.why
3.7K posts

.why retweetledi
.why retweetledi

Kita tuh gampang banget kebawa bahas akhir zaman.
Timeline kiamat, teori ini itu, Dajjal, perang besar, matahari terbit dari barat.
Seru sih. Deg-degan juga.
Tapi kadang gue mikir…
Kenapa kita lebih semangat nebak kapan dunia selesai,
daripada beresin hidup sendiri?
Kita takut sama cerita kiamat,
tapi masih santai ninggalin sholat.
Kita merinding denger soal hisab,
tapi dosa harian dianggap “ah nanti aja tobatnya.”
Kayak… prioritasnya kebalik nggak sih?
Padahal yang paling realistis itu bukan nunggu tanda besar muncul.
Yang realistis itu: umur kita nggak ada yang tahu.
Kiamat dunia mungkin masih lama.
Tapi “kiamat versi kita” bisa kapan aja.
Dan nggak ada notifikasi.
Nggak ada countdown.
Nggak ada trailer dulu.
Gue juga lagi belajar. Bukan paling bener.
Cuma pengingat bareng aja.
Mungkin yang perlu kita takutin bukan kapan dunia hancur,
tapi kalau ternyata kita dipanggil dalam keadaan belum siap.
Pelan-pelan beresin diri.
Pelan-pelan benerin yang bisa dibenerin.
Karena jujur aja…
kita nggak tahu besok masih dikasih kesempatan atau nggak.
Semoga kita nggak cuma jago bahas akhir zaman
Indonesia
.why retweetledi
.why retweetledi
.why retweetledi
.why retweetledi
.why retweetledi
.why retweetledi
.why retweetledi
.why retweetledi
.why retweetledi
.why retweetledi

@setyamickala Orang lain: Q4 ini aku mau hiling
Aku: Q4 ini mau claim airdrop 100 proyek, walau 99 scam, 1 harapan😃😃
Indonesia
.why retweetledi
.why retweetledi

manifesting

Kompas.com@kompascom
Menteri Energi dan Sumber Daya (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara soal pengguna motor yang mengeluhkan motornya mengalami masalah usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Jawa Timur. Bahlil sudah turunkan tim buat cek langsung. 👉🏻 Baca selengkapnya nasional.kompas.com/read/2025/10/2… ~AM #BBM #Bahlil #Pertalite
English
.why retweetledi
.why retweetledi






















