Gudang Telur

910 posts

Gudang Telur

Gudang Telur

@telur46192

Alaska, USA Katılım Mart 2025
384 Takip Edilen111 Takipçiler
Gudang Telur retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Felix Siauw baru ngomong sesuatu di podcast Helmy Yahya yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari seorang ustaz Indonesia dalam waktu lama. Dan intinya satu kalimat yang langsung dilontarkan: "Orang Indonesia tidak pernah menjadi Islam." Bukan karena KTP-nya. Tapi karena cara berpikirnya. Masalah pertama kita salah paham soal tawakal: Felix kasih contoh yang sangat konkret. Ada pesantren roboh. Respons orang Indonesia: "Qadarullah, ini takdir Allah." Felix langsung potong: itu bukan tawakal. Itu kebodohan yang dibungkus agama. Karena setiap insinyur teknik sipil yang melihat bangunan tiga lantai dengan pondasi yang salah sudah bisa prediksi itu akan roboh. Tidak perlu menunggu roboh untuk tahu. Dan kalau kita sudah tahu sebabnya tapi tidak dikerjakan lalu ketika roboh bilang qadarullah itu bukan pasrah pada Allah. Itu menyalahkan Allah atas kelalaian kita sendiri. Rasulullah memakai baju besi dua lapis di medan perang. Seorang sahabat tanya kenapa. Jawabannya sederhana: karena sebab akibat adalah bentuk tawakal yang sesungguhnya. Bekerja sekeras mungkin baru serahkan hasilnya. Masalah kedua "enggak apa-apa mereka ambil dunia, yang penting kita akhirat" Felix bilang dia ingin kritik keras kalimat ini. Karena logikanya terbalik total. Cara masuk surga menurut ulama ada empat: dengan ilmu, dengan kekuatan, dengan harta, atau dengan doa. Kalau kamu tidak punya ilmu, tidak punya kekuatan, tidak punya harta kamu hanya tersisa doa. Dan kalau kamu bilang "yang penting akhirat" sambil tidak mengerjakan satu pun dari empat jalan itu dengan serius kamu sedang tidak mengejar akhirat. Kamu sedang memakai akhirat sebagai alasan untuk tidak berusaha. Rasulullah miskin bukan karena tidak bisa kaya. Beliau miskin karena memilih memberi semua yang dimiliki kepada yang membutuhkan. Miskin by choice bukan miskin karena tidak punya pilihan. "Kalau dunia aja kamu enggak bisa nguasain, jangan ngomong akhirat. Akhirat itu lebih susah dari dunia." Masalah ketiga tidak ada critical thinking: Ini yang paling mendasar dan paling merusak menurut Felix. Ayat pertama yang turun kepada Rasulullah adalah iqra baca, berpikir, analisa. Di saat itu bahkan tidak ada buku. Tidak ada perpustakaan. Artinya perintah iqra bukan sekadar membaca teks tapi perintah untuk berpikir kritis terhadap segala sesuatu. Tapi apa yang terjadi di Indonesia? Pertanyaan dibungkam. Otoritas tidak boleh diganggu gugat. Santri yang dilecehkan menerima karena percaya itu "ritual penyucian." Orang tua yang anaknya diperlakukan tidak wajar diam karena takut melawan ulama. Felix bilang ini adalah abuse of authority yang masif dan akarnya adalah ketidakmampuan berpikir kritis yang sudah ditanamkan sejak kecil. Padahal bahkan Rasulullah sendiri melatih sahabat untuk tidak buta taat. Ada sahabat yang diperintahkan pemimpinnya masuk ke dalam api sebagai hukuman. Mereka ragu dan datang bertanya ke Rasulullah. Jawaban Rasulullah: "Untung kalian tanya aku. Kalau kalian masuk, kalian tidak akan keluar selamanya." Dari situ keluar hadis: taatlah kepada makhluk selama tidak bermaksiat kepada Allah. Artinya Islam dari awal mengajarkan untuk mempertanyakan bahkan otoritas. Masalah keempat faktor struktural yang sering dilupakan: Felix tidak hanya menyalahkan internal. Ada faktor eksternal yang sangat besar yang tidak boleh diabaikan. Di zaman kolonial Belanda, ada sistem pembagian kelas berdasarkan akta kelahiran STBL. Kelas pertama orang Eropa. Kelas kedua orang Arab, India, Cina. Kelas ketiga pribumi dan pribumi Muslim ada di posisi paling bawah. Akta kelahiran itu menentukan siapa yang boleh sekolah di mana, siapa yang boleh masuk restoran mana, siapa yang boleh masuk pemerintahan. Bukan soal kemampuan tapi soal sistem yang dirancang untuk memastikan satu kelompok tidak bisa mengakses kekayaan dan pengetahuan. Itulah mengapa sampai hari ini di daftar orang terkaya Indonesia dan dunia dominasi Muslim sangat kecil dibandingkan populasinya. Ini bukan semata karena etos kerja. Ini juga karena sistem yang dibangun ratusan tahun untuk menutup akses. Korelasi yang menarik antara keyakinan dan peradaban: Felix membawa temuan arkeologi di Gobeklitepe, Turki bangunan berusia 11.000 tahun yang mendahului rumah dan ladang pertanian. Para arkeolog menyimpulkan bahwa manusia tidak membangun keyakinan setelah perutnya kenyang. Justru sebaliknya keyakinan dibangun dulu, baru peradaban lain mengikuti. Ini membalik teori lama bahwa agama adalah produk kemakmuran. Ternyata keyakinan adalah fondasinya. Tapi ada yang salah kaprah. Felix memisahkan dengan jelas: bukan agamanya yang menentukan maju atau mundur suatu bangsa tapi kepedulian. Romawi maju bukan karena agama tertentu tapi karena mereka peduli pada kotanya, pada infrastrukturnya, pada warganya. Ketika kepedulian itu hilang Romawi hancur. Bukan karena Tuhannya berubah. Felix menyimpulkan dengan satu pertanyaan keras yang ditujukan kepada dirinya sendiri dan seluruh ulama Indonesia: "Rasulullah bilang ilmu dicabut dengan wafatnya para ulama. Ketika ulama pergi tanpa meninggalkan warisan berpikir yang benar yang terpilih adalah pemimpin-pemimpin bodoh. Dan pemimpin bodoh membuat kebijakan bodoh yang menghancurkan umatnya." Artinya yang paling bertanggung jawab atas kondisi umat bukan politisinya. Bukan penjajahnya. Tapi mereka yang seharusnya mendidik cara berpikir dan memilih untuk tidak melakukannya. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan podcast Helmy Yahya bersama Felix Siauw. Semua pandangan adalah pendapat pribadi narasumber dalam konteks diskusi keagamaan dan peradaban. Pembaca dianjurkan untuk memverifikasi referensi sejarah dan hadis dari sumber primer.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
130
2.1K
5.5K
192.1K
Gudang Telur retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, lu pada tau gk kelakuan PNS indo jadi begini...... Agus Harimurti Yudhoyono lagi bahas hal krusial soal normalisasi Ciliwung River, kapasitas sungai, dan isu banjir topik yang tiap tahun bikin warga Jakarta was-was. Tapi justru bawahan yang kerja langsung di wilayah Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane malah kedapatan kayak mau pergi saat menteri lagi ngomong sampai ditegur langsung: “Pak, saya bicara untuk Bapak. Mau ke mana? Dengarkan saya dulu kok maen cabut aja Bayangin aja… menterinya yang datang, bahas problem banjir yang udah bertahun-tahun gak selesai, tapi orang teknis yang harusnya paling fokus malah keliatan gak serius. Pantes publik suka kesel. Banjir datang tiap tahun, warga kebanjiran rutin, kerugian triliunan, lalu di ruang rapat yang harusnya serius malah muncul momen begini. Yang kebanjiran rakyat, yang panik warga, yang ngomong serius menteri… tapi yang punya kerjaan inti malah kayak pengen cabut duluan. Perfomance birokrasi begini gimana orang gak emosi?
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
73
346
2.8K
302.1K
KAFA Sports
KAFA Sports@sportskafa·
Luis Nani: "Çatısız bir evde büyüdüm, yağmur yağdığında çöpten topladığımız plastiklerle evimizi korumaya çalışırdık. Bir gün babam yeni bir ev için yeterli parayı biriktirdiğini söyledi ve inşaata başladı. İnşaatın sonlarına doğru yaklaşırken Yeşil Burun Adaları'na bir seyahata gitti. Herhalde kalan son malzemeleri temin edecekti. Aradan aylar geçti ve babam geri dönmedi. Belki de orada yaşayan çocuklarını ziyaret etmişti. Kim bilebilirdi? Ne olduğunu hala bilmiyorum ama onsuz hayat bizim için çok zor oldu. 9 kardeştik, annem bize bakmak için şarkı söylüyor, bir restoranda çalışıyor ve itfaiye servisinde çalışıyordu. Bunların hepsi onun için çok fazlaydı, o sebeple evlendi. Yeni eşi, babamın inşa ettiği evde yaşamak istemedi ve bizi zorla kendi evine götürdü. Bir odada 10 kişi kalıyorduk, kertenkele ve fareler hayatımızın vazgeçilmez bir parçasıydı. Açtık. Bir gün ağabeyimin aklına bir fikir geldi. Lizbon'a gidecek, insanlara aç olduğumuzu söyleyecek ve bize yardım edip edemeyeceklerini soracaktık. Bu plandan şüpheliydim ancak denediğimizde hemen hemen herkesin yardımcı olduğunu gördüm. Bu şekilde yaşamaya devam ederken bir pizzacıya gittik. Bize pizza verdiler, o pizzanın tadını anlatamam. Gerçekten açlık çekmeyen kimse o tadı alamaz. Pizzalarımızı yerken orada çalışan bir kadın boş zamanlarımızda ne yaptığımızı sordu. Ağabeyim de futbol oynadığımızı söyledi. Kadın, öbür gün yine buraya gelmemizi, bizi futbol oynarken görmek istediğini söyledi. Biz de öbür gün gittik ve kadının gözünün önünde futbol oynadık. Kadın benim futbolumu çok beğendi ve bana şunları söyledi: 'Profesyonel futbolcu olan bir tanıdığım var, belki sana yardımcı olabilir.' Arkadaşı beni Sporting Lizbon seçmelerine götürdü. O gün hayatım değişti."
KAFA Sports tweet media
Türkçe
288
2.4K
26.3K
1.6M
Gudang Telur retweetledi
Brian McDonald
Brian McDonald@BrianMcDonaldIE·
Russian TV has broadcast footage of Putin driving himself through central Moscow in a Russian Aurus SUV to pick up his former schoolteacher Vera Gurevich and bring her to a dinner at the presidential residence after Victory Day events.
English
322
3.6K
33.5K
2.1M
Gudang Telur retweetledi
Words of Wise | Mindset Coach
“If everything you offered was not enough, offer your absence.” — Mario Benedetti
Words of Wise | Mindset Coach tweet media
English
38
2K
8.1K
119K
Gudang Telur retweetledi
Islamic Scientific Heritage
On his journey to Damascus, our Prophet ﷺ rested beneath a tree in Jordan. Though surrounded by desert, it has remained green and full of life for over 1400 years.
English
14
345
1.7K
21.2K
Gudang Telur retweetledi
HustleBitch
HustleBitch@HustleBitch_·
🚨 THIS 2007 TOYOTA IS INCREASING IN VALUE EVERY SINGLE DAY — AND PEOPLE ARE SCRAMBLING TO FIND ONE A video is going viral after a man breaks down why this specific SUV is doing the exact opposite of every other car on the road. It's not depreciating. It's not sitting. It's going up in value. • Called “arguably the best Land Cruiser ever built” • Overbuilt V8 engine pushing ~275 HP — built to last decades • Simple electronics, no modern failure headaches • Full-time 4WD with locking center diff • Perfect mix of old-school durability and real comfort • Easy to maintain — even DIY friendly • And they’re disappearing fast… getting shipped overseas in bulk The key claim: This was one of the LAST Land Cruisers built before everything went fully electronic. As newer vehicles get more complex… this one’s getting MORE valuable. Less tech. More reliability. And suddenly… more demand. Do you grab one now… or regret it later? 📹: surfmotors
English
68
199
2.1K
313.8K
Gudang Telur retweetledi
Arielipillo
Arielipillo@arielipillo·
Cuando mesclas el talento con disciplina y trabajo, pasa esto:
Español
54
1.8K
32K
2M
Gudang Telur retweetledi
Mohammed Hersi : Mr Optimist
Africa is full of surpsises Ugandan police arrested a man for witchcraft, took him to court, and he responded by inviting bees to the court. Everyone was attacked by the bees. He didn’t get a single sting. Interesting to see a man running around with a fire 🔥 extinguisher. Earth is hard , best such guys are left in peace.
English
639
3K
6K
561.6K
Gudang Telur retweetledi
𝒎𝒐𝒆.
𝒎𝒐𝒆.@moe4dem·
“my last name...Churchill....my family owns this place” Damnnn 😭
English
1.8K
4.4K
91.4K
11.2M
Gudang Telur retweetledi
Abul Muzaffar
Abul Muzaffar@abulmuzaffar10·
Guys ini keren banget.. Demak ternyata di zaman itu adalah kota besar dengan penduduk 90 ribu jiwa! Ini berdasarkan catatan orang Portugis yang mengunjungin Demak di tahun 1640. Untuk di zaman itu, Demak bisa dibilang metropolis. Sebagai pembanding, jumlah penduduk kota kota perdagangan di Eropa Utara pada abad ke 16-17 adalah: - Hamburg : 70-90 ribu - Edinburgh : 40-60 ribu - Copenhagen: 60-80 ribu Artinya apa? Artinya bangsa kita sebelum kolonial sudah mengembangkan ekonomi yang kompleks dan peradaban yang besar di masa itu. Tidak mungkin penduduk Demak bisa sampai 90 ribu kalau ekonomi masyarakatnya tidak maju. Source gambar : researchgate.net/publication/37…
Abul Muzaffar tweet media
Antonio C. Campo@toniocampolopez

Pada tahun 1640, Sebastião Manrique🇵🇹 ada 2 minggu di Demak: Kota besar, sekitar 90.000 penduduk (di samping banyak warga asing, dari Sumatra, Pantai Malaysia, Tiongkok, Jepang Ada banyak perdagangan: 🍚beras ⚫️lada 💎berlian dari Kalimantan 🟡debu emas yang dibawa oleh Aceh

Indonesia
26
312
1.2K
50.5K
Gudang Telur retweetledi
Mario Nawfal
Mario Nawfal@MarioNawfal·
🇨🇮 Meet the Zaouli, one of the hardest dances in the world. A centuries-old tradition from the Guro people of Ivory Coast, always performed by men. The footwork alone will break your brain. The legs don't lie.
English
893
2.9K
14.2K
855.4K
Gudang Telur retweetledi
roket
roket@roikets·
Simple backyard project
English
1.3K
9.1K
71.6K
11.1M
Gudang Telur retweetledi
Ferry Koto
Ferry Koto@ferrykoto·
Bahaya Tabung gas CNG 3kg, Jika Meledak bukan hanya dapur yang hancur tapi rumah bahkan bangunan sekitar bisa hancur, dan serpihannya terbang seperti peluru. Kanda @bahlillahadalia harus hati-hari sekali ini dengan idenya. Di seluruh dunia tak ada yang menggunakan tabung untuk memanfaatkan CNG (Metana) untuk keperluan rumah tangga. Bukan karena mereka tidak mampu membuat tabung yang aman, tapi risiko besar yang akan muncul jika CNG dimampatkan ke tabung karena butuh tekanan SANGAT BESAR sampai 200 bar. Bandingkan dengan LPG yang hanya 5 bar. Tekanan 200 bar itu sama seperti tekanan terhadap benda yang berada dalam kedalaman laut 2.000 meter alias 2 km (1 bar ekuivalen dgn kedalaman 10 meter). Bayangkan, Kapal Selam TNI AL saja maksimal hanya mampu menahan tekanan sampai kedalaman 500 m (mungkin kurang), lebih dari itu bakal remuk dan pecah karena strukturnya ndak mampu menahan beban. Sekarang ada tabung gas CNG, yang di dalamnya ada tekanan 200 bar, diurus ibu rumah tangga di Indonesia, yang pasti tidak tahu bahwa ada bom siap meledak jika salah penanganan. Ingat, saat awal tabung 3kg LPG dibuat, berapa banyak kasus ledakan tabung, padahal cuma 5 bar. -------------------------- Kenapa bahaya CNG disimpan di dalam tabung untuk didistribusikan? Ini karena sifat dari wujud benda dengan massa jenisnya. - Benda padat, seperti besi, dengan berat 1kg, akan memiliki volume paling segenggaman tangan. - Benda cair, seperti air, dengan berat 1kg, akan memiliki volume paling sebotol mineral 1 liter. - Nah gas seperti CNG, dengan berat 1 kg, akan memiliki volume besar sekali, lebih kurang 1,4m2 atau 1.400 liter. Bayangkan besarnya ruang (volume) yang dibutuhkan gas CNG dengan berat 3kg, yaitu lebih kurang 4,2m2 di tekanan ruang (normal). Karena itu lah CNG perlu dimampatkan volumenya. Cilakanya, CNG tidak berubah bentuk saat dimampatkan, tetap dalam bentuk gas. Sehingga butuh besar sekali tekanan agar ukuran ruang yg diperlukan menjadi kecil untuk menyimpan CNG dengan berat 3kg. Besarnya tekanan yang dibutuhkan dari sisi teknis sekitar 200 bar agar bisa dimasukan dalam tabung yg kecil (lebih besar sedikit dari tabung gas LPG 3g). Untuk menahan tekanan yang besar sampai 200 bar tsb, butuh bahan tabung dari baja yang tebal, utuh, tanpa sambungan, tanpa las-lasan. Konsekuensinya tabung akan besar sekali, bisa 3-4x berat tabung LPG saat ini. Berbeda dengan LPG (yang merupakan produk sampingan pengolahan minyak), hanya butuh tekanan sekitar 5-10 bar. Dan ajaibnya gas LPG berubah wujud menjadi cair saat diberikan tekanan 5-10 bar. Itu lah yang menyebabnya tabungnya menjadi kecil sekali, dan ringan. --------------- Dari sisi ekonomi, Pemerintah harus membelanjakan anggaran yang cukup besar sekali untuk mengganti tabung LPG 3kg, yang digantikan tabung CNG 3kg. Harga produksi tabung CNG sudah pasti jauh lebih mahal, bisa sampai 20x harga produksi tabung LPG. Berbagai sumber menyebut bisa sampai Rp1,5juta-Rp3juta per tabung. Tabung semahal itu, dengan isi gas murah, selain membebani uang negara, juga ada risiko hilang dicuri karena mahalnya. Saat ini saja, data kehilangan tabung gas LPG 3kg saja buanyakkkk pol. Modal Rp15-Rp19ribu, dengan berat tabung 3kg LPG yang 5kg, jika dijual kiloan masih cuan Rp15ribu-Rp20ribu per tabung. Bayangkan bakal tingginya minat menyikat tabung CNG yang beratnya bisa sampai 20kg. 😅 Apa tidak amsiong itu pemerintah mengawasi dan mengganti jika tabung CNG hilang? ----------------- Jadi risiko keamanan, risiko anggaran, dan risiko dikilo itu lah yang menyebabkan tidak ada negara di dunia yang mendistribusikan CNG dalam bentuk tabung ke rumah-rumah. Yang layak secara ekonomi adalah lewat jaringan pipa gas. ------------------- Saran saya, pemerintah tidak perlu mengkonversi LPG ke CNG dalam tabung 3kg demi mengurangi subsidi yang menekan fiskal. Justru kebijakan ini akan jauh lebih membebani fiskal, bukan menghemat fiskal. Namun, harus diakui, negara kita yang kaya produksi CNG adalah salah jika tidak memanfaatkannya, malah mengimpor LPG. Impor ini selain akan cipatakan ketergantungan, juga akan membuat bengkak beban keuangan negara, terutama untuk LPG subsidi 3kg. Untuk itu, solusi yang masuk akal, hemat saya, baik dari sisi keamanan dan ekonomi adalah menggunakan hybrid; 1. Untuk daerah-daerah yang saat ini potensial pemanfaatan CNG karena penghasil gas alam, solusi pipanisasi gas yang perlu dilakukan masif. Misal seperti di Sidoarjo, dan Gresik di Jawa Timur. Yang dapat diperluas ke Kota sekitar seperti Surabaya, Mojokerto, Lumajang. Jika seluruh Rumah tangga (juga industri, restor, dll) di di daerah ini menggunakan jariangan pipa gas, ini akan dapat mengurangi kebutuhan LPG secara signifikan. Ya tetu butuh investasi pipanisasi gas. Yang memang mahal, tapi jauh lebih aman dan ekonomis dibanding distribusi dgn tabung gas CNG. 2. Untuk daerah lain yang masih sulit diakses, karena jauh dari sumber gas alam, dan belum punya stasiun storage, baiknya tetap saja gunakan LPG 3kg. Sambil ke depan pelan-pelan bangun stasiun gas dan pipanisasi gas CNG. Ini lebih masuk akal daripada konversi LPG 3kg ke CNG 3kg. 🙏 Salam FK
Ferry Koto tweet media
Indonesia
214
1.1K
2.4K
141.8K
Gudang Telur retweetledi
Craft Gallery
Craft Gallery@5min__crafts·
The reason behind people growing tomatoes upside down
English
29
377
1.8K
192.7K
Gudang Telur retweetledi
Mario Nawfal
Mario Nawfal@MarioNawfal·
🇧🇬 A young black guy traveled to Bulgaria to prove Bulgarians aren’t racist. The Bulgarians had absolutely no problem proving him 100% wrong.
English
1.2K
3.3K
33.7K
4.6M
Gudang Telur retweetledi
໊
@mellowjnr_·
Hmmm… Ok this is interesting 🤔
English
1.5K
7.2K
87.6K
1.9M
Gudang Telur retweetledi
ChiefHerbalist
ChiefHerbalist@HerbalistChief·
Our ancestors used to clean their cookwares with lime and ash/sand. Later, science discovered the lime kills bacteria and the ash/sand removes deep stains instantly. These folks had no degree or doctorate. Just common sense.
ChiefHerbalist tweet mediaChiefHerbalist tweet mediaChiefHerbalist tweet media
English
44
846
3.8K
57.7K
Gudang Telur retweetledi
Health & Nutrition Tips
Health & Nutrition Tips@healthnutritipz·
This video will change your life
English
278
1.8K
8.7K
1.2M