null | τ → ∞

2.8K posts

null | τ → ∞ banner
null | τ → ∞

null | τ → ∞

@subnet_nol

A necessary revolution, or the grandest illusion?

Kabupaten Bogor Katılım Şubat 2026
1.6K Takip Edilen1.6K Takipçiler
Hanif | AI For Productivity
Hanif | AI For Productivity@hanifproduktif·
189 juta impressions di X dalam 3 bulan + konsisten gajian 2 digit per bulan dari Elon. Yang paling susah dari ngonten di X itu konsisten ngonten long-form dengan dwell time tinggi. Karena kalo konten lo dwell-time nya rendah, dapet 100juta impression ga dapet apa2. Buat konsisten, lo butuh sistem dan ga bisa ngandelin luck doang. Gue mau spill workflow gimana gue pake AI Agent buat bantu riset topik konten dan analyze post performance yang bisa lo replikasi malam ini juga 👇️
Hanif | AI For Productivity tweet media
Indonesia
49
26
201
10.5K
null | τ → ∞
null | τ → ∞@subnet_nol·
@maliqey @X Kita bayar tapi dapet perlakuan semena-mena. Dahlah kita boikot ae sekalian ga usah bayar2 lg cenblue. Pindah aktif platform lain
Indonesia
0
0
0
34
Malik
Malik@maliqey·
UPDATE PAUSED ACCOUNT!!! setelah menunggu 3 minggu, pagi ini baru dapet email balasan dari @x, bahwa akunku permanently suspended.. aku gatau sebenernya masalahnya apa (karena ga dijelasin sm mereka sama sekali).. tapi menurutku yang paling masuk akal adalah karena: 1. aku aktifin subscription. karena akunku ke paused di detik yang sama ketika subscription ke reject.. 2. aku sempet jejepangan 1 minggu sebelum akunku ke paused (mungkin karena impresinya ga organik).. terus kenapa suspendnya permanen? aku juga gangerti, ga dijelasin sama sekali sm mereka. kemungkinan adalah karena: 1. aku langsung appeal ketika tau akunku ke paused. 2. ga bersih2 apapun (mungkin harusnya aku bersih2 komentar jepang). 3. gatau lagi karena aku ngerasa akunku gapernah ada masalah. dan ini akun pribadi yg kubangun dari 0. mana aku beli premium+ 1 tahun langsung. huft. tapi gapapa sih, rezekiku mungkin ga disini. dengan cenblu aku dapet banyak temen baru di x. thank you all.. i love you❤️
Malik tweet media
Malik@maliqey

maksudnya apa yh? bikin ga mood main x😓

Indonesia
76
5
61
9.7K
null | τ → ∞
null | τ → ∞@subnet_nol·
@MiskinTV_ Begitulah nasib pria, harus menerima inkoherensi para wanita modern. Pengen mandiri and independen tapi juga ingin perlakuan privilege dari pria. Motto setara gender tapi di lubuk hatinya itu patriarki.
Indonesia
0
0
0
14
SobatMiskinTV
SobatMiskinTV@MiskinTV_·
Mungkin dia pikir laki-laki itu kuat dan tahan banting
SobatMiskinTV tweet media
Indonesia
42
14
48
102.2K
null | τ → ∞
null | τ → ∞@subnet_nol·
@kukuhya Hak-hak basic itu apa kak? Perasaan yang punya sepatu hak tinggi perempuan juga... 🤔🤔🤔
Indonesia
0
0
2
1K
Kukuh Adi D.
Kukuh Adi D.@kukuhya·
Ga menyedihkan sama sekali kok. Jadi ga mesti dirayakan sebegitunya. Orang sistem dan stigma aja lebih banyak banyak berpihak ke laki-laki. Makanya penting perempuan dapet hak-haknya. Karena kebanyakan hak-hak basic, yang dengan mudah didapetin laki laki, gak didapetin perempuan.
Indonesia
44
536
1.7K
88.3K
Silent orbit
Silent orbit@SOrbit31914·
Famous Actors and Their Sons Side by Side — Can You Guess Who’s Who?
English
32
105
1.5K
1.4M
null | τ → ∞
null | τ → ∞@subnet_nol·
@MiskinTV_ Soalnya wartawan tau mana menteri2 yang bisa ditanyain buat dapet klikbait. Jadinya ngincer menteri2 yang culun terus. 🤣
Indonesia
0
0
9
800
SobatMiskinTV
SobatMiskinTV@MiskinTV_·
Dari sekian tanggapan dan respon perihal tragedi kecelakaan kereta kemarin, memurut gw respon yang paling bagus adalah respon Pak AHY Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan). Lengkap dan penyampaiannya tegas. Ada yang bilang sebenernya apa yang disampaikan Pak AHY ini 'bare minimum' , kelihatan paling mantab karena pejabat yang lainnya 'CAUR'. 🙏
SobatMiskinTV tweet media
Indonesia
40
105
467
29.3K
MORGAN
MORGAN@Demorggn·
Guys cara ngajukan banding cemana? Punyaku gini mulu
MORGAN tweet media
Indonesia
2
0
2
170
null | τ → ∞
null | τ → ∞@subnet_nol·
Ngapain pada ribut2 dah, beda ideologi mah masing-masing aja, cmiiw. Feminis liberal -> ngajarin anaknya safe sex etc. Konservatif -> ngajarin ilmu agama. Perkuat akar rumput aja. Vote partai2 Islam biar nilai2 sekuler liberal cuma jd bahan bacotan di socmed doang 💪
ega@fluoxetan

walah sehari-hari ngomongin minor unable to give consent to sexual activity, tapi di saat yang sama malah normalizing children having sex with condom. zina dianggap oke selama “aman”, maka saat “pengamannya” gagal akan muncul justifikasi berikutnya, “yaudah aborsi aja”, dan justifikasi seterusnya untuk kabur dari segala konsekuensi. semoga orang-orang sadar deh kalau ada permainan psikologi juga disini, ketika risiko dianggap kecil, secara implisit bikin orang lebih berani ambil tindakan tersebut (risk compensation). okedeh let children have sex as long as with condom, yah kebobolan oke deh let them have abortion, okedeh lets treat them with medicine once they got infection kanker serviks or hiv, terus nanti kalau obatnya mahal atau gak sembuh total yaudah “support lifelong treatment aja”, normalize semua. anak-anak yg seharusnya dilindungi malah dijejelin buat main api, terus siapa yang bayar tagihannya lewat pajak, lewat sistem kesehatan yang udah mah gk memadai terus overburden, lewat generasi yang rusak mental dan fisiknya? semua ini atas nama “realistis” dan “progressiveggrrhhh". hati-hati sama narasi psyops kek gini, protect yourself, your family, your siblings, your children, wallahi, mereka-mereka ini gak akan tanggung jawab atas konsekuensi jangka panjang dari apa yang mereka promosikan, baik trauma psikis, kesehatan, ataupun masa depan orang lain

Indonesia
0
0
0
56
Akuratco
Akuratco@akuratco·
Sebut Narasi Chromebook Ferry Irwandi Sesat Pikir, Pengamat: Hukum Pidana Itu Fakta Sidang, Bukan Opini Medsos Polemik mengenai kasus korupsi yang menjerat Ibrahim Arief alias Ibam terus memanas di ruang digital. Pernyataan konten kreator Ferry Irwandi, yang membela Ibam dan menyerang posisi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang tidak menjadi tersangka, dinilai sebagai bentuk penggiringan opini tidak objektif. Pengamat hukum Fajar Trio memberikan catatan tajam terkait kredibilitas narasi tersebut. Menurutnya, pendapat yang dilemparkan ke ruang publik seharusnya berpijak pada fakta yang muncul di ruang sidang, bukan sekadar rangkuman dari satu sudut pandang saja. Ia menyayangkan sikap Ferry Irwandi yang dinilai hanya menyerap informasi dari sudut pandang penasihat hukum atau terdakwa Ibrahim Arief semata. Menurut Fajar, hal ini membuat narasi yang dihasilkan menjadi timpang dan tidak komprehensif. "Harusnya, jika ingin membangun narasi yang adil dan tajam, Ferry Irwandi datang dan mengikuti persidangan dari awal sampai sekarang. Menyimak langsung kesaksian saksi-saksi, melihat bukti surat dan mendengar keterangan ahli di bawah sumpah," ujarnya, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (28/4/2026). Fajar menekankan bahwa hanya mengandalkan informasi dari pihak terdakwa atau pengacaranya tentu akan menghasilkan kesimpulan yang subjektif. "Tugas penasihat hukum memang membela kliennya, itu sah dalam hukum. Namun, menjadikannya sebagai satu-satunya rujukan untuk menghakimi proses hukum di ruang publik adalah tindakan yang tendensius," tambahnya. Pun menjelaskan bahwa dalam persidangan, terungkap alasan kuat mengapa PPK tidak ditetapkan sebagai tersangka. Berbeda dengan narasi yang dibangun Ferry, PPK terbukti tidak memiliki mens rea (niat jahat) karena tidak mengetahui maksud terselubung di balik pemberian dana oleh vendor. "Fakta persidangan menunjukkan PPK memiliki itikad baik dengan mengembalikan dana tersebut saat statusnya masih saksi. Dalam hukum pidana, aspek niat batin ini sangat menentukan. Tanpa niat jahat, seseorang tidak bisa dipidanakan hanya karena kekhilafan administratif," jelas Fajar. Ia menjelaskan, Pasal 4 UU Tipikor yang sering digunakan Ferry untuk menyudutkan PPK baru bisa diterapkan jika perbuatan melawan hukumnya sudah terbukti secara materil. "Kalau niat jahatnya saja tidak ada, apa yang mau dipidanakan? Inilah yang sering luput dari narasi-narasi di media sosial yang hanya mengejar sisi emosional," kata Fajar.
Akuratco tweet media
Indonesia
1
0
0
102
null | τ → ∞
null | τ → ∞@subnet_nol·
@lwastuargo Kemungkinannya : 1) Jurist Tan gak bersalah --> Dikriminalisasi habis2an 2) Jurist Tan bersalah --> Dihukumin lebih berat
Indonesia
0
0
4
292
null | τ → ∞
null | τ → ∞@subnet_nol·
@lwastuargo Terlepas JT benar atau salah, pikiran kabur itu make sense apalagi buat kroco2 yang ga punya bekingan siapa2
null | τ → ∞ tweet media
Indonesia
4
0
10
2.5K
Ghozy Ul-Haq
Ghozy Ul-Haq@ghozyulhaq·
@lucaxyzz iya, jual di harga yang udah jatuh, lagian - itu berlaku buat semua karyawan BUKA - saham IBAM kecil lah itu, bukan foundernya juga
Indonesia
1
0
8
2.2K
null | τ → ∞
null | τ → ∞@subnet_nol·
@ruliemaulana Sabar bang makan bubur panas dari pinggir. Kesian udh nulis panjang2 gak bakal ditanggapi. Gak mutu 🤣... Mending ngobrol aja sama si cepy pahlawan asn-mu.
Indonesia
0
0
1
938
Rulie Maulana
Rulie Maulana@ruliemaulana·
Ada kekuatan besar yang bisa minta Telkom bayarin 400 orang dengan gaji ratusan kali pendidik untuk kawal agenda bisnis Nadiem di kementerian pendidikan. Artinya Ibam itu kaki tangan. Tapi juga artinya cuma satu kaki dari ratusan kekuatan ini. Hanya alat. Kenapa lawyer Ibam ngga memperingan beban Ibam dan menyatakan Ibam hanya diperalat? Ibam hanya korban kongkalikong besar yang dikemas narasi bela negara, kenapa melindungi yang memperalat? Siapa yang bayar lawyer Ibam? Kekuatan besar itu lagi? Kamu jagain dong suamimu dari cara pembelaan yang hanya akan menempatkan Ibam sebagai satu-satunya orang yang bertanggung jawab gini. Karena kalau Ibam dinyatakan bersalah, kekuatan besar yang memperalat jelas akan terbebas dari kasus besar karena semua ini terjadi hanya atas rekomendasi professional Ibam sendirian.
Indonesia
5
13
41
5.2K
Rulie Maulana
Rulie Maulana@ruliemaulana·
Sori, Rie. Gw terus terang segan nanggapi istri terdakwa. Mending adu argument dengan lawyer Ibam lagi. Tapi elu kan orang hukum. Elu pasti paham Ibam ada di sana tanpa ada konflik kepentingan itu bullshit. Karena elu tau persis hubungan yang bayar dengan kepentingan Nadiem.
Ibrahim Arief@ibamarief

Ini Ririe istrinya Ibam. Makasih banyak atas dukungan yang terus mengalir untuk Ibam dari berbagai tempat. Teruntuk yang belum paham perkara suami saya, atau yang tidak mengikuti sidang, saya mohon sebesar-besarnya untuk mempelajari kasus Ibam secara jujur agar tidak menzalimi keluarga saya dengan mengutip setengah-setengah informasi yang tidak sesuai dengan fakta persidangan. Sebagai seorang istri yang terus mendampingi Ibam dalam setiap persidangan, izinkan saya membagikan empat fakta yang telah terungkap sepanjang sidang hingga tuntutan: 1.⁠ ⁠Pertama, terungkap di persidangan, Ibam diminta peserta rapat 17 April 2020 untuk menjelaskan masukan terkait kebutuhan laptop hanya untuk aplikasi asesmen/ujian. Namun, kemudian masukan Ibam dikutip tidak utuh oleh pejabat, dan dinarasikan seakan-akan masukan itu adalah "arahan" untuk SELURUH pengadaan. 2.⁠ ⁠Kedua, setelah rapat 17 April 2020 di atas, Ibam sudah memberi masukan tertulis spek yang netral, yaitu Windows dan Chromebook sekaligus, di tanggal 22 April 2020. Faktanya, terungkap dari kesaksian Tim Teknis, pada 27 April 2020 mereka ditunjukkan satu potongan dokumen masukan Ibam, namun oleh pejabat dipelintir bahwa masukan tersebut hanya Chromebook. Kemudian Tim Teknis diarahkan pejabat tersebut untuk buat survey dan kajian Chromebook, SEBELUM buat kajian Windows. Terus bagaimana dengan kesaksian pejabat yang bilang "kajian sebelumnya diabaikan, dikasih yang baru, dan spesifikasinya sudah ditentukan"? Tak lain tak bukan adalah upaya cuci tangan yang tidak sesuai dengan fakta-fakta yang terungkap sepanjang sidang-sidang berikutnya. Karena kemudian terungkap: pejabat itu sendiri yang ternyata menyuruh tim teknis untuk buat kajian Chromebook dulu, baru setelahnya buat kajian Windows. Jadi sudah terungkap bahwa narasinya dibolak-balik, agar yang disalahkan atas agenda pejabat tersebut adalah Ibam. Terungkap juga di fakta persidangan: pejabat tersebut mengubah spek masukan Ibam, membocorkan spek ke vendor, berkoordinasi dengan vendor untuk pilih merk pemenang, serta terima keuntungan dari vendor. 3.⁠ ⁠Ketiga, terkait narasi "Ibam buat kajian Chromebook", bahkan di dalam tuntutan akhir JPU sudah TIDAK ADA LAGI tuduhan Ibam sebagai yang buat kajian teknis Chromebook. Hal ini karena sudah dipatahkan oleh fakta-fakta persidangan, seperti rekaman sidang di bawah. Tim Teknis mengakui: Ibam tidak ikut pembuatan kajian Chromebook, 80% masukan Ibam ditolak dan tidak masuk kajian, bahkan bukti screenshot yang ditampilkan di sidang menunjukkan Ibam tidak tahu kapan kajian selesai dibuat. 4. Keempat, pegawai yang mengurusi pendanaan yayasan tempat Ibam jadi konsultan, sudah bersaksi di sidang, kalau gaji Ibam berasal dari CSR (donasi) dua perusahaan: Djarum Foundation dan Wardah. Keduanya tidak ada hubungannya dengan pengadaan dan tidak punya konflik kepentingan. Mereka berdonasi sebagai perusahaan yang punya kepedulian atas pendidikan Indonesia. Semuanya terang benderang, kalau saja lihat sidang secara keseluruhan, dan bukan sepotong-potong. Sekarang sudah H-2 putusan. Insya Allah semua fakta tersebut sudah terbuka di depan majelis hakim. Saya tak hentinya berdoa semoga Allah membukakan mata hati para majelis hakim agar bisa memberikan putusan yang seadil-adilnya untuk Ibam. Mohon juga dukungan dan doa teman-teman semua untuk yang terbaik bagi keluarga kami.

Indonesia
11
21
144
24.2K
null | τ → ∞ retweetledi
λL-D1 | AI for Buzzer 🍉
Jangan sampai rasa ketidaksukaan kita terhadap seseorang membuat kita menutup mata atas ketidakadilan. Kalau mas ibam bisa kena, kita juga bisa kena. Diam hari ini berarti tidak ada yang berdiri untuk kita esok hari.
Ibrahim Arief@ibamarief

Ini Ririe istrinya Ibam. Makasih banyak atas dukungan yang terus mengalir untuk Ibam dari berbagai tempat. Teruntuk yang belum paham perkara suami saya, atau yang tidak mengikuti sidang, saya mohon sebesar-besarnya untuk mempelajari kasus Ibam secara jujur agar tidak menzalimi keluarga saya dengan mengutip setengah-setengah informasi yang tidak sesuai dengan fakta persidangan. Sebagai seorang istri yang terus mendampingi Ibam dalam setiap persidangan, izinkan saya membagikan empat fakta yang telah terungkap sepanjang sidang hingga tuntutan: 1.⁠ ⁠Pertama, terungkap di persidangan, Ibam diminta peserta rapat 17 April 2020 untuk menjelaskan masukan terkait kebutuhan laptop hanya untuk aplikasi asesmen/ujian. Namun, kemudian masukan Ibam dikutip tidak utuh oleh pejabat, dan dinarasikan seakan-akan masukan itu adalah "arahan" untuk SELURUH pengadaan. 2.⁠ ⁠Kedua, setelah rapat 17 April 2020 di atas, Ibam sudah memberi masukan tertulis spek yang netral, yaitu Windows dan Chromebook sekaligus, di tanggal 22 April 2020. Faktanya, terungkap dari kesaksian Tim Teknis, pada 27 April 2020 mereka ditunjukkan satu potongan dokumen masukan Ibam, namun oleh pejabat dipelintir bahwa masukan tersebut hanya Chromebook. Kemudian Tim Teknis diarahkan pejabat tersebut untuk buat survey dan kajian Chromebook, SEBELUM buat kajian Windows. Terus bagaimana dengan kesaksian pejabat yang bilang "kajian sebelumnya diabaikan, dikasih yang baru, dan spesifikasinya sudah ditentukan"? Tak lain tak bukan adalah upaya cuci tangan yang tidak sesuai dengan fakta-fakta yang terungkap sepanjang sidang-sidang berikutnya. Karena kemudian terungkap: pejabat itu sendiri yang ternyata menyuruh tim teknis untuk buat kajian Chromebook dulu, baru setelahnya buat kajian Windows. Jadi sudah terungkap bahwa narasinya dibolak-balik, agar yang disalahkan atas agenda pejabat tersebut adalah Ibam. Terungkap juga di fakta persidangan: pejabat tersebut mengubah spek masukan Ibam, membocorkan spek ke vendor, berkoordinasi dengan vendor untuk pilih merk pemenang, serta terima keuntungan dari vendor. 3.⁠ ⁠Ketiga, terkait narasi "Ibam buat kajian Chromebook", bahkan di dalam tuntutan akhir JPU sudah TIDAK ADA LAGI tuduhan Ibam sebagai yang buat kajian teknis Chromebook. Hal ini karena sudah dipatahkan oleh fakta-fakta persidangan, seperti rekaman sidang di bawah. Tim Teknis mengakui: Ibam tidak ikut pembuatan kajian Chromebook, 80% masukan Ibam ditolak dan tidak masuk kajian, bahkan bukti screenshot yang ditampilkan di sidang menunjukkan Ibam tidak tahu kapan kajian selesai dibuat. 4. Keempat, pegawai yang mengurusi pendanaan yayasan tempat Ibam jadi konsultan, sudah bersaksi di sidang, kalau gaji Ibam berasal dari CSR (donasi) dua perusahaan: Djarum Foundation dan Wardah. Keduanya tidak ada hubungannya dengan pengadaan dan tidak punya konflik kepentingan. Mereka berdonasi sebagai perusahaan yang punya kepedulian atas pendidikan Indonesia. Semuanya terang benderang, kalau saja lihat sidang secara keseluruhan, dan bukan sepotong-potong. Sekarang sudah H-2 putusan. Insya Allah semua fakta tersebut sudah terbuka di depan majelis hakim. Saya tak hentinya berdoa semoga Allah membukakan mata hati para majelis hakim agar bisa memberikan putusan yang seadil-adilnya untuk Ibam. Mohon juga dukungan dan doa teman-teman semua untuk yang terbaik bagi keluarga kami.

Indonesia
6
76
189
6.2K
null | τ → ∞
null | τ → ∞@subnet_nol·
@DennySeggssegar @indrakusuma @panca66 Buzzer di X udah kaga bisa berkembang. Organic selalu menang viral, mampus lu. Kasus ini udh meledak, kena sorotan itu gerombolan kutu kupret. Ring istana udah mulai aware. Abis kalian semua.
Indonesia
0
0
0
33
Melon Mask
Melon Mask@panca66·
Gaji 5.1 M di London nga ada apa2nya itu. Powernya nga sekuat orang digaji 300 juta di Indonesia. Dengan gaji 300 juta di Indonesia dia bisa ngatur2 project triliunan di kementerian. Gaji 5 M di London dia nga bisa ngatur2 kementrian dan jadi orang biasa aja disana!
🇮🇩 мαԃαм ԃнєησк 🇵🇸@Kopipait__78

Mari belajar dari kebodohan heroik Ibam, nama aslinya Ibrahim Arief. Dia ini tech-bro lulusan luar negeri yang nolak gaji Rp5,1 miliar dari Facebook UK demi "membangun bangsa" lewat digitalisasi pendidikan. Hasilnya? Beliau sukses dituntut 15 tahun penjara dan denda Rp16,9 miliar dalamkasus Chromebook. Return on Investment (ROI)

Indonesia
33
28
222
72.4K
Ghozy Ul-Haq
Ghozy Ul-Haq@ghozyulhaq·
Ini gue aja atau narasi against mas Ibam suddenly banyak yg muncul ya, gak cuma di Twitter tapi di sosmed lain. Orchestrated? beneran beliau mau dihabisi karena ga mau kerjasama?
Indonesia
75
286
1.2K
197.7K