Saya Miftah

6.3K posts

Saya Miftah banner
Saya Miftah

Saya Miftah

@tAhdroid

sy sedang belajar python walaupun background bukan seorang programmer | sama2 belajar, yuk! link belajar di sini: https://t.co/YTBp6RAJZm

Jakarta Katılım Nisan 2012
845 Takip Edilen281 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Saya Miftah
Saya Miftah@tAhdroid·
Teruntuk siapapun yang telah ikut follow saya. Saya ucapkan terima kasih. Akun ini memang masih kecil. Mari maju bersama, saling berbagi ide & pengalaman. Mohon maaf baru bisa ucapin trima ksh lewat postingan ini. Krn cukup makan wkt klo balas terima kasih satu per satu. 🙏🏻
Indonesia
0
1
4
100
Saya Miftah retweetledi
CatatanAli7
CatatanAli7@Catatan_ali7·
@gudanglifehack Minsel @gudanglifehack untuk biar dapat sharing revenue itu harus pakai paypal atau pakai rekening biasa yang kita pakai ??
Indonesia
1
1
0
75
Tips Excel
Tips Excel@gudanglifehack·
😱😱😱😱
ART
94
22
98
4.2M
Saya Miftah retweetledi
Eka Wicaksana Putra 📊
Mengatakan bahwa gaji guru dan ASN kecil karena kekayaan RI yang kabur ke LN adalah salah, cenderung asbun. Gaji Guru kita kecil, karena setengah dari anggaran pendidikan digunakan untuk MBG. Gaji ASN kecil, karena terlalu banyak pemborosan dan project tidak tepat sasaran yang berlangsung selama ini. Ini hal sederhana dan banyak orang sudah tahu, pak.
tirtoid@TirtoID

Prabowo: Gaji Guru dan ASN Kecil Karena Kekayaan RI Kabur ke LN tirto.id/prabowo-gaji-g…

Indonesia
7
263
503
11.5K
Saya Miftah retweetledi
Catatan Dosen Hukum
Catatan Dosen Hukum@dosenhukumnotes·
Berikut info dari @grok, buat yg mengalami ga usah panik dan ga ush di folbek ya.
Catatan Dosen Hukum tweet media
Indonesia
1
1
2
71
Saya Miftah
Saya Miftah@tAhdroid·
@dosenhukumnotes Blm sampai diserang bot.😁 krn akun ikan teri... Blm posting sesering itu. Mudah²n jgn,....
Indonesia
1
0
0
13
Catatan Dosen Hukum
Catatan Dosen Hukum@dosenhukumnotes·
btw, adakah yang pernah mengalami difollow akun bot tiba2 banyak? fenomena apa ya ini, mohon pencerahan manteman sekalian. 🥶🥶🥶
Catatan Dosen Hukum tweet media
Indonesia
6
0
6
355
Saya Miftah retweetledi
☪︎meyve‎ꫂ᭪݁
lewat ga gusy?? yuk bantuin 500 malam ini, sekalian bantu rt yah biar impress-nya ikutan naik🥹☝🏻
☪︎meyve‎ꫂ᭪݁ tweet media
Indonesia
38
13
28
1K
Saya Miftah
Saya Miftah@tAhdroid·
iya pada akhirnya, manusia sbg individu akan kembali ke sifat aslinya di mana pun dia berada. di dunia nyata/maya. mungkin satu sisi, senang dgn hiruk-pikuk krn moodnya nge dorong hal tsb. satu sisi: pasti merasa capek, pengen sendiri, tutup kuping (gak suka berisik), atau sdg butuh fokus krn ada kerjaan/minat di tempat lain.
Indonesia
0
0
1
20
Nat & Ver
Nat & Ver@NarasiVisual·
@tAhdroid @zalkad Iya kak sebenernya juga perkara aturan X ujung2nya kembali kepada: bersosmed dengan sehat dan sewajarnya 😊👍
Indonesia
1
0
1
19
Faizal
Faizal@zalkad·
Memang gak jelas kau X Untung aku udah punya “selingkuhan” yang lebih cantik dan menggoda. Baru aktif ngonten 8 Mei dan cuman posting 2 kali sehari skrg udah dapet 10.7K Follower. Bandingkan di X udah aktif ngonten dari 22 Maret dan skrg Follnya 10.1K, sehari posting 10 kali dan reply ratusan. Jauh banget kekejarnya, udah gitu di selingkuhan baru gak perlu JB JB lagi dan bisa tetep rame aja yang bales, karena di sana orangnya suka baca, wleee 😝 Udah gitu tiap nyatumin link affiliate ada aja lagi yang checkout, gokil 🤩 Kalau disini kan relasinya pragmatis, kalau gak di JB gak JB balik, jadi iklim diskusinya gak organik 🤪 Segera perbaiki sistem busukmu itu Nikita sebelum orang2 pada kesel dan cabut!
Faizal tweet media
Indonesia
90
17
96
12.2K
Saya Miftah
Saya Miftah@tAhdroid·
terima kasih sdh ngebuka mata ttg satu masalah yg ada di X, efek dari adanya algo baru. banyak macam motivasi menyelami dunia X, sikap sy pribadi lbh nyaman berinteraksi secara natural tanpa adanya transaksional. namun, tdk memungkiri bahwa bnyk yg memasang target di X, dgn tujuan mencari monet. ada jg, yg sekedar berbagi info krn hobinya menulis tanpa ikutan jadi cenblu. dll, pada akhirnya,... yaudah, kita bebas memilih mana yg diminati.
Indonesia
1
0
1
16
Nat & Ver
Nat & Ver@NarasiVisual·
Dan 10k di sini kudu follow for follow, di sana organik. Pdhl bahasannya sama ya 😅 Di sini paling gak enaknya gitu. Kadang emng like2in & comment di postingan orang, eh malah di like2in balik jg, takutnya malah dikira harapin timbal balik. Padahal mah sbnernya cuma karena ngerasa emng akunnya worth to watch aja bukan harapin bakal diramein balik. Jd transaksional banget kesannya pdhl ujung2nya yg bikin rame sbnernya bukan mutual, tp hrs bs tembus ke audiens luas yg non-cenblue.
Indonesia
5
1
12
792
Saya Miftah retweetledi
Pak Arif | edukasi & parenting
Penting tidak sarapan sebelum berangkat ke sekolah? pov seorang guru. Hari ini saya masuk kelas seperti biasa, ada 1 anak yang biasanya paling aktif tapi kelihatan murung tidak seperti biasanya. Saya tanya kenapa nak? katanya sakit perut karena tidak sarapan. Dari pengalaman selama ini di sekolah saya lihat ada beberapa hal yang terjadi jika anak-anak tidak sarapan sebelum ke sekolah: - suasana hati atau mood yang tidak baik karena perut tidak nyaman - tidak sabar menunggu istirahat jadi sewaktu belajar sibuk menanyakan kapan istirahat, bahkan selalu tanya " kapan istirahatnya pak?" - tidak kuat mengangkat kepala bahkan gegoleran di lantai - malas mengerjakan tugas - tidak fokus mendengarkan guru - sudah tidak sabar keluar kelas dan mengeluarkan bekalnya untuk dimakan dijam pelajaran Sebenarnya tidak harus sarapan yang berat untuk anak, tidak juga harus yang mahal, yang penting cukup dan bergizi. Hanya saja memang perlu kesiapan orang tua di waktu pagi hari yang sibuk untuk menyiapkan sarapan untuk anak sebelum mereka berangkat sekolah. Bagaimana ayah dan bunda yang punya anak usia sekolah dasar? apakah rutin sarapan sebelum berangkat atau kondisional? buat teman-teman yang nakes atau ahli gizi boleh sekali untuk berbagi ilmunya.
Pak Arif | edukasi & parenting tweet media
Indonesia
1
1
4
235
Saya Miftah
Saya Miftah@tAhdroid·
dan ada satu lagi permasalahan sebelum kurmer ini dibahas lebih lanjut, bu. keberadaan yg sangat urgen pemerataan ketersediaan sekolah beserta sarana pendukungnya. jangankan membicarakan ketersediaan sarpras pendukung, di banyak tempat ketersediaan sekolah aja kurang/tidak ada. indonesia butuh penambahan sekolah, butuh tenaga guru, butuh tenaga kependidikan lebih banyak lagi. konsekuensi dari jumlah penduduk yg bertambah maka kewajiban pemerintah utk menambah yg saya sebutkan tadi.
Indonesia
2
1
4
432
listyantidewi
listyantidewi@listyantidewi·
Saya sangat setuju bahwa pendidikan itu selayaknya harus memerdekakan. Kurikulum merdeka sudah ke arah sana. Problemnya adalah, Nadiem tidak mendorong penguatan di berbagai lini supaya pendidikan yang memerdekakan (melalui Kurikulum Merdeka) ini bisa dijalankan sesuai niat baiknya. Berapa kali sekolah mendapat pelatihan mendalam terkait curriculum design untuk menyusun Kurikulum Satuan Pendidikan? Yang terdengar malah gembar-gembor digitalisasi, asesmen nasional, chromebook, platform Merdeka Mengajar. Syarat keberhasilan paradigma pendidikan yang memerdekakan dan Kurikulum Merdeka adalah: 1. Sekolah punya kemampuan untuk menyelenggarakan riset sebagai dasar penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan. Ya, Kurikulum Merdeka bukan Kurikulum yang one fits for all. Yang diterbitkan pemerintah hanya capaian pembelajaran, dan sekolah harus menyusun Kurikulumnya sendiri utk mencapai capaian pembelajaran tersebut. 2. Sekolah harus punya kemampuan untuk mendesain dan mengembangkan kurikulum satuan pendidikan. 3. Sekolah harus punya akses terhadap data dan instrumen pengembangan Kurikulum satuan pendidikan. 4. Sarana pra sarana sekolah harus mendukung berbagai kebutuhan murid dan guru (fyi, kebutuhan akan chromebook bukan yang utama). 5. Sekolah harus mampu (secara internal) mengkompromikan alur tujuan pembelajaran antara satu guru dengan yg lain, dan satu mapel dengan yg lain. Ini membutuhkan kesadaran akan pentingnya pembelajaran lintas disiplin ilmu. Pembelajaran tidak harus mengikuti alur tertentu atau terkotak-kotak sesuai hirarki mapel tertentu. Nadiem, sebagai menteri pendidikan saat itu, seharusnya memikirkan kondisi di lapangan.
Cerita Ayah@bulunangko

Satu lagi cerita dari guru Kandilo' 👇 Rangking Satu Itu Bernama Minat (Mengenang Kurikulum Merdeka) Namaku Kandilo’. Guru kampung di Toraja. Sudah puluhan tahun mengajar. Sudah melihat terlalu banyak anak merasa dirinya bodoh, padahal sebenarnya tidak. Yang bermasalah bukan pada anaknya. Masalahnya pada cara kita mendefenisikan pintar. Dulu, di sekolah kita, anak dipaksa pandai semua hal. Harus jago matematika. Harus pintar IPA. Harus hebat bahasa. Harus kuasai ini, dan ini, dan itu. Akhirnya banyak anak tumbuh dengan satu keyakinan menyedihkan: menganggap dirinya gagal. Padahal ikan akan selalu terlihat bodoh kalau diuji memanjat pohon. Ayam akan merasa diri sangat bodoh kalau diuji pelajaran renang. Siput selalu akan dapat nilai merah saat ujian berlari. Saya pernah punya murid. Nilai matematikanya biasa saja. Hafalan juga tidak hebat. Tapi tangannya luar biasa. Bisa memperbaiki radio rusak hanya dengan melihat sebentar. Sekarang dia punya bengkel sendiri. Menghidupi keluarganya dengan baik. Kalau dulu dia terus dipaksa menjadi anak rangking matematika, mungkin dia sudah berhenti sekolah karena merasa kalah. Itulah yang saya mulai pahami saat era Nadiem Makarim membawa gagasan Kurikulum Merdeka. Belajar tidak lagi sepenuhnya dipaksa seragam. Anak mulai diberi ruang mengenali minatnya. Guru didorong melihat potensi, bukan sekadar angka rapor. Dulu anak SD pergi sekolah seperti mau pindahan rumah. Tasnya berat sekali. Buku bertumpuk. Pulang sore. Les lagi malam. Tapi kita lupa bertanya: apakah mereka masih senang belajar? Belajar mestinya membuat anak penasaran. Bukan kelelahan. Saya membaca tentang Finlandia. Negara yang pendidikan dasarnya sering disebut terbaik di dunia. Anak-anak di sana tidak dibebani terlalu banyak mata pelajaran. Kalau ada PR lebih untuk mengeksplorasi keterampilan motorik dan sosial di rumah. Jam belajar lebih pendek. Tidak terobsesi rangking. Tapi hasil literasi, ho ho tae’ liu ianna palambi’ta lako, mane. Karena mereka percaya satu hal penting: anak bukan robot pabrik. Setiap anak unik. Tugas sekolah bukan menyeragamkan, tetapi membantu menemukan kekuatannya. Hal yang mirip juga dilakukan di Singapura. Mereka mengurangi budaya rangking ketat sejak sekolah dasar. Fokusnya bukan lagi siapa paling tinggi nilainya, tetapi bagaimana anak mampu berpikir kritis, kreatif, dan bekerja sama. Begitu juga di Kanada. Sekolah-sekolah memberi ruang besar pada project learning, eksplorasi minat, dan pembelajaran yang lebih fleksibel. Anak-anak didorong menemukan apa yang mereka cintai sejak dini. Sebenarnya gagasan Merdeka Belajar itu sederhana sekali. Bahwa tidak semua anak harus menjadi profesor matematika. Tidak semua anak harus ahli fisika. Ada yang lahir menjadi seniman. Ada yang berbakat bertani. Ada yang hebat bicara. Ada yang tangannya terampil. Ada yang hatinya kuat memimpin orang lain. SETIAP ANAK RANGKING 1 Setiap anak sebenarnya rangking satu. Tapi di bidang yang berbeda-beda. Sayangnya, kita terlalu lama membangun pendidikan seperti pabrik fotokopi. Semua anak dicetak sama. Yang berbeda dianggap gagal. Yang tidak cocok dengan sistem dianggap malas. Padahal mungkin sekolahnya saja yang belum memberi ruang. Karena itu saya sedih ketika Kurikulum Merdeka sering diejek seolah-olah membuat anak bodoh. Padahal inti sebenarnya justru membebaskan anak dari ketakutan belajar. Membuat sekolah kembali menjadi tempat menemukan diri, bukan tempat kehilangan percaya diri. Dan saya percaya, bangsa ini akan maju bukan ketika semua anak lulus ujian nasional. Atau mendapat nilai yang tinggi. Tetapi ketika setiap anak diberi kesempatan tumbuh menjadi versi terbaik dirinya sendiri. Saya akhiri dengan pengalaman saya di kelas. Sebagai guru yang sudah puluhan tahun mengajar, saya menemukan bahwa kadang-kadang anak didik saya punya pikiran yang lebih hebat daripada saya sendiri. Ada murid yang pertanyaannya membuat saya pulang berpikir semalaman. Saya, guru Kandilo’ tidak pernah malu mengakui itu di depan kelas. Saya malah bangga. Makanya di akhir pelajaran, saya sering meminta mereka mengkritik cara saya mengajar. Siapa yang berani memberi kritik paling jujur, saya kasih hadiah kecil. Bukan karena saya guru yang hebat, tetapi karena saya ingin mereka berani berpikir. Harga diri Kandilo’ sebagai guru tidak akan pernah jatuh karena dikritik murid. Justru di situlah kebanggaan saya: berhasil melahirkan anak-anak yang berani bertanya, berani berbeda pendapat, dan berani berpikir merdeka. Mungkin itulah sebabnya saya jatuh cinta pada Kurikulum Merdeka. Karena bagi saya, pendidikan terbaik bukan melahirkan murid yang takut pada guru, tetapi murid yang suatu hari bisa melampaui gurunya sendiri. Ooo dikka’na le, nasibmu, kurikulum merdeka. Salam Pembebasan, Kandilo' Ket: Gambar: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Lihat Lebih Sedikit

Indonesia
19
142
321
15.2K
Saya Miftah
Saya Miftah@tAhdroid·
saya coba terjemahkan maksud minsel utk sahabat2 yg baca utas ini. jadi, aku tuh lagi belajar python. di akun ku (silakan mampir 😁) aku lagi belajar python wlopun latar belakang bukan programmer. skill ini dibutuhin utk aku yg senang analisis data. krn bagiku, data adl info utk tahu seberapa besar pencapaian, kegagalan, atau hanya sekedar observasi awal aja. utk temen2 yg gak akrab dgn istilah data... data adl info yg kamu butuhin dari benda/sesuatu yg kamu lihat. bahkan, memasak pun pakai data... itu loh resep masakan kan pakai data, berapa takaran yg dibutuhin. balik lagi ke coding. yg minsel bilang itu, pengolahan data lbh ke arah coding, yg fungsinya utk proses info yg berulang sehingga membentuk tren. utk seorang analis, penting utk membaca tren, hasil kesimpulan analisis bisa berupa : (1) usahanya mau ditambah outletnya lagi kah, (2) penambahan karyawan kah, dll...
Indonesia
0
0
0
23
Tips Excel
Tips Excel@gudanglifehack·
Let’s get back bro Miftah 🤝 Keep learning Python! It’s really cool for people who still want to learn even though their background is not a programmer. If you need a discussion friend or sharing progress coding, just drop it in this thread or in the X Growth discussion group. Support each other & grow together! 💪 Hopefully today’s sustenance will be smooth & the coding will be smoother too! 🔥
English
1
0
1
26
Tips Excel
Tips Excel@gudanglifehack·
Good morning guys semoga hari ini menyenangkan dan penuh dengan kabar baik, dan selalu dilancarkan rezekinya dan kemudahan dalam segala hal. Buat yang mau diskusi secara aktif bisa Join Discussion khusus X Growth x.com/i/chat/group_j… Harapannya ini bisa buat diskusi saja yang positif. Rules: saling menghargai dan menghormati sesama. Selektif ya guys ini. Thank you so much for appreciation & attention. 💫🤍
Indonesia
26
6
21
8.8K
Saya Miftah
Saya Miftah@tAhdroid·
@gudanglifehack yes minsel, the students are listening to their friend explain how to sort trash because of Jakarta's new waste management policy
English
0
0
0
4
Tips Excel
Tips Excel@gudanglifehack·
@tAhdroid It’s very sunny I hope today is full of good hope
English
1
0
1
12
Saya Miftah
Saya Miftah@tAhdroid·
Langit cerah di Jakarta. Memberi semangat utk memberikan manfaat.
Saya Miftah tweet media
Indonesia
1
0
1
44
Saya Miftah
Saya Miftah@tAhdroid·
@gudanglifehack Utk yg sdh aku follow, mohon bantuan... Yuk tolong dibantu yuk.. 😁🙏🏻 makasih ya...
Indonesia
1
0
0
6