TEHERAN (Arrahmah.id) - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan lonjakan signifikan jumlah korban di pihak militer Amerika Serikat yang diklaim mencapai lebih dari 680 personel tewas dan terluka. Dalam pernyataan resmi pada Selasa (3/3/2026), Teheran memperingatkan bahwa pintu neraka akan semakin terbuka lebar bagi AS dan 'Israel' melalui serangan balasan yang tidak akan berhenti.
IRGC merinci target-target strategis yang dihantam dalam gelombang serangan terbaru. Serangan rudal menyasar markas besar militer dan Kementerian Pertahanan 'Israel' di HaKirya (Tel Aviv), serta target militer di Petah Tikva, Galilea Barat, dan infrastruktur di Bnei Brak.
Markas Khatam al-Anbiya mengonfirmasi serangan terhadap 160 pasukan infanteri AS di Dubai dengan klaim 100 kematian. Selain itu, pangkalan AS di Kuwait dihantam puluhan drone destruktif, sementara Pangkalan Syekh Isa di Bahrain menjadi sasaran rudal.
Iran mengeklaim telah menargetkan lebih dari 10 kapal tanker yang mengabaikan peringatan. IRGC menegaskan Selat Hormuz kini berada di bawah pengawasan penuh mereka dan tidak ada kapal yang diizinkan melintas.
Presiden Donald Trump membalas narasi Iran dengan menyatakan bahwa kekuatan militer Teheran justru sedang merosot tajam akibat hancurnya gudang amunisi dan peluncur rudal mereka.
Trump menegaskan bahwa AS memiliki persediaan amunisi yang tidak terbatas dan sengaja menyimpan senjata kelas atas untuk fase berikutnya. Ia memperkirakan perang bisa berakhir dalam hitungan hari atau berlanjut hingga 5 pekan ke depan.
Baca berita selengkapnya di arrahmah.id
Follow us :
@arrahmahdotid@arrahmah_id
🔗Telegram : t.me/arrahmahcom | t.me/arrahmahvideo
🔗Twitter: x.com/arrahmah
🔗 WhatsApp Channel: shorturl.at/myTV0
🔗 Tiktok : @arrahmahdotid" target="_blank" rel="nofollow noopener">tiktok.com/@arrahmahdotid
🔗 Youtube : @arrahmahdaily1" target="_blank" rel="nofollow noopener">youtube.com/@arrahmahdaily1arrahmah.idarrahmahvideo.com
Raih amal shalih, sebarkan!