Kaka Adek

479 posts

Kaka Adek

Kaka Adek

@sinauilmu

a reader and learner

Katılım Nisan 2021
676 Takip Edilen4 Takipçiler
Kaka Adek
Kaka Adek@sinauilmu·
@DeHoutman_iQ Bedain Tuhan dan orang aja ga bisa, koq sok2an komen bedain kata...
Indonesia
0
0
0
12
De Houtman
De Houtman@DeHoutman_iQ·
Kitab suci lain: Aku berfirman Al Quran: kami berfirman Saking kaya maknanya bahasa al Quran. Bahkan membedakan kalimat jamak & tunggal pun tidak mampu.. 🤣
Indonesia
113
8
85
7.4K
Herriy Cahyadi
Herriy Cahyadi@herricahyadi·
@1971Andidarni Sahih. Masjid hidup sekali. Tidak kalau sekarang. Dimatikan, Bang. Mereka jahat memang.
Indonesia
2
5
83
11.4K
Herriy Cahyadi
Herriy Cahyadi@herricahyadi·
Ketika masjid kampus dibonsai perannya. Ketika mahasiswa dimandulkan dari suburnya gerakan keislaman. Ketika masjid dikuasai oleh kelompok yg membenci mahasiswa yg justru ingin dekat dengan masjid mereka sendiri. Lihat bagaimana mental mereka saat berkuasa? 🤷🏻‍♂️
Herriy Cahyadi tweet media
Indonesia
170
639
1.7K
198.3K
Kaka Adek
Kaka Adek@sinauilmu·
@sahaL_AS YTTA aja sihh selain dekat dg Bakrieeeee, juga proxy nya Mamirikahhhh...
Indonesia
0
0
0
93
akhmad sahal
akhmad sahal@sahaL_AS·
@muchlis_ar Karena menyuarkan analisa yg krios thdp Iran saat ini dan menawarkan alternatif wajah Iran di masa depan, Celli banyak jg dicap sbg agen CIA 😁
Indonesia
8
1
3
2.5K
muchlis a rofik
muchlis a rofik@muchlis_ar·
Banyak negara pernah di posisi Iran skrg, dan tetep bisa kembali bangkit dan maju. Jepang, Jerman, dll. Banyak negara juga setelah konflik lalu bersahabat dan memberi tempat bagi pangkalan Amerika, tanpa harus menjadi boneka. Pangkalan Amerika masih ada di Jepang (50 ribu tentara) dan Jerman (50 ribu tentara). Pilihan Iran ke depan: berpikir realistis, terbuka, dan menemukan jalan baru dan lebih bersahabat dengan dunia.. atau tetep tertutup, memelihara dendam, dan terus mengekspor kekerasan. ~kita perlu lebih banyak suara rasional kek dari Freedom Institute ini.. cc: @sahaL_AS
Presiden Netizen@PresideNetizen

kekeliruan Iran menurut Rizal Malarangeng, seorang pengamat yang memang akademis dan ilmiah

Indonesia
111
27
92
15K
saiful mujani
saiful mujani@saiful_mujani·
bagi saya program unggulan presiden adalah gentong babi semua seperti diungkapkan film dirty vote @BivitriS @zainalamochtar @feriamsari mbg, koperasi desa, sekolah rakyat, danantara, perluasan wilayah teritorial tni, semuanya gentong babi. dibuat untuk mobilisasi pemilih menjelang pemilu 2029. pemilu nanti adalah pemilu otokratik, bukan pemilu demokratik. harus dihentikan politik gentong babi ini.
Indonesia
230
1.5K
3.5K
126.4K
Kaka Adek
Kaka Adek@sinauilmu·
@ubegebe1 Stlah Ring 1 nya pada jadi Menterihhh, kelihatan salah satu penyebab kekalahan dg Pak Jkw. Bnyk ring 1 dr jaman dulu yg jd menteri agak kureng, khususnya yg usianya msih muda dan megang posisi krusial. Pdhal di pilpresss peran juga ga ada atau kelihatann...
Indonesia
0
0
1
939
Kaka Adek
Kaka Adek@sinauilmu·
@Just_mushlih Jujurly, kalo buat gw, ulama kayak gini, ilmunl atau materi ngajinya ga ngena atau dapet. Tipe ku ulama kayak Gus Baha atau Adi Hidayat. Kajiannya mendalam dan jelas. Kelihatan ilmunya luas.
Indonesia
1
1
31
2.5K
Just MU_slih
Just MU_slih@Just_mushlih·
Kaaan Kaaaaan Kaaaaaan Sesuai dengan DUGAAN IQDAM itu diundang lalu saat ceramah akan bawa2 nama yg ngundang Saya maklumi kok ENDORS itu penting untuk mempertahankan JALUR CUAN lewat PENGAJIAN
Indonesia
134
57
230
67.4K
Kaka Adek
Kaka Adek@sinauilmu·
@LambeSahamjja Tahu ga kalo warganya bnyk yg punya KTP Indo? Buat ngerasain punya aset rumah tapak, dan exit strategy klo negaranya collaps, tinggal pindah Indo???
Indonesia
0
0
1
20
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Leon Hartono baru balik dari Singapura dan dia nemuin satu hal yang bikin dia mikir keras. Rata-rata orang Singapura punya kekayaan Rp7,5 miliar. Jadi kata dia Pemerintah Singapur tuh Paksa Rakyatnya Jadi Miliarder Bukan orang kaya. Bukan CEO. Bukan entrepreneur. Orang rata-rata. Profesional biasa. Manajer. Pegawai kantoran. Mediannya? Rp1,9 miliar. Buat konteks Indonesia kita sekitar 25 sampai 30 kali lebih rendah dari angka itu. Dan yang lebih menyakitkan gap ini makin lebar dari tahun ke tahun. Di 1970 GDP per kapita Singapura cuma 11 kali lipat lebih besar dari kita. Sekarang udah 18 kali lipat. Artinya mereka tumbuh lebih cepat dari kita bukan cuma lebih kaya tapi makin jauh meninggalkan kita. Dan rahasianya bukan cuma soal korupsi rendah atau negara kecil. Ada satu program yang jarang dibahas tapi ini yang beneran jadi mesin kekayaan massal di Singapura. Namanya HDB Housing Development Board. Kalau lo pikir ini cuma rusun untuk orang miskin lo salah total. HDB itu bukan program perumahan. Ini program distribusi kekayaan. Begini cara kerjanya. Orang Singapura bisa beli apartemen HDB dengan diskon 50 sampai 60% dari harga pasar. Rumah yang harusnya lu bayar Rp1 miliar lo cuma bayar Rp400 sampai Rp500 juta. Dengan bunga fixed 2,6% selama 25 tahun. Bukan floating rate yang bisa naik kapan aja. Fixed. Dua koma enam persen. Dua puluh lima tahun. Di Indonesia bunga KPR kita berapa? 10% ke atas. Floating. Seringkali yield sewa properti kita pun cuma 2-3% jauh di bawah bunga pinjamannya. Jadi properti di Indonesia secara matematis nggak bisa bayar dirinya sendiri. Di Singapura? Properti yang cicilan bulanannya sekitar Rp14 juta bisa disewain Rp40-50 juta sebulan. Propertinya bayar dirinya sendiri dan masih ada sisa. Dan ini contoh nyata yang Leon kasih: Teman SD-nya beli apartemen HDB 60 m² di tahun 2016 seharga 350.000 dolar Singapura. Bayar dulu cuma 5%. Empat tahun nunggu sambil kuliah dan awal karir. Serah terima 2020. Baru mulai nyicil. Sekarang 2026 apartemennya dijual di harga 850.000 dolar Singapura. Capital gain: 500.000 dolar. Sekitar Rp5,5 miliar. Dan dia baru nyicil 6 tahun dari 25 tahun. Artinya dia baru bayar sekitar 120.000 dolar tapi udah dapat keuntungan lebih dari 4 kali lipat modal yang dia keluarkan. Lu baru bayar sedikit, dalam waktu singkat lu udah dapat 45X upside. Sistem ini dirancang buat semua fase hidup. Waktu muda beli yang kecil. Keluarga berkembang jual, beli yang lebih besar, tetap dapat harga subsidi. Per keluarga bisa dua kali. Setiap kali jual, dapat capital gain. Setiap kali beli, tetap dapat diskon. Dan kalau mereka udah tinggal sama orang tua HDB-nya disewain. Uang sewanya jauh lebih besar dari cicilan. Passive income masuk, cicilan lunas, masih ada sisa. Lihat datanya dan ini yang paling nyesek: Untuk 20% warga Singapura paling bawah secara pendapatan 93% kekayaan mereka berasal dari HDB dan CPF yang adalah program pemerintah. Bukan dari kerja keras ekstra. Bukan dari investasi saham pintar. Tapi dari program yang pemerintah design khusus supaya rakyatnya kaya. Dan semakin lo naik ke bracket pendapatan yang lebih tinggi porsi HDB dan CPF makin kecil karena mereka udah bisa bikin kekayaan sendiri. Tapi buat yang di bawah pemerintah hadir dan bikin mereka naik kelas. Sekarang balik ke Indonesia. Dan ini yang bikin gue nggak enak hati. Program 1 juta rumah kita fokusnya affordability supaya orang bisa beli rumah. Itu bagus. Tapi berhenti di situ. Nggak ada design untuk capital gain. Nggak ada bunga fixed jangka panjang yang masuk akal. Nggak ada sistem upgrade yang terstruktur. Nggak ada mekanisme supaya properti bisa bayar dirinya sendiri. Kita bikin program supaya orang punya rumah. Singapura bikin program supaya orang punya kekayaan. Bedanya itu yang bikin rata-rata orang Singapura jadi miliarder sementara kelas menengah Indonesia makin terjepit. Yang Leon sarankan dan ini masuk akal: Nggak harus langsung seluruh Indonesia. Mulai dari Jakarta. Mulai dari Surabaya. Bikin program perumahan terjangkau di lokasi strategis dengan skema yang dirancang bukan cuma untuk tempat tinggal tapi untuk membangun kekayaan kelas menengah. Kalau pemerintah mau hadir bukan cuma untuk yang paling miskin tapi untuk kelas menengah yang sering kali justru paling nggak dapat apa-apa ini bisa jadi titik balik. Tapi selama program perumahan kita masih didesain hanya untuk charity dan bukan untuk wealth building gap antara kita dan Singapura akan terus melebar. Dan 50 tahun lagi kita mungkin masih ngomongin hal yang sama. "Kok Singapura bisa, kita nggak bisa?"
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
130
864
3.4K
214.7K
Kaka Adek
Kaka Adek@sinauilmu·
@picoez Itu kejadian 2 hari lalu, aku menghindar genangan yg ada di depan, tiba2 muncul ibu2 dari belakang justru lewat genangan, dan badan ku kecipratan air, dan aku misuh2
Indonesia
0
1
0
172
picoez
picoez@picoez·
Aku tanya krn gak tau, jangan dimarahin ya 🙏 Apa cewe memang ada kecenderungan orientasi spasial atau keruangannya kurang ya? Beberapa kali kecipratan air dari genangan air. Motor² yg dikendarai cowo, jalannya pelan, lha cewe tetap aja kenceng, sampai airnya terpercik ke mana². Malah sampai masuk warung :(
Indonesia
80
9
80
31K
Kaka Adek
Kaka Adek@sinauilmu·
@LambeSahamjja Agen Singaporeee main sama pejabrut dan elittt parpolll.... Tahu sendiri di sni probleeemnyaa korupppssiii... Biar negara tetanggaa tetep dapattt cuuuaaan...
Indonesia
0
0
4
1.3K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ternayata Ahok pas jadi Komisaris Utama Pertamina udah pernah "buka-bukaan" soal banyak permainan kotor di dalam sana. Pertanyaan besarnya cuma satu Kenapa Indonesia hobi banget impor BBM padahal kilang kita itu banyak dan sumur minyak kita ada di mana-mana? Ternyata, jawabannya bukan karena kita nggak mampu, tapi karena ada "pemain besar" yang sengaja dipelihara. Ini faktanya: 1. Skenario "Kilang Mandul" Kenapa kilang kita dibilang nggak efisien? Ya sengaja nggak di-modernisasi! Kalau kilang kita canggih dan bisa ngolah minyak sendiri, nanti para mafia impor kehilangan kerjaan. Mereka sengaja bikin narasi kalau minyak lokal itu "nggak sesuai spek" atau "biaya olahnya mahal" biar ada alasan buat terus beli dari luar. 2. Dongeng "Lebih Murah Impor" Ini alasan paling klasik tapi paling busuk. Mereka bilang beli jadi dari luar negeri lebih murah daripada bangun kilang sendiri. Padahal, di balik setiap liter minyak yang kita impor, ada fee makelar yang mengalir ke kantong oknum. Kalau kita mandiri, celah buat "titip harga" itu hilang 3. Sengaja Menghambat Kemandirian Kalian pikir mereka mau kita punya kilang hebat? Enggak. Kalau kita punya kilang yang bener, kita nggak butuh lagi tuh perantara-perantara internasional. Makanya, proyek pembangunan kilang seringnya lambat, banyak drama, atau malah dibatalin dengan alasan investor nggak cocok" Kita ini bukan nggak punya alat, kita cuma punya terlalu banyak "tangan jahil" yang lebih sayang sama komisi impor daripada kedaulatan energi bangsa sendiri. Jadi, jangan heran kalau harga BBM naik-turun atau kita ketergantungan sama pasar global. Itu semua bukan karena takdir, tapi karena desain oknum yang nggak mau pesta impornya bubar
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
47
279
1K
82.7K
Kaka Adek
Kaka Adek@sinauilmu·
@wah_am Jangankan S3 Leiden, ada pejabat yg hafiz Quran dan lulusan Al Azhar, jg diduga melalukan tindakan tipikoorr...
Indonesia
0
0
0
752
Kaka Adek
Kaka Adek@sinauilmu·
@muchlis_ar Tarif per twit pinten mbah saking Israhelll???
Indonesia
0
0
0
73
muchlis a rofik
muchlis a rofik@muchlis_ar·
Banyak yang marah hanya karena twit2 saya gak ikut memanipulasi fakta. Biarin.
Indonesia
127
12
139
7.7K
Kaka Adek
Kaka Adek@sinauilmu·
@Stakof Itu surveynya Denny JA omm... Wkwkwk Dan yg pnya lembaga Alvara yo wong NU aka Anshor...
Indonesia
0
0
0
18
Kaka Adek
Kaka Adek@sinauilmu·
@Stakof Nama dia ada di list Hasbaraaa???? Wajarlahh dia kayak githuuu... Wkwkwkwk
Indonesia
0
0
0
440
Rumail Abbas (ꦫꦸꦩꦻꦭ꧀ ꦄꦧ꧀ꦧꦱ꧀)
Bukannya waras adalah: bersedih terhadap korban? Tapi kenapa yang terlintas pertama adalah "jangan sampai Israel disalahkan"? Orang-orang melihat ini di X Anda. Gak sadar?
muchlis a rofik@muchlis_ar

@Stakof Di tengah perang, kemarahan bisa dimobilisasi. Fakta bisa difabrikasi. Korban ranjau Hizbullah, bisa dipelintir jadi korban penembakan Israel. Ini pentingnya tetep waras. Cek fakta. Jangan gampang tersulut emosi. Dulu waktu jadi wartawan saya belajar begitu.

Indonesia
32
191
576
19.4K
ResilientX
ResilientX@deepplumpurole·
@sernobyls @sinauilmu @neVerAl0nely___ Lagian ngapain masak dgn suhu tinggi (deep frying) kan buat makanan jadi g sehat & terjadi oksidasi minyak. Secara kebutuhan lahan memang sun flower membutuhkan lahan yang lebih luas tapi secara deforestasi dan emisi karbon kelapa sawit sangat tinggi jika dibandingkan sun flower.
Indonesia
1
0
0
46
Never
Never@neVerAl0nely___·
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, nyinggung soal penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Dirinya bilang, Indonesia bisa kasih dampak yang lebih besar dibanding penutupan Selat Hormuz, yakni dengan tutup ekspor minyak sawit ke pasar dunia. Amran nyebut, jika hal tersebut dilakukan Indonesia, dunia akan kiamat. Pasalnya, ia klaim kalau Indonesia merupakan penguasa pangsa pasar minyak sawit dunia.
Indonesia
964
147
500
141.1K
Fortis Est Veritas
Fortis Est Veritas@VeritasArdentur·
Hey @grok. Berapa tingkat iliterasi di Iran? Bandingkan dengan Indonesia. Benarkah klaim dibawah ini bahwa rakyat jelatanya pemikir cendikiawan?
kawulo alit@badut_sadiz

@VeritasArdentur penduduk iran dr pucuk pimpinan sampe bawah rakyat jelatanya adalah pemikir cendikiawan, pasti sudah di antisipasi dan di analisa mereka selama 2 dekade. kita nonton aja sampai sejauh mana

Indonesia
5
0
14
10.4K
Kaka Adek
Kaka Adek@sinauilmu·
@ubegebe1 Tentunya di kantor kejaksaan juga ketika mereka membuat video
Indonesia
0
0
2
834
Kaka Adek
Kaka Adek@sinauilmu·
@Outstandjing Cluenya: sama2 tulang lunak, telusuri sanadnya sampai puncak power
Indonesia
0
0
1
130
:)
:)@Outstandjing·
Orang kayak gini, maaf, kalau bukan krn koneksinya, kayaknya berat utk bahkan dianggap serius sama orang lain
MANTO@KangManto123

HAHAHA...

Indonesia
4
6
43
3.9K
Kaka Adek
Kaka Adek@sinauilmu·
@wiyokooo Kalo infrastruktur iya, tapi kalo yg lain kurenggg... Terutama hukum. Lihat aja awal mimpin, gmna KaPeKahhh diporak porandakan???
Indonesia
0
0
0
514