Steven Pratama

137 posts

Steven Pratama

Steven Pratama

@stevenpratama_

hello there

Katılım Mart 2018
55 Takip Edilen3 Takipçiler
Steven Pratama
Steven Pratama@stevenpratama_·
@LittleScrett_ Itu bukannya yg terus dinikahin itu ya? Yg scene awalnya pake baju perawat/bidan ga ngerti
Indonesia
0
0
3
30.1K
Little Secret
Little Secret@LittleScrett_·
kalian pada kenal wkwkw
Indonesia
126
170
4.9K
1.3M
callme-shrimpy
callme-shrimpy@udangsausmanis·
@siapapuntakade Ada nih, dapat rating 94% dari rotten tomatoes. Bukan pekob, film beneran. Coba nonton Stranger by the Lake (2013) tentang cruising, non-oomf. Sexy, smart, and darkly humorous cinema. Bugil sebugil-bugilnya. Dan adegan anu-anuannya ga disensor. Ofc its french haha
Indonesia
4
20
330
38.6K
jar-pak!!
jar-pak!!@siapapuntakade·
lagi gabut banget. info dong film yang isinya banyak adegan telanjangnya, jangan bokep, cukup bugil bugilan aja 😂
Indonesia
83
87
1.4K
289.2K
Hope
Hope@hope_emak·
Bayangin gaes 😱 Katanya umurnya 63thn 😲 Kalau diam gitu emang estetik ya, kayak patung. Pas mangap bikin merinding 🥶 Persis kayak cicilan di akhir bulan, diam-diam menghanyutkan, sekalinya datang bikin jantungan‼️🤭
Indonesia
72
154
1.7K
348.7K
Steven Pratama
Steven Pratama@stevenpratama_·
@anggarasamvdr Bukan mslh standar mana, I think that’s simply human nature aja. Kalo cewe keliatan butuh terkesan slutty, kalo cowo keliatan butuh terkesan vulnerable — which both bs jadi turn off. But at the same time hrs nunjukkin kl interest.. Jadilah tarik ulur.. Ribet sih gue jg kesel
Indonesia
0
0
0
22
gara
gara@anggarasamvdr·
standar mana sih ini?
gara tweet media
Indonesia
243
105
1.1K
707.6K
Steven Pratama retweetledi
KAHALA
KAHALA@KAHALA123Y·
As a man, Sometimes a little rudeness to establish that you don’t fancy nonsense is really important.
English
147
5.7K
29.8K
434.7K
Terjebakfwb
Terjebakfwb@Tissyumagicc·
@masssdino_ Kontrol pikiran, cb pas lg indehoy pikirin cicilan dan gmn kl kena phk. Percaya deh bakal gk keluar2
Indonesia
14
3
133
75.3K
Dino 🌊
Dino 🌊@masssdino_·
Wkwkwk apa ya
Dino 🌊 tweet media
Indonesia
113
151
4K
789.6K
Steven Pratama
Steven Pratama@stevenpratama_·
@potiat_ @bigdigjohnny Nah, image “banker” ga sengaja jd identik dengan orang2 top management yg strategic dan atribut serba mewah. Jd funfact bahwa FO suka claiming sbg banker tuh kesannya jadi kaya mau “nebeng” image tsb. Padahal satpamnya pun mau disebut banker jg bisa
Indonesia
1
0
5
1.1K
Steven Pratama
Steven Pratama@stevenpratama_·
@potiat_ @bigdigjohnny Jadi gini… Dari segi title ga ada yg salah. “Banker” = orang yg bekerja di bank. Tp kan role di bank itu sangat luas, ada yg kontribusinya besar di core business, strategic & ngehasilin revenue, ada juga yg lebih operasional & administratif. FO itu mostly administratif
Indonesia
1
0
14
5.7K
Wicaksono Management LC
Wicaksono Management LC@bigdigjohnny·
Fun fact: front-office workers love claiming to be bankers, while those in the back office are reluctant to claim the title.
English
183
937
10.1K
945.1K
𝐆𝐚𝐥
𝐆𝐚𝐥@pantungalimar·
terkadang cobaan emng harus kita cobain, ganti lcd kira-kira kena berapa ya min?
𝐆𝐚𝐥 tweet media
Indonesia
774
467
7.6K
1.1M
kopi
kopi@janijiwaa·
@devoltz__ kaya ngerasanya ini gimmick aja biar kalo orang2 search keyword dito davina yg keluar mereka berdua ini wkwkwk gue percaya bgt sama dito satu lagi gara2 istri sah pernah update soal gym di kemenpora itu🤣
Indonesia
17
53
1.7K
166.2K
Steven Pratama
Steven Pratama@stevenpratama_·
@MiskinTV_ Kosong banget otak & omongannya, bener2 ga ada isinya
Indonesia
0
0
0
2.3K
SobatMiskinTV
SobatMiskinTV@MiskinTV_·
Wah ada siapa tuh di belakang Pak Syahroni? Kalo ga salah yang pernah nginep di markas Iron Man Tanjung Priok.
Indonesia
80
123
730
340.6K
unmag
unmag@unmagnetism·
hal yang ga boleh dilakukan saat ciuman
Indonesia
1K
50
2K
528K
Steven Pratama
Steven Pratama@stevenpratama_·
@kforkinsley Kampungan bgt gaya typing adminnya ky orang norakk, cocok sm brand imagenya ga sih wkwkwk
Indonesia
0
0
0
710
irbahsalss
irbahsalss@kforkinsley·
FINALLY EIGER WARNA INI NGELUARIN SIZE BESAR
irbahsalss tweet mediairbahsalss tweet media
Indonesia
25
69
949
1.9M
𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾
Sebenarnya sudah malas saya mengomentari fenomena Letkol Teddy ini, ntar salah-salah “dapat salam” dari Kodam Jaya repot juga awak. Tapi memotret kilas sejarah masa lalu, bagaimana batas-batas yg dulu diperjuangkan dng darah pd tahun 1998, sedih juga ketika kini perlahan menjadi kabur, dibungkus dalam narasi “Kebutuhan Bangsa” dan akrobat regulasi. Di negeri yg konon menjunjung tinggi supremasi sipil, kita sdg menyaksikan sebuah pertunjukan sulap yg memukau. Bukan sulap memunculkan kelinci dari topi, melainkan sulap menggabungkan air dan minyak, menyatukan seragam loreng tempur dng setelan jas birokrat, dalam satu tubuh yg sama, di waktu yg sama. Hari ini saya baca di post news Berita Satu, Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya mulai mengikuti pendidikan reguler Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Angkatan-67 tahun 2026. Keikutsertaan Teddy merupakan bagian dari pembinaan karier perwira TNI AD yg (katanya) dilaksanakan secara profesional, objektif, dan sesuai dng ketentuan yg berlaku. Bagi saya yg hidup dalam KB-TNI, ini sih akrobat canggih yg disajikan khusus bagi “Siswa Sang Penguasa”. Desas-desus awalnya saya kira ini kabar burung, eh ternyata bukan burung, melainkan fakta. Sesko TNI jelas sebuah kawah candradimuka bagi calon pemimpin militer masa depan. Namun, di saat teman seangkatannya sibuk membedah peta topografi dan taktik tempur di dalam kelas, Sang Letnan Kolonel nanti pasti akan memiliki “pekerjaan rumah” yg sedikit berbeda, mengurusi dapur kabinet sebuah republik. Betapa jeniusnya manajemen waktu di negeri ini. Seorang siswa sekolah militer, di saat yg sama, adalah Sekretaris Kabinet. Bayangkan adegannya, tangan kanan memegang pulpen untuk mencatat strategi pertahanan negara, tangan kiri memegang stempel utk mengesahkan kebijakan negara. Ini bukan lagi multitasking, ini adalah “omnipresence”. Sebuah keajaiban yg menihilkan logika tata kelola pemerintahan yg sehat. Dulu, di tahun 1998, ribuan mahasiswa tumpah ke jalan. Darah tumpah, nyawa melayang, demi satu teriakan lantang, “TNI Kembali ke Barak..!”. Mereka bermimpi tentang tatanan di mana senjata tdk mencampuri pena kebijakan sipil. Namun hari ini, hantu masa lalu itu kembali. Ia tdk datang dengan tank yg menderu di jalanan, melainkan menyelinap lewat celah-celah regulasi yg ditekuk-tekuk. “Dwifungsi” tdk lagi disebut dwifungsi, ia kini diberi nama yg lebih halus, lebih necis, seolah-olah jabatan sipil adalah hak segala bangsa, termasuk mereka yg masih aktif memegang komando militer. Kita diberitahu bhw jabatannya telah diubah statusnya menjadi “di bawah kementerian”, sebuah mantra ajaib agar Sang Letnan Kolonel tak perlu pensiun dini. Hukum tdk dilanggar, katanya. Hukum hanya diajak berdansa Tango, meliuk-liuk mengikuti irama kekuasaan. Di sudut-sudut kantor pemerintahan, para birokrat karir yg telah mengabdi puluhan tahun hanya bisa menelan ludah. Mereka yg meniti karir dari bawah, belajar tata negara, dan menjaga etika birokrasi, kini harus mahfum bhw “jalur prestasi” di negeri ini memiliki definisi baru. Profesionalisme bukan lagi soal kompetensi bidang dan jenjang karir yg urut, melainkan soal kedekatan dan “siapa bawa siapa”. Jenjang kepangkatan militer yg hierarkis itu pun menjadi rancu. Seorang Letkol duduk di kursi setingkat menteri, posisi yg biasanya diisi oleh mereka yg sudah “selesai” dng urusan duniawi atau setidaknya berbintang di pundaknya. Ini bukan hanya soal “Melati melibas Bintang”, tapi yg membuat kita tersenyum kecut adalah memandang “tubuh reformasi” yg koma dan amnesia, lupa bahwa mencampuradukkan militer aktif ke dalam jabatan sipil strategis adalah resep manjur utk kembali ke masa kelam otoritarianisme. Sang Letnan Kolonel mungkin memang cakap, mungkin memang brilian. Tapi ketika pengecualian menjadi aturan dan etika ditabrak demi posisi, kita tidak sedang membangun negara maju. Kita sdh memutar jarum jam, berjalan mundur ke masa lalu, sambil berpura-pura sedang berlari ke masa depan.
Indonesia
268
851
2.2K
293.6K
Steven Pratama
Steven Pratama@stevenpratama_·
Setelah gue pikir2 lu mau bikin sistem sebaik apapun kalo SDM nya pemalas ya sulit @GrabID, coba belajar sm @bluebirdgroup gimana caranya punya karyawan bagus2
Steven Pratama tweet media
Indonesia
1
0
0
514
weha
weha@wehabagde·
@stevenpratama_ @21_mozza Masalahnya, tidak semua pelaku kejahatan itu benar-benar jahat. Sebagian justru karena udah kepepet gabisa makan dll. Jadi sayang banget kalau akhirnya masyarakat terpaksa main hakim sendiri sampai membunuh. Polisi beneran harus berbenah.
Indonesia
2
0
0
86
m o z z a_21
m o z z a_21@21_mozza·
POLISI PELINDUNG RAKYAT ❌️ POLISI PELINDUNG PERAMPOK ✅️ DILARANG LAPOR POLISI ⛔️ ANDA HARUS PASRAH TERHADAP PERAMPOK ATAU PELAKU PEMERKOSAAN WALAUPUN NYAWA TARUHAN NYA ,CATAT YA .
m o z z a_21 tweet media
Indonesia
179
2.3K
6.1K
143.4K
weha
weha@wehabagde·
@21_mozza Yang dikhawatirkan justru akan seperti china. Daripada dihajar doang trus perampok malah lapor polisi akhirnya semua korban memilih untuk mengakhiri nyawa perampok. Kalau ga ada yang lapor polisi mereka bakal aman.
Indonesia
2
0
4
1.4K