El. retweetledi
El.
2.1K posts

El. retweetledi

omongan adalah doa, gua sumpahin dibulan Juni kerjaan lu lancar, badan lu sehat, gaji lu 2 digit dan duit lu banyak banget.
maw@mawbaebae
firasat gue bulan Juni bakalan banyak duit 😌
Indonesia
El. retweetledi

salary increases
Tumi@dTumza
Guys please give me team building ideas other than padel, golf, gokarting?
English
El. retweetledi
El. retweetledi
El. retweetledi
El. retweetledi

lupain dulu deh relationship sama komitmen itu. kerja aja dulu kerja, nongkrong keluar, beli makanan dan kopi favorit, wujudin dulu liburan ke tempat-tempat yang pengen kita datengin. dunia nggak akan berhenti cuma karena kita sendirian.
sr ʚଓ@winidepuw
santai aja, ini cuma dunia.
Indonesia
El. retweetledi

This is so true. gw agak kaget tiap keingat versi gw jaman maba. Kok bisa ya dulu gw se-ceria dan innocent gitu😭
detach@detachdaily
i think long-term stress changes people quietly. you become less expressive, less excited, more tired, more detached, until one day you barely recognize the version of yourself that existed before survival mode.
Indonesia
El. retweetledi
El. retweetledi
El. retweetledi
El. retweetledi

hanya karena aku nggak nuntut banyak, bukan berarti aku pantas dapat yang seadanya. aku cuma nggak ribet, bukan nggak punya standar.
sr ʚଓ@winidepuw
need tamparan.
Indonesia
El. retweetledi
El. retweetledi
El. retweetledi

Konon, patah hati tanpa closure itu mirip gejala sakau obat.
Saat jatuh cinta, otak memproduksi hormon bahagia, di antaranya oksitosin (kedekatan) dan dopamin (motivasi/reward).
Ketika putus, apalagi tanpa closure, otak kita mengirim sinyal darurat dan memproduksi hormon stres seperti kortisol.
Penurunan drastis hormon bahagia ini membuat otak “sakau”, mirip pecandu yang diputus paksa. Makanya, rasa sakitnya betul-betul terasa sampai ke fisik, kayak dada terasa sesak atau nyesek.
Teman-teman nakes boleh banget menambahkan atau mengoreksi.
Sekarang, yang perlu dipikirkan bukan bagaimana agar dia kembali, tapi bagaimana menurunkan stres dan kadar kortisol.
Tujuannya agar otak kita dapat kembali berpikir sehat dan tidak melakukan hal-hal yang lebih tolol.
Hal-hal berikut dapat membantu:
- Ke psikolog.
- Olahraga.
- Melakukan hobi yang menyenangkan.
- Mengurangi gula dan kafein.
- Ngobrol dengan teman.
- Menikmati keindahan alam atau sekadar berada di luar ruangan dan memandangi tanaman.
Prosesnya mungkin tidak sebentar dan cukup berdarah-darah, take your time.
Bersedih dan patah hatilah secukupnya, lalu kembali tegakkan kepala dan busungkan dada.
YOU ARE WORTH IT!
Anu@SosmedAnu
Indonesia
El. retweetledi

But on a special day, you'll finally meet your people again, get back to mentally healthy environment again, and above anything, you finally become your true self again. Such priceless moment.
When that day comes, pls never take it for granted. Second chance rarely comes twice.
detach@detachdaily
i think long-term stress changes people quietly. you become less expressive, less excited, more tired, more detached, until one day you barely recognize the version of yourself that existed before survival mode.
English
El. retweetledi

Panggilan kerja gaji 2 digit, workload manusiawi, ada benefit, ada jenjang karir dan di kota tempat tinggalku
Woodsy Corner.@muncorner
🌳 Kalian suka dipanggil dengan panggilan apa guys :3
Indonesia









