heX@
1.1K posts


@tempodotco Masalahnya Ind negara pengimport, apa2 impor, bayarnya pake dollar
Kalau exportir sih tdk ada masalah
Indonesia

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan! oposisicerdas.com/2026/05/jokowi…
Indonesia

DARI 14 HARI KE 85 HARI! SONTOLOYO TERLAMBAT 70 HARI! STOP PENERSANGKAAN, PEMBUKTIAN IJAZAH LANJUT!
youtu.be/p8cS5_LUUNU?si…

YouTube
Indonesia

@alisyarief Teringat kampanye 2019 wkt prabowo gebrak podium ,. .. dulu mereka sahabat, kira2 sampai hatikah beliau mau mengkasuskan pak Amin

Indonesia

Menkomdigi: Pernyataan Amien Rais Fitnah dan Mengandung Ujaran Kebencian fusilatnews.com/menkomdigi-per…
Indonesia

Paduka berkeliling manca negara dengan mewah nya.. seperti tokoh penting kelas dunia , bertemu para pemimpin negri di seberang laut . Dengan biaya yang di ambil dari keringat rakyat jelata .
Tapi sayang … sudah sekian purnama …tak ada kepala negara lain yg berkunjung ke istana nya .
Ini hanya cerita negri dongeng .
Kalau ada kesamaan alur cerita , mungkin hanya perasaan mu saja 😴
Indonesia

@DokterTifa Sebaiknya ibu bicara kedokteran saja sesuai dgn keahlian ibu. Jgn sampai nanti kayak di RB, ibu paksakan bicara hukum yg berakhir blunder buat ibu.
Hanya sekedar masukan sj.
Indonesia

@AsbabulKopi @Andria75777 Dan pembelanya kebanyakan Oten kafir penyembah tiang jemuran
Indonesia

@Andria75777 Pembenci Jokowi kebanyakan Islam, Oris (Org Islam) yg kalah Pilpress, HTI dan FPI dibubarkan oleh Jokowi, 6 laskar nya Mampus di dor Polisi..😂
Sampai mampus pun kalian tebar Fitnah, emang org ada yg percaya?
Indonesia

@randomable_ Salut buat keduanya, selesai tdk ada dendam krn masing2 tau kemampuannya sampai mana
Indonesia

@LambeSahamjja Setelah yang "paling mengejutkan" ada lagi yg paling mengejutkan, dst
Indonesia

Guys, ini kasus yang waktu gua dengerin kronologinya dari awal sampai akhir bikin gua bergidik dan tidak bisa langsung lanjut ke hal lain begitu saja.
Ibu Nina melahirkan tanggal 1 April 2026 di RS UNPAT Bandung lewat SC.
Bayinya yang diberi nama Kahfi lahir sehat tapi sedikit kuning.
Setelah pulang ke rumah kondisi Kahfi agak mengkhawatirkan masih kuning dan muncul ruam merah di wajah.
Hari Minggu tanggal 5 April setelah melalui beberapa kali dirujuk dari bidan, dari UNPAT, dari AMC akhirnya Kahfi dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung malam-malam jam 9.
Jam 12 malam baru dapat kamar NICU.
Kahfi dirawat di inkubator sendirian karena ruang NICU tidak boleh ditunggui orang tua.
Ibu Nina rutin kirim ASI setiap hari. Sampai hari Selasa dapat kabar Kahfi sudah bisa pulang.
Hari Rabu dia datang ke rumah sakit jam 8 pagi, diminta masuk untuk mandiin dan ganti baju Kahfi.
Setelah itu disuruh tunggu di ruang tunggu untuk menunggu dokter anak.
Di sinilah semuanya mulai aneh.
Sambil menunggu, datang seorang ibu sebut saja Ibu W duduk di sebelah Ibu Nina bersama suaminya.
Ibu Nina tidak kenal dia, tidak tahu dia siapa, tidak tahu pekerjaannya apa.
Beberapa menit kemudian suster datang bersama dokter.
Dokter tanya siapa Ibu Nina dan siapa Ibu W.
Dokter masuk ke ruang konsultasi bersama suster. Tak lama Ibu W dipanggil masuk.
Keluar lagi dengan muka murung bilang ke Ibu Nina anaknya mungkin ada masalah paru-paru bocor.
Sambil nunggu tidak dipanggil-panggil, Ibu Nina sama suaminya turun ke bawah mau makan.
Tapi ada perasaan tidak enak.
Naik lagi.
Pas naik Ibu Nina lihat Ibu W sudah berdiri di ruang tunggu sambil gendong bayi terbungkus selimut biru persis seperti selimut Kahfi.
Suami Ibu W sibuk beresin surat-surat.
Ibu Nina maju lihat inkubator nomor 24 tempat Kahfi biasa dirawat. Kosong.
Dan saat Ibu Nina lihat lebih dekat ke bayi yang digendong Ibu W itu Kahfi.
Wajahnya.
Bajunya.
Topinya.
Kahfi yang dia mandiin pagi itu.
Ibu Nina langsung histeris, teriak-teriak panggil suster.
Suster datang dan bilang satu kalimat yang menurut gua adalah kalimat paling mengejutkan dalam seluruh kasus ini "Iya Bu, saya panggil-panggil nama ibu tapi ibu tidak ada.
Jadi saya kasihkan."
Berhenti sebentar dan pahami itu.
Seorang suster senior yang sudah bekerja lebih dari 20 tahun memberikan bayi yang ada di dalam NICU kepada orang yang bukan ibunya hanya karena ibunya tidak ada saat dipanggil.
Tanpa prosedur.
Tanpa identifikasi.
Tanpa tanda terima.
Tanpa tanda tangan.
Bahkan surat izin pulang pun belum dikeluarkan dokter.
Dan gelang identitas Kahfi sudah digunting.
Alasan dari suster takut ada virus dari dalam keluar. Padahal logikanya terbalik orang dari luar yang seharusnya tidak boleh masuk ke area steril, bukan bayi yang keluar dari dalam.
Setelah Ibu Nina histeris dan berhasil mengambil kembali Kahfi, dia dipanggil oleh satpam.
Dan di situ terjadi hal lain yang sangat aneh satpam minta handphone Ibu Nina, lalu minta dia kasih rating rumah sakit bintang empat dengan komentar positif.
Dan Ibu Nina dalam kondisi shock dan panik menurut saja. Satpam itu juga minta Ibu Nina tanda tangan di kertas panjang yang tidak sempat dibaca Ibu Nina karena kondisinya masih sangat kacau.
Kasus ini viral setelah Ibu Nina upload sendiri ke TikTok dan Instagram.
Pihak RS baru menghubungi setelah viral.
Datang ke rumah mertua dengan tujuh orang tapi tanpa direksi hanya minta maaf.
Tidak ada klarifikasi, tidak ada suster yang dihadirkan, tidak ada penjelasan konkret tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Dan inilah yang membuat kasus ini jauh lebih dari sekadar kelalaian biasa.
Pertama suster senior 20 tahun memberikan bayi tanpa prosedur apapun ke orang yang bukan ibunya. Itu bukan kesalahan junior yang tidak tahu SOP. Itu sangat sulit untuk dijelaskan sebagai kelalaian biasa.
Kedua Ibu W dan suaminya beresin surat-surat.
Siapa Ibu W? Dari mana dia? Kenapa dia mau menerima bayi yang bukan anaknya tanpa protes? Dan yang paling mengejutkan saat duduk di sebelah Ibu Nina, Ibu W dengar ada suara telepon dan suaminya mengatakan sesuatu yang terdengar seperti konfirmasi transfer.
Transfer apa?
Kepada siapa?
Ketiga satpam yang mestinya menangani situasi darurat justru sibuk minta rating dan tanda tangan.
Itu bukan respons darurat.
Itu upaya pengelolaan reputasi di tengah insiden yang seharusnya segera diinvestigasi.
Keempat setelah kasus viral, DM masuk ke pengacara Ibu Nina berisi cerita-cerita dari orang-orang yang mengaku pernah punya pengalaman serupa di rumah sakit yang sama.
Ada yang menyebut ada penculikan di tahun-tahun sebelumnya.
Ada donasi untuk anak sakit yang diklaim diambil oleh suster.
Dan yang paling mengejutkan ada kasus sedang disidangkan yang melibatkan 24 bayi yang ditemukan sebagai bukti dalam kasus dugaan jual beli bayi.
Dua puluh empat bayi.
Sedang disidangkan sekarang.
Dan kasus Kahfi terjadi bersamaan dengan sidang itu sedang berjalan.
Ini yang membuat kuasa hukum Ibu Nina Ibu Mira dan Krisna Murti menyatakan mereka tidak bisa menutup kemungkinan bahwa ini bukan sekedar kelalaian. Mereka minta tiga hal kepada RS Hasan Sadikin akses CCTV hari kejadian, identitas lengkap Ibu W dan statusnya di rumah sakit, dan tes DNA untuk memastikan Kahfi yang sekarang ada di tangan Ibu Nina benar-benar anaknya sendiri.
Sampai podcast itu direkam tidak satupun dari tiga permintaan itu dipenuhi.
Pihak Polda sudah menghubungi dan menyatakan kasus ini menjadi atensi Kapolda.
Polres setempat juga menyatakan siap memfasilitasi.
Surat somasi sudah dikirim ke RS dengan batas waktu tiga hari.
Dan pengacara menyatakan kalau tidak ada respons yang memadai mereka akan tempuh jalur hukum formal.
Intinya guys kalau ini hanya kelalaian biasa, prosedur rumah sakitnya sudah sangat sangat bermasalah dan harus segera dibenahi secara serius.
Tapi kalau ini bukan kelalaian biasa dan ada yang perlu diungkap lebih dalam maka Ibu Nina yang pulang ke rumah hari itu sambil menangis dan tidak bisa tidur berhari-hari karena terus flashback betapa dekatnya Kahfi hampir hilang selamanya adalah orang yang tanpa sadar sudah membuka pintu ke sesuatu yang jauh lebih besar dari yang siapapun bayangkan.

Indonesia
























