☆ #StopGenocide🍉

13.2K posts

☆ #StopGenocide🍉 banner
☆ #StopGenocide🍉

☆ #StopGenocide🍉

@sluccyshit

all cats are beautiful

Sabaody Archipelago Katılım Eylül 2019
2.6K Takip Edilen2.2K Takipçiler
☆ #StopGenocide🍉
☆ #StopGenocide🍉@sluccyshit·
AAAAAAA finally dapet offering letter di gedung tinggi Jakarta dengan THP 5,7jt huhuhu makasih ya Allah makasih Ibu makasih Bapakkk😭😭😭😭😭
Indonesia
1
0
0
48
☆ #StopGenocide🍉
☆ #StopGenocide🍉@sluccyshit·
@aditiitwt I've had this kind of situation. I received two missed calls, and I answered the third time, only to be scammed. Now I'm traumatized about answering calls from unknown numbers😭
English
0
0
1
133
aditii
aditii@aditiitwt·
Had a technical interview scheduled, got two missed calls, and I straight up blocked the number thinking it was spam Now I got this mail... and found out it was the company’s HR calling😭
aditii tweet media
English
1.3K
398
11.4K
3.9M
☆ #StopGenocide🍉 retweetledi
Jurnal Perempuan
Jurnal Perempuan@jurnalperempuan·
(1) 👱‍♂️👩‍🦳: “Mbak, ‘kan kamu sudah lama menikah, ‘kok belum punya momongan juga?” 👱‍♀️: “Aduh, belum dikasih sama Tuhan, Om, Tante.” 👱‍♂️👩‍🦳: “Kasihan suami kamu sudah nungguin anak!” 👱‍♀️: “Iya, Om, Tante…” 👱‍♂️👩‍🦳: “Anak pertama harus laki-laki ya, biar jadi imam!” 👱‍♀️: “…” #KAFFE
Jurnal Perempuan tweet mediaJurnal Perempuan tweet media
Indonesia
9
1.1K
3.5K
51.7K
☆ #StopGenocide🍉
☆ #StopGenocide🍉@sluccyshit·
@olruggio_o jujur yh aku blm ngikutin manganya tp penasaran. Atelier itu yg biayain siapa ya, pemerintah di wha, hasil patungan orufrey, atau emg fully funded dari dompet olly?
Indonesia
2
0
0
485
Ravi
Ravi@olruggio_o·
Omegaverse wha menurutku Kifli rahimnya diangkat setelah lahiran Agott. Disuruhnya Olly cari omega lagi kalo mau, tapi sama Olly bilang "Angkat anak aja. Semua anak yang kamu peluk, anak aku juga" Taramakjreng muncullah Tetia Riche dan Coco.
Indonesia
8
75
543
7.4K
☆ #StopGenocide🍉
☆ #StopGenocide🍉@sluccyshit·
Coretax apaan sih blm mode desktop aja udh gaenak diliat gni ui/ux nya, bkin males duluan😭
☆ #StopGenocide🍉 tweet media
Indonesia
0
0
0
76
brossoul
brossoul@colamimpi·
@kdrama_menfess Kenapa Nari terjebak di dimensi itu dah guys? Setelah Maehyung nya di panahkan otomatis kutukannya hancur dan mereka (Se-ah dan Haetsal) keluar juga dari dimensi itu kan. Harusnya Nari juga keluar kan? Harus ada S2 nya gasii?!😭👍
Indonesia
13
0
21
17.3K
K-Drama Menfess
K-Drama Menfess@kdrama_menfess·
🔥⚠️ If Wishes Could Kill 🔥⚠️ •kdm• Kenapa yg hidup ngasih upacara perpisahan cuma ke Hyeongwook aja? Padahal Nari jg korban, kesannya jadi dia gk terlalu berarti bagi mereka (kecuali Seah yg masih inget)
K-Drama Menfess tweet media
Indonesia
98
40
1.2K
103.9K
☆ #StopGenocide🍉
☆ #StopGenocide🍉@sluccyshit·
Gw sedih bgt tiap baca berita guru sm dosen di Indo diinjek2 harga dirinya di negeri sndiri. Emg Indonesia ini cocoknya jd negara berkembang aja klo msh mikir eksploitasi tendik adl jalan keluar masalah pendidikan
Indonesia
0
0
1
39
☆ #StopGenocide🍉
☆ #StopGenocide🍉@sluccyshit·
@anfess_ One of best character di anime sih gw demen bgt sm ni orang, animenya jg bagus. Sayang bgt fandomnya tenggelem
Indonesia
0
0
0
116
ANIME FESS
ANIME FESS@anfess_·
-anf Summertime render Pesona cowo yg mati 10x + bucin juga😖😖
ANIME FESS tweet mediaANIME FESS tweet mediaANIME FESS tweet mediaANIME FESS tweet media
Indonesia
33
116
643
20.1K
☆ #StopGenocide🍉
☆ #StopGenocide🍉@sluccyshit·
Ngikutin on-going wet sand 4 tahun trnyta endingnya ampas wkwkw jd berasa kena scam
Indonesia
0
0
0
39
☆ #StopGenocide🍉 retweetledi
Sisters in Danger x Simponi
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger·
Empat syarat Kartini sebelum (terpaksa) mau dipoligami: 1. Boleh mendirikan sekolah & mengajar untuk putri di Rembang, melanjutkan cita-citanya memajukan pendidikan perempuan. 2. Penolakan adat feodal dalam upacara pernikahan: tidak mau berjalan jongkok di belakang suami, tidak berlutut, tidak menyembah/mencium kaki suami. 3. Kesetaraan bahasa: berbicara dengan suami menggunakan bahasa Jawa Ngoko (bahasa sehari-hari setara), bukan Krama Inggil (bahasa hormat yang menunjukkan hierarki istri lebih rendah). 4. Boleh membawa ahli ukir dari Jepara ke Rembang untuk mengembangkan kerajinan secara komersial sebagai kegiatan ekonomi perempuan. Semua syarat ini (sangat progresif & radikal pada masa itu) dipenuhi oleh calon suaminya, Bupati Rembang Raden Adipati Djojoadiningrat. Kartini melihat poligami sebagai bentuk penindasan terbesar terhadap perempuan. Ia menyaksikan langsung penderitaan ibunya, Ngasirah, yang dimadu oleh ayahnya. Dalam surat-suratnya, ia menulis dengan getir bahwa tak ada perempuan yang bahagia dimadu, & laki-laki yang memadu kehilangan kehormatan. Poligami dianggapnya sebagai "dosa" yang membuat perempuan menjadi saingan dan korban, sementara laki-laki bebas. Ia juga menolak pernikahan paksa dengan orang asing yang belum dikenal, karena cinta sejati harus dimulai dari rasa hormat, bukan paksaan adat. Namun, pada 1903, Kartini di usia 24 tahun (dianggap perawan tua yang memalukan keluarga ningrat pada masa itu) terpaksa menikah dengan Raden Adipati Ario Djojoadiningrat, Bupati Rembang yang jauh lebih tua (~25 tahun) & sudah punya 3 istri (salah satunya baru meninggal) karena tekanan budaya feodal priyayi pada masa itu & karena ayahnya, R.M. Adipati Ario Sosroningrat, sakit serta terus "dibully" teman-temannya karena anak perempuannya belum menikah. “Saya telah berjuang, bergulat, menderita, dan saya tidak dapat menjadikan nasib celaka Ayah, dan dengan demikian membawa bencana bagi semua yang saya cintai." (Surat Kartini kepada Abendanon, 14 Juli 1903) Meski seumur hidup menentang poligami & pernikahan paksa, Kartini terpaksa mengalahkan idealismenya, terpaksa menanggalkan egoismenya, serta harus berkompromi dengan realitas sosial feodal Jawa demi menjaga kehormatan ayah & keluarga yang dicintainya. Tekanan budaya feodal & partriarkis kelas priyayi pada masa itu terlalu kuat & ketat, di mana poligami & pernikahan paksa merupakan norma adat (diperkuat ajaran agama), sehingga meskipun Kartini sempat menolak keras, beliau kalah, beliau akhirnya terpaksa menerima pernikahan poligami itu. Kartini tetap melanjutkan perjuangan emansipasi & pendidikan perempuan dari dalam pernikahan, meski hanya berlangsung singkat karena beliau wafat 4 hari setelah melahirkan anak pertamanya pada pada 17 September 1904 di usia 25 tahun. Penyebab utama kematiannya adalah komplikasi persalinan, diduga akibat preeklampsia (tekanan darah tinggi pada kehamilan yang dapat memicu kejang dan kegagalan organ). Tragedi ini sangat ironis karena Kartini baru saja mulai mewujudkan cita-citanya setelah menikah, yang salah satu visinya tentu saja untuk meningkatkan akses kesehatan yang lebih baik bagi perempuan, khususnya kesehatan reproduksi & maternal (masa kehamilan, persalinan, & pasca melahirkan). Alfatihah untuk Ibu Kartini, damai di surga 🌹🌷🌼💐🌺🌸🪻
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger

Merayakan Kartini Secara Radikal Kita telah melampaui era memperingati hari Kartini dengan hanya melihat sosok tubuhnya dan memaknainya cukup sebatas busana kebaya, lomba memasak atau menyanyikan lagunya. Peringatan hari Kartini yang demikian menumpulkan pemikiran. Sebab Kartini tidak pantas hanya dinilai dari sosok tubuhnya semata melainkan ide-ide brilian yang lahir dari otaknya yang cemerlang tentang kesetaraan dan kebebasan perempuan, justru inilah yang harus kita rayakan. Jadi hendaknya kebaya Kartini disimbolkan sebagai pembebasan perempuan, bukan ornamen tubuh semata, namun untuk merangsang kegairahan pemikiran melawan dominasi. Segala bentuk dominasi seperti penjajahan, pembodohan, pengekangan agama, dan tradisi serta penindasan perempuan. Sebab Kartini perempuan Jawa yang hidup di abad ke-19 telah memikirkan semua itu dan menuangkannya dalam bentuk tulisan yang dimuat di buku “Habis Gelap, Terbitlah Terang” (HGTT). Kartini mengungkapkan kegeramannya pada tradisi yang mengekang anak perempuan termasuk dirinya yang “dipingit” dari umur 12 hingga 16 tahun.    "Teringat aku, betapa aku, oleh karena putus asa dan sedih hati yang tiada terhingga, lalu mengempaskan badanku berulang-ulang kepada pintu yang senantiasa tertutup itu, dan kepada dinding batu bengis itu." (Jepara, 6 November, 1899, HGTT, 2009:30). Perang melawan kebodohan dipahaminya sebagai cara untuk membawa bangsa Bumiputra maju dan keluar dari penjajahan. "Pemerintah tiada akan sanggup menyediakan nasi di piring bagi segala orang Jawa, akan dimakannya, tetapi Pemerintah dapat memberikan daya upaya, supaya orang Jawa itu dapat mencapai tempat makanan itu ada. Daya upaya itu ialah pengajaran. Memberi anak negeri pengajaran yang baik, sama halnya seolah-olah Pemerintah menyerahkan suluh ke dalam tangannya, supaya dapat ia sendiri mencari jalan yang benar, yang menuju ke tempat nasi itu. Bapak akan berusaha sekuat tenaganya akan mengajukan anak negeri, dan aku pun akan turut membantunya." (12 Januari 1900, HGTT, 2009:34). Sikapnya menentang poligami sangat jelas. Kadang Ia menganggap bahwa perkawinan itu menindas dan bukan membahagiakan. "Mengertikah engkau sekarang apakah sebabnya maka sangat besar benciku akan perkawinan? Kerja serendah-rendahnya maulah aku mengerjakannya dengan berbesar hati dan dengan sungguh-sungguh, asalkan aku tiada kawin, dan aku bebas." (Jepara, 6 November, 1899, HGTT, 2009:29). Pemikiran Kartini tentang agama termasuk permikiran yang moderat dan toleran. "...sebenarnya agamaku agama Islam, hanya karena nenek moyangku beragama Islam... Orang diajar di sini membaca Qur’an tetapi yang dibacanya itu tiada ia mengerti. Pikiranku, pekerjaan gilakah pekerjaan semacam itu. Sekalipun tiada jadi orang saleh, kan boleh juga orang jadi orang baik hati.." (Jepara, 6 November, 1899, HGTT, 2009:31). "Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu?" (Jepara, 6 November, 1899, HGTT, 2009:31). Kartini memang tidak pernah terlibat dalam sebuah pergerakan apalagi mengorganisir sebuah protes di lapangan. Bentuk protes yang ia lakukan hanyalah lewat tulisan-tulisannya yang mencoba memahami apa yang terjadi di lingkungannya. Tulisan-tulisannya tidak dituangkan ke dalam bahasa Melayu atau Jawa melainkan ke dalam bahasa Belanda dan ditujukan kepada teman Belandanya di Belanda.  Apakah karena Kartini menyadari tulisan-tulisannya tidak akan ditanggapi bila ia menggugat masyarakatnya secara langsung?  Atau bahkan dapat membahayakan dirinya bila pemikirannya diketahui oleh masyarakatnya sendiri? Semangat Kartini pada zamannya adalah semangat yang juga dirasakan oleh sebagian perempuan pada zaman itu. Beberapa pemikir perempuan lainnya seperti Dewi Sartika juga memiliki pemikiran yang maju tentang hak-hak perempuan, dengan nyata membuat sekolah di tahun 1904 yang disebut dengan “Sekolah Istri”. Kartini memang bukan sekedar kebaya. Tapi makna kebaya Kartini hendaknya diinterpretasikan secara kritis. Pemikiran Kartini masih terus harus direnda agar “kebaya” itu menjadi sempurna. Merenda pemikiran Kartini di segala ruang dan sudut bangsa, menjadikan bangsa kritis yang menghargai kesetaraan. --- Satu lagi cuplikan dari artikel yang sangat bagus & kuat dari @jurnalperempuan, yang ditulis oleh Gadis Arivia. Selamat Hari Kartini 21 April 1879–17 September 1904 Damai di surga, Perempuan yang mendahului zaman 🙏💜 (Link artikel lengkap di utas berikutnya)

Indonesia
59
6.5K
18K
1.3M
tubina
tubina@tubbirfess·
Sebelum bikin tweet ini lu ngerti APBN itu apa nggak, tapi? Tweet ini baseless and make no sense. What the fuck is that even mean APBN bertahan tiga bulan? ??? Bikin issue fear monger yg lebih serem lah misalnya Haikyuu gagal tayang 2027 gitu.
ꦩꦸꦂꦠꦝ@MurtadhaOne1

HOT ISU! Dirjen Anggaran dan Dirjen SEF (strategi ekonomi dan fiskal) Kemenkeu hari ini dcopot dan dinonjobkan. Isu yang beredar, penyebabnya soal APBN yang hanya mampu bertahan 3 bulan ke depan.

Indonesia
2
5
106
15.9K
yuliaa
yuliaa@yuliakhrnsaa·
@sluccyshit wkwk sama kak, kl bagus udh aku beli
Indonesia
1
0
0
22
☆ #StopGenocide🍉
☆ #StopGenocide🍉@sluccyshit·
Alkateri i love you tp design kaos lu bisa lebih kreatif dkit ngga😭😭💔 pgn beli tp design nya b aja
Indonesia
1
0
1
71
☆ #StopGenocide🍉
☆ #StopGenocide🍉@sluccyshit·
Hudson William ni cakep bgt ya anjrit bnr2 perwujudan malewife
Indonesia
0
0
0
36