Maulana Al-Farisi retweetledi

Ini adagium lama: pisahkan antara masalah personal dan masalah struktural. Secara personal, setiap orang berhak berpendapat akan nasibnya atau menyalahkan dirinya sendiri.
Secara personal saya pernah memberikan saran pada temen2 guru agar ikut PGP, ikut PPG, berhenti jadi guru, atau jangan jadi guru PPPK, jadi guru bimbel saja atau cari pekerjaan dengan upah yang lebih fair.
Tapi solusi individual bukan jawaban akurat dalam menjawab masalah struktural.
Pemerintah punya sistem. Di atas kertas punya aturan. Bisa gate kepper dari hulu ke hilir. Kebijakannya harus terus di uji--dengan kritik atau perlawanan--agar terus melakukan perbaikan.
Rasa kasihan, hanya salah satu medan ketika realitas dan kebijakan dibenturkan. Mungkin anda mengemis jadi guru honorer dan tidak layak dikasihani. Tapi jika ratusan ribu guru menjadi honorer dan diakomodasi oleh sistem yang sedang berjalan, ini bukan masalah personal.
Kenapa, dari semua guru honorer (yang laporannya kami terima), tidak ada satupun yang bercita-cita jadi guru honorer? Kenapa manusia sebanyak ini diakomodasi untuk menjadi guru honorer yang bukan cita-citanya?
Berarti, ada yang salah dengan tata kelola pendidikan di negeri ini.
KasurRusak@naoy____
@pppkguru guru honorer tdk perlu dikasihani. Dari awal jd guru lu daftar sendiri, jd honor jg kemauan sdiri, dr awal sdh tau gaji brp, ehh ngeluh nuntut ke pemerintah Iy gw tau pemerintah jg gagal dlm hal ini,tp kalau sdh tau di depan lu ada lobang ngapain lewat situ. Twist. gw jg honorer
Indonesia





























