Mas Teguh Bantul retweetledi
Mas Teguh Bantul
75.9K posts

Mas Teguh Bantul
@teguhsd
Niat ingsun ngrubah musibah dadi berkah, kawula sadermo hanglakoni, mobah mosik kersaning Sang Hyang Sukmo | auto blok cebi #FreePalestine #GakFollowPorno
Bantul Jogjakarta Katılım Mayıs 2015
2.5K Takip Edilen3.3K Takipçiler
Mas Teguh Bantul retweetledi

Ironi nya pendidikan kita.
Mely Mesche Giri merupakan lulusan ilmu kimia pada salah satu kampus di Kupang tahun 2022. Lantaran keinginannya menjadi guru, ia lalu mengambil studi pendidikan profesi guru. Selesai dari sana, ia melamar menjadi guru ilmu pengetahuan alam di SMP Negeri 2 Hawu Mehara.
Ia diangkat sebagai tenaga kontrak kabupaten dengan gaji Rp 1,7 juta per bulan. Namun, sejak efisiensi anggaran yang dimulai Januari 2026, tidak boleh ada lagi perpanjangan kontrak. Keberadaan pegawai kontrak, termasuk guru, dihapus pemerintah.
Pemerintah membuka peluang perekruitan lewat jalur pegawai negeri sipil (PNS) atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Mely memilih jalur PNS, tetapi tidak lulus. Ruang ke PPPK tertutup karena hanya boleh memilih satu jalur.
Secara regulasi, tak ada anggaran dari daerah untuk membiayai guru di luar PNS atau PPPK. Sekolah juga tidak berdaya mengingat dana bantuan operasional sekolah (BOS) dalam petunjuk teknisnya, tidak boleh digunakan untuk membayar gaji guru.
”Kami ini adalah korban dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat. Seharusnya, anggaran untuk sektor pendidikan jangan sampai diambil atau dialihkan ke program lain, seperti MBG (Makan Bergizi Gratis),” katanya.
sc : ig harian kompas




Indonesia
Mas Teguh Bantul retweetledi
Mas Teguh Bantul retweetledi
Mas Teguh Bantul retweetledi
Mas Teguh Bantul retweetledi

Syuting sinetron Termul di tembok ratapan.
MasBRO 🦉🫶@MasBRO_back
Pertanyaan Sutradara sinetron Termul di tembok ratapan. ~ Darimana? ~ Jauh-jauh ke tembok ratapan ada apa? ~ Sudah ketemu? ~ Bagaimana perasaannya? ~ Kenapa menangis? Dan ditutup dengan pelukan dan muncul wajah sang Sutradara ... 😂😂😂
Indonesia
Mas Teguh Bantul retweetledi

KEMANA PERGINYA SI RATU TAMBANG GUBERNUR KONTEN TIKTOK ITU.
Seseorang yang kekayaan dari tambang tidak akan perna mengerti bagaimana dampak kerusakan alam itu. Matanya tertutup oleh pundi pundi rupiah yang di keruk dari alam.
Pada Sabtu, 2 Mei 2026, sebuah pemandangan yang menggambarkan betapa dahsyatnya daya rusak operasi tambang kembali terjadi di pesisir dan perairan sekitar Teluk Buli, Halmahera Timur. Melalui rekaman video amatir, tampak jelas kontras yang menyayat hati.
Hamparan laut yang seharusnya biru dan jernih berubah menjadi keruh kecoklatan, membentang sejauh mata memandang. Air yang tercemar ini diduga kuat berasal dari sedimentasi hasil aktivitas pembongkaran nikel yang terus berlangsung tanpa henti.
Di wilayah ini, industri tambang nikel berskala besar telah lama bercokol. PT Aneka Tambang (Antam) dan perusahaan terafiliasi dengan Antam, sebagai perusahaan milik negara, menguasai sebagian besar kawasan dan telah memulai aktivitas eksploitasi sejak lama. Selain itu, terdapat pula sejumlah perusahaan lain seperti PT Yudistira Bumi Bhakti, PT Sumber Daya Arindo, PT Feni Haltim, PT Buka Bumi Konstruksi, PT Crei, dan PT Petrosea yang turut beroperasi di wilayah ini. Setiap kali hujan turun, pesisir Teluk Buli seakan menjadi muara dari limpahan sedimen yang terbawa dari lokasi tambang.
Aktivitas pengerukan tanah untuk mengambil bijih nikel, ditambah pembangunan infrastruktur industri seperti pabrik baterai kendaraan listrik, semakin memperparah kondisi lingkungan. Tanah-tanah yang terbuka tanpa perlindungan memadai dengan mudah hanyut ke laut, mencemari ekosistem pesisir yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat.
Kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, kepada gubernur konten kami masyarakat Halmahera, khususnya dari Buli dan Maba, ingin menyampaikan suara kami yang selama ini tertahan. Kami merasa telah dijadikan korban dari kebijakan pembangunan yang tidak berpihak pada keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat lokal. Kami menerima kenyataan ini dengan sesak di dada.
📽:official.savebuli
Indonesia
Mas Teguh Bantul retweetledi
Mas Teguh Bantul retweetledi

Mobil luar gak boleh parkir dikota Medan.
Walaupun hanya sejam dikota Medan kalau mau parkir wajib bikin barcode dan bayar 130.000.
@bobbynasution_
Indonesia
Mas Teguh Bantul retweetledi
Mas Teguh Bantul retweetledi

Saya sih nggak terlalu kaget soal isu sensitif istana yang lagi beredar. Yang justru bikin saya kaget adalah fakta bahwa ternyata Komdigi bisa secanggih itu.
Bisa gerak cepat. Bisa responsif. Bisa menekan platform besar. Bisa bikin akses media sekelas YouTube/Google ikut kena tindakan (walaupun masih bisa diakses lewat VPN h3h3). Bisa bikin pernyataan resmi (padahal target subyek pembahasan di video bukan Komdigi, tapi Komdigi rela nyebokin).
Bahkan bisa sigap ambil langkah hukum dan bisa bypass aturan MK soal pedoman UU ITE yang nggak bisa digugat oleh badan/instansi.
Berarti kemampuan teknisnya ada.
Dan kalau kemampuan itu memang ada, harusnya ruang digital kita bisa jauh lebih bersih dari sekarang.
Harusnya iklan penipuan nggak semudah itu lewat. Harusnya nomor pribadi masyarakat nggak seenaknya dipakai SMS promosi.
Harusnya data kita nggak gampang bocor lalu dipakai buat nawarin pinjaman, j*dol, investasi bodong, sampai lowongan kerja palsu. Harusnya platform-platform digital yang merugikan masyarakat juga bisa ditindak dengan kecepatan yang sama.
Karena ternyata masalahnya bukan karena negara ini nggak punya alat. Alatnya ada. Jalurnya ada. Kapasitasnya ada.
Cuma selama ini kita terlalu sering melihat teknologi negara bekerja cepat ketika yang terganggu adalah kekuasaan, bukan ketika yang dirugikan adalah masyarakat.
Karena ternyata tombolnya memang ada.
Cuma rakyat sering kebagian tulisan:
“mohon menunggu”.
Tapi yaa kita sama-sama paham lah ya, kenapa isu-isu krusial yang lain terkesan sulit diberantas.
Sekelas warung remang-remang saja mesti "koordinasi" dulu biar bisnisnya tetap jalan.
Paham kan ya..
cc:cakraadinegara

Indonesia
Mas Teguh Bantul retweetledi

Guys, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa baru melakukan sesuatu yang sangat jarang terjadi di birokrasi Indonesia dan menurut gua ini perlu dibahas dengan sangat serius.
Dia mencopot dua pejabat tinggi Kemenkeu hari ini.
Dan alasannya bukan korupsi yang tertangkap KPK. Bukan OTT.
Bukan skandal yang viral di media sosial.
Mereka dicopot karena memberikan data yang salah kepada menterinya sendiri.
Kronologinya perlu dipahami dengan jelas supaya kita bisa menilai seberapa serius masalah ini.
Tahun lalu Purbaya menanyakan langsung kepada jajarannya berapa potensi restitusi pajak yang akan keluar?
Restitusi pajak adalah pengembalian uang kepada wajib pajak yang terbukti lebih bayar.
Stafnya menjawab nilainya sedikit.
Tidak ada yang mengangkat tangan dan bilang Pak ini sebenarnya besar.
Di akhir tahun realisasinya keluar Rp361,15 triliun. Naik 35,9 persen dari tahun sebelumnya.
Berkali-kali lipat dari yang dilaporkan stafnya.
Dan yang paling mengkhawatirkan adalah satu detail yang Purbaya ungkap secara terbuka restitusi PPN ke industri batu bara saja membengkak Rp25 triliun secara neto.
Artinya negara membayar Rp25 triliun ke perusahaan batu bara untuk pengembalian pajak yang menurut Purbaya hitungannya tidak benar.
Ini adalah masalah yang jauh lebih dalam dari sekadar salah lapor.
Restitusi pajak adalah mekanisme yang sangat rawan dimanipulasi.
Cara kerjanya adalah wajib pajak mengklaim bahwa mereka sudah membayar pajak lebih dari yang seharusnya dan meminta pengembalian dari negara.
Dalam kondisi normal ini adalah mekanisme yang adil dan perlu. Tapi dalam kondisi di mana pengawasan lemah dan data tidak akurat ini bisa menjadi celah untuk menguras kas negara secara sistematis.
Ketika Purbaya bilang ada yang tidak benar di hitungannya itu bukan kalimat ringan.
Itu adalah indikasi bahwa ada kemungkinan restitusi yang seharusnya tidak dibayarkan tapi tetap dibayarkan.
Atau restitusi yang nilainya dikembungkan.
Dan itu artinya uang negara keluar ke kantong yang tidak seharusnya.
Rp25 triliun neto ke industri batu bara saja. Bayangkan skala kerusakannya kalau ini terjadi di banyak sektor sekaligus.
Purbaya sekarang mengambil tiga langkah serius secara bersamaan.
Pertama investigasi internal terhadap lima pejabat paling tinggi yang mengeluarkan restitusi.
Dua sudah dicopot hari ini.
Tiga masih dalam proses investigasi.
Kedua audit eksternal oleh BPKP untuk seluruh restitusi periode 2016 sampai 2025.
Sepuluh tahun. Itu bukan audit kecil-kecilan.
Itu adalah pembongkaran menyeluruh terhadap satu dekade pengelolaan restitusi pajak.
Ketiga penghentian sementara restitusi yang bermasalah sambil menunggu hasil investigasi dan audit selesai.
Sekarang pertanyaan yang paling penting dan paling sering tidak dijawab secara jujur.
Apakah ini bisa terjadi di kementerian lain?
Jawaban yang jujur adalah hampir pasti ya.
Kemenkeu adalah kementerian yang secara historis punya sistem pengawasan internal paling kuat di antara semua kementerian Indonesia.
Mereka punya inspektorat jenderal yang besar.
Mereka punya tradisi reformasi birokrasi sejak era Sri Mulyani.
Dan bahkan dengan semua itu dua pejabat tingginya bisa memberikan data yang salah kepada menteri selama setahun penuh tanpa ketahuan sampai menterinya sendiri yang mencium ketidakberesan di akhir tahun.
Kalau Kemenkeu yang sistemnya relatif paling ketat pun bisa kecolongan Rp25 triliun bayangkan apa yang mungkin terjadi di kementerian lain yang sistem pengawasan internalnya jauh lebih lemah.
Bayangkan apa yang mungkin terjadi di kementerian dengan anggaran besar tapi kultur akuntabilitasnya tidak sekuat Kemenkeu.
Kementerian infrastruktur.
Kementerian kesehatan.
Kementerian sosial. Semua punya anggaran raksasa dan semua bergantung pada data yang dilaporkan oleh jajaran di bawahnya.
Inilah yang disebut agency problem dalam teori manajemen publik ketika orang yang seharusnya melaporkan informasi akurat kepada atasannya justru punya insentif untuk memanipulasi atau menyembunyikan informasi tersebut.
Dan di birokrasi Indonesia insentif untuk memanipulasi data itu sangat besar karena konsekuensi tertangkapnya sangat kecil dibanding keuntungan yang bisa didapat.
Dan ada satu konteks yang membuat berita ini terasa jauh lebih berat dari yang terlihat di permukaan.
Ini terjadi di tengah kondisi APBN yang sudah sangat tertekan. Subsidi energi sudah jebol 266 persen dari target dalam tiga bulan.
Rupiah di Rp17.320 level terlemah sepanjang sejarah.
Penerimaan pajak yang menjadi tulang punggung APBN sedang ditekan kondisi ekonomi yang melambat. Dan di saat yang sama Rp25 triliun neto keluar dari kas negara ke industri batu bara dengan hitungan yang menurut Menkeu sendiri tidak benar.
Itu bukan angka kecil.
Rp25 triliun adalah lebih dari separuh anggaran Kementerian Pendidikan untuk satu tahun penuh dalam beberapa tahun terakhir. Itu adalah puluhan ribu kilometer jalan desa yang bisa dibangun. Itu adalah ratusan puskesmas yang bisa dioperasikan.
tindakan Purbaya mencopot dua pejabat dan membuka audit sepuluh tahun adalah langkah yang benar dan harus didukung.
Keberanian mengakui bahwa ada yang salah di dalam institusinya sendiri adalah sesuatu yang sangat jarang terjadi di kalangan pejabat Indonesia yang umumnya lebih memilih menutup masalah daripada mengeksposnya.
Tapi satu tindakan tegas di satu kementerian tidak cukup untuk menjawab pertanyaan yang lebih besar seberapa luas praktik serupa terjadi di seluruh sistem birokrasi Indonesia?
Dan siapa yang punya keberanian dan kapasitas untuk membuka semuanya?

Indonesia

Yg salah itu produser tv nya masak menyuguhkan narsum spt itu? Dimana nilai pendidikan utk para penonton?
BP™@BangPino__
Yahudi Pesek aka Monic si pembela Isriwil. Modal ngegass terus sama kayak Abu Jendes. 👊👊
Indonesia
Mas Teguh Bantul retweetledi

Biadab.. !! 😡😡😡 Dari kemarin gak viral2 ini kasusnya!! Bantu UP gaesshh.. !! Sampe pelaku di hukum seberat2nya!
Seorang siswi sekolah dasar (SDN) berinisial AKS (12), yang diduga menjadi korban pencabulan oleh oknum TNI di wilayah Kodim 1417/Kendari, Sertu Majid Bone, dilaporkan mengalami depresi. Korban cenderung mengurung diri di dalam kamar, kerap melukai tubuhnya dengan cara mencakar, serta sering menangis histeris karena ketakutan.
Tante korban berinisial VN mengungkapkan bahwa korban sebelumnya tinggal bersama keluarga di perumahan milik terduga pelaku di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Namun, sejak kasus ini mencuat, keluarga memutuskan pindah dan kini tinggal di rumah nenek korban di Kota Kendari.
Selama berada di rumah neneknya, korban disebut enggan keluar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. Saat bersama keluarga, korban cenderung diam dan tidak ingin bercerita.
VN menuturkan, kondisi korban justru memburuk saat berada sendirian. Korban kerap menangis histeris, menunjukkan rasa takut berlebihan, bahkan melukai tubuhnya sendiri hingga menimbulkan luka.
“Kondisi korban semakin memprihatinkan karena mengalami depresi berat. Ia sering mencakar tubuhnya dan menangis histeris karena ketakutan,” ujar VN, Minggu (3/5/2026).
Baca selengkapnya di kisahan.id
Indonesia
Mas Teguh Bantul retweetledi

Izinkan saya bertanya secara terbuka, dan silahkan kalian fans2 pejabat menjawabnya:
"Adakah food estate yang diocehkan oleh Prabowo saat dia jadi Menhan dulu yang telah berhasil panen secara berkala, terus-menerus?"
Silahkan kalian cari dari Sabang sampai Merauke, tunjukkan ke sini. Ada tidak? Karena faktanya, yg ada hanyalah sibuuuk banget membuka lahan, gelontorkan uang banyak, seremonial, tanam ini, tanam itu, lantas sok panen ini panen itu, kemudian? Anyep.
Duit sudah habis banyak, lahan rusak. Omon-omon semua. Dan pola ini akan terjadi dgn KMP, MBG, dkk. Kalian itu cuma peduli uang proyek ngocor deras.
Nah, jika kalian tidak terima fakta ini, yuk mari, tunjukkan Food Estate di Indonesia yg sukses panen terus-menerus sampai hari ini? Pintarlah dikit. Mosok sampai hari ini masiiiih saja mudah dikadalin politisi.
*Tere Liye

Indonesia
Mas Teguh Bantul retweetledi

Roy Suryo cs adalah korban keganasan ijazah palsu Jokowi dan Gibran.
Mestinya
"Tidak ada kasus pencemaran nama baik ataupun fitnah selama ijazah belum terbukti asli" (Susno Duadji, mantan Kabareskrim)
#MakzulkanWapresBadut
#MakzulkanWapresBadut
Indonesia
Mas Teguh Bantul retweetledi

Lokasi: Branggahan, Kabupaten Kediri. Jawa Timur.
Berhenti lampu merah biasanya jadi hal biasa terjadi, tetapi tidak biasa hari ini.‼️
Netizen merekam seorang Bapak yang masih terhubung dengan selang dan tabung oksigen diatas becak jualannya. Sepertinya jualan anak sekolahan (mungkin) telur gulung atau sejenisnya.
Beliau tetap semangat untuk tetap berjuang mencari nafkah walau harus membawa tabung oksigen untuk berjualan agar supaya keluarga tetap dapat hidup untuk hari ini dan esok hari yang lebih baik.
📹 faizalfarizi399
Indonesia
Mas Teguh Bantul retweetledi
Mas Teguh Bantul retweetledi
Mas Teguh Bantul retweetledi







