sp y retweetledi
sp y
5K posts

sp y retweetledi

1. Abang tukang sayur nyebrang di Zebra cross
2. Dia juga udah aware untuk maju ketika ada jarang dan timing yang aman agar si mobil itu SEHARUSNYA ngerem, stop dan give way
3. 90.1125% pengemudi Pajero adalah bangsat
BP™@BangPino__
Kita bantu viralin, biar cepet ketangkep pelakunya guys... Sebuah mobil diesel menabrak gerobak sayur di Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, Setelah kejadian, kendaraan tersebut langsung melarikan diri, 02/05/2026
Indonesia
sp y retweetledi

@tanyarlfes tanyarl: guys tolong naikin kasus ini dong, ini kasus dari abis lebaran Ampe sekarang pelakunya belom ketangkep (buronan)

Indonesia
sp y retweetledi

jadi orang kok merasa hidupnya ada yg mengancam terus padahal dirinya sendiri lah yang menjadi ancaman buat banyak orang
tempo.co@tempodotco
Prabowo Tuding Banyak Orang Takut MBG Berhasil
Indonesia
sp y retweetledi

sp y retweetledi

Ada donks.
Karena gak ada di program 01 dan 03 bikin MBG
Sampe sini faham nggak?
IndraS77@Indra77Sahaja
@_BangFu Emangnya ada jaminan klo 01 atau 03 yg menang, harga harga gak akan naik? 😏
Indonesia
sp y retweetledi
sp y retweetledi
sp y retweetledi
sp y retweetledi
sp y retweetledi

Ibaratnya kalo lagi olahraga pertama kali ya. Badan pegel semua, ngerasa lemah padahal you’re getting stronger than before.
Di segala hal, when you’re getting better it feels like you’re getting worse. Merasa bodoh krn banyak gak tau. Perasaan bodoh dibutuhin di proses belajar.
Curious Minds@CuriousMindsHub
The importance of stupidity in scientific research:
Indonesia
sp y retweetledi

Gue lebih setuju kalau perokok yang harusnya repot cari smoking room, bukan non perokok yg repot cari non smoking room 🗿
tyaza@horcruxsh
semua opini tentang perokok
Indonesia
sp y retweetledi

dikatain perempuan maskulin krn mandiri dan independent apa2 sendiri pdhl memang selayaknya sebagai orang dewasa mandiri, tanggungjawab. disuruh feminine energi (alias ngelus ego cowo) kl terlalu mandiri nanti cowonya takut yaudah takut aja sono jgn deket2 ANEH.
ayeyy mpreghhhh@ini_ayye
konten-konten kayak "cara mengeluarkan energi feminine supaya dapat pacar energi maskulin" MAKSUDD 😭
Indonesia
sp y retweetledi

@ini_ayye Kita butuhnya informasi cara mengeluarkan energi dalam untuk meruntuhkan rezim
Indonesia
sp y retweetledi

As a woman you should be more afraid of being Unsuccessful than unmarried.
Chaos@kizzriee
Hot take:
English
sp y retweetledi

THANKS PAK PRABOWO
semenjak indonesia dipimpin bapak banyak sekali rekor sejarah terpecahkan.
1. kurs usd/idr hampir rp 17.200. paling terpuruk dlm sejarah.
2. utang jatuh tempo di 2026 sebesar rp 833 t. tertinggi dalam sejarah.
3. defisit apbn paling lebar dalam sejarah. dan semua rekor ini terpecahkan
hanya dalam waktu 1.5th saja. keren, pak
Indonesia
sp y retweetledi

Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran.
Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini.
Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan.
Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja.
Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya.
Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia.
Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”.
Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal.
Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;)
Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan.
Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa.
Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri.
Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok.
Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco
JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri
Indonesia
sp y retweetledi

Kalau kuliah hanya untuk mencetak buruh-buruh yang relevan dengan industri, mending ga usah ada universitas sekalian.
Rezim ini memang ingin memelihara kebodohan.
tempo.co@tempodotco
JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri
Indonesia










