447
2.8K
304.9K
Seftian Eko retweetledi
Rumail Abbas
Rumail Abbas@Stakof·
Kenapa narasi heroik Pak Habibi seperti ini terus beredar? Beberapa waktu lalu ada ekonom yang ngasih debunk. Intinya, ini heroisme semu. Kenapa? Yang paling saya ingat dari penjelasannya: Pak Habibi menaikkan suku bunga SBI hingga 70%. Ini artinya suku bunga kredit (pinjaman usaha, KPR, modal kerja, dll.) ikut melonjak. Pajak juga naik, aset negara ada yang dijual, hingga PHK massal. Kita miskin waktu itu lho. Karen penguatan rupiahnya, menurut ekonom tadi, hanya "kemenangan semu". Kalau mau dicoba seperti itu di masa sekarang, ya, hancur negara ini. 😅
𝐍𝐨𝐳𝐞𝐥⚚ノゼル@nozelism

Di tahun 1999 BJ Habibie berhasil menjinakkan rupiah dari angka 17.000 menjadi 6.500. Sedangkan anomali ini cuma bisa yapping begini. Kalo gw milih dia sih MALU BANGET.

Indonesia
117
189
573
165.3K
Seftian Eko retweetledi
Koh iYon
Koh iYon@wiyokooo·
@pvunce Alasan kenapa LPJ habibie ditolak MPR itu salah satunya gak ada ketegasan dari habibie soal kasus hukum jaman orba & kroninya termasuk harto. Habibie ga berani menyeret harto ke pengadilan. Habibie b aja gausah di glorifikasi
Indonesia
39
28
430
92.1K
Seftian Eko retweetledi
Koh iYon
Koh iYon@wiyokooo·
Btw aja, rupiah jadi 6550 itu habibie naikin Bi rate sampe 70%. Kalo antum punya KPR, cicilan nya bisa naik 5 kali lipat. Emang mau kayak gitu sekarang? Gausah digitukan kali lah habibie tuh, udah ga relevan apa yg dia lakuin waktu itu dengan kondisi sekarang wkwkwk
Zan@kapten__monyet

eh emg iya guys!?? ada yang tau tahun berapa ga

Indonesia
227
399
3.8K
826.8K
Seftian Eko
Seftian Eko@sekologic·
@abulmuzaffar10 Semua mantan presiden indonesia itu aktif berpolitik kecuali bj. Habibie. Bahkan Megawati dan SBY aja masih keliling2 kok
Indonesia
0
0
0
45
Abul Muzaffar
Abul Muzaffar@abulmuzaffar10·
Menurut gw pribadi, aneh banget rasanya mantan presiden pergi keliling Indonesia. Harusnya dia pensiun aja, nimang cucu. Buat apa lah kampanye lagi Anak dia dah jadi wapres Apa lagi yang mau diurus? Takut kalau anaknya kalah pilpres 2029, terus semua masalah dia terungkap?
Jejak digital.@ARSIPAJA

Indonesia
80
91
417
23.9K
Seftian Eko retweetledi
S Huda Agatha
S Huda Agatha@shda_agatha_·
TNI sudah benar itu melakukan pembubaran, atau pelarangan film karya Dandhy laksono & Cypri Paju berjudul Pesta Babi tsb. Dlm doktrin pertahanan modern, propaganda (termasuk film), bukan hanya soal bohong, tp soal manipulasi persepsi utk mencapai tujuan politik (terutama dari luar), dng tujuan tersembunyi pula. Bagi TNI, itu sama dng psychological warfare, yg bertujuan utk memecah belah rakyat dari negaranya sendiri. Jika rakyat asli (terutama di sana), percaya negara mereka adalah penjajah, maka legitimasi negara akan runtuh, & konflik internal sudah tentu akan meledak. Atau, berhasil menyebarkan narasi, bhw pemerintah negaranya sendiri, melakukan kolonialisme atau perampasan tanah di wilayah negaranya sendiri, itu adalah upaya delegitimasi kadaulatan negara RI ini. Entah bagaimana konsepnya, pemerintah suatu negara, bisa menjajah negaranya sendiri..
Ekspedisi Indonesia Baru@idbaruid

Lagi, nobar Pesta Babi dibubarkan lagi! Babinsa sampai masuk ke dalam Universitas Khairun, Ternate untuk membubarkan nobar film Pesta Babi. NKK/BKK muncul lagi?

Indonesia
141
77
290
70.9K
Frank dibarru
Frank dibarru@dibarru·
@ubegebe1 jgn terburu nafsu kak. yg jd PR mu adalah bertanya pd diri sendiri, knp orgMinang blm mampu nyodorin capres dr nagari sendiri ?. apa lu minder kak? apa lu lupa banyak banget politikus & pemimpin berkualitas yg pernah dihasilkan oleh tanahminang? bagiku, Feri Amsari capres !
Indonesia
4
0
0
1.8K
Padang Galir
Padang Galir@ubegebe1·
Mengapa saya berharap Pramono Anung maju di Pilpres 2029? Karena di panggung saat ini, orang seperti dia tak ada. Yang tenang bukan tipe stage performer sedang sepi. Pak Prabowo, Pak Anies, Pak Ganjar, Pak Mahfud pun Mas AHY bukan tipe ini. Mungkin Mas Gibran yang agak mirip
Indonesia
58
36
237
78.7K
Seftian Eko retweetledi
Seftian Eko retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, drama Amien Rais versus Teddy Indrawijaya mendapat respons langsung dari Qodari yang sekarang menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan dan responnya menurut gue adalah salah satu yang paling telak dan paling mematikan secara intelektual yang pernah gue dengar dalam diskusi politik Indonesia. Bukan karena dia menyerang Amien Rais secara personal. Tapi karena dia membongkar fondasinya. Masalah utama dari video Amien Rais dan ini yang paling fatal: Amien Rais dalam videonya yang sudah dihapus menyebut Teddy Indrawijaya sebagai gay dengan mengutip sebuah lagu yang katanya dinyanyikan oleh Titiek Soeharto, mantan istri Prabowo. Liriknya menyebut "engkau tinggalkan aku demi laki-laki bernama Teddy." Qodari langsung membedah premis itu dengan sangat sederhana: Satu pertanyaan: apakah Bu Titiek Soeharto pernah menyanyikan lagu itu? Jawabannya: tidak. Lagu itu adalah produk AI. Kolase foto-foto Bu Titiek yang mulutnya kebetulan terbuka di suatu acara dikompilasi seolah-olah dia sedang bernyanyi. Suaranya bukan suara Bu Titiek. Gambarnya bukan adegan bernyanyi. Bahkan ada gambar Teddy yang tiba-tiba memakai gincu sesuatu yang tidak pernah ada dalam foto atau video manapun. "Jangankan masyarakat yang pendidikannya terbatas, jangankan yang awam politik bahkan yang doktornya dua, yang profesor doktornya di Amerika bisa kemakan hoaks yang dengan mudah bisa kita baca dan identifikasi." Yang paling menghancurkan dari seluruh analisis Qodari: Amien Rais adalah doktor dari Universitas Chicago. Profesor di UGM. Tokoh yang pernah memimpin MPR dan menjadi salah satu arsitek Reformasi 1998. Dan seluruh argumentasinya bahwa Teddy adalah gay dibangun di atas satu premis yang salah: bahwa Bu Titiek menyanyikan lagu tersebut. Kesimpulan Pak Amien Rais terhadap Teddy didasarkan pada premis-premis yang salah. Meskipun beliau begitu yakin dengan pernyataannya justru itu lebih masalah lagi. Ini bukan soal setuju atau tidak setuju dengan tudingannya. Ini soal standar intelektual paling dasar: verifikasi fakta sebelum menarik kesimpulan. Kalau seorang profesor doktor dari universitas top dunia bisa dijatuhkan oleh konten AI dalam hitungan detik ini adalah peringatan keras tentang betapa berbahayanya ekosistem informasi yang kita hidupi sekarang. Dua kemungkinan yang Qodari tawarkan dan keduanya sama-sama mengkhawatirkan: Qodari tidak menyimpulkan sendiri. Dia melemparkan dua opsi kepada publik. Pertama: Amien Rais benar-benar tertipu hoaks AI dan tidak memverifikasi informasinya. Kedua: Amien Rais tahu ini hoaks tapi tetap menggunakannya karena ada kalkulasi tertentu masuk ke isu orientasi seksual yang dikaitkan dengan ajaran agama adalah cara untuk menghidupkan sentimen keagamaan, tepat seperti yang pernah dilakukan terhadap Jokowi dengan isu ijazah palsu. Konteks yang membuat opsi kedua terasa lebih masuk akal menurut Qodari: Partai Ummat di Pemilu 2024 hanya mendapat 0,4% suara. Dalam pertarungan internal PAN pun Amien kalah dua kali dari Zulkifli Hasan. Secara elektoral Amien Rais berasal dari segmen yang sangat kecil. Pak Amin Rais mungkin belajar dari isu-isu sebelumnya seperti Pak Jokowi diserang dengan ijazah palsu. Sekarang Teddy diserang dengan isu orientasi seksual yang dikaitkan dengan ajaran keagamaan. Tentang pola yang sangat menarik dan ini yang bikin gue berpikir lebih jauh: Qodari menyebut sebuah pola yang konsisten sejak Reformasi: siapapun yang diserang habis-habisan oleh Amien Rais justru cenderung menang atau makin moncer. Gus Dur diserang Amien tetap jadi presiden. SBY dua periode. Jokowi dua periode. Zulkifli Hasan menang dua kali lawan Amien di internal PAN dan di pemilu. Prabowo yang dua kali dilawan Amien dalam Pilpres menang di putaran terakhir. Qodari bahkan dengan santai berkata kepada Teddy: "Mudah-mudahan bernasib sama seperti yang diseberangan sama Pak Amin sebelumnya." Yang paling perlu diperhatikan dari seluruh drama ini: Bukan soal Teddy gay atau tidak. Bukan soal apakah Prabowo harus memecat Teddy. Isu itu tidak bisa diverifikasi dan menurut gue tidak relevan untuk dikonsumsi publik tanpa bukti yang terverifikasi. Yang paling penting adalah: Di era AI, konten palsu yang meyakinkan bisa diproduksi dalam hitungan menit. Dan konten itu bisa menjadi dasar pernyataan publik dari tokoh dengan gelar akademis tertinggi sekalipun. Lagu AI itu dibuat bukan oleh tim produksi besar. Dibuat dengan prompt sederhana. Dalam waktu sangat singkat. Dan hasilnya cukup meyakinkan seorang profesor doktor untuk membangun argumentasi politik di atasnya. Ini bukan hanya masalah Amien Rais. Ini adalah masalah semua orang yang mengonsumsi informasi di media sosial tanpa verifikasi. Qodari tidak menyerang Amien Rais secara personal. Dia menyerang premisnya dan premis itu runtuh dengan satu pertanyaan sederhana: apakah Bu Titiek benar-benar menyanyikan lagu itu? Tidak. Dan kalau fondasi argumentasinya salah seluruh bangunan di atasnya otomatis gugur. Di era AI yang semakin canggih kemampuan untuk memverifikasi fakta paling dasar sebelum menarik kesimpulan dan menyebarkan informasi adalah keterampilan yang tidak bisa ditawar. Bukan hanya untuk masyarakat awam. Tapi untuk siapapun yang mengklaim dirinya sebagai suara yang layak didengar publik.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
103
29
138
78.6K
Seftian Eko
Seftian Eko@sekologic·
@HarashimaMinami @LambeSahamjja Konvensi it sblm pileg. Dan saat Pileg 2014 itu, yg jadi ketum SBY. Presiden aktif yg klaimnya Presiden terbaik. Trnyata partainya nyungsep. Jgn alasankan korupsi. PDIP lbh byk yg kena kasus korupsi pada saat itu
Indonesia
1
0
0
22
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
AHY ini politikus yang punya semua privilege yang diinginkan politikus: >Ketum Partai Aktif >Bapaknya Presiden 2 periode >Partainya Demokrat masuk parlemen >Hidup di dunia militer juga dunia sipil >Kakeknya Pahlawan Nasional >Kaya Raya >Wajah Tampan >Masih Muda >Punya Jabatan di Pemerintah >Pinter bahasa ingrris >Body ideal >Bisa dekat ke Prabowo-Jokowi-SBY-Megawati >Istrinya cantik dll banyak dah. Tapi kok elektabilitasnya kecil? Ada yang tau kurangnya AHY dimana? hahaha cc:fb Jaha Namrezim
Lambe Saham tweet media
Indonesia
1.3K
555
5.9K
768.8K
Seftian Eko
Seftian Eko@sekologic·
@Gieehad Blm ada program yg bagus dri AHY dan kementerian dibawahnya. Hrusnya tol sumatera segera dikebut biar bisa kesambung semua
Indonesia
0
0
2
76
Jihad Brahmantyo | #pelanpelanlamalamajadijuga
Jika ingin dampingi pa Prabiwo di 2029. Bang AHY, Perlu kebijakan populis dan semi Populis, namun juga realistis. GSW, Ruang APBN akan terbatas ketarik sama MBG. Cari Investor agak sulit. Ambil + Recovery Aceh + Audit Digital Sertifikat Tanah + Satgas Mafia Tanah +Optimalisasi Tanah Murah untuk MBR Untuk saudara kita di Papua + percepatan legalisasi wilayah adat + Skema Hutan sosial dan sinkronisasi dgn Bank Tanah +kemudahan perizinan utk komoditas lokal
folkative@insidefolkative

AHY sebut Indonesia berpotensi rugi Rp6.396 Triliun kalau Giant Sea Wall tak dibangun. Source: #goog_rewarded" target="_blank" rel="nofollow noopener">ekonomi.bisnis.com/read/20260504/…

Indonesia
9
11
144
28.9K
Seftian Eko
Seftian Eko@sekologic·
@HarashimaMinami @LambeSahamjja Yg paling menyedihkannya, Konvensi Capres Partai Demokrat 2013 - 2014 hasilnya gak dilirik sama sekali, bahkan jadi cawapres pun tidak. Pdhl sedang jd partai penguasa dan SBY masih menjabat.
Indonesia
1
0
0
12
Minami Harashima
Minami Harashima@HarashimaMinami·
@sekologic @LambeSahamjja Benar juga. Selama ini yang menang pemilu legislatif cuma 4 partai : PNI, Golkar, PDIP, dan Demokrat. PNI, Golkar, dan PDIP paling jelek cuma posisi ketiga. Demokrat yang bisa sampai keluar 5 besar.
Indonesia
1
0
0
45